PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berkunjung ke Gedung Putih paling cepat pekan depan. Jika terealisasi, pertemuan itu akan menjadi kunjungan pertama Netanyahu ke Washington sejak dimulainya perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Menurut laporan Al Jazeera, Sabtu, 4 Juli 2026, Trump menyampaikan bahwa Netanyahu telah mengajukan permintaan untuk bertemu di Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat itu mengatakan pertemuan kemungkinan berlangsung setelah ia kembali dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang digelar di Ankara, Turki, pada 7-8 Juli.
Trump Bantah Hubungan Merenggang
Rencana pertemuan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap hubungan Trump dan Netanyahu. Ketegangan keduanya mulai terlihat ke publik setelah Israel menentang upaya pemerintahan Trump untuk merundingkan gencatan senjata dengan Iran.
Trump juga secara terbuka mengkritik serangan Israel ke Libanon karena dinilai berpotensi menggagalkan kesepakatan yang tengah dinegosiasikan.
Meski demikian, dalam wawancara singkat melalui telepon dengan Axios, Trump membantah anggapan bahwa hubungannya dengan Netanyahu memburuk. “Kami berhubungan sangat baik. Netanyahu tahu siapa atasannya," ujarnya.
Hubungan Amerika Serikat-Israel
Amerika Serikat dan Israel selama ini merupakan sekutu dekat. Washington menjadi pemerintah pertama yang mengakui berdirinya negara Israel pada 1948. Sejak Perang Dunia II, Israel juga menjadi penerima akumulatif bantuan luar negeri terbesar dari Amerika Serikat.
Pada 2016, Amerika Serikat menandatangani memorandum yang menjanjikan bantuan militer senilai US$ 38 miliar kepada Israel selama satu dekade. Dalam beberapa tahun terakhir, Washington juga terus memberikan tambahan bantuan militer kepada Israel, termasuk di tengah perang di Gaza.
Pada masa jabatan keduanya, Trump membawa Amerika Serikat bergabung dengan Israel dalam dua perang melawan Iran, yakni pada Juni 2025 dan konflik terbaru yang dimulai pada 28 Februari 2026.
Konflik terbaru menuai kecaman luas karena dinilai sebagai tindakan agresi yang tidak diprovokasi dan melanggar hukum internasional. Trump juga menghadapi kritik di dalam negeri setelah mengerahkan pasukan Amerika Serikat tanpa persetujuan Kongres.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4003817/original/088336000_1650675922-AP22112543449817.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4895076/original/042008200_1721293227-20240718-Pendukung_Trump-AFP_6.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519028/original/086217100_1772527699-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-03T150517.725.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522505/original/077909700_1772767675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-06T102620.434.jpg)
