- Apa itu ziarah kubur sebelum Lebaran?
- Bagaimana sejarah tradisi ziarah kubur di Indonesia?
- Apa hukum ziarah kubur dalam Islam?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Ziarah kubur sebelum Lebaran menjadi tradisi yang masih dilakukan banyak masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan ini biasanya berupa kunjungan ke makam orang tua, keluarga, atau kerabat sebagai bentuk penghormatan sekaligus memanjatkan doa bagi mereka yang telah berpulang.
Selain sebagai wujud bakti kepada leluhur, ziarah kubur sebelum Lebaran juga menghadirkan momen refleksi setelah menjalani ibadah selama bulan Ramadan. Banyak orang membaca doa, membersihkan area makam, serta mengenang kembali kebaikan orang-orang tercinta.
Tradisi ziarah kubur sebelum Lebaran juga sering menjadi kesempatan berkumpul bersama keluarga. Suasana tersebut terasa penuh makna karena menghadirkan doa, kebersamaan, sekaligus pengingat untuk selalu menghargai waktu bersama orang tersayang.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang ziarah kubur sebelum Lebaran, Minggu (15/3/2026).
Pengertian dan Tujuan Ziarah Kubur
Ziarah kubur merupakan kegiatan mengunjungi makam orang yang telah meninggal dunia. Dalam masyarakat Indonesia, tradisi ini juga dikenal dengan istilah "nyekar", yaitu kebiasaan menaburkan bunga di atas makam sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum. Kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari budaya yang cukup kuat, terutama ketika mendekati momen-momen penting seperti menjelang Hari Raya Idulfitri.
Dalam ajaran Islam, tujuan utama ziarah kubur adalah untuk mendoakan orang yang telah wafat serta memohonkan ampunan dan rahmat kepada Allah SWT bagi mereka. Selain itu, ziarah kubur juga menjadi pengingat bagi orang yang masih hidup tentang kepastian kematian dan kehidupan akhirat. Kesadaran tersebut diharapkan mampu melembutkan hati serta mendorong seseorang untuk memperbanyak amal kebaikan.
Tidak hanya sebatas memanjatkan doa, ziarah kubur juga menjadi bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada para leluhur. Bagi keluarga yang masih hidup, kegiatan ini sering menjadi momen untuk mengenang jasa orang-orang tercinta sekaligus melakukan refleksi diri mengenai perjalanan hidup serta pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan.
Hukum Ziarah Kubur dalam Perspektif Islam
Pada masa awal penyebaran Islam, Rasulullah SAW sempat melarang umatnya melakukan ziarah kubur. Larangan tersebut bertujuan untuk mencegah praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti meratap secara berlebihan atau melakukan tindakan yang mengarah pada kesyirikan.
Seiring berjalannya waktu dan semakin kuatnya akidah umat Islam, larangan tersebut kemudian dicabut sehingga umat diperbolehkan kembali mengunjungi makam orang yang telah wafat.
Rasulullah SAW kemudian menganjurkan ziarah kubur karena kegiatan ini dapat mengingatkan manusia pada kematian dan kehidupan akhirat. Hal ini sebagaimana sabda beliau:
"Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian, karena ziarah kubur dapat mengingatkan kalian kepada akhirat." (HR. Muslim).
Hadis tersebut menjelaskan bahwa tujuan utama ziarah kubur adalah mengambil pelajaran dari kematian serta mendoakan orang yang telah meninggal dunia.
Selain itu, Al-Qur’an juga mengingatkan manusia bahwa setiap makhluk pasti akan mengalami kematian. Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 185 yang artinya: "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati."
Ayat ini sering dijadikan pengingat bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara sehingga manusia dianjurkan untuk selalu memperbanyak amal kebaikan serta mendoakan orang-orang yang telah lebih dahulu berpulang.
Mengutip buku berjudul Memaknai Kematian (2008) oleh Jalaluddin Rakhmat, ziarah kubur adalah Sunnah Rasulullah Saw. Ziarah juga adalah cara kita untuk mendoakan orang-orang yang telah mendahului kita. Al-Quran mencontohkan doa itu: "Tuhanku ampunilah orang-orang yang telah mendahului kami dalam keimanan" (QS Al-Hasyr: 10).
Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur
Saat melaksanakan ziarah kubur, terdapat beberapa adab dan tata cara yang dianjurkan dalam Islam agar kegiatan tersebut membawa keberkahan. Seorang Muslim dianjurkan untuk datang dengan niat yang baik, menjaga kesopanan, serta menjadikan ziarah sebagai sarana mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah berpulang.
Ketika berada di area pemakaman, sikap yang ditunjukkan juga perlu mencerminkan rasa hormat kepada ahli kubur. Peziarah dianjurkan menjaga ketenangan, tidak melakukan perbuatan yang berlebihan, serta fokus memanjatkan doa bagi orang yang telah meninggal dunia.
Berikut beberapa adab dan tata cara ziarah kubur yang dianjurkan dalam Islam:
- Datang dalam keadaan suci dari hadas dan dianjurkan berwudu sebelum berangkat menuju makam.
- Mengenakan pakaian yang sopan dan menutup aurat sebagai bentuk penghormatan.
- Mengucapkan salam kepada penghuni kubur ketika tiba di makam, seperti “Assalamu’alaikum ya ahlal qubur.”
- Menjaga sikap dengan tidak duduk, menginjak, atau bersandar di atas makam.
- Menghindari ratapan berlebihan atau tangisan histeris yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
- Membersihkan makam dari rumput liar atau kotoran sebagai bentuk kepedulian.
- Menaburkan bunga di atas makam sebagai simbol penghormatan dan keindahan.
- Membaca doa untuk ahli kubur, seperti surat Al-Fatihah, Yasin, atau surat-surat pendek lainnya.
Ziarah Kubur Jelang Lebaran di Indonesia
Ziarah kubur sebelum Lebaran telah menjadi tradisi yang kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menjelang Hari Raya Idulfitri, banyak keluarga meluangkan waktu untuk mengunjungi makam orang tua, kerabat, maupun leluhur yang telah meninggal dunia. Momen ini dimanfaatkan untuk memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa serta kebaikan mereka semasa hidup.
Tradisi tersebut juga sering menjadi bagian dari rangkaian mudik Lebaran. Para perantau yang pulang ke kampung halaman biasanya menyempatkan waktu untuk berziarah bersama keluarga. Selain membersihkan makam dan menaburkan bunga, kesempatan ini juga menjadi ajang untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan saudara yang datang ke pemakaman.
Ziarah kubur sebelum Lebaran tidak hanya bermakna sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga memiliki nilai sosial yang kuat. Tradisi ini mengingatkan pentingnya menghormati orang yang telah berpulang sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan antaranggota keluarga yang masih hidup.
Q & A Seputar Topik
Apa itu ziarah kubur sebelum Lebaran?
Ziarah kubur sebelum Lebaran adalah kunjungan ke makam orang yang telah meninggal dunia, sering disebut 'nyekar', yang bertujuan untuk mendoakan arwah dan sebagai pengingat akan kematian bagi yang masih hidup.
Bagaimana sejarah tradisi ziarah kubur di Indonesia?
Tradisi ziarah kubur di Indonesia sudah ada sebelum Islam, dipengaruhi animisme dan Hindu-Buddha, kemudian diadaptasi oleh Wali Songo agar sesuai ajaran Islam, menjadi perpaduan budaya lokal dan nilai keislaman.
Apa hukum ziarah kubur dalam Islam?
Hukum ziarah kubur dalam Islam adalah sunnah (dianjurkan), baik bagi laki-laki maupun perempuan, dengan syarat menjaga adab. Rasulullah SAW menganjurkannya sebagai pengingat akhirat setelah sebelumnya sempat melarang.
Apa saja adab yang harus diperhatikan saat ziarah kubur?
Adab ziarah kubur meliputi bersuci dari hadas, berpakaian sopan, mengucapkan salam, tidak duduk atau menginjak makam, menghindari ratapan berlebihan, serta membaca doa untuk ahli kubur.
Mengapa ziarah kubur menjadi tradisi kuat menjelang Lebaran?
Ziarah kubur sebelum Lebaran menjadi tradisi kuat di Indonesia sebagai momen untuk memperkuat ikatan emosional dengan keluarga yang telah berpulang, bagian dari silaturahmi saat mudik, dan pengingat akan nilai-nilai kehidupan.
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Selma Intania Hafidha, Rizky MandasariTim Redaksi
Share

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507622/original/094965800_1771504770-pexels-thirdman-7956565.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304456/original/081102000_1754273101-Gemini_Generated_Image_dadjkjdadjkjdadj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820929/original/054084500_1559368646-Tol-Palimanan-Padat-Merayap6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1769689/original/013624100_1510647009-20171114-Monas-akan-Dibuka-untuk-Kegiatan-Agama-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5013589/original/069991600_1732075246-tips-sembuh-dari-gerd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4799287/original/094690000_1712716612-20240410-Salat_Idul_Fitri_di_Jatinegara-ANG_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779722/original/080291100_1711003602-alarm-glass-water-near-fruits.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5416875/original/004239400_1763473471-InShot_20251118_201720793.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531108/original/064815300_1773548559-pembukaan_aesthetic_gynecology_center_hasil_kolaborasi_Health360_Indonesia_dengan_YPK_Mandiri_di_Jakarta.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531013/original/075876400_1773534996-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507791/original/035055900_1771551684-Vivo_V70_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5150457/original/066731100_1741074836-1741072426148_asal-usul-tradisi-mudik-lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211716/original/096234700_1597721039-PERSIB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450038/original/011940800_1766126206-Gemini_Generated_Image_n0zy6on0zy6on0zy.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527166/original/042081600_1773187084-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530858/original/024083900_1773495896-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_07.01.28__1_.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)



