:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288237/original/052908400_1783308108-Ss5f9RLY6Sba7gbIiWxpYAppDUzPI7IxItIa4eTh.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Zikir menurut bahasa berasal dari bahasa Arab yang bermakna mengingat sekaligus menyebut. Ibadah ini tergolong ringan diucapkan lisan, tetapi bernilai besar di sisi Allah.
Banyak Muslim mengamalkannya tanpa benar-benar menyelami maknanya. Padahal, memahami zikir menurut bahasa menjadi pintu masuk untuk meresapi setiap kalimat yang dilafalkan.
Zikir adalah bentuk kesadaran diri kepada Allah yang dapat dilakukan seseorang dalam setiap keadaan. Amalan menyebut dan memuji nama-Nya ini bahkan menjadi salah satu kewajiban yang tertuang dalam Al-Qur'an.
Pengertian Zikir Menurut Bahasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4433582/original/003374600_1684488413-20230519135602__fpdl.in__high-angle-woman-holding-beads-meditating_23-2148847546_normal.jpg)
Perbesar
Secara etimologi, kata zikir merupakan serapan dari kata kerja Arab dzakara-yadzkuru-dzikran yang berarti mengingat dan menyebut. Karena itu, zikir menurut bahasa dapat dimaknai sebagai perbuatan lisan berupa menyebut dan menuturkan, sekaligus perbuatan hati berupa mengingat. Pemahaman ini sejalan dengan penjelasan bahwa zikir artinya mengingat Allah SWT.
Selain bermakna mengingat dan menyebut, akar kata dh-k-r juga mengandung arti mendoakan, mengenang, hingga menghadirkan sesuatu dalam ingatan. Makna inilah yang menjadikan aktivitas mengingat Allah tidak terbatas pada gerak bibir, melainkan melibatkan kesadaran penuh di dalam hati.
Sebagian ulama membedakan dua bentuk pelafalan yang sering dipakai. Kata dzukr dengan huruf dal berbaris depan dimaknai sebagai pekerjaan hati dan lisan sekaligus, sedangkan dzikr dengan dal berbaris bawah lebih ditekankan pada pekerjaan lisan.
Berdasarkan KBBI yang disusun Badan Bahasa Kemendikbud, bentuk baku penulisan kata ini adalah "zikir", sementara "dzikir" dan "dikir" tergolong bentuk tidak baku. Ketiganya sama-sama merujuk pada perbuatan mengingat serta menyebut Allah. Baca juga: dzikir artinya mengingat dan menyebut Allah SWT.
Zikir Menurut Istilah dan Pandangan Ulama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330982/original/065971600_1756372896-Gemini_Generated_Image_e81ukwe81ukwe81u.jpg)
Perbesar
Beranjak dari makna kebahasaan, secara istilah zikir diartikan sebagai proses mengingat Allah dengan lisan maupun hati melalui kalimat-kalimat thayyibah, seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Zikir menjadi sarana komunikasi seorang hamba dengan Tuhannya yang dapat ditunaikan kapan saja dan di mana saja.
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, sebagaimana dikutip dari IslamQA, menyebutkan bahwa seluruh ulama Islam telah sepakat atas diterimanya dan bolehnya zikir dengan hati maupun lisan bagi setiap Muslim.
Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Al-Wabil ash-Shayyib pernah menggambarkan bagaimana hubungan hati dan kebiasaan zikir. Ia menuliskan, "Hati bisa berkarat sebagaimana besi dan perak, dan yang memolesnya adalah zikir."
Dilansir dari Britannica, zikir dipahami sebagai doa ritual atau litani yang khususnya dijalankan para sufi untuk mengagungkan Allah dan mencapai kesempurnaan spiritual. Untuk mengenal ragam bacaannya, simak pula ulasan tentang macam-macam zikir dan keutamaan zikir dalam Al-Qur'an dan hadis.
Makna Kata Zikir dalam Al-Qur'an
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
Perbesar
Menariknya, kata zikir dalam Al-Qur'an tidak selalu bermakna "mengingat Allah". Para mufasir menemukan beragam makna kata ini yang tersebar di sejumlah surat. Ayat yang menjadi rujukan utama perintah berzikir sendiri terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 152, fadzkuruni adzkurkum (فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ) yang berarti "Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu". Berikut lima makna kata zikir yang terekam dalam Al-Qur'an.
- Nama lain Al-Qur'an. Makna ini tampak dalam Surah Al-Hijr ayat 9, ketika Allah menegaskan bahwa Dialah yang menurunkan adz-dzikr dan memeliharanya, di mana yang dimaksud adalah Al-Qur'an itu sendiri.
- Peringatan. Dalam Surah Yasin ayat 11, kata zikir digunakan untuk menyebut peringatan yang hanya bermanfaat bagi orang yang mau mengikutinya dan takut kepada Allah.
- Keagungan. Surah Shad ayat 1 memakai kata adz-dzikr untuk menunjukkan keagungan Al-Qur'an, "Demi Al-Qur'an yang mempunyai keagungan."
- Wahyu. Pada Surah Al-Qamar ayat 25, kata zikir bermakna wahyu yang diturunkan kepada seorang rasul di tengah kaumnya.
- Pengajaran. Surah Yusuf ayat 104 menutup rangkaian makna ini, ketika zikir diartikan sebagai pengajaran bagi seluruh alam.
Keragaman makna tersebut menegaskan bahwa zikir adalah konsep yang luas, tidak sekadar lafal yang diucapkan setelah salat. Untuk memperdalam dampaknya bagi kehidupan, telusuri juga uraian tentang manfaat zikir kepada Allah SWT beserta bacaannya.
Tingkatan dan Jenis Zikir
Zikir memiliki kedalaman yang bertingkat. Para ulama membedakan zikir ke dalam beberapa tingkatan dan jenis berdasarkan cara serta isinya, mulai dari yang diucapkan lisan, dihadirkan hati, hingga yang terwujud dalam perbuatan.[4]https://sams-usa.net/dhikr-meaning-how-to-do-it/
- Zikir lisan. Tingkatan paling dasar berupa pelafalan kalimat thayyibah secara berulang, seperti tasbih dan tahlil.
- Zikir hati. Inilah tingkatan yang lebih tinggi, yakni menghadirkan kesadaran akan Allah saat lisan mengucap. Imam an-Nawawi menekankan bahwa zikir sejati adalah zikir yang disertai kehadiran hati.
- Zikir anggota badan. Kesadaran mengingat Allah tersebut kemudian mewujud dalam tindakan taat dan menjauhi larangan-Nya sepanjang hari.
- Zikir memuji nama dan sifat Allah. Contohnya menyucikan Allah dari sesuatu yang tidak layak bagi-Nya dan mengagungkan keesaan-Nya.
- Zikir mengingat perintah dan larangan. Yaitu mengingat apa yang Allah cintai dan murkai, lalu segera menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
- Zikir mengenang nikmat dan kebaikan. Yakni menghadirkan berbagai karunia yang Allah beri sebagai pemantik rasa syukur.
Sebagian amalan zikir bahkan diambil dari Asmaul Husna, seperti pembahasan mengenai arti Ya Latif dalam Asmaul Husna. Rangkaian zikir setelah salat pun kerap disebut wirid, sebagaimana dijelaskan pada panduan bacaan wirid tasbih, tahmid, dan takbir.
Bacaan Zikir dan Keutamaannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4357195/original/092362700_1678761219-pexels-thirdman-7957066.jpg)
Perbesar
Setelah memahami maknanya, penting mengenali bacaan zikir yang paling sering diamalkan. Bacaan zikir yang paling utama adalah kalimat tahlil Laa ilaaha illallah, sedangkan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah. Berikut beberapa bacaan zikir pokok beserta tulisan Arab, Latin, dan artinya.
- Tasbih: سُبْحَانَ اللَّهِ (Subhanallah) yang berarti "Maha Suci Allah".
- Tahmid: الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah) yang berarti "Segala puji bagi Allah".
- Takbir: اللَّهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) yang berarti "Allah Maha Besar".
- Tahlil: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (Laa ilaaha illallah) yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah".
- Istighfar: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ (Astaghfirullahal 'azhim) yang berarti "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung".
Salah satu contoh zikir yang dituntunkan setelah salat, sebagaimana dihimpun dari sumber Nahdlatul Ulama, adalah istighfar tiga kali lalu membaca: اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.
Latinnya, Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram, yang bermakna "Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera dan dari-Mu kesejahteraan, Maha Berkah Engkau wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan". Panduan lengkapnya dapat disimak pada bacaan zikir setelah sholat fardhu dan 13 bacaan doa dan dzikir setelah sholat fardhu.
Adapun tahlil yang panjang berbunyi: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. Bacaan tasbih, tahmid, dan takbir biasa diamalkan masing-masing 33 kali lalu disempurnakan dengan tahlil sehingga genap 100. Urutannya bisa dibaca pada urutan dzikir setelah sholat lima waktu, bacaan dzikir setelah sholat lengkap Arab dan Latin, serta khusus bacaan dzikir setelah sholat Subuh.
Keutamaan zikir sangatlah luas. Zikir mendatangkan ketenangan hati, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28, أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ, "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
Zikir juga menjadi sebab diampuninya dosa, mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, serta menjadi benteng dari bisikan setan. Waktu yang dianjurkan pun beragam, termasuk manfaat dzikir pagi dan petang maupun rangkaian dzikir dan doa setelah sholat Tahajud di sepertiga malam.
Amalan ringan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai terapi spiritual dan psikologis. Kajian modern bahkan mengaitkan zikir yang rutin dengan menurunnya tingkat kecemasan, penekanan kadar hormon stres kortisol, dan pengaturan emosi yang lebih baik. Manfaat serupa juga diulas dalam manfaat zikir bagi umat Islam, sementara amalan pembuka ampunan dibahas pada bacaan istighfar dan doa setelah sholat Tahajud yang mustajab.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Zikir
Zikir menurut bahasa berasal dari kata Arab dzakara-yadzkuru-dzikran yang berarti mengingat dan menyebut. Maknanya mencakup perbuatan lisan berupa menuturkan dan perbuatan hati berupa mengingat, sehingga tidak sebatas gerak bibir tetapi juga kesadaran batin kepada Allah.
Apa perbedaan zikir secara bahasa dan istilah?
Secara bahasa, zikir hanya bermakna umum, yaitu mengingat dan menyebut sesuatu. Sementara secara istilah, zikir adalah ibadah mengingat Allah melalui kalimat-kalimat thayyibah seperti tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, baik diucapkan dengan lisan maupun dihadirkan di dalam hati.
Apa bacaan zikir yang paling utama?
Bacaan zikir yang paling utama adalah kalimat tahlil, yaitu Laa ilaaha illallah yang berarti "Tiada Tuhan selain Allah". Adapun doa yang paling utama adalah Alhamdulillah, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288235/original/021347800_1783308106-hMoq7iMZ86WosKdKnGIyCldDhiFE0ReAUjYa1liq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4780649/original/094862900_1711077046-masjid-pogung-raya-9nkMRXMvZiI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418083/original/074162500_1763599765-Ilustrasi_Perjalanan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288205/original/012729000_1783308058-j3DKt8CeeLXtaKYS5EGg3CzU47uGC9ZOldXOfIx5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121934/original/015365200_1738729851-1738723836256_musafir-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288247/original/091977400_1783308120-ZmIV5tozW7KfIOniQy4CCsmbz5Kq0FZiKX4D6w1N.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288191/original/055510900_1783308041-f1DpP0sZYFQ37GA4TZIgsh1IfzWE90M4SQFK38F7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4992858/original/011986900_1730875016-shalat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5272759/original/071832500_1751598437-ChatGPT_Image_4_Jul_2025__10.06.54.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288204/original/081949600_1783308056-H9ejem22p4sN0nSPbdKp990WhrvKLc4sW8tggnOk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288422/original/080450700_1783319804-Gemini_Generated_Image_yf2pp8yf2pp8yf2p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3035321/original/019803800_1580276853-airplane-744865_960_720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5167236/original/025939700_1742345959-pexels-gabby-k-5996991.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377515/original/045535000_1760099331-Solat_Sunnah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8719471/original/043786900_1782813094-Nee6l6Vhvmr3FujVqMBCjz70AKyZHX7e5fZCLXcW.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8719466/original/063211900_1782813074-p9xVfLWstN1erdTRhB90OGdiUvd1bPfbgIkXtFeU.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4400005/original/008170900_1681813298-20230418-Zakat-Fitrah-Herman-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4895076/original/042008200_1721293227-20240718-Pendukung_Trump-AFP_6.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220916/original/022981400_1747295711-cek_fakta_dana_infak_ikn.jpg)



