11 Hadits Keutamaan Bulan Ramadhan: Pahala, Ampunan, dan Malam Lailatul Qadar

4 weeks ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan merupakan momen yang selalu dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia karena sarat dengan keberkahan dan ampunan. Tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, bulan suci ini juga menjadi kesempatan istimewa untuk meraih pahala yang berlipat ganda serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memahami hadits tentang keutamaan Ramadhan dapat membantu kita menghayati makna bulan ini secara lebih mendalam. Setiap amal kebaikan yang dilakukan selama Ramadhan memiliki nilai yang dilipatgandakan, menunjukkan betapa mulianya kedudukan bulan ini dalam ajaran Islam. Berikut  hadits keutamaan bulan Ramadhan selengkapnya. 

1. Keagungan Bulan Ramadhan

 Keagungan bulan Ramadhan tergambar dalam Hadits Keutamaan Bulan Ramadhan, yang menyebutkan perubahan signifikan di alam gaib. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ

Idza dakhala syahru Ramadhana futtihat abwaabus samaa'i, wa ghulliqat abwaabu jahannama, wa sulsilatisy syayaathiinu.

“Ketika Ramadhan masuk, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dirantai.” (HR. Al-Bukhari 1899). Hadits ini memberi semangat kepada umat Muslim untuk memperbanyak ibadah, karena godaan setan berkurang dan jalan menuju kebaikan lebih mudah.

2. Setan Dibelenggu dan Pintu Neraka Ditutup

Hadits ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Ramadhan: setan dibelenggu, pintu surga dibuka, dan kesempatan untuk beramal kebaikan terbuka lebar.

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ مَرَدَةُ الْجِنِّ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ، وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجِنَانِ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ، وَنَادَى مُنَادٍ: يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ

Idza kaana awwalu laylatin min Ramadhana suffidatisy-syayaathiinu maradatu al-jinni, wa ghulliqat abwaabu an-naar, falam yuftaḥ minhaa baabun, wa futtiḥat abwaabu al-jinaan, falam yughlaq minhaa baabun, wa naadaa munaadin: yaa baaghil khairi aqbil, wa yaa baaghis-syarri aqshir, wa lillahi ‘utaqaa minan-naar.

“Apabila malam pertama Bulan Ramadhan telah tiba, setan-setan kalangan jin yang durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pun pintunya yang dibiarkan terbuka. Pintu-pintu surga dibuka, dan tidak ada satupun pintunya yang tertutup. Lantas seorang penyeru berseru: ‘Hai yang menghendaki kebaikan, menghadaplah. Dan hai yang menghendaki keburukan, berhentilah.’ Dan Allah memiliki banyak orang-orang yang dibebaskan dari neraka.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

3. Waktu Mustajab untuk Berdoa

 Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa, sebagaimana ditegaskan dalam Hadits Keutamaan Bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

“Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir, dan doa orang yang teraniaya.” (HR. Baihaqi) Hadits ini menunjukkan bahwa doa yang dipanjatkan saat berpuasa memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT.

4. Pengampunan Dosa

Selain doa, bulan Ramadhan juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan ampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda:

شَهرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ، فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

Syahru romadhōna syahrun kataballahu ‘alaikum shiyā mahu, wasanantu lakum qiyā mahu, faman shōmahu waqō mahu īmānaw wahtisāban khoroja min dzunūbihi kayawmi waladathu ummuhu.

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang Allah telah wajibkan atasmu berpuasa, dan aku mensyariatkan bagimu ibadah pada malam harinya. Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan dan beribadah di malam harinya karena iman dan mengharap ridho Allah, maka dihapuslah semua dosa-dosanya sebagaimana seorang bayi yang baru lahir.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Hadits lain menegaskan:

“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Pahala Memberi Makan Orang Berbuka Puasa

Selain itu, pahala memberi makan orang yang berbuka puasa juga besar. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa memberi makan orang yang berbuka puasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad). Hadits ini mendorong umat Muslim untuk saling berbagi dan meningkatkan kepedulian sosial selama bulan suci.

6. Setiap Hari Allah Membebaskan Hamba dari Neraka

Di balik setiap hari di bulan Ramadhan, tersimpan janji ampunan dan pembebasan dari api neraka bagi hamba-hamba yang bersungguh-sungguh mendekat kepada-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka setiap hari (di bulan Ramadhan), dan setiap Muslim memiliki doa yang dikabulkan.” (HR. Musnad Ahmad)Hadits ini menegaskan bahwa peluang ampunan tidak hanya di malam Lailatul Qadar, tetapi setiap hari selama Ramadhan.

7. Keberkahan Sahur

 Sahur adalah salah satu sunah dengan keberkahan besar di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Tasaḥḥaruu, fa innaa fiis suhuuri barakatan

“Makan sahurlah, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keberkahan sahur tidak hanya memberi kekuatan fisik untuk berpuasa, tetapi juga pahala dan kesempatan berzikir serta berdoa pada waktu mustajab.

8. Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Harum di Sisi Allah

Di balik rasa lapar dan dahaga, Allah memuliakan setiap pengorbanan orang yang berpuasa, bahkan sesuatu yang dianggap kurang sedap di dunia justru bernilai harum di sisi-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Sahih Bukhari)Ini menunjukkan betapa mulianya ibadah puasa di sisi Allah, bahkan hal yang secara duniawi dianggap kurang sedap justru bernilai tinggi di sisi-Nya.

9. Pahala Puasa Langsung dari Allah SWT

Puasa di bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri dibanding ibadah lainnya. Pahala dari puasa diberikan langsung oleh Allah SWT, menjadikannya ibadah yang sangat mulia dan istimewa.

كُلُّ عَمَلِ ابنِ آدمَ له إلا الصومُ فإنه لي وأنا أجزي به

Kullu ‘amali ibni Aadama lahu illas saumu fa innahoo li wa ana ajzi bihi

“Semua amal manusia baginya (manusia), melainkan puasa. Maka sesungguhnya puasa itu bagi-Ku dan Aku (Allah) akan memberi pembalasannya.” (HR. Bukhari). Hadits qudsi ini menunjukkan bahwa pahala puasa tidak terbatas dan langsung dari Allah, berbeda dengan amal ibadah lain yang pahalanya telah ditentukan.

10. Perisai Umat Muslim

Puasa juga berfungsi sebagai perisai bagi seorang Muslim. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa adalah perisai, selama tidak dirusak dengan kebohongan atau ghibah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perkataan dan perbuatan buruk. Puasa yang dijaga dengan baik melindungi pelakunya dari api neraka dan maksiat.

11. Malam Lailatul Qadar dan Keistimewaan Al-Qur'an

Bulan Ramadhan juga diistimewakan dengan adanya Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dalam khutbahnya menjelang Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda:

خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌فِي ‌آخِرِ ‌يَوْمٍ ‌مِنْ ‌شَعْبَانَ فَقَالَ: أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ...

"Khathabana Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wasallama fii aakhiri yaumin min Sya’bana faqala: Ayyuhan naasu qad azhallakum syahrun ‘azhiimun, syahrun mubaarakun, syahrun fiihi lailatun khairun min alfi syahrin..."

Hadits ini, diriwayatkan oleh Rabithah Alawiyah, menekankan keistimewaan Lailatul Qadar sebagai puncak keberkahan Ramadhan dan mengajak umat Muslim untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir bulan suci.

Hadits lain yang diriwayatkan oleh HR. Ahmad menyebutkan: "Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan keberkahan; Allah wajibkan berpuasa di dalamnya, dibukakan pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu para setan. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan; barang siapa yang dihalangi dari kebaikannya, sungguh ia telah dihalangi dari segala kebaikan." Hadits ini menegaskan Lailatul Qadar sebagai anugerah yang sangat besar.

Selain itu, Ramadhan erat kaitannya dengan Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda: "Bahwasanya malaikat Jibril menemui Rasulullah SAW setiap malam di bulan Ramadhan dan membacakan Al-Qur’an kepadanya." (HR. Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak tadarus dan mendalami ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja keutamaan utama bulan Ramadhan menurut hadits?

Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya setan, doa orang berpuasa yang mustajab, serta adanya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.

2. Bagaimana cara menentukan awal dan akhir puasa Ramadhan berdasarkan hadits?

Awal dan akhir puasa Ramadhan ditentukan dengan melihat hilal. Jika hilal terlihat, maka berpuasalah. Jika tidak terlihat atau langit mendung, maka sempurnakan bulan sebelumnya (Sya'ban) menjadi tiga puluh hari.

3. Mengapa puasa disebut sebagai perisai dalam hadits?

Puasa disebut sebagai perisai karena dapat melindungi pelakunya dari perbuatan dosa dan api neraka, selama tidak dirusak oleh kebohongan atau ghibah. Puasa juga merupakan ibadah khusus bagi Allah yang pahalanya langsung dari-Nya.

4. Apa keistimewaan Lailatul Qadar yang disebutkan dalam hadits?

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang dihalangi dari kebaikan malam ini, sungguh ia telah dihalangi dari segala kebaikan. Malam ini merupakan puncak keberkahan Ramadhan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |