- Apa pengertian Haji Wada?
- Mengapa disebut Haji Wada atau haji perpisahan?
- Kapan Haji Wada dilaksanakan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Pengertian Haji Wada (حجة الوداع) merupakan peristiwa bersejarah dalam Islam yang merujuk pada ibadah haji terakhir yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW. Kata 'wada' sendiri berasal dari bahasa Arab yang bermakna perpisahan, sehingga ibadah ini dikenal sebagai haji perpisahan. Ibadah ini menjadi sangat penting karena Nabi Muhammad SAW wafat sekitar tiga bulan setelah melaksanakannya.
Haji Wada adalah haji pertama dan terakhir yang dilakukan Rasulullah SAW setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah, menandai puncak risalah kenabian beliau. Peristiwa ini tidak hanya menjadi penutup dari perjalanan dakwah beliau, tetapi juga merupakan momen di mana ajaran Islam dinyatakan sempurna.
Pelaksanaan Haji Wada menjadi pedoman universal bagi umat Islam di seluruh dunia dalam menjalankan ibadah haji, dengan Rasulullah SAW secara langsung menunjukkan tata cara pelaksanaannya. Momen ini juga diwarnai dengan penyampaian khutbah terakhir yang berisi wasiat abadi bagi seluruh umat manusia. Berikut Liputan6 memberikan ulasan lengkapnya untuk Anda, Kamis (7/5/2026).
Pengertian Haji Wada: Ibadah Perpisahan Rasulullah SAW
Haji Wada secara harfiah berarti haji perpisahan, merujuk pada ibadah haji yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun ke-10 Hijriah atau 632 Masehi. Penamaan ini diberikan karena Nabi Muhammad SAW berpamitan kepada umatnya, mengisyaratkan bahwa beliau mungkin tidak akan bertemu lagi dengan mereka setelah tahun tersebut.
Ibadah haji ini merupakan satu-satunya dan yang terakhir kali dilakukan oleh Rasulullah SAW setelah hijrah ke Madinah. Oleh karena itu, Haji Wada memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam sebagai penanda berakhirnya masa kenabian dan kesempurnaan ajaran agama Islam.
Melalui Haji Wada, Rasulullah SAW tidak hanya menunaikan kewajiban ibadah, tetapi juga memberikan teladan sempurna mengenai tata cara haji. Pesan-pesan yang disampaikan selama haji ini menjadi landasan moral dan sosial yang fundamental bagi kehidupan umat Islam hingga akhir zaman.
Sejarah Pelaksanaan Haji Wada
Haji Wada dilaksanakan pada tahun ke-10 Hijriah, bertepatan dengan tahun 632 Masehi, saat Nabi Muhammad SAW berusia 62 tahun. Perjalanan suci ini dimulai pada hari Sabtu, tanggal 25 Dzulqa'dah 10 Hijriyah, atau 22 Februari 632 Masehi, dari Madinah menuju Mekkah setelah sholat Zuhur.
Rasulullah SAW didampingi oleh istri-istrinya dan putrinya Fatimah, sementara pemerintahan kota Madinah dipercayakan kepada Abu Dujanah As-Sa'idi atau Siba' bin Urfujah Al-Ghifari. Jumlah jamaah yang mengikuti Haji Wada sangat besar, diperkirakan mencapai 90.000 hingga 114.000 orang dari berbagai wilayah. Angka ini menjadi bukti nyata keberhasilan dakwah Rasulullah SAW selama 23 tahun.
Setibanya di Dzulhulaifah, Rasulullah SAW dan kaum muslimin mengenakan pakaian ihram, kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekkah yang memakan waktu delapan hari. Pada tanggal 8 Dzulhijjah, beliau berangkat ke Mina dan bermalam di sana, lalu pada tanggal 9 Dzulhijjah, beliau melanjutkan perjalanan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Makna dan Signifikansi Haji Wada bagi Umat Islam
Haji Wada memiliki makna yang sangat mendalam dan signifikansi besar bagi seluruh umat Islam. Peristiwa ini menandai kesempurnaan agama Islam dan menjadi penutup risalah dakwah Nabi Muhammad SAW.
Pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 10 Hijriyah, saat pelaksanaan haji, turunlah wahyu penting yang menjelaskan kesempurnaan agama Islam sebagai agama yang diridhai Allah. Wahyu tersebut adalah Surat Al-Maidah ayat 3, yang berbunyi, "Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu dan telah Aku lengkapi karunia nikmat-Ku atasmu serta telah Aku ridhoi Islam itu menjadi agamamu."
Momen ini tidak hanya menjadi bukti prestasi dakwah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga simbol perpisahan beliau dengan umatnya. Melalui Haji Wada, Nabi menyampaikan pesan-pesan penting tentang akidah dan syariat Islam, menegaskan bahwa ajaran Islam telah sempurna dan menjadi pedoman hidup.
Peristiwa Penting dalam Rangkaian Haji Wada
Selama pelaksanaan Haji Wada, Rasulullah SAW secara langsung menunjukkan tata cara ibadah haji beserta sunah-sunahnya, yang kemudian menjadi pedoman bagi umat Islam hingga kini. Ini adalah kesempatan bagi para sahabat untuk mengamati dan meniru praktik haji Nabi secara langsung, sebagaimana sabda beliau, "Ambillah tata cara haji dariku."
Salah satu peristiwa paling monumental adalah penyampaian khutbah terakhir beliau di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Khutbah ini disampaikan di hadapan lebih dari 100.000 jamaah yang hadir, berisi wasiat-wasiat penting yang relevan sepanjang masa.
Selain khutbah, Rasulullah SAW juga melakukan penyembelihan kurban. Beliau menyembelih 63 ekor unta sendiri, sesuai dengan usianya saat itu, dan sisanya dari total 100 ekor unta disembelih oleh Ali bin Abi Thalib.
Inti Pesan Khutbah Haji Wada: Wasiat Abadi Rasulullah SAW
Khutbah Haji Wada yang disampaikan di Padang Arafah adalah wasiat abadi Rasulullah SAW yang berisi pesan-pesan universal bagi seluruh umat manusia. Pesan-pesan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan antarmanusia hingga ketaatan kepada Allah.
- Kesetaraan Manusia: Rasulullah SAW menegaskan bahwa semua manusia adalah sama di mata Allah, tanpa ada keutamaan bagi orang Arab atas non-Arab, atau sebaliknya, kecuali dalam ketakwaan.
- Penghormatan Darah, Harta, dan Kehormatan: Beliau mengingatkan pentingnya menjaga hak-hak sesama Muslim, bahwa darah, harta, dan kehormatan mereka adalah suci.
- Larangan Riba: Rasulullah SAW mengumumkan penghapusan segala bentuk riba yang ada pada masa Jahiliyah, dimulai dari riba milik pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib.
- Perlakuan Baik terhadap Wanita: Beliau berpesan agar kaum pria memperlakukan istri mereka dengan baik, penuh tanggung jawab, dan kasih sayang, serta mengingatkan hak-hak wanita.
- Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan Sunah: Rasulullah SAW menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur'an dan Sunah sebagai pedoman utama dalam kehidupan.
- Tanggung Jawab Dakwah: Di akhir khutbahnya, Rasulullah SAW meminta umat yang hadir untuk menyampaikan pesan Islam kepada orang-orang yang tidak hadir, menekankan pentingnya dakwah dan tanggung jawab setiap Muslim untuk menyebarkan kebaikan.
Pertanyaan Seputar Haji Wada
1. Apa pengertian Haji Wada?
Jawaban: Haji Wada adalah ibadah haji terakhir yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW pada tahun ke-10 Hijriah atau 632 Masehi, yang disebut haji perpisahan karena beliau wafat tidak lama setelahnya.
2. Mengapa disebut Haji Wada atau haji perpisahan?
Jawaban: Disebut Haji Wada karena kata 'wada' dalam bahasa Arab berarti perpisahan, dan Nabi Muhammad SAW wafat sekitar tiga bulan setelah melaksanakan ibadah haji ini, mengisyaratkan perpisahan beliau dengan umatnya.
3. Kapan Haji Wada dilaksanakan?
Jawaban: Haji Wada dilaksanakan pada tahun ke-10 Hijriah atau 632 Masehi, dimulai pada hari Sabtu, 25 Dzulqa'dah 10 Hijriyah atau 22 Februari 632 Masehi.
4. Apa makna dan signifikansi Haji Wada bagi umat Islam?
Jawaban: Haji Wada memiliki makna mendalam sebagai penanda kesempurnaan agama Islam dan penutup risalah dakwah Nabi Muhammad SAW, ditandai dengan turunnya wahyu Surat Al-Maidah ayat 3.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824614/original/074506300_1715073103-pexels-drmkhawarnazir-18996539.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2876075/original/030089700_1565230144-20190807-Masjidil-Haram-Dipadati-Jemaah-Jelang-Puncak-Haji-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437659/original/087344800_1684829069-5452136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5580670/original/061045400_1778126140-8a6419d8-418c-4e77-8846-31d68f6b6e38.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4824122/original/040369300_1715055236-ekrem-osmanoglu-WRbNWOMA-Xk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4437264/original/001657600_1684817338-izuddin-helmi-adnan-JFirQekVo3U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417164/original/022570200_1763523453-Berhaji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400328/original/025896800_1762084153-WhatsApp_Image_2025-11-02_at_18.46.56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387154/original/093125200_1761032963-ilustrasi_wudhu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2794559/original/085304000_1556798232-20190502-Safar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4314861/original/012980000_1675661791-rade-nugroho-rlj3VznKap0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158773/original/015425300_1741670986-Santri_Subuh_3.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5158368/original/097065700_1741665044-kata-kata-isra-miraj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983009/original/036002900_1648909085-20220402-SHALAT-TARAWIH-PERTAMA-MASJID-ISTIQLAL-HERMAN-1.jpg)
