AKTIVITAS di busur vulkanik Halmahera, Maluku Utara, meningkat. Dua gunung api aktif, Gunung Dukono dan Gunung Ibu, sama-sama mengalami erupsi berulang pada Jumat, 5 Juni 2026. Dalam sehari, Gunung Dukono tercatat erupsi dua kali, sementara Gunung Ibu meletus empat kali berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi.
Busur vulkanik Halmahera adalah salah satu kawasan vulkanik paling aktif di Indonesia yang terbentuk akibat interaksi kompleks tiga lempeng tektonik utama, yakni Eurasia, Pasifik, dan Indo-Australia. Aktivitas vulkaniknya dipicu oleh pergerakan Lempeng Laut Maluku yang terus berlangsung hingga saat ini.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Selain Dukono dan Ibu, busur vulkanik Halmahera juga mencakup sejumlah gunung api lain seperti Tobaru, Todoku-ranu, dan Gamkonora. Rangkaian gunung api ini diketahui mulai menunjukkan aktivitas erupsi sejak 1933 dan hingga kini masih menjadi wilayah dengan tingkat aktivitas vulkanik tinggi.
Pada Jumat sore, Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara mengalami dua kali erupsi dalam rentang waktu kurang dari 10 menit. Erupsi pertama terjadi pada pukul 15.43 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 2.087 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur.
"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi 44,25 detik," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono dalam laporannya untuk Badan Geologi tak lama setelah kejadian.
Delapan menit kemudian, tepatnya pukul 15.51 WIT, gunung setinggi 1.087 mdpl itu kembali erupsi dan memuntahkan abu vulkanik setinggi 1.200 meter di atas puncak. Abu vulkanik juga terpantau bergerak ke arah timur dengan intensitas tebal. Letusan kedua juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi masing-masing sekitar 44 detik.
Sementara itu, Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat menunjukkan frekuensi erupsi yang lebih sering. Sepanjang hari ini, PVMBG mencatat gunung setinggi 1.325 mdpl itu sudah sedikitnya empat kali erupsi.
Letusan pertama terjadi pada pukul 05.21 WIT dengan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak. Abu berwarna putih hingga kelabu teramati bergerak ke arah timur laut dengan intensitas sedang hingga tebal.
Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 09.55 WIT. Meski visual letusan tidak teramati karena faktor cuaca atau keterbatasan pengamatan, sinyal erupsi terekam jelas melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 52 detik.
Gunung Ibu kembali erupsi pada pukul 13.59 WIT dengan kolom abu mencapai 600 meter di atas puncak. Erupsi keempat terjadi pada pukul 16.20 WIT. Tinggi kolom abu kembali mencapai sekitar 600 meter di atas puncak dengan warna kelabu dan intensitas tebal mengarah ke timur laut. Vibrasi yang dihasilkan letusan itu beramplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi 62 detik.
Gunung Ibu kini berstatus Waspada atau Level II dengan rekomendasi masyarakat sekitar ataupun pengunjung tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dan perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Gunung Dukono juga kini ditetapkan pada level yang sama. Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengimbau masyarakat tidak beraktivitas seperti melakukan pendakian ataupun memasang tenda di dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang dan Warirang di gunung itu.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)

















