Purbaya Rogoh Rp 11 Triliun untuk Stabilisasi Pasar Obligasi

5 hours ago 6

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah merogoh dana Rp 11 triliun dari kas negara sebagai ongkos stabilisasi pasar obligasi atau bond market. Dana tersebut digunakan untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Langkah intervensi ini dilakukan untuk membantu Bank Indonesia menjaga kestabilan rupiah. Purbaya menyatakan upaya ini akan terus dilakukan sambil terus memantau kondisi pasar. “Sudah masuk Rp 11 triliun, so far ya, dan akan kami lihat terus,”  ucapnya dalam konferensi pers Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bendahara negara mengklaim strategi itu berhasil menjaga stabilitas harga dan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah. “Untuk pembelian bond di secondary market kami masih lakukan. Makanya kan yield yang 10 tahun dan berapa tahun, basically yield government bond agak terkendali,” ucapnya.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa dengan adanya upaya tersebut, pasar obligasi terkendali. Sehingga pergerakannya tidak terpengaruh oleh pelemahan rupiah maupun pergerakan bursa saham yang tercatat negatif.

Dia juga memastikan sejauh ini sumber dana stabilisasi obligasi sepenuhnya berasal dari kas negara dan belum melibatkan lembaga lain. Sebab, ongkos yang digunakan untuk menstabilkan harga SBN tersebut masih tergolong sedikit. 

Sebelumnya Purbaya sempat menyatakan akan menggunakan dana Rp 2 triliun per hari untuk memastikan harga obligasi pemerintah tetap terkendali. Strateginya dengan membeli kembali surat utang pemerintah di pasar. Mekanisme yang dilakukan adalah intervensi berbasis cash management. Caranya dengan menyerap kembali Surat Berharga Negara (SBN) di pasar.

Ia menjelaskan bahwa uang yang digunakan untuk membeli bond tersebut tidak hilang, dan akan berputar kembali ke kentong pemerintah. “Supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi. Biasanya kalau sentimen positif di situ, biasanya (investor) asing juga ikut masuk dan rupiah cenderung terkendali,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |