23,4 Persen Peserta Magang Nasional Ditawari Lanjut Bekerja

4 hours ago 3

WAKIL Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan 23,4 persen peserta magang nasional ditawari lanjut bekerja di sektor keuangan. Jumlah tersebut didapatkan dari survei daring kepada 84.202 peserta angkatan pertama periode Oktober 2025 sampai Juni 2026.

“Peserta yang mendapat penawaran kerja berdasarkan sektor ini kita lihat ada di keuangan, perdagangan grosir, dan manufaktur,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, 17,9 persen peserta magang ditawari lanjut bekerja di sektor perdagangan grosir, 16,5 persen di bidang manufaktur, 10,3 persen di sektor kesehatan, 5,2 persen di sektor akomodasi, 4,8 persen di bidang teknologi informasi dan komunikasi, 4,6 persen di sektor administrasi dan pendukung, serta 3,3 persen di bidang profesional.

Selanjutnya, 2,9 persen peserta ditawari di sektor edukasi, 2,9 persen di sektor transportasi, 2,7 persen di bidang konstruksi, 1,8 persen di sektor real estate, 1,2 persen di bidang agrikultur, 1 persen di sektor pertambangan, 0,7 persen di bidang seni dan hiburan, 0,2 persen di bidang elektrifikasi, 0,2 persen di sektor suplai air, dan 0,2 persen di bidang pelayanan lainnya.

“Dari jumlah semua itu, pemerintah memang tidak menerima. Itu nol persen,” ujar Afriansyah.

Dalam survei tersebut diuraikan bahwa 64 persen dari 100 persen peserta magang sudah ditawari lanjut bekerja di perusahaan masing-masing. Afriansyah memastikan 30 persen di antaranya melanjutkan kontrak dan 34 persen masih persiapan. Sedangkan 36 persen peserta tidak ditawari lanjut bekerja di tempat magang mereka.

Dalam survei juga dipaparkan bahwa 52,63 persen peserta magang merasa sangat puas, 31,90 persen puas, 14,76 persen cukup puas, 0,29 persen tidak puas, dan 0,42 persen sangat tidak puas. Kemudian 36,79 persen peserta menganggap program ini sangat membantu perekonomian pribadi atau keluarga, 30,84 persen menganggap sangat membantu, 30,05 persen merasa cukup membantu, 1,99 persen merasa tidak membantu, dan 0,33 persen merasa sangat tidak membantu.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |