Liputan6.com, Jakarta - Sholawat adalah ibadah lisan yang mulia dan sangat dianjurkan dalam Islam. Bentuknya yang beragam, dari bacaan ringkas hingga sholawat panjang dengan redaksi yang lebih lengkap. Untuk itu, umat Islam perlu memahami perbedaan sholawat pendek dan panjang beserta keutamaannya.
Terlepas dari itu, Imam Nawawi dalam Al-Adzkar mengungkapkan, baik sholawat pendek maupun panjang sama-sama mulia dan dianjurkan memperbanyak mambacanya. Secara praksis, dua ragam sholawat ini memungkinkan setiap muslim untuk mengamalkannya sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing‑masing.
Lebih dari itu, ternyata terdapat perbedaan yang signifikan antara sholawat pendek dengan panjang, mulai dari jumlah kalimat hingga makna dan kandungannya. Untuk memahami perbedaan holawat pendek dan panjang, mari simak ulasan berikut, merujuk Buku 1001 Shalawat karya Muhammad Taufiq Ali Yahya, Sholawat Jalan Selamat, Novel bin Muhammad Alaydrus, serta sumber kredibel lainnya.
Perbedaan Utama Sholawat Pendek dan Sholawat Panjang
1. Redaksi (Panjang Teks)
- Sholawat Pendek: Terdiri dari 3–5 kata saja, sangat singkat dan ringkas. Contoh: “Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad” (4 kata) atau “Shallallâhu ‘alâ Muhammad” (3 kata).
- Sholawat Panjang: Redaksinya lebih dari satu kalimat, bisa mencapai beberapa baris hingga satu paragraf. Contoh: Sholawat Ibrahimiyah yang terdiri dari dua kalimat panjang, atau Sholawat Nariyah yang mencapai 4–5 baris.
2. Waktu Pembacaan
- Sholawat Pendek: Dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, sangat praktis. Cocok dibaca saat beraktivitas, di perjalanan, menunggu, atau di sela-sela pekerjaan. Tidak memerlukan waktu khusus.
- Sholawat Panjang: Lebih sering dibaca pada waktu‑waktu tertentu, seperti setelah shalat fardhu, saat berwirid pagi-sore, dalam majelis zikir, atau pada malam Jumat. Membacanya membutuhkan konsentrasi dan waktu lebih lama.
3. Kandungan Doa
Sholawat Pendek: Umumnya hanya memohon rahmat (shalawat) untuk Nabi Muhammad ﷺ secara global, tanpa menyebut keluarga atau sahabat. Fokus utamanya pada pengagungan dan permohonan rahmat bagi beliau.
Sholawat Panjang: Kandungannya lebih lengkap, mencakup:
- Rahmat dan berkah bagi Nabi.
- Doa untuk keluarga (Ahlul Bait), para sahabat, dan keturunannya.
- Permohonan hajat tertentu, seperti kesembuhan (Thibbil Qulub), kelapangan rezeki, perlindungan dari bencana (Munjiyat), atau pembuka pintu kebaikan (Fatih).
4. Keutamaan Sholawat Pendek dan Panjang
Sholawat Pendek:
- Sangat mudah dihafal dan diamalkan setiap saat – sehingga pahala bisa terus mengalir tanpa henti.
- Setiap satu kali membaca mendapat pahala minimal 10 kali lipat dari Allah (HR. Muslim).
- Melebur dosa dan mengangkat derajat.
Sholawat Panjang:
- Memperoleh fadhilah tambahan seperti penyebutan Ahlul Bait yang sangat dimuliakan Allah.
- Doa yang lebih spesifik untuk hajat dunia-akhirat – misalnya sholawat Nariyah untuk menghilangkan kesulitan, sholawat Munjiyat untuk keselamatan.
- Mendapat keutamaan sesuai dengan redaksi yang diajarkan langsung Rasulullah (seperti sholawat Ibrahimiyah yang menjadi sholawat utama dalam shalat).
Pandangan Ulama tentang Perbedaan Sholawat Pendek dan Panjang
Imam Nawawi dalam kitab Al‑Adzkar menjelaskan bahwa sholawat yang paling afdhal adalah sholawat Ibrahimiyah. Namun, beliau juga menyebutkan bahwa bacaan sholawat pendek seperti “Allâhumma shalli ‘alâ muhammad” juga memiliki keutamaan yang besar karena ringan di lisan dan berat di timbangan. Imam Nawawi tidak membedakan pahala antara pendek dan panjang selama bacaan tersebut mengandung pujian dan doa untuk Nabi.
Syaikh Muhammad Al‑Faqih Al‑Muqaddam dalam tradisi Ba’alawi menyatakan bahwa sholawat panjang seperti Nariyah dan Munjiyat memiliki keistimewaan khusus untuk hajat‑hajat besar, namun sholawat pendek tetap menjadi amalan pokok yang harus dibaca setiap saat.
Dalam buku 1001 Shalawat karya Muhammad Taufiq Ali Yahya, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ sendiri mengajarkan berbagai macam redaksi sholawat, ada yang ringkas dan ada yang panjang. Perbedaan ini memberikan kelapangan bagi umat untuk memilih sesuai kemampuan dan kebutuhannya. Inti dari sholawat tetaplah memohon rahmat dan salam bagi Nabi, sehingga keutamaan dasarnya sama.
Habib Novel bin Muhammad Alaydrus dalam ebook Shalawat Jalan Selamat menekankan bahwa yang terpenting dalam sholawat adalah keikhlasan dan istiqamah, bukan panjang‑pendeknya bacaan. Beliau menganjurkan untuk memulai dengan sholawat pendek yang mudah, kemudian secara bertahap menambah sholawat lain untuk hajat‑hajat khusus.
Syaikh Abdurrauf As‑Singkili dalam Kitab Mukjizat Sholawat juga menyatakan bahwa sholawat pendek seperti “Allahumma shalli ‘ala Muhammad” cukup untuk mendapatkan keutamaan‑keutamaan umum, sedangkan sholawat panjang lebih dianjurkan ketika seseorang memiliki hajat tertentu, seperti kesembuhan, kelapangan rezeki, atau perlindungan dari musibah. Beliau juga menyebutkan bahwa menyertakan nama keluarga Nabi (Ahlul Bait) dalam sholawat—yang terdapat dalam sholawat panjang—merupakan amalan yang sangat mulia dan memiliki keutamaan tersendiri.
Contoh Bacaan Sholawat Pendek
Sholawat pendek adalah bacaan yang terdiri dari beberapa kata saja, sangat mudah dilafalkan dan dihafalkan. Keutamaan sholawat pendek tidak kalah dahsyat, karena dalam hadis disebutkan bahwa satu kali sholawat dapat mendatangkan pahala berlipat ganda dari Allah.
Contoh Bacaan Sholawat Pendek:
1. Sholawat Paling Pendek (Ta’dzimul Qiyam)
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Latin: Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad
Arti: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.”
2. Sholawat Jibril Versi Pendek
Arab: صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ
Latin: Shallallâhu ‘alâ Muhammad
Arti: “Semoga Allah memberikan rahmat‑Nya kepada Nabi Muhammad.”
3. Sholawat Nabi Muhammad SAW (Sholawat Ummi)
Arab: اَللَّـهُمَّ صَلِّ عَـلـٰى سَـيِّـدِنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَنَـبِـيِّكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِى الْأُمِّـى
Latin: Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muhammadin ‘abdika wa nabiyyika wa rasûlikan nabiyyil ummiy
Arti: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Muhammad, hamba‑Mu, nabi‑Mu, dan utusan‑Mu, yaitu nabi yang ummi.”
Contoh Sholawat Panjang Lengkap (Arab, Latin, dan Artinya)
Sholawat panjang memiliki redaksi yang lebih rinci dan biasanya mencakup pujian bagi keluarga Rasul (Ahlul Bait), sahabat, serta permohonan untuk tujuan tertentu, seperti kesembuhan, kelancaran rezeki, atau kemudahan hajat. Bacaan ini sering dilantunkan dalam majelis‑majelis zikir, peringatan Maulid, atau sebagai wirid harian bagi yang memiliki waktu lebih.
1. Sholawat Ibrahimiyah (Sholawat Tahiyat)
Sholawat ini paling utama dan dibaca pada tahiyat akhir dalam salat.
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin: Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ Ibrâhîma wa ‘alâ âli Ibrâhîm, innaka hamîdun majîd.Allâhumma bârik ‘alâ Muhammadin wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ Ibrâhîma wa ‘alâ âli Ibrâhîm, fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.
Arti: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
2. Sholawat Jibril Versi Panjang
Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا
Latin:
Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammadin wa sallim taslîmâ.
Arti: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya, serta limpahkanlah salam penghormatan dengan sempurna kepadanya.
3. Sholawat Nariyah / Tafrijiyyah (Lengkap)
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ، وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَىٰ بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ، وَحُسْنُ الْخَوَاتِيمِ، وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Latin: Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmmân ‘alâ sayyidinâ Muhammadinilladzî tanhallu bihil ‘uqad, wa tanfariju bihil kurab, wa tuqdâ bihil hawâij, wa tunâlu bihir raghâib, wa husnul khawâtim, wa yustasqal ghamâmu bi wajhihil karîm, wa ‘alâ âlihi wa shahbihi fî kulli lamhatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma‘lûmin lak.
Arti: Ya Allah, limpahkanlah sholawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengannya segala ikatan terurai, segala kesusahan tersingkap, segala kebutuhan terpenuhi, segala keinginan tercapai, husnul khatimah diperoleh, hujan diminta dengan kemuliaan wajah beliau, serta kepada keluarga dan sahabat beliau pada setiap kedipan mata dan hembusan napas sebanyak segala sesuatu yang Engkau ketahui.
4. Sholawat Munjiyat (Sholawat Penolong)
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِي لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيعِ الْخَيْرَاتِ فِي الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ
Latin: Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî‘il ahwâli wal âfât, wa taqdhî lanâ bihâ jamî‘al hâjât, wa tuthahhirunâ bihâ min jamî‘is sayyiât, wa tarfa‘unâ bihâ ‘indaka a‘lad darajât, wa tuballighunâ bihâ aqshal ghâyât min jamî‘il khairâti fil hayâti wa ba‘dal ممات.
Arti: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dengan sholawat yang menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan bencana, memenuhi segala kebutuhan kami, membersihkan kami dari segala keburukan, mengangkat derajat kami di sisi-Mu setinggi-tingginya, dan menyampaikan kami kepada tujuan tertinggi dari segala kebaikan dalam hidup dan setelah wafat.
Keutamaan‑Keutamaan Membaca Sholawat Secara Umum
Baik sholawat pendek maupun panjang, keduanya memiliki keutamaan bersama yang sangat besar, di antaranya:
1. Dilipatgandakannya Pahala
Setiap satu kali sholawat dibalas minimal sepuluh kali rahmat dari Allah, dihapus sepuluh dosa, dan diangkat sepuluh derajat (HR. An‑Nasa’i).
2. Menghapus Dosa dan Mendatangkan Rahmat
Membaca sholawat dapat melebur dosa‑dosa besar sekalipun, sebagaimana air memadamkan api.
3. Mendapat Syafaat Nabi ﷺ di Hari Kiamat
Orang yang paling banyak membaca sholawat akan menjadi yang paling dekat dengan Rasulullah pada hari kiamat dan berhak mendapatkan syafaat beliau.
4. Dikabulkan Hajat Dunia dan Akhirat
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa bersholawat seratus kali dalam sehari, maka Allah menunaikan seratus hajatnya. Tujuh puluh untuk hajat akhirat dan tiga puluh untuk hajat dunianya.”
5. Dimohonkan Ampunan oleh Malaikat
Selama seseorang membaca sholawat, para malaikat senantiasa memohonkan ampunan untuknya (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban). Bahkan jika hanya dilafalkan dengan lisan tanpa konsentrasi penuh, malaikat tetap mendoakannya dan pahalanya sebesar gunung.
6. Jalan Menuju Keselamatan Dunia‑Akhirat
Sholawat menjadi sebab dijauhkan dari kesusahan dunia dan akhirat. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang yang menjadikan seluruh sholawatnya sebagai amalan rutin, maka Allah akan mencukupi semua kebutuhan duniawinya.
People also Ask:
Sholawat Jibril 1000x kali untuk apa?
Ringkasan AIMembaca Sholawat Jibril sebanyak 1000 kali diyakini memiliki manfaat utama sebagai penarik rezeki dari berbagai arah, membuka 70 pintu rahmat, serta melancarkan urusan hidup. Amalan rutin ini juga dipercaya mendatangkan ketenangan hati, mendapatkan perlindungan Allah, dan membuat seseorang tidak kehabisan uang.
Sholawat apa saja yang pendek?
Ringkasan AIBerikut adalah macam-macam sholawat pendek yang mudah dihafal dan dahsyat keutamaannya, sering diamalkan sehari-hari untuk mendatangkan berkah, ketenangan, dan syafaat Nabi Muhammad SAW
Sholawat apa yang paling disukai Allah?
Ringkasan AIShalawat yang paling disukai Allah dan paling utama adalah Shalawat Ibrahimiyah, yang dibaca saat tahiyat akhir dalam salat, karena diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Selain itu, Shalawat Jibril juga sangat dianjurkan untuk diamalkan. Berikut adalah rinciannya:
Apa itu shalawat Ibrahimiyah dan khasiatnya?
Ringkasan AISholawat Ibrahimiyah adalah bacaan sholawat paling utama yang dibaca saat tasyahud dalam shalat, berfungsi memuliakan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Ibrahim AS. Diamalkan rutin (terutama 40x), sholawat ini berkhasiat mempermudah tercapainya keinginan besar, menghilangkan rasa takut, mendatangkan syafaat Nabi di hari kiamat, serta meningkatkan derajat.
Berapa kali membaca shalawat Jibril agar hajat terkabul?
Ringkasan AISholawat Jibril sering diamalkan untuk mempercepat terkabulnya hajat, dengan jumlah bacaan populer 1.000 kali, 3.333 kali, atau hingga 7.000-10.000 kali setelah shalat Maghrib atau Isya. Kunci utamanya adalah istiqomah (konsisten), ikhlas, dan yakin, dengan bacaan "Shallallahu 'ala Muhammad".

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3427936/original/026120800_1618334856-AP21103160857087.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4804081/original/050119100_1713338584-20240417-Vaksin_Meningitis_untuk_Jamaah_Haji-HER_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4179275/original/044618700_1664798875-mufid-majnun-cM1aU42FnRg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081754/original/022995900_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4840923/original/066809800_1716467767-Ilustrasi_haji__Ka_bah__Islami__muslim.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015148/original/040471400_1651836959-UMROH_BACKPAKER_5_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400328/original/025896800_1762084153-WhatsApp_Image_2025-11-02_at_18.46.56.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4361659/original/085461900_1679026112-Keceriaan-Anak-Anak-Ikuti-Pawai-Menyambut-Bulan-Ramadan-merdeka-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4442582/original/000568400_1685093803-Screenshot_20230526_120852_Gallery.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544702/original/076469000_1775114327-pexels-rdne-6517146.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1632447/original/056755900_1498200692-20170623-Salat-Jumat-Terakhir-Ramadan-Afandi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4455529/original/001258300_1686047210-20230602_131014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4476891/original/020351400_1687414010-Banner_Infografis_Badal_Haji_dan_Cara_Dapatkan_Asuransi_Jemaah_Haji.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463462/original/044545600_1767615769-unnamed__5_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469781/original/030433100_1768183342-Isra_Miraj_2026.jpg)