6 Amalan Malam untuk Mempercepat Datangnya Jodoh dalam Islam, Simak Penjelasannya

21 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Malam hari, khususnya pada sepertiga terakhir, adalah waktu yang paling istimewa dalam pandangan Allah SWT. Di momen inilah pintu langit terbuka lebar, dan doa-doa dikabulkan. Maka itu, bagi yang sudah siap menikah atau ingin mendapatkan pasangan hidup, perlu mengetahui amalan malam untuk mempercepat datangnya jodoh dalam Islam.

Dalam ajaran Islam, jodoh adalah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah. Namun, hal itu tidak berarti seseorang hanya boleh pasrah tanpa usaha. Sebaliknya, Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar lahir (usaha nyata) dan ikhtiar batin (doa dan ibadah).

Bagi yang tengah menanti datangnya jodoh, malam adalah kesempatan untuk bermunajat dan memohon kepada Allah Yang Maha Menentukan. Allah berjanji akan mengabulkan permintaan hamba-Nya. “Siapa yang berdoa kepada-Ku, pasti akan Aku kabulkan.” (QS. Ghafir [40]: 60).

Berikut ini adalah ulasan mengenai amalan-amalan malam untuk mempercepat datangnya jodoh, merujuk Studi Amalan Doa untuk Lancar Jodoh (Kajian Living Qur'an QS. Al-Anbiya' (21): 89, karya Atiya Mumtaza, Buku Tuntunan Shalat Tahajud Dilengkapi dengan Doa-Doa Pilihan Arab Indonesia, H Sayuti, serta sumber kredibel lainnya.

Dalam konteks jodoh, seorang pencari pasangan idealnya adalah pribadi yang bersih secara spiritual, sehingga pantas dipertemukan dengan jodoh terbaik. Berikut adalah beberapa amalan malam yang dapat dikerjakan:

1. Shalat Tahajud: Puncak Ibadah Malam

Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam setelah tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Shalat ini menjadi amalan utama bagi mereka yang ingin mendekatkan diri kepada Allah dan memohon hajat-hajat besar, termasuk jodoh.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda: “Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnah di waktu malam.” (HR. Muslim)

Meskipun shalat Tahajud tidak secara langsung disebut dalam dalil sebagai amalan khusus untuk jodoh, namun keutamaannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah menjadikannya wadah yang paling tepat untuk memanjatkan segala permohonan, termasuk permohonan pasangan hidup.

Waktu malam yang hening merupakan saat yang paling afdhal untuk bermunajat dan memohon hal-hal besar, sehingga doa yang dipanjatkan setelah Tahajud memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan.

2. Shalat Hajat di Sepertiga Malam

Selain Tahajud, shalat Hajat juga menjadi amalan malam yang sangat dianjurkan bagi siapa pun yang memiliki hajat tertentu, termasuk hajat untuk segera dipertemukan dengan jodoh. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan wudhu dan shalat bagi orang yang memiliki hajat:

“Barang siapa berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apa yang ia minta, baik segera maupun di kemudian hari.”

Shalat Hajat dikerjakan minimal dua rakaat dengan niat yang dikhususkan untuk memohon jodoh, lalu dilanjutkan dengan doa yang menyebutkan kriteria pasangan yang diinginkan secara jelas dan baik.

3. Memperbanyak Istighfar dan Taubat di Malam Hari

Salah satu penghalang terbesar terkabulnya doa adalah dosa. Oleh karena itu, memperbanyak istighfar di malam hari menjadi amalan yang tidak boleh dilewatkan. Dalam QS. Nuh ayat 10-12, Allah menjanjikan berbagai kebaikan—termasuk rezeki berupa jodoh—bagi mereka yang banyak beristighfar:

Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu.’” (QS. Nuh: 10-12)

Istighfar membuka pintu rezeki dari segala arah, termasuk rezeki jodoh. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya tentang amalan yang paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah, beliau menjawab: “Memperbanyak istighfar, karena setiap kali aku beristighfar, Allah selalu membukakan jalan keluar dari setiap kesulitan.”

4. Membaca Al-Qur’an dan Dzikir di Malam Hari

Malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk merenungkan ayat-ayat Allah. Membaca Al-Qur’an di malam hari memiliki keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Muzzammil ayat 4: Artinya: “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (tartil).”

Dalam konteks jodoh, pembacaan QS. Al-Anbiya’ ayat 89 secara rutin di malam hari menjadi salah satu amalan yang diyakini dapat mendekatkan jodoh. Sebagaimana dijelaskan dalam skripsi “Amalan Doa untuk Lancar Jodoh (Kajian Living Qur’an QS. Al-Anbiya’ [21]: 89)” karya Atiya Mumtaza (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2022), praktik pembacaan ayat ini sebagai doa lancar jodoh telah menjadi budaya dalam masyarakat Muslim.

Penelitian tersebut mengungkap bahwa para pengamal ayat ini melakukannya secara rutin setiap selesai shalat malam dengan keyakinan bahwa ayat yang dibaca Nabi Zakaria AS untuk memohon keturunan ini juga relevan bagi mereka yang belum memiliki pasangan.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip dalam skripsi tersebut, KH. Abdul Ghafir, pengasuh Pondok Pesantren Fatkhul Mu’in Wonosobo, menjelaskan bahwa pengamalan ayat ini tidak terbatas pada konteks keturunan saja, melainkan dapat diperluas maknanya untuk segala bentuk “kesendirian”, termasuk belum memiliki pasangan hidup. Para santri di pesantren tersebut diketahui telah mengamalkan ayat ini lebih dari dua puluh tahun sebagai bagian dari wiridan malam.

5. Menjaga Wudhu Sebelum Tidur

Amalan sederhana namun memiliki dampak spiritual yang besar adalah tidur dalam keadaan berwudhu. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang tidur dalam keadaan suci (berwudhu), maka malaikat akan menemaninya hingga ia bangun.” (HR. Ibnu Hibban)

Selain membersihkan diri secara fisik, menjaga wudhu juga membersihkan diri secara spiritual dan menjadikan seseorang lebih siap untuk bangun malam melaksanakan Tahajud.

6. Membaca Doa Sebelum Tidur dengan Niat Jodoh

Saat hendak tidur, bacalah doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, disertai dengan niat dalam hati untuk memohon jodoh yang terbaik. Di antara doa yang dianjurkan adalah:

Arab: Bismikallahumma ahya wa bismika amut.

Artinya: “Dengan nama-Mu, ya Allah, aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati.”

Meskipun doa ini bersifat umum, namun niat yang tulus dapat mengubah amalan biasa menjadi ibadah yang berpahala dan mendatangkan keberkahan, termasuk dalam urusan jodoh.

7. Dzikir dan Wirid Setelah Shalat Tahajud

Setelah salam dari shalat Tahajud, sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan wirid terlebih dahulu sebagai bentuk pujian kepada Allah, kemudian dilanjutkan dengan doa hajat. Berdasarkan buku “Tuntunan Shalat Tahajud” karya H. Sayuti, berikut adalah dzikir yang dianjurkan:

1. Istighfar 100 kali

Arab: Astaghfirullahal ‘adzhiim

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

2. Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir

Tasbih: Subhanallah (33x)

Tahmid: Alhamdulillah (33x)

Takbir: Allahu Akbar (33x)

Tahlil: Laa ilaaha illallah (33x)

3. Shalawat Nabi 100 kali

Arab: Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad.”

4. Wirid Asmaul Husna

Yaa Lathiifu, Yaa Mu’izzu, Yaa Hamiidu, Yaa Jaliilu (dibaca 100 kali).

Doa Malam untuk Mempercepat Jodoh

Setelah melaksanakan amalan-amalan di atas, tibalah saat yang paling dinanti: bermunajat dan memanjatkan doa. Berikut adalah doa-doa lengkap yang dapat dipanjatkan di sepertiga malam untuk memohon jodoh yang terbaik.

1. Doa Utama Setelah Shalat Tahajud

Doa ini bersumber dari kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi (halaman 25), yang merupakan salah satu kitab rujukan utama dalam bab doa dan dzikir. Doa ini diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan menjadi doa utama yang dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Tahajud, sebelum memanjatkan doa hajat.

Arab:

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ.

Latin: Allahumma rabbana lakal hamdu anta qayyimus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu anta nurus samawati wal ardhi wa man fii hinna. Wa lakal hamdu antal haqq, wa wa’dukal haqq, wa liqa’uka haqq, wa qawluka haqq, wal jannatu haqq, wan naru haqq, wan nabiyyuna haqq, wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqq, was sa’atu haqq. Allahumma laka aslamtu wa bika amantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wa bika khasamtu wa ilaika hakamtu faghfirli ma qaddamtu wa ma akhkhartu wa ma asrartu wa ma a’lantu wa ma anta a’lamu bihi minni. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru la ilaha illa anta. Wa la haula wa la quwwata illa billah.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu. Engkaulah yang mengurus langit, bumi, dan segala isinya. Segala puji bagi-Mu, Engkaulah Raja langit, bumi, dan segala isinya. Segala puji bagi-Mu, Engkaulah cahaya langit, bumi, dan segala isinya. Segala puji bagi-Mu, Engkaulah yang Maha Benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, firman-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, para nabi itu benar, Nabi Muhammad SAW itu benar, dan hari Kiamat itu benar.

Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali, dengan-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku memohon keputusan. Maka ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang kusembunyikan dan yang kutampakkan, serta dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

2. Doa Nabi Zakaria AS: Permohonan Jodoh dan Keturunan (QS. Al-Anbiya’: 89)

Doa ini adalah doa yang paling masyhur untuk memohon jodoh. Allah SWT mengabadikan doa Nabi Zakaria AS ini dalam Al-Qur’an sebagai pelajaran bagi umat manusia. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini disebutkan sebagai doa dan sanjungan kepada Allah yang sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh Nabi Zakariya, yaitu meminta agar dikaruniakan seorang anak atau seseorang yang menemani hidupnya.

Arab: رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Latin: Rabbi laa tadzarnii fardan wa Anta khairul waaritsiin

Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa pasangan), dan Engkaulah sebaik-baik yang mewarisi.” (QS. Al-Anbiya’: 89)

Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa doa Nabi Zakaria ini mengandung makna permohonan yang sangat mendalam. Kata “fardan” (sendirian) tidak hanya berarti tanpa keturunan, tetapi juga tanpa pendamping hidup yang menenteramkan. Dalam kitab “Kitab Cinta Muslimah” karya Assyabiya Ariffah, doa ini dianjurkan bagi mereka yang telah lama menyendiri dan ingin memulai hidup baru. Sebelum membacanya, disunnahkan untuk membaca shalawat lebih dahulu.

Setelah membaca doa di atas, dapat dilanjutkan dengan doa pribadi yang lebih rinci, misalnya:

Arab: “Allahumma cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku di dunia dan akhirat. Dengarkanlah rintihan hamba-Mu yang lemah ini. Jangan Engkau biarkan aku sendirian di dunia ini maupun di akhirat, karena itu dapat menjerumuskan aku ke dalam kemaksiatan. Maka karuniakanlah aku seorang pasangan yang beriman, supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup ke jalan yang Engkau ridhai. Dan karuniakanlah padaku keturunan yang saleh. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.”

3. Doa Meminta Pasangan Saleh/Salehah

Doa berikut merupakan permohonan agar diberikan pasangan yang saleh, yang dapat menjadi sahabat sejati dalam urusan agama, dunia, dan akhirat.

Arab: رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ زَوْجًا طَيِّبًا وَيَكُوْنُ صَاحِبًا لِى فِى الدِّيْنِ وَالدُنْيَا وَالْأَخِرَة

Latin: Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban, wayakuuna shoohiban, lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh.

Artinya: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku pasangan yang terbaik dari sisi-Mu, yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia, dan akhirat.”

Adab dan Etika dalam Mengamalkan Doa Jodoh

Adab atau etika dalam berdoa adalah hal yang sangat penting. Seorang hamba yang memahami adab dalam berdoa akan lebih dekat dengan Allah dan doanya lebih berpeluang untuk dikabulkan. Berikut adalah adab-adab yang perlu diperhatikan bagi siapa pun yang ingin memanjatkan doa jodoh di malam hari:

1. Ikhlas dan Menghadirkan Hati

Keikhlasan adalah syarat utama setiap amalan. Tanpa keikhlasan, amalan yang tampak indah sekalipun bisa kehilangan nilainya di sisi Allah. Seorang yang berdoa untuk jodoh harus benar-benar menghadirkan hati, merasakan kebutuhan yang mendesak, dan menyadari bahwa hanya Allah yang mampu mengabulkannya.

2. Memulai dengan Memuji Allah dan Shalawat Nabi

Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa doa yang diawali dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi tidak akan tertolak. Karenanya, setiap akan berdoa untuk jodoh, hendaknya diawali dengan:

Membaca Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)

Membaca shalawat Allahumma shalli ‘alaa Muhammad

3. Menyebutkan Hajat dengan Jelas dan Baik

Dalam berdoa memohon jodoh, dianjurkan untuk menyebutkan kriteria pasangan yang diinginkan dengan jelas, selama kriteria tersebut baik dan sesuai dengan tuntunan Islam. Rasulullah SAW mengajarkan untuk meminta hal-hal yang baik dengan detail, karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Misalnya: “Ya Allah, karuniakanlah aku pasangan yang beriman, berakhlak mulia, penyayang, dan mampu membimbingku dalam ketaatan kepada-Mu.”

4. Berprasangka Baik kepada Allah

Allah SWT berfirman dalam hadis qudsi: “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, berdoalah dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doa tersebut, bukan dengan keraguan. Berprasangka baik kepada Allah adalah kunci terkabulnya doa.

5. Memperbanyak Doa, Tidak Berputus Asa

Salah satu adab terpenting dalam berdoa adalah tidak berputus asa jika belum segera dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda:

“Doa seseorang akan senantiasa dikabulkan selama ia tidak meminta sesuatu yang berdosa, tidak memutuskan hubungan kekerabatan, dan selama ia tidak terburu-buru.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan terburu-buru?” Beliau menjawab, “Seseorang yang berkata, ‘Aku telah berdoa, tetapi doaku belum juga dikabulkan,’ lalu ia berputus asa dan meninggalkan doa.” (HR. Muslim)

6. Berwudhu dalam Keadaan Suci

Sebelum shalat Tahajud dan berdoa, seorang Muslim disunnahkan dalam keadaan suci (berwudhu). Rasulullah SAW memerintahkan orang yang ingin memohon sesuatu kepada Allah untuk berwudhu dan menyempurnakan wudhunya terlebih dahulu, sebagaimana dalam hadis riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud. Dalam fatwa yang disampaikan Syekh Ahmad Kutty, beliau menegaskan pentingnya wudhu sebagai bagian dari adab sebelum shalat hajat dan berdoa memohon jodoh.

7. Menjaga Shalat Wajib Lima Waktu

Tidak akan sempurna kualitas ibadah malam seseorang jika shalat wajib lima waktunya tidak dijaga dengan baik. Shalat wajib adalah pondasi amalan seseorang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Hal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalatnya. Jika baik, maka baiklah seluruh amalnya; jika rusak, maka rusaklah seluruh amalnya.” (HR. An-Nasa’i)

Bagi yang ingin doa jodohnya cepat terkabul, maka jangan pernah meninggalkan shalat wajib, apalagi mengakhirkannya tanpa uzur.

8. Memperbaiki Diri dan Menjaga Akhlak

Seorang pencari pasangan hidup yang baik harus menjadi pribadi yang baik terlebih dahulu. Islam mengajarkan bahwa jodoh adalah cerminan dari diri sendiri. Oleh karena itu, memperbaiki diri, menjaga akhlak, meninggalkan maksiat, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari adalah bagian dari adab lahiriah yang melengkapi adab batiniah dalam berdoa.

9. Tawakal Setelah Berdoa

Setelah melaksanakan semua amalan—shalat, dzikir, dan doa—langkah terakhir yang tidak boleh dilupakan adalah tawakal. Tawakal berarti berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah melakukan usaha maksimal. Jangan sampai doa yang dipanjatkan disertai dengan rasa cemas berlebihan atau ketidaksabaran.

People Also Ask:

Amalan apa agar cepat dapat jodoh?

Amalan utama agar cepat dapat jodoh yang saleh/salehah dalam Islam melibatkan pendekatan "jalur langit": memperbanyak istighfar (memohon ampun), salat hajat, sedekah, serta membaca doa nabi (seperti Nabi Musa atau Zakaria). Tingkatkan bakti pada orang tua untuk rida-Nya dan perbaiki diri (menjadi baik untuk mendapat yang baik).

Robbi laa tadzarni fardan wa anta khairul waaritsiin doa apa?

Doa Robbi laa tadzarni fardan wa anta khairul waaritsiin (رَبِّ لَا تَذَرۡنِىۡ فَرۡدًا وَّاَنۡتَ خَيۡرُ الۡوٰرِثِيۡنَ) adalah doa Nabi Zakaria AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an Surat Al-Anbiya ayat 89

Baca surat apa agar dia jodoh kita?

Doa Terbaik untuk Didekatkan dengan JodohSurat Al-Anbiya Ayat 89. Doa untuk didekatkan dengan jodoh yang pertama adalah Surat Al-Anbiya ayat 89. ...2. Surat Al-Furqan Ayat 74. Doa meminta jodoh selanjutnya adalah Surat Al-Furqan ayat 74. ...4. Doa Meminta Jodoh Untuk Laki-Laki. ...Doa Meminta Jodoh Untuk Perempuan.

Apa doa minta jodoh dengan menyebut namanya?

Doa meminta jodoh dengan menyebut nama seseorang diperbolehkan dalam Islam sebagai wujud harapan, asalkan diiringi keridaan atas ketetapan Allah. Fokus utama doa adalah memohon yang terbaik, disatukan dalam ketaatan, dan tidak memaksakan kehendak jika orang tersebut bukan jodoh yang baik menurut Allah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |