7 Contoh Penutup Khutbah Jumat tentang Tawakal saat Kehilangan Kerja, Tiupkan Harapan Baru

9 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menghadapi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tantangan ekonomi, mimbar Jumat menjadi salah satu sarana krusial untuk menguatkan mental dan spiritual umat. Menyisipkan pesan tentang ketawakalan dapat memberikan kesejukan dan harapan baru bagi para jemaah. Untuk itu, khatib perlu memiliki referensi contoh penutup khutbah Jumat tentang tawakal saat kehilangan kerja.

Sebelum melihat contoh teks, penting bagi seorang khatib untuk memastikan bahwa khutbah yang disampaikannya sah secara syariat. Berdasar Buku Rukun dan Syarat Sah Khutbah Jum'at Menurut Madzhab al-Syafi'iyyah, karya Ahmad Zarkasih, Lc, terdapat lima rukun khutbah kedua atau penutup yang wajib dipenuhi, yakni pujian kepada Allah, shalawat kepada Nabi SAW, wasiat taqwa, membaca ayat Al-Qur'an yang dapat dibaca di khutbah pertama atau kedua.

Pada khutbah kedua ini, khatib juga dapat menyisipkan pesan khusus. Misalnya, tawakal saat kehilangan kerja.  

Berikut adalah 7 contoh penutup khutbah Jumat (khutbah kedua) tentang tawakal saat kehilangan kerja, yang dirangkai lengkap dengan doa standar sesuai pedoman rukun khutbah.

1. Penutup Khutbah Jumat: Tawakal pada Jaminan Rezeki Allah

Teks Khutbah Kedua:

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَأَشْهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين أما بعد. معاشر المسالمين اتقوا الله تعالى.

Hadirin yang dirahmati Allah, mari kita ingat firman Allah SWT mengenai tawakal dan rezeki dalam QS. At-Talaq ayat 2-3:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Artinya: "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."

Kehilangan pekerjaan bukanlah akhir dari rezeki kita. Perusahaan hanyalah perantara, sedangkan Sang Pemberi Rezeki Mutlak adalah Allah SWT. Teruslah berikhtiar dan sandarkan hati sepenuhnya kepada-Nya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, lapangkanlah dada saudara-saudara kami yang saat ini tengah diuji dengan pemutusan hubungan kerja. Gantikanlah sumber penghidupan mereka dengan pekerjaan yang lebih berkah, halal, dan menenangkan hati.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ, أَقِيمُوا الصلاة.

2. Penutup Khutbah: Kesabaran Membawa Jalan Keluar

Teks Khutbah Kedua (Siap Baca):

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَأَشْهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين أما بعد. معاشر المسالمين اتقوا الله تعالى.

Jemaah sekalian, di balik gelapnya badai ujian ekonomi, Allah menjanjikan kemudahan yang berlipat ganda, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Insyirah ayat 5-6:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا * إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

Artinya: "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Satu kesulitan berupa terhentinya pekerjaan saat ini, sesungguhnya sedang diapit oleh banyak kemudahan di masa depan. Bersabarlah dan pantang menyerah.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, Yang Maha Membuka Segala Pintu, kuatkanlah mental para kepala keluarga yang sedang berjuang mencari nafkah kembali. Jadikanlah setiap keringat ikhtiar mereka sebagai pelebur dosa dan penarik rahmat-Mu.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ, أَقِيمُوا الصلاة.

3. Penutup Khutbah: Berbaik Sangka (Husnuzan) pada Takdir

Teks Khutbah Kedua:

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَأَشْهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين أما بعد. معاشر المسالمين اتقوا الله تعالى.

Sebagai mukmin, kita dilarang berburuk sangka kepada skenario Allah. Simaklah firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 216:

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya: "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Bisa jadi, pekerjaan yang hilang hari ini adalah cara Allah menyelamatkan kita dari hal buruk, sekaligus menuntun kita pada pintu rezeki yang jauh lebih berkah.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, tanamkanlah rasa husnuzan yang mendalam di hati kami. Jauhkanlah kami dari rasa putus asa atas kehilangan harta duniawi, dan berilah kami jalan keluar terbaik menurut ilmu-Mu.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ, أَقِيمُوا الصلاة.

4. Penutup Khutbah: Hakikat Rezeki Lebih Luas dari Sekadar Gaji

Teks Khutbah Kedua:

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَأَشْهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين أما بعد. معاشر المسالمين اتقوا الله تعالى.

Kaum muslimin, jangan sampai kita mengerdilkan makna rezeki Allah sebatas uang dan jabatan. Allah menjamin kehidupan setiap makhluk-Nya dalam QS. Hud ayat 6:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Artinya: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata."

Kesehatan, keluarga yang harmonis, dan ketenangan jiwa adalah rezeki mahal yang tak bisa dibeli dengan gaji setinggi apa pun.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, cukupkanlah keluarga kami dengan rezeki-Mu yang halal. Hindarkanlah kami dari keluh kesah, dan bimbinglah hamba-hamba-Mu yang terkena PHK agar tetap teguh iman.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ, أَقِيمُوا الصلاة.

5. Penutup Khutbah: Istighfar Pembuka Pintu Rezeki

Teks Khutbah Kedua:

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَأَشْهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين أما بعد. معاشر المسالمين اتقوا الله تعالى.

Di saat pintu rezeki dunia seakan tertutup pasca pemberhentian kerja, ketuklah pintu langit dengan istighfar. Sebagaimana pesan Nabi Nuh AS dalam QS. Nuh ayat 10-12:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ

Artinya: "Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu...'"

Memperbanyak ampunan adalah senjata spiritual untuk menjemput rahmat dan kelapangan rezeki.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, ampuni dosa-dosa kami yang mungkin menjadi hijab tertahannya rezeki kami. Muliakanlah ikhtiar kami, dan anugerahkanlah kelapangan ekonomi kepada seluruh jamaah di masjid ini.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ, أَقِيمُوا الصلاة.

6. Penutup Khutbah: Ujian Harta sebagai Penggugur Dosa

Teks Khutbah Kedua:

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَأَشْهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين أما بعد. معاشر المسالمين اتقوا الله تعالى.

Hadirin, kehilangan mata pencaharian adalah musibah yang nyata, namun Allah menjanjikan pahala luar biasa bagi mereka yang sabar. QS. Al-Baqarah ayat 155:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Artinya: "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."

Tawakal bukan berarti diam tanpa usaha, tapi menyerahkan hasil ujian ini murni kepada Allah agar diganti dengan pahala tanpa batas.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, jadikanlah air mata kesusahan para pencari nafkah yang kehilangan pekerjaan ini sebagai saksi di akhirat kelak. Angkatlah derajat mereka dan mudahkan urusan keluarga mereka.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ, أَقِيمُوا الصلاة.

7. Penutup Khutbah: Optimisme dan Semangat Bangkit

Teks Khutbah Kedua:

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. وَأَشْهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّين أما بعد. معاشر المسالمين اتقوا الله تعالى.

Sebagai umat Muhammad SAW, keputusasaan pantang bersarang di dada kita. Mari resapi spirit kebangkitan dalam QS. At-Taubah ayat 105:

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ

Artinya: "Dan Katakanlah: Berkerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu."

Jadikan masa-masa menganggur sebagai ajang menata ibadah yang selama ini tertinggal, sembari terus berikhtiar mencari peluang halal sekecil apa pun. Allah Maha Melihat usaha keras hamba-Nya.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, jadikanlah keputusasaan menjauh dari rumah kami. Berikanlah kekuatan fisik dan pikiran bagi kami untuk menjemput rezeki-Mu, dan berkahilah setiap langkah usaha umat Nabi Muhammad SAW.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ العَظِيمِ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ, أَقِيمُوا الصلاة.

People also Ask:

Do a penutup khutbah jum at?

Doa penutup khutbah Jumat, terutama pada khutbah kedua, berfokus pada permohonan ampunan bagi kaum muslimin dan kebaikan akhirat. Salah satu doa yang umum dibaca adalah permohonan ampunan untuk umat Muslim (Allahummaghfir lilmuslimiina wal muslimaat...). Doa ini dibaca setelah rukun khutbah, termasuk shalawat dan wasiat takwa.

Apa yang dibaca setelah khotbah jumat selesai?

Innallaha ya'muru bil 'adli wal-ihsaani wa-iitaa-i dziil qurba wayanha 'anil fahsyaa-i wal munkari wal baghyi ya'izhukum la'allakum tadzakkaruun. Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat.

Bagaimana menyampaikan khutbah jumat sesuai sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam?

Penyampaian khotbah Jumat sesuai sunnah Rasulullah SAW adalah singkat, padat, berbobot, serta diiringi shalat yang panjang. Khatib berdiri di mimbar, memberi salam, duduk mendengarkan adzan, menyampaikan dua khutbah dengan duduk di antaranya, serta memuji Allah, bershalawat, dan berwasiat takwa. Suara harus lantang dan isi khotbah relevan.

Khutbah 2 isinya apa saja?

Isi khutbah kedua meliputi rukun-rukun khutbah seperti pujian kepada Allah (hamdalah), sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, wasiat takwa, dan pembacaan ayat Al-Qur'an, diikuti dengan doa-doa memohon ampunan dosa, kebaikan dunia dan akhirat, serta perlindungan dari bala dan bencana untuk seluruh umat Islam dan pemimpin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |