6 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh: Panduan Lengkap, Niat dan Tata Caranya

4 weeks ago 39

Liputan6.com, Jakarta - Keutamaan puasa Ayyamul Bidh yang dahsyat menjadi motivasi utama bagi umat Islam untuk melaksanakannya. Terlebih, puasa Ayyamul Bidh diriwayatkan adalah salah satu puasa sunnah yang nyaris selalu diamalkan Nabi SAW. 

Merujuk Jurnal Media Ilmu berjudul Kaji Ulang: Puasa Wajib dan Puasa Sunnah oleh Vini Wela Septiana, dkk puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan Hijriah. Puasa ini mengandung keutamaan yang luar biasa, seolah-olah seseorang sedang berpuasa sepanjang tahun.

Dalil tentang puasa Ayyamul Bidh terdapat dalam beberapa hadis shahih. Salah satunya adalah hadis dari Abu Hurairah RA: "Kekasihku (Nabi Muhammad SAW) berwasiat kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan shalat witir sebelum tidur." (HR. Bukhari No. 1178 dan Muslim No. 721).

Jumhur ulama menghukumi puasa ini sebagai sunnah muakkad (sangat dianjurkan). Berikut ini adalah ulasan mengenai keutamaan puasa Ayyamul Bidh, lengkap dengan urian mengenai waktu pelaksanaan hingga niat dan tata caranya.

Merujuk Sahih Muslim, Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al-Asqalani, Syarh Riyadhus Shalihin karya Ibnu ‘Utsaimin, serta penjelasan ulama lainnya, berikut ini adalah keutamaan puasa Ayyamul Bidh:

1. Mendapat pahala seperti puasa sepanjang tahun

Sabda Nabi: “Puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sepanjang masa (setahun penuh). (HR. Bukhari no. 1979 dan Muslim no. 1159)

Maksud “seperti puasa sepanjang masa” adalah dalam hal pahala, bukan benar-benar berpuasa tanpa henti. Karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat; 3 hari × 10 = 30 hari, setara satu bulan. Jika dilakukan setiap bulan, pahalanya seperti berpuasa setahun.

Ini menjadi dasar anjuran puasa 3 hari setiap bulan, yang di antara waktunya adalah Ayyamul Bidh (tanggal 13–15 Hijriah).

2. Termasuk wasiat langsung Rasulullah ﷺ kepada para sahabat

Dalilnya, Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Kekasihku Rasulullah ﷺ mewasiatkan kepadaku tiga perkara: berpuasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dua rakaat, dan salat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178 dan Muslim no. 721)

Puasa tiga hari tiap bulan adalah bagian dari wasiat utama Nabi ﷺ kepada sahabat dekatnya. Ini menunjukkan keutamaan dan anjuran kuat (sunnah muakkadah).

3. Puasa yang tidak pernah ditinggalkan Nabi SAW

Hadis Dari Abdullah bin ‘Amr RA: “Rasulullah ﷺ tidak pernah berbuka pada hari-hari putih, baik ketika mukim maupun safar.” (HR. An-Nasa’i no. 2434, Ahmad no. 6525 — hasan)

Hadits ini menunjukkan konsistensi (mudawamah) Nabi SAW dalam menjalankan puasa Ayyamul Bidh, dan menjadi teladan bagi umatnya untuk rutin melakukannya.

4. Waktu puasa yang paling utama di tiap bulan

Rasulullah SAW bersabda: “Jika engkau hendak berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR. Tirmidzi no. 761, An-Nasa’i no. 2434 — hasan)

Hadits ini menjelaskan waktu terbaik (afdhal) untuk menjalankan puasa tiga hari setiap bulan, yaitu pada Ayyamul Bidh (13-15 Hijriyah).

5. Menghapus dosa-dosa kecil

Puasa sunnah (termasuk Ayyamul Bidh) termasuk amal saleh yang menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana amal saleh lainnya yang dilakukan dengan ikhlas.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Fitnah-fitnah (dosa kecil) antara dua Jumat, antara dua Ramadhan, antara dua salat, dapat dihapuskan dengan amal saleh — selama dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim no. 233)

6. Melatih kesabaran dan pengendalian diri

Puasa Ayyamul Bidh menjadi latihan spiritual dan moral, mengajarkan kesabaran, pengendalian hawa nafsu, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT di luar bulan Ramadhan.

Rasulullah bersabda: “Puasa itu adalah perisai (pelindung).” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151)

Kapan Puasa Ayyamul Bidh Rajab dan Sya'ban 1447 H?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut adalah rincian tanggal pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh untuk bulan Rajab dan Sya'ban 1447 H:

1. Ayyamul Bidh Rajab 1447 H

Berdasarkan ketetapan Kemenag, tanggal 1 Rajab 1447 H jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Maka, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, dan 15 Rajab) jatuh pada awal Januari 2026:

  • 13 Rajab 1447 H: Jumat, 2 Januari 2026
  • 14 Rajab 1447 H: Sabtu, 3 Januari 2026
  • 15 Rajab 1447 H: Minggu, 4 Januari 2026

Mengingat hari ini adalah 5 Januari 2026, waktu pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh Rajab 1447 H baru saja berlalu.

2. Ayyamul Bidh Sya'ban 1447 H

Bulan Rajab 1447 H akan berakhir pada Senin, 19 Januari 2026 (genap 30 hari). Oleh karena itu, 1 Sya'ban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Berdasarkan perhitungan ini, jadwal puasa Ayyamul Bidh Sya'ban adalah:

  • 13 Sya'ban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
  • 14 Sya'ban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
  • 15 Sya'ban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026 (Bertepatan dengan Nisfu Sya'ban)

Bacaan Niat dan Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Berikut ini adalah panduan dan tata cara puasa Ayyamul Bidh:

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Setelah mengetahui jadwalnya, penting bagi kita untuk mengetahui bacaan niat puasa Ayyamul Bidh.

Merujuk penjelasan Syaikh Wahbah Az-Zuhaili dalam Buku Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, berikut ini adalah bacaan niat puasa Ayyamul Bidh.

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى 

Latin: Nawaitu shauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta’ala 

Artinya:“Aku niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat tempatnya di dalam hati. Pelafalan dilakukan untuk lebih memantapkan.

Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh

Dalam Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, dijelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh tidak berbeda tata caranya dengan puasa sunnah lain.

Berikut adalah tata cara puasa secara umum, baik untuk puasa wajib (seperti puasa Ramadhan) maupun puasa sunnah (seperti puasa Ayyamul Bidh).

1. Niat

Niat adalah syarat sah puasa. Untuk puasa wajib, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan sejak malam hingga sebelum zawal (matahari tergelincir), selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Niat cukup di dalam hati, namun boleh juga dilafalkan untuk membantu hati lebih mantap.

2. Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Sejak terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenam matahari (waktu maghrib), orang yang berpuasa wajib menahan diri dari:

  • Makan dan minum
  • Hubungan suami istri
  • Segala hal yang membatalkan puasa seperti muntah disengaja

3. Melakukan Sahur

Disunnahkan untuk makan sahur meskipun hanya dengan seteguk air. Waktu sahur dimulai dari tengah malam hingga menjelang fajar.

Nabi SAW bersabda: “Bersahurlah kalian, karena pada sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari No. 1923, Muslim No. 1095).

4. Menyegerakan Berbuka Puasa

Segera berbuka puasa ketika telah masuk waktu maghrib. Disunnahkan berbuka dengan kurma, jika tidak ada maka dengan air.

Hadis Nabi SAW; “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari No. 1957, Muslim No. 1098).

5. Memperbanyak Ibadah dan Doa

Selama berpuasa, dianjurkan memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, dzikir, dan sedekah. Berdoa saat berpuasa dan menjelang berbuka sangat dianjurkan karena mustajab.

People Also Ask:

Apa keistimewaan puasa Ayyamul Bidh?

Keutamaan pertama dari Puasa Ayyamul Bidh adalah memperoleh pahala setara dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini karena Allah SWT melipatgandakan kebaikan sepuluh kali lipat.

Apa itu puasa Ayyamul Bidh Januari 2026?

Puasa sunah Ayyamul Bidh pada Januari 2026 bertepatan dengan bulan Rajab 1447 Hijriah. Momentum ini menjadi perhatian umat Islam karena Rajab termasuk salah satu Asyhurul Hurum, yakni bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam.

Bolehkah puasa Ayyamul Bidh dikerjakan 1 hari?

Ya, boleh saja puasa Ayyamul Bidh (puasa tiga hari putih) hanya 1 hari jika ada uzur atau halangan, ibadahnya tetap sah dan berpahala, meski pahala sempurna didapat jika dilaksanakan 3 hari penuh, karena puasa sunah ini memiliki kelonggaran dan tidak wajib sempurna

Apakah puasa sunnah yang paling dicintai Allah?

Puasa sunnah yang paling dicintai Allah adalah Puasa Daud, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari secara bergantian, karena meniru ibadah Nabi Daud AS yang dikenal sangat tekun. Ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, "Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud". Selain itu, puasa sunnah lain seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan puasa di bulan Muharram juga sangat dianjurkan dan dicintai karena keutamaannya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |