Liputan6.com, Jakarta - Kue Lebaran selalu menjadi primadona di Hari Raya Idulfitri. Namun, kehadiran semut yang mengerubungi hidangan manis ini seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak rumah tangga. Karena itu, banyak orang mulai mencari cara mengusir semut dalam Islam agar kue Lebaran tetap aman tanpa harus bertentangan dengan ajaran agama.
Dalam ajaran Islam, semut bukanlah sekadar serangga biasa. Mereka adalah makhluk istimewa yang bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an, sehingga ada larangan tegas untuk membunuhnya tanpa alasan yang jelas.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami cara mengusir semut yang selaras dengan nilai-nilai agama, sekaligus menjaga kebersihan dan kenikmatan kue Lebaran.
Artikel Liputan6.com ini akan mengulas tentang pandangan Islam mengenai semut, hukum mengusirnya, serta berbagai metode efektif dan alami untuk mencegah kue Lebaran Anda dikerubungi tanpa harus melanggar syariat, Kamis (5/3/2026).
Semut sebagai Makhluk Istimewa
Semut memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam, terbukti dengan diabadikannya nama mereka sebagai salah satu surat dalam Al-Qur'an, yakni surat An-Naml. Kisah Nabi Sulaiman AS dalam surat An-Naml ayat 18 juga menggambarkan kebijaksanaan seekor ratu semut yang memperingatkan kaumnya agar tidak terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman.
Kisah ini tidak hanya menunjukkan kemampuan Nabi Sulaiman dalam berinteraksi dengan makhluk lain, tetapi juga menyoroti semut sebagai makhluk yang cerdas dan memiliki komunitas terorganisir. Selain itu, semut juga termasuk makhluk yang senantiasa bertasbih kepada Allah SWT.
Larangan Membunuh Semut
Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya untuk membunuh semut, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Abu Hurairah RA. Hadis tersebut menceritakan teguran Allah SWT kepada seorang nabi yang membakar sarang semut hanya karena gigitan seekor semut, menunjukkan betapa berharganya setiap makhluk hidup di mata-Nya.
Namun, larangan ini tidak berlaku mutlak untuk semua jenis semut. Para ulama menjelaskan bahwa semut yang dimaksud dalam hadis tersebut umumnya merujuk pada semut berukuran besar dan panjang, seperti yang dikisahkan dalam cerita Nabi Sulaiman.
Terdapat pengecualian jika semut tersebut membahayakan atau mengganggu manusia secara signifikan. Dalam kondisi demikian, Islam membolehkan pembasmian dengan cara yang tidak menyiksa.
Imam Malik berpendapat bahwa makruh hukumnya membunuh semut kecuali jika membahayakan dan tidak ada cara lain selain membunuhnya, sementara Imam al-Khattabi juga memperbolehkan pembunuhan semut pengganggu untuk mencegah kemudaratan.
Cara Mengusir Semut dalam Islam Tanpa Membunuh
Untuk mengusir semut tanpa melanggar syariat, umat Islam dapat memanfaatkan doa dan keyakinan spiritual. Salah satu cara yang dianjurkan adalah dengan membaca doa Nabi Sulaiman yang diambil dari surat An-Naml ayat 18.
"Ḥattā iżā atau 'alā wādin-naml(i), qālat namlatuy yā ayyuhan-namludkhulū masākinakum, lā yaḥṭimannakum sulaimānu wa junūduhū wa hum lā yasy'urūn(a)."
Artinya: "hingga ketika sampai di lembah semut, ratu semut berkata, 'Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.'"
Selain itu, untuk menjauhkan semut dari makanan, dapat juga melantunkan doa "Hadza li ghulamil qadhi" yang berarti "Dengan izin Allah, semut-semut tidak berani mendekati makanan ini." Kedua doa ini mencerminkan penghormatan terhadap makhluk Allah dan harapan agar semut menjauh tanpa harus disakiti.
Strategi Efektif Mencegah Kue Lebaran Dikerubungi Semut
Semut secara alami tertarik pada makanan manis, termasuk kue Lebaran, karena kandungan gulanya menyediakan sumber energi cepat yang vital bagi mereka. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi kunci utama untuk melindungi hidangan Anda dari serbuan semut.
Cara paling sederhana dan efektif adalah dengan menyimpan makanan dalam wadah kedap udara yang rapat. Memastikan wadah tertutup sempurna akan mencegah semut masuk dan mencemari kue Lebaran Anda.
Selain itu, segera bersihkan sisa-sisa makanan yang menempel pada piring, meja makan, atau area lain yang berpotensi menarik semut. Aroma makanan yang tertinggal dapat menjadi daya tarik kuat bagi koloni semut.
Pastikan area makan selalu dalam kondisi bersih dan bebas remah-remah. Segera bersihkan tumpahan minuman manis atau makanan dengan kain lap bersih dan air untuk menghilangkan jejak aroma yang mengundang semut.
Memanfaatkan Bahan Alami Pengusir Semut
Berbagai bahan alami dapat dimanfaatkan sebagai pengusir semut yang aman dan tidak membahayakan,antara lain:
- Minyak goreng, yang dapat digunakan sebagai penghalang fisik. Caranya, letakkan wadah kue di dalam wadah yang lebih besar, lalu tuangkan minyak goreng di antara kedua wadah tersebut. Semut tidak akan mampu melewati lapisan minyak ini.
- Bawang putih yang dikupas dan diiris, serta lemon atau air lemon, juga efektif karena semut tidak menyukai aromanya yang menyengat dan kandungan asam sitratnya. Anda bisa menempatkan irisan bawang putih di dekat makanan atau menyemprotkan air lemon di area yang sering dilalui semut.
- Ampas kopi atau bubuk kopi, garam, dan cuka putih juga merupakan pilihan yang baik. Aroma kopi yang kuat, sifat abrasif garam, dan kemampuan cuka putih menghilangkan jejak feromon semut membuatnya sangat berguna. Taburkan bubuk kopi atau garam di jalur semut, atau semprotkan cuka putih di area yang terinfeksi.
- Rempah-rempah seperti lada (hitam/merah), cabai, cengkeh, kayu manis, dan daun salam juga memiliki aroma yang tidak disukai semut. Menaburkan bahan-bahan ini di jalur semut atau di dekat titik masuk mereka dapat menjadi penghalang alami yang efektif. Minyak esensial seperti peppermint, lemon eucalyptus, neem, atau kayu manis yang dicampur air dan disemprotkan juga bisa menjadi solusi.
- Alternatif lain yang lebih aman adalah menaburkan bubuk cangkang telur di jalur semut, karena teksturnya yang lembut dapat mengganggu pergerakan mereka.
FAQ
Mengapa semut tidak boleh dibunuh dalam Islam?
Semut adalah makhluk istimewa yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis, serta senantiasa bertasbih kepada Allah SWT, sehingga ada larangan membunuhnya tanpa alasan jelas.
Doa apa yang bisa dibaca untuk mengusir semut dari rumah atau makanan?
Anda bisa membaca doa Nabi Sulaiman dari surat An-Naml ayat 18, atau doa "Hadza li ghulamil qadhi" untuk menjauhkan semut dari makanan.
Bagaimana cara alami yang aman untuk mencegah semut mengerubungi kue Lebaran?
Jaga kebersihan dengan menyimpan kue dalam wadah kedap udara, bersihkan sisa makanan, dan gunakan bahan alami seperti minyak goreng, bawang putih, lemon, kopi, garam, atau cuka putih sebagai pengusir.
Kapan umat Islam diperbolehkan membunuh semut?
Islam membolehkan pembasmian semut jika membahayakan atau mengganggu manusia secara signifikan, namun harus dilakukan dengan cara yang tidak menyiksa, seperti tidak membakar.
Selain doa, metode apa yang efektif untuk mengusir semut tanpa membunuh?
Metode lain termasuk menjaga kebersihan, menggunakan minyak goreng sebagai penghalang, menaburkan bubuk kopi atau garam, atau menyemprotkan cuka putih di jalur semut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4495278/original/003087700_1688792809-000_1K61MQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526891/original/017501300_1773136600-MIND_ID.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535554/original/096553000_1774060155-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535542/original/015737900_1774058025-kub1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516539/original/036602500_1772325443-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529482/original/065016600_1773358880-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4274346/original/046599800_1672151931-WhatsApp_Image_2022-12-27_at_21.34.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535488/original/078691700_1774025709-shanty.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293239/original/069146100_1753324357-Gemini_Generated_Image_9khp9z9khp9z9khp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535229/original/053145500_1773965749-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535256/original/053709800_1773972777-sem7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535008/original/020255900_1773908363-Ilustrasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3131336/original/096796200_1589779341-17073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3455667/original/056417100_1620880303-20210413-Sholat_Idul_Fitri_di_Masjid_Raya_Al_Arif-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4403072/original/005672800_1681996208-25515399_eid9_01_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4779768/original/056174500_1711004488-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)


