Apa Saja Amalan di Bulan Syawal yang Sering Terlupakan? Simak Penjelasan dan Panduan Praktisnya

19 hours ago 6
  • 5 Amalan yang disukai Allah sederhana tapi penuh berkah dan jarang disadari?
  • Amalan amalan bulan Syawal?
  • Apa yang dirayakan pada tanggal 1 Syawal?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Syawal telah tiba dan menjadi kesempatan untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas ibadah setelah Ramadhan. Puasa enam hari menjadi sorotan utama yang selalu disebut, namun terdapat amalan-amalan lain yang tak kalah penting. Lantas, apa saja amalan di bulan Syawal yang sering terlupakan?

Ulama meyakini, amalan di bulan Syawal memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan spiritual seorang muslim. Amalan ini tidak hanya berlaku sesaat, tetapi menjadi komitmen jangka panjang yang membawa keberkahan.

Hal ini juga sesuai dengan Syawal yang dalam Islam diartikan sebagai bulan peningkatan, baik kuantitas maupun kualitasnya, setelah melewati madrasah Ramadhan.

Artikel ini mengupas delapan amalan di bulan Syawal yang kerap luput dari perhatian, merujuk Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal dan Panduan Amalan Syawal Sepanjang Aidilfitri, terbitan Qur'an Pro Academy dan Amalan setelah Ramadhan, karya Sukamto HM, UII, yang diperkuat dengan sumber kredibel lainnya.

1. Komitmen Kembali kepada Aturan Islam (Muhasabah/Hijrah)

amalan yang sering dilupakan di bulan Syawal adalah komitmen untuk kembali kepada aturan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar ibadah ritual, tetapi menjadikan syariat sebagai pedoman hidup secara utuh.

Dasarnya adalah riwayat ketika Nabi SAW ketika ditanya Malaikat Jibril tentang Islam. Jawaban pertama Rasulullah adalah komitmen untuk tidak menjadikan tuhan selain Allah sebagai yang disembah.

Hal ini menunjukkan bahwa esensi Syawal adalah momentum untuk memantapkan diri menjalankan syariat dengan lurus dan benar. Amalan ini berlaku tidak hanya di bulan Syawal, tetapi seterusnya .

Tips Praktis:

  • Evaluasi diri: apakah selama ini aturan Islam sudah menjadi pedoman hidup?
  • Mulai dari hal kecil: shalat tepat waktu, jujur dalam perkataan, dan menjaga akhlak
  • Jadikan komitmen ini sebagai resolusi spiritual jangka panjang.

2. I'tikaf di Bulan Syawal

I'tikaf sering dianggap hanya untuk bulan Ramadan, padahal amalan ini tetap disunnahkan di bulan Syawal. I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah, memfokuskan hati hanya kepada Allah.

Dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah tidak beri'tikaf di bulan Ramadan karena suatu peristiwa, kemudian beliau menggantinya di bulan Syawal: "Kemudian Nabi beri'tikaf sepuluh hari di bulan Syawal" (HR. Bukhari).

Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad menjelaskan hikmah i'tikaf: "Tujuan disyariatkannya i'tikaf adalah agar hati terfokus kepada Allah SWT, meninggalkan kesibukan duniawi, dan hanya mendominasi hati dengan cinta kepada-Nya, berzikir, semangat menggapai kemuliaan ukhrawi, serta ketenangan hati sepenuhnya hanya bersama Allah".

Tips Praktis:

  • Lakukan i'tikaf walau hanya beberapa jam di masjid
  • Jika tidak bisa ke masjid, sediakan sudut khusus di rumah untuk beribadah
  • Isi dengan membaca Al-Qur'an, dzikir, dan shalat sunnah.

3. Menghidupkan Malam dengan Takbir dan Dzikir

Takbir pada malam dan hari raya adalah syiar yang sering hanya dikumandangkan sebentar lalu ditinggalkan. Padahal, memperbanyak takbir, tahlil, tahmid, dan dzikir lainnya merupakan bentuk syukur yang sangat dianjurkan.

Allah SWT berfirman: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185).

Rasulullah SAW bersabda: "Hiasilah hari raya kamu dengan takbir." (HR. al-Tabarani dalam al-Mu'jam al-Ausat). Imam al-Sakhawi dalam al-Maqasid al-Hasanah menyatakan sanad hadits ini dhaif, namun para ulama tetap mengamalkannya karena berkaitan dengan keutamaan amal.

Tips Praktis:

  • Perbanyak takbir sejak malam raya hingga pagi hari
  • Amalkan juga tahlil (Laa ilaha illallah), tahmid (Alhamdulillah), dan tasbih (Subhanallah)
  • Gemakan takbir di rumah, masjid, dan lingkungan sekitar

4. Ucapan Tahniah dan Doa Sesama Muslim

Budaya saling mengucapkan selamat hari raya dan mendoakan satu sama lain sering dianggap sepele, padahal ini adalah tradisi yang diajarkan para sahabat dan memiliki nilai ibadah.

Zubair bin Nufair berkata: "Para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika berjumpa di hari raya maka saling mengucapkan: تُقُبِّلَ مِنَّا وَمِنْك (Semoga Allah menerima amal kami dan Anda)." (Sanadnya hasan, sebagaimana dalam Fathul Bari, 2/446).

Ucapan ini merupakan adab yang mulia dan seharusnya tidak dilupakan. Budaya kita masih kurang, padahal itu adat yang dituntut oleh Islam—mendoakan sesama agar diterima ibadah yang telah dilakukan dan meraih kejayaan serta keselamatan".

Tips Praktis:

  • Ucapkan "Taqabbalallahu minna wa minkum" saat bertemu sesama muslim
  • Tambahkan doa: "Selamat Hari Raya, mohon maaf lahir dan batin"
  • Sampaikan dengan senyuman dan ketulusan hati.

5. Mandi Sunah dan Berpakaian Terbaik

Mandi sunah dan memakai pakaian terbaik di hari raya adalah sunnah yang sering dianggap remeh, padahal ini bentuk penghormatan kepada hari raya dan syiar Islam.

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarah al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa mandi sebelum shalat Id termasuk sunnah karena merupakan bagian dari adab berhias saat hari raya.

Hasan Ash-Shibti meriwayatkan: "Rasulullah SAW memerintahkan agar pada Hari Raya kami mengenakan pakaian yang paling bagus, memakai wangi-wangian yang paling baik, dan berqurban dengan hewan yang paling berharga" (HR. Hakim).

Tips Praktis:

  • Mandi sunah sebelum berangkat shalat Id
  • Kenakan pakaian terbaik yang dimiliki, bersih, dan menutup aurat
  • Bagi laki-laki, dianjurkan memakai wangi-wangian.

6. Membedakan Rute Pergi dan Pulang Shalat Id

Amalan yang sering luput adalah mengambil jalan berbeda saat pergi dan pulang dari shalat Id. Ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi memiliki hikmah mendalam.

Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi SAW pada hari raya, beliau menempuh jalan yang berbeda (ketika pergi dan pulang)." (HR. Bukhari) .

Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan, Nabi SAW berziarah ke kerabatnya baik yang hidup atau wafat. Beliau juga menambahkan bahwa di antara hikmahnya adalah memperluas syiar Islam, memperbanyak pertemuan dengan sesama Muslim, serta mempererat hubungan sosial di masyarakat .

Tips Praktis:

Jika memungkinkan, pilih rute berbeda saat berangkat dan pulang

Manfaatkan kesempatan untuk menjumpai lebih banyak orang

Niatkan untuk memperbanyak langkah dalam kebaikan.

7. Silaturahim dengan Tetangga

Fokus silaturahim sering hanya pada keluarga besar dan kerabat jauh, padahal tetangga memiliki hak istimewa dalam Islam yang sering terabaikan setelah Lebaran usai.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari Muslim) .

Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: "Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya." (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod). Hadis ini menunjukkan bahwa silaturahim, termasuk dengan tetangga, membawa keberkahan umur dan rezeki.

Tips Praktis:

Kunjungi tetangga terdekat, terutama yang lanjut usia

Bagikan makanan atau kue lebaran kepada mereka

Tawarkan bantuan jika mereka membutuhkan

8. Menjaga Lisan dari Ghibah dan Perkataan Buruk

Setelah Lebaran, banyak orang kembali berkumpul dalam lingkaran pertemanan lama yang kerap diisi dengan ghibah (menggunjing) dan perkataan sia-sia. Ini adalah dosa yang sering diremehkan namun sangat berbahaya.

Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain." (QS. Al-Hujurat: 12).

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari no. 6136) .

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin menjelaskan bahwa ghibah termasuk dosa besar yang dapat menghapus pahala kebaikan. Menjaga lisan adalah cerminan iman yang sempurna .

Tips Praktis:

  • Lakukan muhasabah harian: apa yang saya katakan hari ini?
  • Hindari berkumpul dalam sesi gosip dan membicarakan aib orang
  • Alihkan topik jika perbualan menjadi negatif
  • Biasakan tersenyum dan berkata lembut.

Hikmah Mengamalkan Amalan yang Sering Terlupakan

1. Menjadikan Ibadah sebagai Gaya Hidup, Bukan Musiman

Amalan seperti komitmen kepada aturan Islam dan menjaga lisan mengajarkan bahwa ibadah tidak berhenti di bulan Ramadan. Konsistensi inilah yang paling dicintai Allah SWT.

2. Memperluas Syiar Islam di Masyarakat

Membedakan rute pergi-pulang dan menggemakan takbir adalah bentuk syiar yang memperkenalkan kebesaran Islam kepada lingkungan sekitar .

3. Meraih Keberkahan dalam Hubungan Sosial

Silaturahim dengan tetangga dan saling mendoakan membawa keberkahan umur, kelapangan rezeki, serta cinta dari keluarga.

4. Menghindari Dosa yang Sering Diremehkan

Menjaga lisan dari ghibah adalah perlindungan dari dosa besar yang sering dianggap remeh. Ini adalah investasi akhirat yang sangat berharga.

5. Memperkuat Fondasi Spiritual Jangka Panjang

I'tikaf dan menghidupkan malam dengan dzikir membangun ketahanan spiritual yang membuat hati tidak mati di hari matinya hati manusia.

People also Ask:

5 Amalan yang disukai Allah sederhana tapi penuh berkah dan jarang disadari?

5 Amalan sederhana yang disukai AllahSenyum tulus kepada sesama. Senyum bukan sekadar ekspresi wajah, melainkan sedekah yang paling mudah. ...Menjaga salat berjamaah. Salat berjamaah memiliki keutamaan yang sangat besar. ...3. Bersedekah dengan ikhlas, meskipun jumlah kecil. ...Menjaga wudhu. ...Mendoakan kebaikan untuk orang lain.

Amalan amalan bulan Syawal?

Amalan bulan Syawal yang paling utama adalah berpuasa enam hari, yang pahalanya setara berpuasa setahun penuh. Selain itu, disunnahkan menyambung silaturahmi (halalbihalal), memperbanyak sedekah, serta menjaga konsistensi ibadah seperti i'tikaf dan puasa Senin-Kamis. Syawal juga dianjurkan untuk melangsungkan pernikahan.

Apa yang dirayakan pada tanggal 1 Syawal?

Eid al-Fitr ("Festival berbuka puasa" dalam bahasa Arab), yang dikenal di Singapura sebagai Hari Raya Aidilfitri atau Hari Raya Puasa , jatuh pada hari pertama Syawal, bulan ke-10 dalam kalender Hijriah (Islam). Ini adalah perayaan setelah sebulan berpuasa, yang dikenal sebagai Ramadan.

Mengapa puasa 6 hari di bulan Syawal dianjurkan Rasulullah SAW?

Puasa Syawal dianjurkan Rasulullah SAW karena keutamaannya yang setara dengan puasa setahun penuh jika digabungkan dengan Ramadan.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |