Bacaan Dzikir Rutin untuk Segera Dipertemukan Jodoh dengan Ayat Al-Qur'an

17 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dalam ikhtiar menjemput jodoh, dimensi spiritual memiliki peran yang tak terpisahkan dari usaha lahiriah. Dzikir rutin untuk segera dipertemukan jodoh merupakan bentuk komunikasi vertikal seorang hamba dengan Sang Pencipta, dan sarana utama untuk memohon petunjuk.

Allah berfirman, yang artinya: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku". (QS. Al-Baqarah: 186). Kedekatan ini menjadi fondasi spiritual bagi mereka yang tengah menanti pasangan, meyakini bahwa Allah senantiasa mendengar setiap bisik doa hamba-Nya. Dzikir rutin tidak hanya berfungsi sebagai permohonan, tetapi juga sebagai pembersih hati yang berdampak pada kualitas diri seseorang.

Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir, sebagaimana dikuti jurnal Pengaruh Doa dalam Proses Pencarian Jodoh (Tinjauan Ayat-Ayat Pernikahan dalam Al-Qur’an), oleh Eka Yuliana dan Imam Ma'arif Hidayat, menjelaskan bahwa orang-orang yang selalu berdzikir dalam berbagai situasi akan mendapatkan ketenangan batin dan petunjuk dalam setiap urusannya, termasuk dalam menemukan pasangan yang tepat.

Berikut ini adalah dzikir rutin untuk segera dipertemukan jodoh.

Berikut adalah beberapa ayat yang dapat diamalkan sebagai dzikir rutin untuk memohon jodoh, berdasarkan kajian dalam jurnal Pengaruh Doa dalam Proses Pencarian Jodoh.

1. QS. Al-Qashash: 24 – Doa Nabi Musa Memohon Kebaikan

Ayat ini dibaca oleh Nabi Musa AS ketika dalam keadaan sulit dan membutuhkan pertolongan Allah.

فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Latin: Fa saqā lahumā ṡamma tawallā ilaẓ-ẓilli fa qāla rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr

Artinya: "Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku."

Ayat ini mengandung makna kerendahan hati di hadapan Allah. Dalam tafsir Ibnu Katsir, doa ini menunjukkan bahwa Musa AS tidak memiliki apa-apa dan sangat membutuhkan kebaikan dari Allah. Dalam konteks jodoh, ayat ini bisa diamalkan untuk memohon kebaikan berupa pasangan yang shalih/shalihah.

Cara Mengamalkan: Dibaca setiap selesai shalat fardhu atau pada sepertiga malam dengan penuh keyakinan.

2. QS. Al-Anbiya: 89 – Doa Nabi Zakaria Memohon Keturunan

Nabi Zakaria AS berdoa ketika sudah tua dan belum dikaruniai anak. Doa ini juga relevan untuk memohon jodoh.

وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Latin: Wa zakariyyā iż nādā rabbahū rabbi lā tażarnī fardaw wa anta khairul-wāriṡīn

Artinya: "Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." (QS. Al-Anbiya: 89)

Doa ini menunjukkan kepasrahan total kepada Allah. Menurut para ulama, doa ini juga bisa dimaknai sebagai permohonan agar tidak dibiarkan sendiri, yaitu diberikan pendamping hidup. Dalam Tafsir Jalalain, ayat ini mengajarkan pentingnya memohon kepada Allah agar dikaruniai keturunan dan pasangan yang baik.

Cara Mengamalkan: Dibaca 7 kali setelah shalat tahajud atau shalat hajat.

3. QS. Al-Hajj: 27-28 – Ayat Kemudahan Datang dari Segala Penjuru

Ayat ini berbicara tentang panggilan haji, namun secara metaforis digunakan untuk memohon kemudahan jodoh dari berbagai arah.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Latin: Wa ażżin fin-nāsi bil-ḥajji ya'tūka rijālaw wa 'alā kulli ḍāmiriy ya'tīna min kulli fajjin 'amīq

Artinya: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh." (QS. Al-Hajj: 27)

Dalam tradisi masyarakat, ayat ini sering diamalkan untuk memohon jodoh agar datang dengan mudah meskipun dari tempat yang jauh. Hal ini sesuai dengan makna ayat bahwa Allah mampu mendatangkan siapa pun dari berbagai penjuru.

Cara Mengamalkan: Dibaca 11 kali setiap selesai shalat dhuha.

4. QS. Yusuf: 4 – Ayat tentang Mimpi dan Harapan

Meskipun tidak secara langsung tentang jodoh, surat Yusuf sering diamalkan untuk memperindah akhlak dan memikat hati.

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

Latin: Iż qāla yūsufu li'abīhi yā abati innī ra'aitu aḥada 'asyara kaukabaw wasy-syamsa wal-qamara ra'aituhum lī sājidīn

Artinya: "(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku." (QS. Yusuf: 4)

Ulama sufi menyebut ayat ini sebagai ayat yang dapat mendatangkan ketenangan dan kecintaan. Dalam konteks jodoh, ayat ini diamalkan agar dimudahkan dalam perjodohan yang penuh keberkahan.

Cara Mengamalkan: Dibaca 3 kali setelah shalat maghrib.

5. Doa Istikharah sebagai Bentuk Dzikir

Salah satu bentuk dzikir yang paling dianjurkan dalam mencari jodoh adalah shalat istikharah. Jabir bin Abdullah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan istikharah dalam segala urusan, termasuk memilih pasangan.

Doa ini diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW untuk memohon petunjuk dalam menentukan pilihan terbaik, termasuk dalam urusan memilih pasangan hidup.

اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوْبِ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ (يُسَمِّي حَاجَتَهُ) خَيْرٌ لِي فِي دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ. وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ.

Latin: Allāhumma innī astakhīruka bi 'ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as'aluka min faḍlika al-'aẓīm, fa innaka taqdiru wa lā aqdiru, wa ta'lamu wa lā a'lamu, wa anta 'allāmul ghuyūb. Allāhumma in kunta ta'lamu anna hādzal amra (sebutkan hajatnya) khairun lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī, faqdurhu lī wa yassirhu lī ṡumma bārik lī fīh. Wa in kunta ta'lamu anna hādzal amra syarrun lī fī dīnī wa ma'āsyī wa 'āqibati amrī, faṣrifhu 'annī waṣrifnī 'anhu, waqdur liyal khaira ḥaitsu kāna ṡumma arḍinī bih. 

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku memohon ketetapan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa, Engkau Maha Mengetahui, sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui perkara-perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan nama urusannya, misalnya: memilih calon pendamping hidup) baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat dari urusanku, maka tetapkanlah ia untukku, mudahkanlah jalannya, kemudian berkahilah aku di dalamnya.

Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat dari urusanku, maka jauhkanlah ia dariku, dan jauhkanlah aku darinya. Tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya." 

Penjelasan Ulama tentang Doa dan Dzikir untuk Jodoh

1. Ibnu Katsir dalam Kitab Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsir QS. Ar-Rum ayat 21 bahwa tujuan penciptaan pasangan adalah untuk menciptakan ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Oleh karena itu, memohon jodoh melalui doa adalah bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu menciptakan rasa tersebut.

2. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin

Beliau menyatakan bahwa doa adalah inti ibadah. Dalam konteks jodoh, seseorang dianjurkan memperbanyak doa di waktu mustajab, seperti sepertiga malam, karena saat itu Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

3. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di

Beliau menekankan bahwa doa Nabi Zakaria dalam QS. Al-Anbiya: 89 mengandung pelajaran bahwa seorang hamba tidak boleh merasa cukup dengan dirinya sendiri, tetapi harus selalu memohon kepada Allah agar diberi pendamping yang dapat membantu dalam ketaatan.

Hubungan Dzikir, Ikhtiar, dan Tawakal

Dzikir rutin yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an memiliki pengaruh besar dalam proses pencarian jodoh. Ayat-ayat seperti QS. Al-Qashash: 24, QS. Al-Anbiya: 89, QS. Al-Hajj: 27-28, dan QS. Yusuf: 4 dapat diamalkan sebagai doa untuk memohon kemudahan mendapatkan pasangan yang baik.

Dzikir dan doa tidak boleh berdiri sendiri tanpa usaha. Rasulullah SAW bersabda: "Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah." (HR. Muslim).

Dalam mencari jodoh, ikhtiar dilakukan dengan:

  • Memperbaiki diri – baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
  • Memperluas pergaulan yang positif dan Islami.
  • Melakukan ta'aruf sesuai syariat.
  • Setelah berikhtiar, tawakal menjadi kunci.

Sebagaimana firman Allah:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS. Ath-Thalaq: 3).

Keutamaan Dzikir dengan Ayat Al-Qur'an

Berikut adalah penjelasan singkat tentang keutamaan dzikir dengan ayat-ayat Al-Qur'an secara umum, yang juga relevan dalam konteks memohon jodoh:

1. Mendatangkan Ketenangan Hati

Dzikir menenangkan hati dari kegelisahan, termasuk dalam penantian jodoh. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ketenangan ini adalah anugerah khusus bagi orang-orang yang berdzikir.

2. Mendekatkan Diri kepada Allah

Dzikir menghadirkan "kebersamaan" spiritual dengan Allah. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberikan perhatian khusus kepada hamba yang berdzikir.

3. Membuka Pintu Rezeki dan Kemudahan

Orang yang berdzikir akan mendapatkan kelapangan hidup. Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin menjelaskan bahwa dzikir menarik keberkahan rezeki, termasuk rezeki jodoh.

4. Menjadi Sebab Diampuni Dosa

Dzikir membersihkan hati dari dosa, sehingga lebih layak menerima pasangan yang baik (sesuai QS. An-Nur: 26).

People also Ask:

Apa doa agar cepat dapat jodoh?

Untuk memohon jodoh, amalkan doa-doa seperti "Rabbana hab lana min azwajina" (QS. Al-Furqan: 74) untuk pasangan penyejuk hati, "Rabbi laa tadzarnii fardan" (QS. Al-Anbiya: 89) agar tidak sendirian, dan doa khusus wanita "Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban" meminta suami saleh, serta lakukan amalan sunnah seperti shalat hajat, istighfar, dan sedekah agar dipercepat.

Amalan apa agar cepat dapat jodoh?

Untuk mempercepat datangnya jodoh, amalan spiritual seperti shalat tahajud, hajat, dan istikharah, memperbanyak doa khusus (seperti QS. Al-Furqan:74 atau Al-Anbiya:89), serta puasa sunnah dan sedekah sangat dianjurkan, dikombinasikan dengan memperbaiki diri (akhlak, ibadah), menjaga wudhu, serta berprasangka baik (husnudzon) pada Allah SWT bahwa jodoh akan datang di waktu yang tepat.

Zikir apa yang paling dahsyat?

Dzikir paling dahsyat mencakup berbagai bacaan mulia seperti "Laa ilaaha illallah" sebagai inti utama, gabungan "Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar", dan "Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil 'Adhim" yang sangat disukai Allah dan berat timbangannya, serta zikir khusus lainnya sesuai kebutuhan seperti istighfar, tahlil lengkap, dan bacaan ayat-ayat Al-Qur'an seperti Ayat Kursi. Pemilihan dzikir yang tepat tergantung tujuan, namun kalimat tauhid dan tasbih adalah yang paling sering disebut memiliki keutamaan luar biasa.

Robbi habli milladunka zaujan thoyyiban wayakuuna shoohiban lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh doa apa?

‫Doa Memohon Suami Yang Sholih --- رب هب لي من لدنك زوجا طيبا ...‬‎"Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban, wayakuuna shoohiban lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh" adalah doa memohon jodoh/pasangan hidup yang baik, terutama dari pihak wanita, yang artinya "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku pasangan (suami) yang terbaik dari sisi-Mu, yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, dunia, dan akhirat". Doa ini sering diamalkan untuk memohon pasangan yang saleh dan dapat menjadi pendamping sejati hingga akhirat.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |