Bolehkah Tidur setelah Sahur? Simak Penjelasan Perspektif Syariat dan Kesehatan

15 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Di bulan Ramadan, tantangan menahan kantuk setelah menyantap hidangan sahur sering kali menjadi dilema bagi umat Muslim. Pertanyaannya kemudian, bolehkah tidur setelah sahur?

Studi berjudul Pengaruh Puasa terhadap Sistem Pencernaan Tubuh bagi Umat Muslim yang dipublikasikan dalam Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, menyoroti interaksi kompleks antara praktik puasa dan fisiologi tubuh manusia. Selain aspek kesehatan, dikupas pula hukum tidur setelah sahur, merujuk pandangan ulama.

Rasa kenyang yang berpadu dengan jam biologis tubuh sering memicu keinginan untuk segera kembali tidur. Namun begitu, umat Islam perlu mengetahui kenapa Islam tak menganjurkan umat untuk tidur setelah santap sahur.

Dalam perspektif Islam, sahur adalah awal produktivitas, bukan akhir dari aktivitas. Dengan menahan diri untuk tidak tidur setelah Subuh, kita meraih dua kebaikan sekaligus: rahmat dari langit dan kebugaran di bumi. Berikut ulasannya.

Hukum Tidur Setelah Sahur dan Subuh

Merujuk studi di atas dan Laman resmi Universitas Pakuan secara eksplisit mengungkapkan, langsung tidur usai santap sahur dan ternyata memiliki konsekuensi spiritual yang merugikan.

Dalam kajian Islam, perilaku ini masuk dalam kategori makruh (perbuatan yang sebaiknya ditinggalkan). Dasarnya bukan hanya karena mengganggu kesehatan, tetapi karena waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya," (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Waktu pagi di sini merujuk pada waktu Subuh hingga matahari mulai naik. Para ulama menjelaskan bahwa tidur pada waktu ini menyebabkan seorang muslim kehilangan kesempatan menyaksikan turunnya berkah dan rezeki.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, ulama besar madzhab Hanbali, dalam kitab Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibaad (4/222) dengan tegas menyatakan bahwa idur setelah subuh mencegah rezeki, karena waktu subuh adalah waktu makhluk mencari rezeki mereka dan waktu dibagikannya rezeki. Tidur setelah subuh suatu hal yang dilarang [makruh] kecuali ada penyebab atau keperluan.

Pengecualian diberikan jika seseorang memiliki udzur atau keperluan, seperti bekerja shift malam, sakit, atau kondisi darurat lainnya. Islam adalah agama yang penuh kemudahan.

Tidur setelah Sahur, Perspektif Kesehatan

Sistem pencernaan, mulai dari mulut, lambung, hingga usus, bekerja keras untuk memecah nutrisi guna memelihara kehidupan. Puasa sejatinya memberikan waktu istirahat bagi sistem ini.

Pola rutin ini berpotensi mengganggu kesehatan apabila setelah sahur kemudian tidur. Berikut ini adalah bahayanya dari perspektif kesehatan:

1. Risiko Penumpukan Residu Beracun

Jika aktivitas pencernaan tidak dioptimalkan (misalnya karena kurangnya aktivitas fisik atau metabolisme yang melambat saat tidur), residu makanan dapat tertinggal. Residu ini bisa menumpuk dan berubah menjadi racun bagi tubuh.

2. Hubungan dengan Asam Lambung

Puasa memiliki manfaat menurunkan sekresi asam lambung, yang mencegah penipisan dinding lambung. Namun, manfaat ini didapat dari keteraturan dan manajemen stres. Stres emosional dan pola hidup buruk dapat meningkatkan asam lambung. Tidur setelah makan dalam posisi telentang umumnya diketahui (dalam konteks medis luas) dapat memicu refluks, yang kontraproduktif dengan manfaat puasa itu sendiri.+1

3. Ancaman Penyakit Akibat Pola Hidup

Bahwa kebiasaan tidak sehat, kurang olahraga, dan tidur dalam waktu lama adalah alasan mengapa seseorang mudah tertular berbagai penyakit. Secara tersirat, langsung tidur setelah sahur masuk dalam kategori "kurang gerak" yang menghambat metabolisme optimal.

Strategi Sahur yang Tepat untuk Menghindari Kantuk

Alih-alih langsung tidur, para peneliti menyarankan pengaturan pola makan saat sahur yang dapat membantu tubuh tetap bugar dan menahan lapar lebih lama tanpa harus "dimatikan" dengan tidur.

1. Perbanyak Sayur dan Buah

Sangat penting mengonsumsi sayur dan buah saat sahur. Komponen serat di dalamnya memperlambat proses pencernaan secara alami. Ini membuat rasa kenyang bertahan lama, sehingga tubuh tidak mengalami crash energi yang memicu rasa kantuk berlebih.

2. Hindari Makan Berlebihan

Keseimbangan adalah kunci. Pemilihan makanan yang tepat, seimbang, dan tidak berlebihan adalah kunci kesehatan. Makan berlebihan saat sahur justru akan membebani sistem pencernaan yang seharusnya sedang dipersiapkan untuk fase istirahat (puasa).

Tips Mengelola Waktu setelah Sahur

Lantas, bagaimana menyiasati rasa kantuk tanpa harus kehilangan berkah pagi dan membahayakan kesehatan?

1. Atur Porsi Makan

Kantuk berlebih seringkali disebabkan oleh makan secara berlebihan. Sahurlah dengan makanan bergizi secukupnya, tidak berlebihan, sesuai anjuran Islam untuk tidak memenuhi perut secara berlebihan.

2. Isi Waktu dengan Ibadah Aktif

Jika kantuk menyerang usai sahur, berwudhulah. Wudhu menyegarkan tubuh. Manfaatkan waktu menuju Subuh dan setelah Subuh dengan:

  • Membaca Al-Qur'an.
  • Berzikir dan berdoa.
  • Shalat sunnah (Isyraq atau Dhuha jika menunggu matahari terbit).

3. Tunda Tidur Jika Perlu

Jika sangat lelah dan memang harus tidur, beri jeda. Para ahli kesehatan menyarankan untuk tidak tidur minimal 2-3 jam setelah makan berat.

Untuk konteks Ramadan, usahakan untuk tetap terjaga hingga masuk waktu Syuruq (matahari terbit), lalu lanjutkan dengan Shalat Dhuha. Setelah itu, jika waktu memungkinkan, tidur siang (qailulah) dengan niat untuk memulihkan energi tetap diperbolehkan dan bahkan dianjurkan.

People Also Ask:

Apakah kita boleh tidur setelah waktu sahur?

Tidur setelah sahur sangat menyiksa bagi penderita masalah kerongkongan dan lambung . Kondisi seperti GERD mengganggu tidur. Lambung tidak dikosongkan dalam waktu singkat sebelum kembali tidur. Penderita akan lebih merasakan dampaknya jika memiliki katup kardia yang lemah dan/atau cenderung mengalami hernia hiatus (geser).

Kenapa tidur habis Subuh tidak boleh?

Dari sisi kesehatan, tidur setelah Subuh tidak dianjurkan karena dapat mengganggu ritme sirkadian (jam biologis tubuh). Tidur di pagi hari setelah Subuh dapat membuat tubuh merasa lemas, kurang bersemangat, dan mengganggu produktivitas sepanjang hari.

Setelah sahur, apa yang harus dilakukan?

Oleh karena itu, setelah sahur sebaiknya kamu melakukan aktivitas ringan terlebih dahulu, seperti duduk tegak, berjalan santai, atau memperbanyak ibadah, sebelum memutuskan untuk tidur kembali.

Apakah tidur 4 jam bisa membatalkan puasa?

Tidur dari pagi sampai sore saat Ramadan pun tidak membatalkan puasa. Namun bila tidurnya berlebihan hingga tidak menjalankan ibadah apalagi salat wajib, hal tersebut tidak dibenarkan.

Apa efek tidur setelah sahur?

Bahaya tidur setelah sahur yang terjadi adalah gangguan pencernaan dan maagh. Sembelit terjadi akibat pengosongan lambung yang lama, jika terus dibiarkan hal ini akan memicu sulit buang air besar atau sembelit. Timbunan makanan dalam perut yang tidak kunjung dicerna perut akan dipenuhi oleh gas dan terasa tidak nyaman.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |