Liputan6.com, Jakarta - Ramalan zodiak telah menjadi tren global, terutama di kalangan generasi muda dan pengguna media sosial. Bagi umat Islam, kerap kali muncul pertanyaan krusial, bagaimana hukumnya percaya zodiak?
Muncul dalam bentuk ramalan harian hingga analisis kecocokan berdasarkan tanggal lahir, zodiak sering dianggap sebagai hiburan atau bahkan panduan hidup. Ramalan zodiak bukan lagi sekadar kolom kecil di pojok surat kabar, melainkan telah bermetamorfosis menjadi konten harian yang populer.
DR. H. Ruslan Fariadi AM dalam ebook Hukum Mempercayai Ramalan Zodiak dan Praktek Perdukunan Digital menyebutnya sebagai bagian dari perdukunan digital. Ramalan zodiak menyasar berbagai kalangan mulai dari intelektual hingga masyarakat awam.
Namun, di balik kemasan modernnya, Islam memberikan peringatan keras terkait ramalan zodiak. Lantas, bagaimana Islam memandang praktik ini? Apakah sekadar kepercayaan tanpa dasar, atau termasuk perbuatan yang diharamkan?
Artikel ini akan mengupas tuntas hukum mempercayai zodiak berdasarkan kajian ilmiah hadis (takhrij dan syarah) serta analisis kontemporer terhadap praktik perdukunan digital.
Zodiak dan Hukumnya dalam Islam
Merujuk Jurnal Ramalan Zodiak dalam Pandangan Islam: Studi Takhrij dan Syarah Hadis, oleh Cut Shabrina Dzati Amani, dkk, secara terminologi, zodiak merupakan bagian dari ilmu astrologi yang mengaitkan pergerakan benda langit dengan nasib manusia. Dalam literatur Islam, praktik ini dikenal dengan istilah ilmu tanjim atau ilmu nujum.
Menurut Ibnu Taimiyah, istilah-istilah seperti Kahin (dukun), 'Arraf (tukang ramal), dan Munajjim (ahli nujum/zodiak) secara hakikat memiliki makna yang sama, yaitu orang yang memberitakan hal-hal gaib yang akan terjadi di masa depan.
Islam melarang keras praktik ilmu tanjim. Hadis-hadis yang melarang mempelajari ilmu tanjim (untuk meramal) berstatus Shahih dan Maqbul (dapat diterima sebagai landasan hukum).
Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mengambil (mempelajari) satu cabang dari ilmu perbintangan (untuk meramal nasib), maka dia telah mengambil satu cabang dari ilmu sihir..." (HR. Abu Daud).
Dapat Disimpulan bahwa mempelajari, meyakini, dan mempraktikkan zodiak adalah penerapan konsep ilmu tanjim yang hukumnya haram karena termasuk perbuatan syirik.
Klasifikasi Hukum Mempercayai Zodiak
Merujuk ebook Dr. Ruslan Fariadi, hukum berinteraksi dengan zodiak terbagi menjadi beberapa tingkatan risiko:
1. Membaca Karena Iseng (Tanpa Membenarkan)
Meskipun hanya iseng, pelakunya mendapat ancaman berat. Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa mendatangi tukang ramal, lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam" (HR. Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim menjelaskan bahwa shalatnya tetap wajib dilakukan untuk menggugurkan kewajiban, namun ia tidak mendapatkan pahala.
2. Membaca dan Membenarkan (Yakin)
Jika seseorang mempercayai bahwa zodiak tersebut benar-benar mengetahui masa depan, maka ia telah jatuh pada kekufuran terhadap wahyu Allah.
3. Keyakinan Bintang Mengatur Nasib
Jika meyakini bintanglah yang mengatur kebaikan atau keburukan secara mandiri, maka ini termasuk Syirik Akbar (syirik besar) yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam.
Fenomena Perdukunan Digital
Perdukunan tradisional kini bermetamorfosis menjadi "Perdukunan Digital". Praktik ini dikemas secara inovatif melalui media sosial, aplikasi horoskop, hingga layanan pesan singkat (SMS premium).
Hal ini sering kali membodohi masyarakat karena dianggap rasional atau sekadar hiburan, padahal secara akidah tetap merusak ketauhidan.
Selain itu, memercayai zodiak juga termasuk dalam kategori tathayyur, yaitu menggantungkan nasib pada tanda-tanda alam yang tidak logis, yang dalam Islam ditegaskan sebagai perbuatan syirik.
Al-Qur'an secara tegas menyatakan bahwa pengetahuan gaib adalah otoritas mutlak milik Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam QS. An-Naml: 65: "Katakanlah (Muhammad), tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah".
Selain itu disebutkan dalam QS. Al-Jin: 26-27: Allah adalah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan tidak memperlihatkannya kepada siapa pun, kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya.
Bahaya Ilmu Tanjim
Ibnu Taimiyah dalam Majmu‘ al-Fatawa menyatakan bahwa ilmu tanjim adalah bagian dari sihir dan ramalan palsu, karena mengaitkan kejadian dunia dengan benda langit tanpa dasar ilmiah atau syar‘i.
Bintang gumintang harus diletakkan sebagai bagian dari alam. Ibnu Qatadah menjelaskan bahwa Allah menciptakan bintang untuk tiga tujuan utama, yaitu hiasan langit, pelempar setan, dan petunjuk arah bagi manusia (astronavigasi atau navigasi bintang).
Oleh karena itu, menggunakan bintang untuk ramalan adalah penyalahgunaan tujuan penciptaannya. Dalam Islam, mempercayai zodiak jelas dilarang.
Imam an-Nawawi menegaskan bahwa orang yang mendatangi dukun atau peramal, termasuk ahli nujum, tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari, sebagai bentuk hukuman atas kesyirikan yang dilakukan.
Zodiak sebagai Bentuk Syirik Modern
Penelitian Cut Shabrina dkk dan Buletin Al-Rasikh: Artikel Percaya Zodiak Termasuk Perbuatan Syirik, oleh Much Diki Mualimin menyimpulkan bahwa mempelajari, meyakini, atau mempraktikkan zodiak adalah haram hukumnya, karena termasuk perbuatan syirik kecil (syirk ashghar).
Ada beberapa alasan kenapa zodiak dihukumi sebagai syirik:
- Zodiak mengalihkan ketergantungan hati dari Allah kepada benda ciptaan-Nya.
- Meyakini bahwa bintang memengaruhi nasib berarti menduakan kekuasaan Allah.
Zodiak kini hadir dalam bentuk perdukunan digital, yaitu ramalan yang dikemas melalui media sosial, aplikasi, atau situs web. Praktik ini semakin berbahaya karena mudah diakses dan terlihat “modern”.
5 Rekomendasi Praktis bagi Umat Islam
Berhenti Mengakses Konten Ramalan
Umat Islam direkomendasikan untuk benar-benar menjauhi konten zodiak di media sosial maupun media cetak. Berdasarkan hadis Nabi ﷺ, membaca ramalan meskipun tidak mempercayainya dapat menyebabkan ibadah shalat tidak diterima pahalalnya selama 40 hari.
Memurnikan Tauhid dan Tawakal
Pusatkan keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang memegang kendali atas masa depan, rezeki, dan jodoh (QS. An-Naml: 65). Menggantungkan harapan pada zodiak hanya akan merusak kemurnian akidah dan melemahkan sikap tawakal kepada Sang Pencipta.
Waspada terhadap "Perdukunan Digital"
Jangan terkecoh dengan kemasan modern zodiak yang tampak ilmiah atau sekadar hiburan di aplikasi dan media sosial. Sebagaimana dijelaskan Dr. Ruslan Fariadi, substansi hukumnya tetap sama dengan praktik perdukunan konvensional yang dilarang keras dalam Islam.
Memahami Batasan Penggunaan Ilmu Bintang
Umat Islam dianjurkan untuk hanya menggunakan ilmu perbintangan untuk tujuan yang dibenarkan syariat (astronomi/ilmu falak), seperti penunjuk arah navigasi atau penentuan waktu ibadah, bukan untuk mengaitkannya dengan nasib atau karakter seseorang (astrologi).
Meningkatkan Literasi Agama dan Edukasi Keluarga
Penting bagi setiap Muslim untuk mempelajari bahaya syirik khafi (tersembunyi) dalam tren modern. Orang tua dan tokoh masyarakat perlu memberikan edukasi kepada generasi muda bahwa mengikuti tren zodiak bukan sekadar gaya hidup, melainkan masalah serius yang menyangkut keselamatan iman.
People Also Ask:
Apakah boleh percaya zodiak dalam Islam?
Dalam Islam, sangat tidak boleh percaya zodiak karena termasuk perbuatan syirik (menyekutukan Allah SWT) dan haram, baik hanya membaca tanpa membenarkan (shalat tidak diterima 40 hari) maupun mempercayainya (dianggap kufur kepada Al-Qur'an).
Zodiak termasuk ramalan nasib yang bertentangan dengan keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui yang gaib dan menentukan segalanya, sehingga percaya padanya berarti menggantungkan nasib pada selain Allah.
Apakah percaya zodiak sholatnya tidak diterima?
Apabila hanya sekadar membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari. Sebagaimana Rasulullah saw.
Apakah ramalan itu benar menurut Islam?
Menurut Islam, ramalan tidak benar dan haram untuk dipercaya, karena hanya Allah SWT yang mengetahui hal gaib; mempercayainya dianggap syirik (menyekutukan Allah) dan kufur, meskipun terkadang ramalan tampak benar karena menggunakan kalimat umum atau bantuan jin, yang tetap dilarang keras.
Mempercayai ramalan, bahkan sekadar bertanya kepada peramal, bisa menyebabkan salat tidak diterima selama 40 hari dan merusak keimanan, sehingga harus dihindari demi menjaga tauhid.
Apakah mempercayai zodiak itu musyrik?
Ya, dalam pandangan Islam, mempercayai zodiak sangat dilarang dan dianggap syirik, karena menyekutukan Allah SWT dengan menganggap bintang sebagai penentu nasib, padahal hanya Allah yang Maha Mengetahui hal gaib dan mengatur segala sesuatu.
Jika yakin bahwa bintang benar-benar menciptakan nasib, itu termasuk syirik besar (kekafiran), sedangkan jika membacanya hanya untuk hiburan atau iseng, itu tetap dosa besar karena membuka jalan ke arah syirik dan maksiat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























