Belanja Pemerintah Pusat Semester I Naik 29,4 Persen

5 hours ago 1

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan sepanjang semester I 2026 belanja pemerintah pusat telah mencapai Rp 1.298,6 triliun atau sudah sekitar 41,2 persen dari alokasi tahun ini yang mencapai Rp 3.149,7 triliun. Belanja digunakan untuk pembayaran gaji ASN, program jaminan sosial dan Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembayaran subsidi.

Purbaya menyampaikan, realisasi tersebut tumbuh sebesar Rp 29,4 persen dari realisasi pada periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp 1.003,6 triliun. Pengeluaran pemerintah pusat itu terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) dan non-K/L.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Belanja K/l telah mencapai Rp 658,9 triliun sepanjang semester I 2026. “Utamanya ditopang oleh pelaksanaan MBG, penyeluruhan bantuan sosial seperti bantuan Iuran Jaminan Kesehatan untuk orang tidak mampu penyeluruhan kartu sembako, program keluarga harapan, dan juga penyaluran kartu Indonesia Pintar kuliah,” ucap Purbaya dalam rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat di Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.

Selain itu, realisasi belanja pemerintah pusat juga digunakan untuk membayar gaji aparatur sipil negara (ASN). Termasuk pembayaran tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13.

Sedangkan realisasi belanja non-K/L tercatat Rp 639,7 triliun. Difokuskan untuk pembayaran subsidi dan kompensasi tahun 2026 dan juga pelunasan kurang bayar tahun 2025. Selain itu juga dimanfaatkan untuk pembayaran THR pensiunan dan pensiunan ke-13.

Khusus belanja subsidi dan kompensasi, pada semester I 2026 sudah mencapai 52,1 persen dari belanja subsidi yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini. Angkanya juga melonjak dibanding periode yang sama tahun lalu. Penyebabnya adalah fluktuasi harga minyak mentah hingga pergerakan nilai tukar rupiah. Serta melonjaknya volume penyaluran BBM bersubsidi, listrik subsidi, LPG 3 kilogram dan subsidi pupuk.

Menurut Purbaya, peningkatan realisasi belanja pemerintah pusat pada 2026 menjadi katalisator untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di semester pertama. 

Di sisi lain, transfer ke daerah semester I 2026 telah mencapai Rp 357,4 triliun atau turun 11,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.  Sehingga secara keseluruhan belanja negara di paruh pertama tahun ini telah mencapai 1.656 triliun atau sudah 43,1 persen dari total target belanja negara Rp 3.842,7 triliun.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |