Liputan6.com, Jakarta - Cara murojaah hafalan Al-Qur'an agar tetap melekat menjadi pengetahuan penting penghafal dalam proses tahfidz Qur’an. Murojaah ini menjadi faktor paling signifikan agar hafalan itu tidak hilang seiring waktu.
Rasulullah SAW telah mengingatkan pentingnya menjaga hafalan. Dari Abu Musa RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Hafalkanlah (dan rutinkanlah) membaca Al-Qur’an. Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, Al-Qur’an itu lebih mudah lepas daripada unta yang lepas dari ikatannya." (HR. Bukhari dan Muslim). Perumpamaan ini menggambarkan betapa cepatnya hafalan dapat lenyap jika tidak dirawat dengan sungguh-sungguh.
Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim dalam Buku Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an mengingatkan bahwa jangan sekali-kali menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumnya. Jika seseorang terus-menerus menambah hafalan tanpa muraja'ah hingga menyelesaikan seluruh Al-Qur'an, kemudian ingin mengulang dari awal, hal itu akan terasa sangat berat dan banyak hafalan yang hilang, seolah-olah menghafal dari nol. Oleh karena itu, cara paling baik adalah menggabungkan antara muraja'ah dan menambah hafalan baru.
Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I dalam Panduan Menghafal Al-Qur'an bagi Anak-Anak juga menegaskan bahwa muraja'ah adalah kunci agar hafalan berpindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Tanpa pengulangan hafalan hanya akan tersimpan sementara dan mudah terlupakan.
Cara Murojaah Hafalan Al-Qur'an agar Tetap Melekat
1. Metode Pengulangan 20 Kali (Metode Al-Qasim)
Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim dalam Cara Praktis Menghafal Al-Qur'an memaparkan metode murojaah yang sistematis dengan pengulangan 20 kali. Teknik ini tidak hanya untuk menghafal baru, tetapi juga untuk mengokohkan hafalan lama:
Langkah-langkah Muraja'ah:
• Bacalah ayat pertama hafalan lama sebanyak 20 kali.
• Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
• Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
• Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali.
• Gabungkan keempat ayat tersebut dan bacalah bersama-sama sebanyak 20 kali.
• Lanjutkan dengan pola yang sama hingga seluruh target muraja'ah selesai.
• Bacalah seluruh bagian yang dimuraja'ah dari awal hingga akhir sebanyak 20 kali untuk memantapkan.
Metode ini memiliki keistimewaan pada kuatnya hafalan yang diperoleh. Syaikh Abdul Muhsin juga menekankan agar tidak memaksakan diri dengan target yang berat—konsistensi lebih utama daripada kuantitas.
2. Metode Sabak, Sabki, dan Manzil
Metode ini merupakan sistem muraja'ah berantai yang sangat efektif untuk menjaga hafalan secara berkelanjutan. Istilah-istilah ini dipopulerkan di berbagai pesantren tahfidz dan terbukti mampu menjaga hafalan 30 juz hingga akhir hayat.
• Sabak adalah hafalan baru yang dihafal pada hari ini.
• Sabki adalah pengulangan hafalan yang dihafalkan kemarin, yang masih satu juz dengan sabak.
• Manzil adalah perpaduan keduanya dan pengulangan hafalan yang telah lalu (lama), yaitu juz-juz selain sabak dan sabki.
Contoh Penerapan:
Misalnya hari ini menghafal ayat 210 (sabak), maka ayat 203-209 yang dihafal kemarin dan beberapa hari lalu adalah sabki, sedangkan ayat-ayat sebelum 203 adalah manzil. Semuanya harus dibaca ulang hingga hafalan baru dan seterusnya.
Dengan sistem ini, hafalan lama tidak pernah ditinggalkan dan selalu tersambung dengan hafalan baru.
3. Muraja'ah dalam Shalat
Kiai Sa'dulloh menyebutkan bahwa cara pertama dan paling utama dalam muraja'ah adalah istiqomah takrir Al-Qur'an di dalam shalat. Orang yang sudah menghafal Al-Qur'an hendaknya mengupayakan setiap selesai membaca Surat Al-Fatihah dalam shalat wajib atau sunnah untuk selalu membaca ayat-ayat Al-Qur'an dari surat Al-Baqarah sampai surat An-Nas secara berurutan sesuai mushaf.
Penelitian menunjukkan bahwa implementasi muraja'ah dalam shalat memberikan dampak sangat positif. Hafalan santri menjadi lebih kuat, lancar, dan kokoh. Muraja'ah dalam shalat tidak hanya memperkuat hafalan, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah secara spiritual.
Beberapa cara mempraktikkannya:
• Membaca hafalan saat shalat fardhu dan sunnah
• Membacanya secara pelan-pelan saat shalat
• Jika menjadi imam, membacanya dengan suara keras
• Membacanya saat menunggu dimulainya shalat berjamaah dan setelah selesai shalat
4. Muraja'ah di Luar Shalat
Istiqomah takrir Al-Qur'an di luar shalat. Bagi yang sudah menghafal Al-Qur'an, hendaknya pandai mengatur waktu sebaik-baiknya agar bisa istiqomah dalam membaca Al-Qur'an. Jadikan membaca Al-Qur'an sebagai kebutuhan pokok yang tidak bisa ditinggalkan di setiap waktu dan kesempatan.
Bentuk-bentuk muraja'ah di luar shalat:
• Mengulang dalam hati (tanpa suara) — ini dilakukan dengan cara membaca hafalan di dalam ingatan
• Muraja'ah dengan melihat mushaf (bin nazhar) — cara ini tidak memerlukan konsentrasi yang menguras kerja otak
• Muraja'ah tanpa melihat mushaf (bil ghaib) — untuk menguji kekuatan hafalan
5. Simaan (Majelis Tahfidzul Qur’an)
Sering-seringlah mengikuti simaan Al-Qur'an, yaitu membaca Al-Qur'an di hadapan pendengar (mustami'). Simaan Al-Qur'an harus menjadi tradisi sebagai wadah sosialisasi pentingnya umat Islam dalam menjaga Al-Qur'an melalui hafalan.
Manfaat simaan:
• Mendapatkan koreksi dari pendengar jika ada kesalahan bacaan
• Melatih mental dan kepercayaan diri
• Menambah semangat karena ada target dan tanggung jawab
• Menjalin silaturahmi dengan sesama penghafal
6. Metode Talaqqi dan Tikrar
Talaqqi berarti belajar langsung dari guru (murobbi atau ustadz) dengan memperdengarkan bacaan Al-Qur'an dan mengulanginya sesuai bimbingan guru. Metode ini merupakan tradisi yang diwariskan sejak masa Rasulullah, di mana para sahabat mendengarkan langsung bacaan beliau, lalu menirukannya.
Kelebihan metode talaqqi:
• Hafalan lebih terjaga dari kesalahan bacaan dan tajwid
• Ada keberkahan sanad, karena belajar langsung dari guru yang memiliki sambungan sanad bacaan
• Memperkuat adab dan spiritualitas dalam proses menghafal
Tikrar berarti mengulang hafalan secara berulang-ulang sampai kuat melekat dalam ingatan. Langkah praktisnya:
• Membaca satu atau dua ayat dengan melihat mushaf sebanyak 10-20 kali
• Mengucapkannya tanpa melihat mushaf berulang-ulang sampai lancar
• Menyambungkan ayat berikutnya dan mengulang seluruh bagian secara bertahap
• Metode ini sangat efektif untuk memperkuat daya ingat jangka panjang, terutama bila dilakukan secara konsisten setiap hari.
7. Sistem Pembagian Juz (Manzil)
Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim merekomendasikan sistem pembagian Al-Qur'an menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian.
Sistem muraja'ah bertahap:
• Jika menghafal satu halaman per hari, ulangilah empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga menyelesaikan 10 juz.
• Setelah menyelesaikan 10 juz, berhentilah selama satu bulan penuh untuk muraja'ah dengan mengulang 8 halaman setiap hari.
• Setelah satu bulan, mulailah kembali menghafal hafalan baru disertai muraja'ah 8 halaman setiap hari hingga mencapai 20 juz.
• Setelah 20 juz, berhentilah selama dua bulan untuk muraja'ah dengan pola yang sama.
• Lanjutkan hingga menyelesaikan 30 juz.
Setelah 30 juz selesai:
• Ulangi 10 juz pertama selama satu bulan (setengah juz per hari)
• Kemudian 10 juz kedua dengan tambahan 8 halaman dari 10 juz pertama
• Kemudian 10 juz terakhir dengan tambahan dari kedua bagian sebelumnya
Setelah semua itu, mulailah mengulang seluruh Al-Qur'an dengan cara setiap hari mengulang 2 juz, diulang 3 kali dalam sehari. Dengan cara ini, Anda akan bisa mengkhatamkan Al-Qur'an setiap dua minggu sekali.
8. Menggunakan Satu Mushaf Cara yang sering diabaikan namun sangat penting adalah hanya menggunakan satu mushaf Al-Qur'an. Seseorang bisa menghafal dengan melihat, sebagaimana menghafal dengan mendengar. Bentuk dan letak-letak ayat dalam mushaf bisa terpatri dalam hati karena seringnya membaca dan melihat dalam mushaf.
Jika seseorang mengganti mushaf yang biasa digunakan untuk menghafal dengan mushaf yang berbeda, yang letak ayat-ayatnya tidak sama, maka hafalannya pun akan berbeda-beda pula. Akibatnya, orang tersebut akan mengalami kesulitan dalam menghafal. Karena itu, seorang yang tengah menghafal Al-Qur'an sebaiknya menggunakan satu mushaf khusus untuk dirinya.
9. Membaca dengan Tartil
Membaca Al-Qur'an dengan tartil (pelan dan jelas) tidak hanya membantu memperbaiki bacaan, tetapi juga memperkuat ingatan terhadap ayat-ayat yang dihafal. Ketika membaca dengan tartil, setiap kata diresapi dengan penuh perhatian, membuat hafalan lebih mudah dicerna dan diingat. Selain itu, membaca dengan tartil memberikan waktu bagi otak untuk memproses dan menyimpan hafalan dengan lebih baik.
10. Prioritas pada Juz yang Sering Dibaca
Jika merasa hafalan masih lemah, prioritaskan juz-juz yang sering dibaca dalam shalat, seperti Juz Amma (juz ke-30). Mengapa? Karena ayat-ayat dalam Juz Amma sering kali kita dengar dan baca dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam shalat maupun dalam kajian-kajian. Memperkuat hafalan di juz ini akan memberi efek domino pada hafalan yang lain.
Manfaat Murojaah Hafalan Al-Qur'an agar Tetap Melekat
1. Memindahkan Hafalan ke Memori Jangka Panjang
Proses encoding (pemasukan informasi), storage (penyimpanan), dan retrieval (pengungkapan kembali) dalam menghafal membutuhkan pengulangan agar informasi berpindah dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Tanpa muraja'ah yang terstruktur, hafalan hanya akan tersimpan sementara dan mudah terlupakan. Dengan muraja'ah rutin, hafalan menjadi melekat kuat seperti ukiran di atas batu.
2. Mencegah Kelupaan dan Menjaga Kemurnian Hafalan
Rasulullah SAW bersabda: "Apabila shahibul Qur'an berdiri (shalat) lalu membacanya pada malam dan siang maka ia mengingatnya. Dan, apabila ia tidak melakukan itu maka ia lupa" (HR. Muslim). Muraja'ah adalah benteng utama dari kelupaan. Dengan pengulangan yang konsisten, hafalan tetap murni dan tidak tercampur dengan bacaan yang keliru.
3. Meningkatkan Kualitas dan Kekhusyukan Ibadah
Muraja'ah dalam shalat tidak hanya memperkuat hafalan, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah secara spiritual. Membaca ayat-ayat hafalan dalam shalat membuat hati dan pikiran lebih hadir, shalat lebih khusyuk, dan hubungan dengan Allah semakin dekat. Setiap rakaat menjadi kesempatan untuk "berdialog" langsung dengan Allah menggunakan ayat-ayat-Nya.
4. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda
Setiap huruf Al-Qur'an yang dibaca bernilai satu kebaikan dan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali. Dengan muraja'ah, pahala mengalir setiap saat—saat berjalan, bekerja, atau beristirahat—tanpa perlu membuka mushaf. Ini adalah investasi akhirat yang tak pernah rugi.
5. Menjadi Teladan bagi Keluarga dan Lingkungan
Seseorang yang istiqomah muraja'ah menjadi teladan bagi anak-anak dan keluarganya. Lingkungan yang mendukung hafalan Al-Qur'an akan memotivasi semua anggotanya untuk terus mengulang dan menambah hafalan. Dengan berada di lingkungan yang memotivasi, seseorang akan merasa lebih semangat untuk terus mengulang dan menjaga hafalan.
Pertanyaan Seputar Murojaah
1. Berapa kali sebaiknya mengulang hafalan lama sebelum menambah hafalan baru?
Syaikh Abdul Muhsin Al-Qasim menganjurkan untuk mengulang hafalan lama dari awal sampai akhir sebanyak 20 kali sebelum memulai hafalan baru. Pengulangan ini bertujuan agar hafalan kokoh dan kuat dalam ingatan. Jangan sekali-kali menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumnya.
2. Apa perbedaan antara sabak, sabki, dan manzil dalam muraja'ah?
Sabak adalah hafalan baru yang dihafal hari ini. Sabki adalah pengulangan hafalan yang dihafalkan kemarin tetapi masih satu juz dengan sabak. Manzil adalah perpaduan keduanya dan pengulangan hafalan yang telah lalu (lama). Semuanya harus dibaca ulang hingga hafalan baru dan seterusnya.
3. Bagaimana cara muraja'ah yang efektif bagi orang yang sudah hafal 30 juz?
Setelah menyelesaikan 30 juz, mulailah mengulang Al-Qur'an secara keseluruhan dengan cara setiap hari mengulang 2 juz, diulang 3 kali dalam sehari. Dengan cara ini, Anda akan bisa mengkhatamkan Al-Qur'an setiap dua minggu sekali. Lakukan cara ini selama satu tahun penuh hingga hafalan benar-benar mutqin (kokoh).
4. Apakah muraja'ah dalam shalat cukup untuk menjaga hafalan?
Muraja'ah dalam shalat adalah cara yang sangat efektif, namun tidak cukup jika hanya mengandalkannya saja. Kiai Sa'dulloh menganjurkan tiga cara sekaligus: (1) istiqomah takrir dalam shalat, (2) istiqomah takrir di luar shalat, dan (3) sering-sering mengikuti simaan. Kombinasi ketiganya akan membuat hafalan semakin kuat dan kokoh.
5. Apakah boleh menggunakan mushaf yang berbeda untuk muraja'ah?
Tidak dianjurkan. Seseorang yang menghafal Al-Qur'an sebaiknya hanya menggunakan satu mushaf yang sama. Bentuk dan letak-letak ayat dalam mushaf bisa terpatri dalam hati karena seringnya membaca dan melihat. Jika mengganti mushaf dengan letak ayat yang berbeda, hafalan pun akan berbeda-beda dan menyulitkan proses menghafal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627020/original/000666700_1782622344-aoun-abbas-97o4XH0htUs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9321441/original/077954600_1786441575-masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010958/original/004782000_1651214800-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3580533/original/022563500_1632366621-Wawancara_Kerja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3274937/original/075776800_1603351599-photo-1561399452-bdcd36b25b38__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156168/original/093553200_1741427681-27937ed9a460ba252f86ffad909d8657.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4030425/original/064674000_1653273891-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5572218/original/060707400_1777780612-cek_fakta_-_CPNS_Kemenag.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5582904/original/095301300_1778131421-cpns_bea_cukai_-_cek_fakta.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407521/original/093009600_1762744968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-10T101330.228.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5562466/original/066312500_1776830245-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T105645.203.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5380783/original/022608800_1760432989-Ilustrasi_Qunut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)