UNJUK rasa dalam momen peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 lalu menyisakan cerita. Ratusan peserta aksi diciduk lalu dibawa ke kantor polisi bahkan sebelum tiba di titik aksi.
Dari ratusan orang yang ditangkap itu, empat di antaranya merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. "Betul ada yang ditangkap," ujar Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Jakarta, Achmad Hafizh, pada Sabtu, 2 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Keempat mahasiswa yang ditangkap itu adalah Muhammad Ezra Suhaeri, Afzalu Rahman, Zaki Fauzan Subekti, serta Ahmad Naufal Syakir. Menurut Hafizh, keempatnya sempat dibawa ke kantor polisi sebelum akhirnya dilepaskan.
Hafizh menuturkan awalnya Ezra, Afzalu, dan Zaki baru saja turun di stasiun. Mereka kemudian dicek satu per satu dan diinterogasi. Tiba-tiba saja, seseorang tidak dikenal menarik Ezra ke arah mobil polisi.
Dua kawan Ezra, Afzalu dan Zaki, lalu mencoba menyusul untuk memastikan temannya dalam kondisi aman. "Ternyata dijebak, jadi mereka bertiga dibawa masuk ke dalam bis (polisi)," kata Hafizh saat dikonfirmasi oleh Tempo.
Sementara itu, kata Hafizh, Naufal ditangkap di tempat terpisah. Dia dibawa paksa polisi hanya karena ditemukan membawa pilox. "Mereka (yang menangkap) pakai kaos oblong, seperti tukang parkir," tutur Hafizh.
Kepolisian diketahui menangkap total 101 orang dalam demo buruh di depan Gedung DPR/MPR kemarin. "Mereka akan segera kembali ke rumah masing-masing," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin, pada Jumat, 1 Mei 2026.
Iman mengklaim mereka bagian dari kelompok anarko yang berupaya untuk membuat rusuh di tengah-tengah demonstrasi. "Mereka juga akan menggunakan media sosial untuk melakukan provokasi agar massa," kata Iman kepada para wartawan.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur menyatakan, aparat tidak boleh asal dalam memberikan tuduhan. "Seringkali tuduhan dialamatkan pada anarko, tapi apakah itu benar," ucap Isnur saat ditemui di sela-sela jalannya unjuk rasa.
Menurut Isnur, aparat seharusnya bertanggungjawab dengan omongan mereka dan berani membuktikan siapa yang sebetulnya pelaku kerusuhan. Baik itu warga sipil ataupun anggota institusi lain.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463462/original/044545600_1767615769-unnamed__5_.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)