Puluhan Penyair Ramaikan Hari Puisi Nasional

2 hours ago 3

Puluhan penyair meramaikan Malam Puisi Nasional untuk memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh pada 28 April 2026. Acara ini digelar di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, pada Kamis, 30 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Malam Puisi Nasional ini mempertemukan penyair lintas generasi dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini merupakan puncak rangkaian acara peringatan Hari Puisi Nasional 2026 yang digelar 28-30 April 2026. Acara diisi dengan diskusi, pembacaan puisi, monolog puitik, tari, musik, dan musikalisasi puisi.

“Kegiatan ini menjadi lebih istimewa karena kami padukan dengan forum Mimbar Penyair Abad 21,” kata Mustafa Ismail, Ketua Panitia HPN 2026, dalam laporannya pada Malam Hari Puisi Nasional di Teater Kecil, TIM, 30 April 2026.

Mimbar Penyair Abad 21 (MPA 21) adalah pertemuan penyair muda Indonesia yang dihelat Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 1996. “Ada lebih 60 penyair yang diundang DKJ pada saat itu,” tutur sastrawan yang juga jurnalis Tempo ini.

Kurnia Effendi, Sekretaris Panitia, menambahkan bahwa pihaknya juga menerbitkan buku karya para “mantan” penyair MPA21 yang diberi judul Suara yang Menolak Sunyi.  Buku itu disusun oleh Kurnia, Remmy Novaris DM, dan Mustafa Ismail. “Buku ini menghimpun penyair MPA 21 yang masih berkarya maupun yang sudah tiada,” ujar Kurnia, penggerak Komunitas Membaca Raden Saleh ini.

Sejak sore para penyair bergantian unjuk kebolehan membaca puisi, baik karya mereka sendiri maupun karya para penyair kondang lain, terutama Chairil Anwar. Sejumlah sastrawan dan seniman yang tampil, antara lain Ahmadun Yosi Herfanda, Arie F. Batubara, Helvy Tiana Rosa, Imam Ma’arif, Aquino Hayunta, Dedy Tri Ryadi, Rintis Mulya, Nanang R Supriyatin,  Fatin Hamama, D Kemalawati (Aceh), Anwar Putra Bayu (Palembang), Panji Utama (Lampung), Gunoto Saparie (Jawa Tengah), Nenden Lilis A (Bandung), Syaifuddin Gani (Kendari), Giyanto Subagyo, Endang Supriyadi, Octavianus Masheka, Fanny J Poyk, Ikhsan Risfandi, Nuyang Jaimee, Rissa Churia, Tora Kundera, Lily Multatuliana, Shantined, Edrida Pulungan, Ireng Halimun, Anggie Widowati, Beni Satria, dan lain-lain. 

Ada pula dari kalangan gen Z seperti Nabila & Nabiel Firdaus, Mutia Kundera, dan Jax Penalis. Acara diwarnai dengan penampilan musik dari Gong Merah Putih dan Mantra Samsara serta tari oleh Erna Winarsih Wiyono.

Penyerahan simbolis Buku Antologi Puisi Alumni Mimbar Penyair Abad 21 Kurnia Effendi kepada Panji Utama. Istimewa

Kegiatan ini digerakkan oleh Lingkar Sajak, Membaca Raden Saleh, dan Dapur Sastra Jakarta berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Masyarakat Kesenian Jakarta (MKJ), Ruang Merdeka Inspira (RMI), Gong Merah Putih, Planet Senen, Sastra Reboan, Cakra Budaya Indonesia, dan lain-lain.

Acara ini didukung Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, PDS HB Jassin, dan UPT Taman Ismail Marzuki. Acara ini dibuka dibuka oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI Nissa Rengganis yang hadir mewakili Menteri Kebudayaan, Fadli Zon. “Kegiatan ini hasil gotong royong banyak komunitas sastra,” ujar Koordinator Acara, Rintis Mulya.

Dua hari sebelumnya, tepat pada 28 April, panitia juga mengadakan workshop menulis puisi di PDS HB Jasssin yang diikuti puluhan pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum. Rangkaian HPN 2026 berlangsung di berbagai tempat seperti di Rummah GoA milik penyanyi Dik Doank di Tangerang Selatan; di komunitas Gong Merah Putih, Depok, dan di Banda Aceh Di Aceh oleh sastrawan Fikar W. Eda.

Peringatan Hari Puisi Nasional ini juga bertepatan dengan 77 Tahun kematian Penyair Chairil Anwar. Para penyair yang tergabung dalam Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) pimpinan Octavianus Masheka, pada 28 April 2026 atau tepat pada hari meninggalnya penyair “Si Binatang Jalang” itu berziarah ke makamnya di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. Ziarah yang dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan putri Chairil Anwar, Evawani Alissa.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |