Keseruan Memburu Buku Dini Hari

4 hours ago 5

RIO terlihat menarik dua keranjang penuh buku anak malam itu. Sesekali ia melihat rak buku anak lain, mengecek apakah ada buku yang cocok untuk anak semata wayangnya. Yang menarik, pria 34 tahun ini sedang melihat lihat berbagai buku itu pada pukul 2 dini hari. "Waktu ini pas buat saya karena di luar office hour," kata Rio pada 30 April 2026 di acara Big Bad Wolf Books tahun ke-10 di ICE BSD.

Sebagai pekerja kantoran, mencari buku di tengah malam cocok untuknya. Ia tidak diburu-buru waktu. Kondisinya pun masih cukup lowong sehingga ketika memilih buku, ia tidak merasa harus berkompetisi ketat dengan pelanggan lain.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Selain itu, rumahnya yang berada di kawasan BSD pun memudahkannya untuk datang ke acara buku tahunan itu. "Lagipula, kalau malam diskonnya juga lumayan," kata Rio.

Berburu buku di malam hari juga menjadi pilihan bagi Ayu. Wanita 29 tahun ini mengaku rela jauh jauh dari Cakung, Jakarta Timur ke ICE BSD untuk mencari buku favoritnya. Ayu mengatakan ia lebih banyak berburu buku tentang pengembangan diri malam itu. "Aku sudah list berbagai buku pilihanku, jadi tinggal cari saja," kata Ayu yang sudah sangat mempersiapkan diri.

Ayu yang datang bersama kakak-kakaknya mengatakan sangat sulit baginya kalau harus belanja di siang hari, karena dia harus bekerja. Selain itu, rumahnya yang sudah sangat dekat dengan Bekasi menjadi tantangan tersendiri ketika harus menerobos kemacetan menuju Tangerang. "Kalau sore, ke arah sini, macet sekali. Jadi sekalian saja belanja buku malam-malam," kata warga Cakung tersebut.

Menurutnya, belanja di malam hari memang awalnya bikin ngantuk. Tapi ketika sudah melihat buku, ia jadi lebih segar dan semakin bersemangat untuk belanja. Suasana yang lebih sepi dan nyaman dibanding siang hari pun sangat disukainya. "Bukunya banyak pilihan. Di perjalanan tadi ngantuk, tapi bukunya menarik sekali. Jadi semangat," katanya.

Bazar buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Books hadir kembali di Jakarta pada 30 April - 3 Mei 2026 di ICE BSD. Setelah tahun lalu waktu belanja 24 jam hanya ada pada akhir pekan saja, pada BBW ke-10 ini layanan belanja 24 jam hadir selama pagelaran berlangsung sepenuhnya. "Kami ingin mengenang kembali saat BBW buka pertama kali di Indonesia pada 2016. Saat itu juga non stop buka 24 jam," kata Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia Marthius Wandi Budianto.

Kegiatan belanja 24 jam juga diharapkan bisa memberikan pengalaman unik baru para pelanggannya. "Pelanggan bisa mencari buku dengan santai. Berkali-kali datang juga boleh, karena kami membawa banyak sekali buku," kata Marthius.

Ia menambahkan, untuk menarik perhatian para pengunjung, ia pun menyiapkan berbagai kegiatan menarik. Dari mulai hadiah 1000 buku gratis bagi 1000 pelanggan pertama per harinya. Lalu ada pula diskon khusus menarik bagi pelanggan di malam hari. "Pembukaan tepat tengah malam menjadi simbol semangat BBW dalam membuka akses membaca tanpa batas," kata Marthius. 

BBW Jakarta 2026 diharapkan menjadi perayaan 10 tahun perjalanan kami bersama masyarakat Indonesia dan menjadi destinasi literasi Indonesia. "Kami ingin menghadirkan pengalaman berburu buku yang lebih meriah, lebih besar, dan lebih berkesan dan nyaman bagi seluruh keluarga Jakarta dan sekitarnya,” ujarnya.

Tingkatkan literasi anak

Bicara soal buku, Marthius mengatakan ia optimis dengan para penikmat buku di Indonesia. Ia memprediksi penikmat buku akan terus bertambah. "Saya melihat anak Gen Z dan Gen Alpha semakin suka membaca buku, terutama buku soal sastra lama," kata Marthius.

Hal itu pun, kata Marthius, dibenarkan oleh para anggota komunitas saat BBW berkeliling ke berbagai kota di Indonesia. "Itu juga feedback dari komunitas. Anak-anak sekarang carinya sastrawan dulu Williaam Shakespear atau bahkan Hamlet," kata Marthius.

BBW, kata Marthius, cukup banyak berkolaborasi dengan para komunitas buku seluruh Indonesia. Yang utama adalah bekerja sama dengan komunitas buku di kota tempat BBW singgah. Tahun ini, BBW akan menggelar bazaarnya di 14 kota. Angka ini dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya ada di 7 kota saja. Tahun ini pun, Marthius membawa beragam jenis buku untuk segala umur. "Memang 70 persen buku kami adalah buku anak. 20 persen lainnya buku non fiksi, 10 persennya adalah buku fiksi," katanya.

Marthius berharap, berbagai kegiatan bersama komunitas buku, serta hadirnya BBW bisa terus meningkatkan literasi pendidikan bagi generasi muda.

Andrew Yap, Founder Big Bad Wolf Books, menambahkan bahwa Indonesia merupakan bagian penting dalam perjalanan global BBW. “Selama satu dekade di Indonesia, kami melihat bagaimana buku mampu membuka wawasan, membangun mimpi, dan mengubah masa depan. Jakarta selalu memiliki energi luar biasa, dan kami bangga dapat kembali menghadirkan akses buku yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |