Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas 3 Hari Berturut-turut

2 hours ago 2

GUNUNG Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan intensitas aktivitasnya selama tiga hari terakhir. Awan panas guguran kembali terjadi hari ini, Senin 1 Juni 2026, meski mesti tidak ada hujan di kawasan itu yang biasa memicu erupsi gunung api itu.

Sepanjang Sabtu lalu hingga Senin ini, Gunung Merapi tercatat telah memuntahkan sedikitnya empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur terjauh mencapai 1.000 meter ke arah barat daya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan, rangkaian luncuran awan panas ini bermula dengan satu kali kejadian pada Sabtu tanggal 30 Mei 2026 pukul 07.05 WIB. Pada guguran pertama ini, jarak terjauh luncuran awan panas tak terdeteksi akibat cuaca kabut tebal di kawasan puncak.

Namun luncuran itu terekam memiliki amplitudo maksimum 63 milimeter dengan durasi 142,01 detik. Jarak luncurnya diduga masih berada di sekitar area puncak.

Eskalasi berlanjut dengan luncuran awan panas kedua pada Minggu malam, pukul 22.47 WIB. Berdasarkan rekaman video dan pemantauan seismik, awan panas tersebut meluncur sejauh 1.000 meter mengarah ke barat daya, tepatnya masuk ke hulu Kali Krasak.

Erupsi kedua itu terekam di seismogram pos pemantauan Merapi dengan amplitudo maksimum 25,74 milimeter serta durasi gempa selama 158 detik.

Geliat Merapi semakin intensif memasuki Senin di mana pos pengamatan mendeteksi tiga kali tambahan awan panas guguran. Kejadian pertama pada Senin ini terjadi pada pukul 14.09 WIB dengan amplitudo maksimum mencapai 64,04 milimeter dan durasi 88,58 detik. Yang kemudian langsung disusul oleh luncuran berikutnya pada pukul 15.14 WIB dengan amplitudo maksimum 42 milimeter serta durasi 105,45 detik.

"Status Gunung Merapi tetap berada di Level 3 atau Siaga," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, Senin.

Agus mengungkapkan belum ada perubahan jarak aman atau rekomendasi sektoral potensi bahaya terkait aktivitas sepanjang tiga hari terakhir ini. "Potensi bahaya masih ditetapkan  sejauh maksimal 7 kilometer untuk jalur Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng, serta sejauh maksimal 5 kilometer untuk Sungai Boyong di sektor selatan-barat daya Merapi," kata dia.

Sementara untuk sektor tenggara, daerah bahaya ditetapkan meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |