Hubungan Silaturahmi dan Datangnya Rezeki Menurut Islam

1 month ago 54

Liputan6.com, Jakarta - Dalam Islam, silaturahmi bukan sekadar norma sosial, melainkan kunci spiritual pembuka pintu rezeki. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali persaudaraan.

Janji profetik ini menegaskan korelasi langsung antara menjaga hubungan kekerabatan dengan keberkahan materi. Allah SWT menjamin kemudahan urusan bagi hamba yang peduli pada sesama, menjadikan interaksi yang didasari kasih sayang sebagai wasilah turunnya rahmat dan kelapangan hidup yang nyata.

Merujuk jurnal ilmiah berjudul Transformasi Nilai Silaturahmi dalam Era Digital, oleh Dwi Harjana, dkk yang diterbitkan dalam Jurnal Alwatzikhoebillah (Vol. 12, 2026), menjaga hubungan silaturahmi bukan sekadar etika sosial, melainkan kunci pembuka pintu rezeki yang dijamin oleh syariat.

Berikut adalah ulasan hubungan silaturahmi dan datangnya rezeki menurut Islam, didukung dalil, pandangan ulama, dan relevansinya di era digital.

Janji Allah Melalui Lisan Nabi

Hubungan antara silaturahmi dan rezeki bukan sekadar teori sosiologis, melainkan janji profetik. Penulis jurnal menyoroti hadis sahih yang menjadi aksioma utama dalam pembahasan ini.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim: "Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi."

Makna diluaskan Rezekinya ( البسط dalam rezeki) bukan hanya berarti penambahan nominal uang, tetapi juga keberkahan, kemudahan akses, dan kecukupan hati.

Sementara, dipanjangkan umurnya (Atsar): Meninggalkan jejak kebaikan yang terus dikenang atau umur yang diberkahi dengan kesehatan untuk terus beribadah.

Dalil Hubungan Silaturahmi dengan Membuka Pintu Rezeki

1. Hadis Utama (H.R. Bukhari)

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya: "Barangsiapa yang senang diperluas (dilapangkan) rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (H.R. Bukhari, Muttafaq Alaih)

2. Dalil Pendukung dari Al-Qur'an

Surah Al-Hujurat Ayat 10:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu, damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat."

Surah Asy-Syura Ayat 23:

قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ

Artinya: "Katakanlah: 'Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upah pun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.'"

Tafsir Rezeki dalam Bingkai Silaturahmi

Para ulama klasik dan kontemporer menjelaskan bagaimana silaturahmi bekerja sebagai magnet rezeki. Penjelasan ini merujuk pada interpretasi dalam kitab-kitab tafsir mu'tabar.

a. Tafsir Ibnu Jarir al-Tabari (Kitab Jāmi' al-Bayān)

Imam al-Tabari menjelaskan bahwa perintah menjaga hubungan kekerabatan dalam Q.S. Al-Nisa: 1 adalah bentuk ketakwaan yang fundamental. Ketika seorang hamba bertakwa dengan menjaga hak-hak kerabatnya, Allah akan membuka jalan keluar dari kesulitan (termasuk kesulitan ekonomi), sebagaimana janji Allah bagi orang yang bertakwa (Q.S. At-Talaq: 2-3).

Ketaatan menghubungkan kerabat mengundang ridha Allah, dan ridha Allah adalah sumber utama turunnya berkah rezeki.

b. Tafsir Imam al-Baghawi (Kitab Ma'alim at-Tanzil / Fath al-Rahman)

Saat menafsirkan ancaman bagi pemutus silaturahmi dalam Q.S. Muhammad: 22-23, Al-Baghawi memberikan perspektif balik (mafhum mukhalafah).

Jika memutus silaturahmi mendatangkan laknat, kerusakan, dan kesulitan hidup, maka menyambungnya adalah garansi atas turunnya rahmat dan kemudahan urusan duniawi. Rezeki seringkali terhambat karena adanya "sumbatan" dosa sosial antar sesama manusia.

Datangnya Rezeki Melalui Silaturahmi

Berbagai literatur juga menguraikan bagaimana silaturahmi mendatangkan rezeki secara rasional dan sosiologis, terutama dalam konteks interaksi manusia.

1. Dukungan Sosial (Social Support)

Silaturahmi memperkuat ikatan emosional. Saat seseorang mengalami kesulitan ekonomi, kerabat yang memiliki hubungan baik cenderung lebih cepat memberikan bantuan, baik modal usaha maupun bantuan darurat.

2. Jaringan dan Peluang (Networking)

Dalam perspektif muamalah, rezeki seringkali datang melalui perantara manusia. Silaturahmi memperluas jangkauan interaksi, membuka peluang kerjasama bisnis, informasi pekerjaan, dan kemitraan yang tidak terduga.

3. Stabilitas Mental

Hubungan yang harmonis menciptakan ketenangan jiwa. Kondisi psikologis yang baik (bebas stres) meningkatkan produktivitas kerja, yang pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan penghasilan (rezeki materi).

Relevansi Silaturahmi Membuka Rezeki di Era Digital

Penggunaan teknologi sebagai sarana menjemput rezeki melalui silaturahmi telah bergeser. Di era digital, konsep "bertemu" telah bertransformasi. Kini silaturahmi lebih mudah dengan jangkauan lebih luas dan biaya lebih kecil.

1. Efisiensi Waktu dan Biaya

Aplikasi pesan instan (WhatsApp, Telegram) dan media sosial memungkinkan seseorang menjaga hubungan dengan banyak kolega dan kerabat tanpa biaya transportasi yang mahal. Ini adalah bentuk penghematan rezeki.

2. Hilangnya Batas Geografis

Peluang rezeki kini bersifat global. Silaturahmi digital memungkinkan seseorang mendapatkan rezeki (proyek, pekerjaan, dagang) dari kerabat yang berada di benua lain tanpa harus bertemu fisik.

3. Hukum Sarana (Wasilah)

Menggunakan kaidah ushul fikih "li al-wasā'il hukm al-maqāşid" (hukum sarana mengikuti tujuannya), jika media sosial digunakan untuk mempererat ikatan bisnis yang halal dan kekerabatan, maka kuota data dan gawai yang digunakan bernilai ibadah dan menjadi jalan pembuka rezeki.

People Also Ask:

Apakah silaturahmi bisa menambah rezeki?

Salah satu hikmah silaturahmi dan dalilnya yang banyak disebut dalam hadis adalah bahwa silaturahmi dapat menambah umur dan melapangkan rezeki. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."

Barang siapa yang senang diluaskan rezekinya?

'Barangsiapa senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim' (Muttafaq Alaih dari hadits Anas).

Apa hubungan antara menjaga silaturahmi dengan panjang umur dan kelapangan rezeki?

“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi.” Janji Rasulullah ini begitu jelas dan menggugah. Silaturahmi bukan hanya tentang memperbanyak teman atau keluarga, tetapi tentang melapangkan rezeki dan memanjangkan umur.

3 Berkah Silaturahmi?

Tiga berkah utama silaturahmi adalah dilapangkan rezeki, dipanjangkan umur (dalam keberkahan), dan mempererat kasih sayang serta persaudaraan, yang semuanya membawa manfaat duniawi hingga pahala akhirat, termasuk rahmat Allah dan jalan menuju surga.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |