- Apakah setelah selesai sholat subuh boleh tidur lagi?
- Apakah Rasulullah melarang tidur setelah Subuh?
- Bahaya tidur pagi setelah Subuh?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Tak dipungkiri, tidur setelah sholat Subuh merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan masyarakat setelah bangun dan melaksanakan kewajiban. Pertanyaan yang sering muncul adalah, apa hukum tidur pagi setelah sholat subuh dalam Islam?
Sementara, waktu subuh sendiri begitu istimewa dalam perspektif Islam. Subuh adalah waktu turunnya malaikat dan rahmat Allah SWT. Bahkan, Rasulullah sendiri mendoakan umatnya agar dilimpahi keberkahan. Alhadits: Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW sendiri sangat menghargai waktu pagi dan mendoakan umatnya dilimpahi keberkahan. Maka, alangkah sayang jika umat Nabi Muhammad SAW justru tidur di waktu subuh.
Artikel ini akan mengulas hukum tidur setelah subuh, merujuk Ebook Waktu Subuh Perspektif Empat Imam Madzhab, Ruslan Fariadi AM, S.Ag, M.S.I, Jurnal Analisis keistimewaan shalat subuh perspektif al-qur‘an dan kesehatan, Muhammad Farhan Athallah dan Jurnal Studi Komparatif Living Hadis Larangan Tidur setelah Subuh dalam Konteks Tradisi Desa Daleman Bangkalan dan Desa Pacarkeling Pasuruan, Alwi Shobri dan Siti Maisyaroh.
Hukum Tidur Setelah Subuh, Perspektif Fikih
Dalam khazanah keilmuan Islam, tidak ditemukan dalil al-Qur'an maupun hadis yang secara eksplisit mengharamkan tidur setelah Subuh. Artinya, secara hukum asal, tidur di waktu tersebut tetap diperbolehkan.
Hal ini diperkuat oleh riwayat dari sejumlah sahabat, seperti Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, yang disebut dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah pernah tidur setelah Subuh.
Jika seseorang tetap memilih untuk tidur setelah salat Subuh, hal tersebut tidaklah berdosa. Dalam hukum Islam, tidur setelah Subuh bukanlah perbuatan yang haram. Namun demikian, meskipun tidak haram, kebiasaan ini tidak dianjurkan karena bertentangan dengan spirit pemanfaatan waktu pagi yang penuh keberkahan.
Imam Abu Muhammad al-Qayrawani dalam kitab al-Fawākih ad-Dawānī menukil jawaban Imam Malik ketika ditanya tentang hukum tidur setelah Subuh. Imam Malik menjawab, "Aku tidak mengetahui hal itu haram. Memang ada riwayat bahwa bumi pernah bergemuruh karena para ulama tidur di waktu dhuha karena khawatir lalai."
Pernyataan Imam Malik ini menunjukkan bahwa meskipun tidak sampai pada derajat haram, tidur setelah Subuh dipandang sebagai sesuatu yang tidak patut dilakukan, terutama oleh para ulama dan orang saleh.
Dalil tentang Larangan Tidur Setelah Subuh
1. Hadis tentang Keberkahan Waktu Pagi
Salah satu dalil utama yang menjadi dasar pandangan makruhnya tidur setelah Subuh adalah hadis tentang doa Rasulullah SAW untuk keberkahan umatnya di waktu pagi:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا
"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya."
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Doa ini menjadi dasar utama mengapa waktu pagi, khususnya setelah Subuh, dipandang sebagai waktu yang penuh keberkahan. Para ulama memahami bahwa tidur di waktu tersebut berpotensi membuat seseorang kehilangan keberkahan yang telah didoakan Nabi.
2. Hadis tentang Perintah Menjemput Rezeki
Terdapat riwayat yang secara lebih spesifik menyebutkan larangan tidur setelah Subuh. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani, Rasulullah SAW bersabda:
إِذا صَلَّيْتُمُ الفَجْرَ فَلَا تَنامُوا عَن طَلَبِ أرزاقكم
"Seusai salat fajar (Subuh), janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki." (HR. Thabrani)
Hadis ini dengan tegas menunjukkan bahwa waktu setelah Subuh adalah waktu yang tepat untuk memulai aktivitas mencari rezeki, bukan untuk tidur kembali. Syekh al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir menjelaskan bahwa kebiasaan Rasulullah SAW adalah memulai mencari rezeki di waktu yang diberkahi. Setelah salat Subuh, beliau berzikir dan beristigfar, dan setelah matahari terbit barulah beliau berjalan mencari rezeki.
3. Kisah Rasulullah Membangunkan Fatimah RA
Dalam sebuah riwayat yang disebutkan oleh Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir, Rasulullah SAW pernah mendatangi rumah putrinya, Fatimah RA, di waktu pagi. Saat itu Fatimah sedang tidur. Nabi pun membangunkannya dan bersabda:
قُومِي فَاشْهَدِي رِزْقَكِ
Artinya: "Bangunlah, jemputlah rezekimu!"
Kisah ini menjadi bukti bahwa Rasulullah SAW sangat memperhatikan pemanfaatan waktu pagi dan mengajarkan keluarganya untuk tidak menyia-nyiakannya dengan tidur.
Pandangan Ulama Mengenai Tidur setelah Sholat Subuh
1. Ibnu Qayyim al-Jauziyah
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Madarij as-Salikin memberikan penjelasan yang sangat mendalam tentang makruhnya tidur setelah Subuh. Dia menyatakan bahwa tidur di pagi hari setelah sholat subuh termasuk hal yang makruh bagi mereka, yaitu orang saleh, adalah tidur antara salat Subuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga.
"Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang saleh, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam, mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rezeki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir".
Lebih lanjut, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa tidur di waktu pagi dapat menghalangi rezeki, karena waktu tersebut adalah saat manusia mencari rezeki dan rezeki dibagikan.
2. Pandangan Habib Zain bin Smith
Habib Zain bin Smith dalam kitab Fawaid al-Mukhtarah menjelaskan, tidur setelah Subuh menghilangkan keberkahan rezeki dan umur, karena keberkahan umat ini ada di waktu pagi, yaitu setelah salat Subuh hingga terbit matahari.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa dampak negatif tidur setelah Subuh tidak hanya bersifat duniawi (rezeki), tetapi juga ukhrawi (keberkahan umur).
Tips Agar Tidak Tidur Lagi Setelah Salat Subuh
Mengubah kebiasaan tidur setelah Subuh memang tidak mudah, terutama bagi mereka yang terbiasa melakukannya. Berikut adalah beberapa tips praktis berdasarkan kajian fikih, kesehatan, dan pengalaman masyarakat:
1. Niatkan untuk Mengisi Waktu dengan Ibadah
Memulai dengan niat yang kuat untuk mengisi waktu setelah Subuh dengan ibadah akan memberikan motivasi spiritual. Niatkan bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh keberkahan dan jangan sampai terlewatkan begitu saja.
2. Segera Beranjak dari Tempat Tidur
Setelah salam dari salat Subuh, segera beranjak dari tempat tidur atau sajadah. Jangan memberi kesempatan bagi tubuh untuk kembali merebahkan diri. Seperti yang dicontohkan oleh Jabir RA bahwa Rasulullah SAW biasa tetap duduk di tempat salatnya setelah Subuh hingga matahari terbit.
3. Lakukan Aktivitas Ringan
Lakukan aktivitas ringan seperti:
- Berzikir dan berdoa – di tempat atau sambil bergerak
- Membaca Al-Qur'an – meskipun hanya beberapa ayat
- Berjalan-jalan pagi atau olahraga ringan – untuk mengaktifkan peredaran darah
- Membantu pekerjaan rumah – seperti menyiapkan sarapan atau membersihkan rumah
4. Tentukan Target Aktivitas Pagi
Buatlah jadwal atau target aktivitas yang harus dilakukan setelah Subuh. Misalnya: "Setelah Subuh, saya akan membaca Al-Qur'an sepuluh menit, kemudian berzikir, lalu bersiap-siap untuk bekerja." Dengan adanya target, pikiran akan terarah pada aktivitas tersebut.
5. Hindari Posisi Tidur yang Nyaman
Jangan berbaring atau duduk di tempat tidur setelah selesai salat. Posisi yang nyaman akan memudahkan tubuh untuk kembali tertidur. Lebih baik duduk di ruang lain, seperti ruang keluarga atau teras.
6. Kurangi Aktivitas Malam yang Tidak Perlu
Salah satu penyebab utama keinginan tidur setelah Subuh adalah kurang tidur di malam hari. Oleh karena itu, kurangi begadang untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW membenci tidur sebelum Isya' dan mengobrol setelahnya.
7. Tidur Siang (Qailulah) Secukupnya
Tidur siang sebentar (qailulah) dapat membantu mengurangi rasa kantuk di pagi hari. Tidur siang yang dianjurkan adalah sekitar 15-30 menit sebelum waktu Zuhur. Hal ini akan membantu memulihkan energi tanpa mengganggu tidur malam.
8. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung
- Bukalah jendela dan tirai setelah Subuh agar cahaya matahari masuk ke dalam ruangan
- Hindari suasana yang terlalu dingin atau gelap yang memicu rasa kantuk
- Putar rekaman bacaan Al-Qur'an atau zikir untuk menjaga semangat
9. Ingatkan Diri Sendiri tentang Keutamaan Waktu Pagi
Setiap kali merasa ingin tidur lagi setelah Subuh, ingatkan diri sendiri tentang sabda Rasulullah SAW: "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka."
Ingatlah bahwa waktu pagi adalah saat malaikat menyaksikan amal perbuatan, saat rezeki dibagikan, saat doa lebih mustajab, saat pikiran lebih jernih, dan saat kesehatan lebih terjaga. Menyia-nyiakannya dengan tidur berarti kehilangan peluang emas yang tidak akan terulang kembali hingga esok hari.
Amalan-Amalan yang Dianjurkan Setelah Subuh
Waktu setelah Subuh hingga terbit matahari adalah waktu yang sangat istimewa. Terdapat banyak amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada waktu ini, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai sumber.
1. Duduk Berzikir hingga Terbit Matahari
Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang salat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu salat dua rakaat (salat Dhuha), maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna." (HR. Tirmidzi).
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan mengisi waktu setelah Subuh dengan zikir dan ibadah. Setelah matahari terbit, dianjurkan untuk melaksanakan salat Dhuha minimal dua rakaat.
2. Membaca Dzikir dan Shalawat
Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menyatakan bahwa waktu yang paling mulia untuk berzikir pada waktu siang adalah berzikir pada waktu setelah Subuh.
Dzikir yang dianjurkan antara lain:
- Membaca أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (3 kali)
- Membaca لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ, يُحْيِي وَيُمِيتُ, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (10 kali)
- Membaca shalawat Nabi اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
Rasulullah SAW juga mengajarkan doa setelah Subuh:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا وَرِزْقًا طَيِّبًا
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan rezeki yang baik."
3. Membaca Al-Qur'an (Tilawah)
Membaca Al-Qur'an di waktu Subuh memiliki keistimewaan tersendiri. Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya bacaan Al-Qur'an pada waktu Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)." (QS. Al-Isra' [17]: 78)
Waktu Subuh adalah waktu yang tenang, pikiran masih jernih, sehingga sangat ideal untuk membaca dan merenungkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
4. Membaca Sayyidul Istigfar
Di antara dzikir yang dianjurkan setelah Subuh adalah membaca Sayyidul Istigfar:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Doa ini memiliki keutamaan yang sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa barang siapa membacanya dengan yakin di siang hari, lalu meninggal pada hari itu sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga.
5. Melaksanakan Salat Dhuha
Setelah matahari terbit (sekitar 15-20 menit setelah syuruq), dianjurkan untuk melaksanakan salat Dhuha minimal dua rakaat. Salat Dhuha memiliki banyak keutamaan, di antaranya sebagai sedekah untuk setiap persendian tubuh dan menjadi investasi pahala di pagi hari.
People also Ask:
Apakah setelah selesai sholat subuh boleh tidur lagi?
Menurut hukum taklifi, tidur setelah salat Subuh adalah makruh dan sangat tidak baik, kecuali ada udzur atau mengalami sakit yang mengharuskan untuk tetap beristirahat. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Seusai salat fajar (Subuh), janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu untuk mencari rezeki.” (HR. Thabrani).
Apakah Rasulullah melarang tidur setelah Subuh?
Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadis agar kita tidak tidur setelah salat Subuh, karena waktu ini adalah saat terbaik untuk menjemput rezeki dan memulai aktivitas yang penuh keberkahan.
Bahaya tidur pagi setelah Subuh?
Tidur pagi setelah subuh berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental, serta secara spiritual dianggap makruh. Dampak medisnya meliputi pusing, badan lemas, penurunan konsentrasi, gangguan metabolik (obesitas, diabetes), risiko penyakit jantung, dan gangguan mental seperti kecemasan. Kebiasaan ini juga menghambat produktivitas dan keberkahan rezeki.
Apakah boleh tidur setelah Subuh karena mengantuk?
Tidur setelah subuh karena kantuk berat diperbolehkan jika ada hajat atau alasan darurat (seperti lelah luar biasa), namun sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan. Secara hukum Islam, ini makruh, tapi dibolehkan sesekali. Secara medis, tidur setelah subuh kurang disarankan karena mengganggu ritme sirkadian tubuh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544702/original/076469000_1775114327-pexels-rdne-6517146.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1632447/original/056755900_1498200692-20170623-Salat-Jumat-Terakhir-Ramadan-Afandi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4455529/original/001258300_1686047210-20230602_131014.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4476891/original/020351400_1687414010-Banner_Infografis_Badal_Haji_dan_Cara_Dapatkan_Asuransi_Jemaah_Haji.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187901/original/087360700_1595477323-courtyard-kalyan-mosque-sunset-bukhara-uzbekistan_196911-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210969/original/067795200_1746521381-48245f82-ed09-40ef-883e-a15efe7e07c5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563141/original/048956400_1776847818-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4440954/original/085444500_1685003120-IMG-20230525-WA0012.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4861241/original/046142300_1718179339-raka-dwi-wicaksana-Jbk_Tce8Z1U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571042/original/028163100_1777571796-WhatsApp_Image_2026-05-01_at_00.47.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567646/original/025895700_1777302033-photo_2026-04-26_09-17-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163744/original/091320600_1742047214-pexels-rdne-7249191.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3451786/original/077966000_1620446570-pexels-david-mceachan-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4576168/original/048568900_1694732112-20230915022441__fpdl.in__medium-shot-woman-posing-with-flowers_23-2150725596_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2794559/original/085304000_1556798232-20190502-Safar-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5147874/original/099253200_1740974023-arti-adzan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4015150/original/070691700_1651836959-UMROH_BACKPAKER_3.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153924/original/010138200_1741324616-1741320553002_ucapan-selamat-puasa-marhaban-ya-ramadhan.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463462/original/044545600_1767615769-unnamed__5_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)