- Apakah bisa umroh mandiri tanpa travel?
- Uang saku umroh sebaiknya berapa?
- Berapa biaya umroh mandiri tanpa travel?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Tips umrah mandiri bagi pemula yang belum pernah ke luar negeri sangat penting dipahami. Sebab, kini banyak yang memilih umrah mandiri, alih-alih mmelalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), sebagaimana lazimnya.
Sejak disahkannya UU No. 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, pemerintah resmi melegalkan pelaksanaan umrah mandiri. Jemaah kini dapat mengatur sendiri perjalanan ibadahnya mulai dari visa, tiket pesawat, akomodasi, hingga transportasi di Tanah Suci tanpa harus melalui PPIU atau biro travel.
Umrah mandiri dianggap lebih leluasa. Jemaah bisa mengatur sendiri perjalananannya. Pertimbangan lainnya adalah dinilai lebih hemat.
Namun, bagi jemaah pemula yang belum pernah ke luar negeri, umrah mandiri tetap membawa tantangan tersendiri. Dibutuhkan persiapan yang lebih matang, baik secara administrasi, mental, pemahaman manasik, maupun antisipasi risiko.
Berikut ini adalah tips umrah mandiri, terutama bagi pemula yang belum pernah ke luar negeri, merujuk Buku Manasik Haji dan Umrah, kemenhaj 2026 laman BPKH dan sumber relevan lainnya.
Bagi pemula yang belum pernah bepergian ke luar negeri, persiapan perlu lebih terstruktur. Berikut langkah-langkah yang perlu Anda perhatikan sebelum dan selama perjalanan.
1. Riset dan Perencanaan Matang
Langkah paling krusial sebelum memulai adalah melakukan riset mendalam tentang seluk-beluk umrah, tata cara pelaksanaan, dan informasi terkini mengenai biaya, akomodasi, transportasi, serta dokumen yang diperlukan.
Pahami kembali rukun umrah yang dimulai dari niat ihram, dilanjutkan dengan tawaf, sai, hingga tahallul, serta pelajari sunnah-sunnah yang dapat menambah kesempurnaan ibadah. Disarankan juga untuk membuat perencanaan keuangan yang detail agar perjalanan tetap terkendali.
2. Meluruskan Niat & Memperkuat Iman
Sebagaimana ditegaskan dalam Buku Doa & Zikir Haji dan Umrah Kemenhaj RI, pembacaan doa dan niat yang benar merupakan inti dari ibadah.
Sebelum berangkat, mantapkan niat dalam hati:
نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul 'umrata wa ahramtu biha lillahi ta'ala.
Selain memahami niat, calon jemaah juga dianjurkan untuk memperkuat iman dengan melaksanakan ibadah secara rutin di tanah air, memperbanyak istigfar, sedekah, dan berdoa memohon kelancaran perjalanan. Sebagaimana dijelaskan dalam Buku Doa Kemenhaj, doa adalah inti penghambaan dan puncak ketundukan kepada Allah SWT, serta menjadi senjata bagi orang mukmin untuk menguatkan jiwa dan meneguhkan iman.
3. Melengkapi Dokumen Administrasi
Sebelum berangkat, pastikan dokumen berikut sudah lengkap dan disimpan dalam bentuk fisik maupun salinan digital (misalnya di cloud atau Google Drive sebagai cadangan):
- Paspor dengan masa berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal keberangkatan.
- Foto berwarna latar putih ukuran 4×6 cm.
- Buku nikah/Kartu Keluarga (jika berangkat bersama keluarga).
- Surat Mahram (bagi jemaah perempuan di bawah 45 tahun yang berangkat tanpa suami).
- Sertifikat vaksin meningitis (buku kuning) yang masih berlaku.
- Asuransi perjalanan & kesehatan (sangat disarankan, meskipun opsional).
- Tiket pesawat pulang-pergi yang sudah dikonfirmasi.
- Bukti reservasi hotel yang terdaftar resmi di sistem Kementerian Haji Arab Saudi.
4. Mengurus Visa
Visa merupakan komponen penting yang harus diurus sebelum memasuki Arab Saudi. Berdasarkan regulasi 2026, terdapat beberapa jenis visa yang dapat digunakan jemaah untuk umrah mandiri.
Visa Umrah memiliki masa berlaku 90 hari dengan perkiraan biaya sekitar Rp1,3–2,8 juta. Prosesnya wajib melalui PPIU resmi atau agen berizin. Visa ini relatif lebih murah tetapi kurang fleksibel karena tanggal masuk dan keluarnya sudah ditentukan.
Visa Turis Single-Entry juga berlaku 90 hari dengan biaya sekitar Rp3–4 juta (setara USD 200–270). Visa ini dapat diproses secara online melalui sistem e-visa Arab Saudi dan memberi keleluasaan jemaah menentukan jadwal sendiri. Namun, pemerintah Indonesia melarang penggunaan visa turis untuk keperluan ibadah umrah karena dianggap bertentangan dengan regulasi nasional (UU No. 8 Tahun 2019). Jemaah yang tetap menggunakan visa turis berisiko terkena sanksi atau penolakan masuk saat tiba di Arab Saudi.
Visa Turis Multiple-Entry berlaku 90 hari per kunjungan dalam jangka waktu satu tahun, dengan biaya sekitar Rp4–6 juta (USD 270–400). Visa ini memungkinkan jemaah masuk dan keluar Arab Saudi berkali-kali. Namun, larangan serupa juga berlaku sebagaimana visa turis single-entry.
Pemerintah Indonesia sangat tidak menganjurkan penggunaan visa turis untuk umrah. Gunakan visa umrah resmi meskipun prosesnya sedikit lebih rumit, demi keamanan hukum.
5. Memilih Transportasi yang Tepat
Bagi pemula, memahami rute transportasi dari bandara ke hotel sangat penting untuk menghindari kebingungan di awal kedatangan. Berdasarkan panduan untuk jemaah mandiri tahun 2026, terdapat tiga opsi utama dari Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah menuju Makkah.
Kereta Cepat Haramain adalah pilihan tercepat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam dan biaya sekitar SAR 50–120 (Rp200–500 ribu). Setelah tiba di stasiun Makkah, Anda masih memerlukan taksi (misalnya Careem) menuju hotel di kawasan Ajyad atau Aziziyah dengan biaya tambahan SAR 15–30.
Bus SAPTCO lebih ekonomis dengan biaya sekitar SAR 30–60 dan waktu tempuh sekitar 2 jam. Dari terminal bus, Anda kembali perlu naik taksi ke hotel.
Taksi langsung atau Careem adalah opsi paling praktis dan nyaman, langsung dari bandara ke pintu hotel, dengan biaya sekitar SAR 200–300 (Rp800 ribu–1,2 juta) dan waktu tempuh 1,5 jam. Pilihan ini sangat direkomendasikan bagi pemula yang membawa banyak barang dan belum familiar dengan medan.
6. Memahami Tata Cara Ibadah
Bagi jemaah pemula yang tidak memiliki pendampingan dari biro travel, sangat penting untuk memahami urutan dan bacaan manasik umrah secara mandiri. Kemenhaj RI dalam bukunya menekankan bahwa doa dan zikir merupakan bagian pokok dari ibadah serta inti dari penghambaan diri kepada Allah SWT.
Berikut urutan singkat pelaksanaan umrah:
- Niat Ihram: Jemaah berniat ihram dari miqat yang telah ditentukan. Pria mengenakan kain ihram (tanpa jahitan), wanita cukup berbusana syar’i. Dalam Buku Doa Kemenhaj, terdapat bacaan niat umrah lengkap labbaika allahumma ‘umratan dan doa setelah berihram.
- Tawaf: Jemaah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 putaran dengan posisi Ka’bah di sebelah kiri. Disunahkan untuk mengusap Hajar Aswad atau sekadar mengangkat tangan sambil membaca Bismillahi wallahu akbar. Buku tersebut menyediakan doa khusus untuk setiap putaran tawaf, namun jemaah yang kesulitan menghafal boleh membaca doa apa pun atau bahkan dalam bahasa sendiri.
- Sai: Jemaah berjalan kaki dari bukit Safa ke Marwah sebanyak 7 kali perjalanan. Pada saat melewati lampu hijau (Dua Pilar Hijau), pria disunahkan berlari kecil. Doa seperti Rabbana atina fiddunya hasanah sangat dianjurkan untuk dibaca pada tahapan ini.
- Tahallul: Jemaah mencukur atau menggunting minimal 3 helai rambut sebagai tanda berakhirnya ihram. Dalam buku dijelaskan, terdapat doa yang dibaca ketika mencukur rambut dan doa setelahnya, disertai penjelasan mengenai larangan-larangan ihram yang telah gugur.
Tips: Jemaah pemula yang kesulitan menghafal doa-doa panjang diperbolehkan membaca terjemahnya atau berdoa dengan bahasa sendiri menggunakan kalimat yang mudah dipahami.
7. Belajar dari Platform Digital dan Komunitas
Manfaatkan platform daring seperti Nusuk atau Maqam yang dikelola pemerintah Arab Saudi untuk layanan umrah mandiri. Anda juga dapat bergabung dengan forum atau grup media sosial jemaah umrah mandiri untuk mendapatkan informasi terkini serta tips praktis dari sesama jemaah yang sudah lebih berpengalaman.
Tips Praktis Jemaah Umroh Pemula
Berdasarkan pedoman Kemenhaj RI serta berbagai sumber lainnya, umrah mandiri tidak direkomendasikan bagi jemaah yang belum pernah ke luar negeri sama sekali atau belum memahami medan ibadah di Makkah dan Madinah. Jika tetap ingin mencoba, pastikan Anda memenuhi hal-hal berikut:
Pertama, pelajari manasik secara intensif dengan bimbingan guru agama atau mengikuti kursus manasik mandiri jauh hari sebelum keberangkatan. Jangan hanya mengandalkan membaca buku sesaat sebelum berangkat.
Kedua, gunakan jasa agen visa yang legal dan terdaftar di Kemenhaj untuk memproses dokumen perjalanan. Jangan tergiur agen murah di media sosial tanpa izin resmi.
Ketiga, pilih hotel yang jaraknya dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, idealnya kurang dari 500 meter, agar tidak kelelahan saat berjalan kaki bolak-balik.
Keempat, bawa asuransi kesehatan internasional yang mencakup evakuasi medis, rawat inap, dan pemulangan jenazah jika diperlukan.
Kelima, simpan kontak darurat di ponsel dan juga di kertas: Kedutaan Besar RI di Riyadh, Konsulat Jenderal RI di Jeddah, hotline Kemenhaj, serta nomor keluarga di tanah air.
Keenam, jika memungkinkan, berangkat bersama setidaknya satu orang yang sudah berpengalaman umrah atau haji sebelumnya, atau minimal bergabung dalam grup kecil yang solid.
Keuntungan Umrah Mandiri
Bagi jemaah yang sudah siap secara mental dan administrasi, umrah mandiri menawarkan sejumlah keuntungan signifikan.
1. Lebih fleksibel. Jemaah bebas menentukan jadwal keberangkatan, durasi tinggal, dan itinerary ibadah sesuai kebutuhan pribadi maupun keluarga. Tidak terikat jadwal kaku seperti rombongan travel.
2. Biaya lebih hemat. Dengan pengaturan mandiri, biaya dapat ditekan hingga 50 persen lebih murah dibandingkan paket travel reguler. Potensi hemat bisa mencapai Rp10–15 juta. Sebagai gambaran, umrah mandiri dapat diselesaikan dengan estimasi biaya total antara Rp28 juta hingga Rp40 juta per orang, sementara paket travel reguler rata-rata Rp25–35 juta.
3. Privasi dan kenyamanan. Tidak terikat rombongan besar, suasana ibadah lebih khusyuk, sangat cocok untuk keluarga kecil atau jemaah yang menginginkan ketenangan.
4. Koneksi spiritual lebih personal. Merencanakan perjalanan sendiri memberikan kepuasan batin dan rasa keterhubungan yang lebih dalam dengan setiap langkah ibadah yang dilakukan.
Kekurangan dan Risiko Umrah Mandiri
Meskipun menawarkan fleksibilitas dan potensi hemat biaya, umrah mandiri memiliki risiko yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi jemaah pemula yang belum pernah ke luar negeri.
- Risiko tanpa pendamping ibadah. Jemaah harus memahami sendiri tata cara manasik dan doa-doa tanpa bimbingan pemandu resmi. Kesalahan dalam urutan rukun dapat membatalkan keabsahan ibadah. Jika tidak benar-benar menguasai, pemula bisa kebingungan saat berada di Masjidil Haram yang sangat luas dan padat.
- Risiko penipuan dan kendala teknis. Pengurusan visa dan pemesanan hotel/tiket melalui platform tidak resmi sangat berisiko penipuan, pembatalan mendadak, atau penolakan imigrasi. Banyak beredar agen fiktif yang menjanjikan paket murah lalu menghilang setelah uang ditransfer.
- Kesulitan navigasi dan komunikasi. Jemaah pemula yang tidak terbiasa dengan bahasa Arab atau medan di Makkah/Madinah rentan tersesat, kesulitan transportasi, atau kendala darurat seperti kehilangan barang, sakit, atau tertinggal rombongan (meskipun tidak ada rombongan, tetapi tersesat di kota asing sangat mungkin terjadi).
- Tidak ada perlindungan resmi. Jika terjadi kecelakaan, sakit berat, atau bahkan kematian, semua risiko ditanggung sendiri karena tidak ada pihak yang bertanggung jawab seperti travel. Asuransi pribadi mungkin tidak mencakup semua skenario.
- Biaya tidak stabil. Jika salah mengatur jadwal, membeli tiket di saat harga tinggi, atau salah pilih hotel yang jauh sehingga memerlukan transportasi mahal, total biaya justru bisa melonjak melebihi paket travel reguler.
Pemerintah Indonesia sebelumnya melarang umrah mandiri karena bertentangan dengan UU No. 8 Tahun 2019 pasal 86 yang mewajibkan umrah melalui PPIU. Meskipun kini telah dilegalkan melalui UU 14/2025, imbauan kehati-hatian tetap berlaku terutama bagi jemaah tanpa pengalaman luar negeri.
Jika terjadi apa-apa di Tanah Suci, negara sulit memberikan perlindungan maksimal karena tidak ada lembaga yang bertanggung jawab secara formal.
People Also Ask:
Apakah bisa umroh mandiri tanpa travel?
Ya, umroh mandiri tanpa travel (backpacking) sangat bisa dilakukan dan legal. Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2025, jemaah Indonesia diizinkan umroh tanpa melalui PPIU resmi. Anda harus mengurus sendiri visa umroh/turis, tiket pesawat, hotel, dan transportasi di Arab Saudi. Biaya bisa lebih hemat, mulai dari Rp20 jutaan.
Uang saku umroh sebaiknya berapa?
Uang saku umroh yang ideal adalah sekitar Rp3 juta – Rp5 juta (sekitar SAR 800–1.300) per orang untuk kebutuhan pribadi dan oleh-oleh ringan. Jika berencana membeli oleh-oleh banyak, disarankan membawa Rp7,5 juta – Rp10 juta. Biaya ini untuk makanan tambahan, sedekah, dan kebutuhan darurat, karena paket umroh sudah mencakup penginapan dan makan utama.
Berapa biaya umroh mandiri tanpa travel?
Tak kalah penting, jamaah yang berangkat tanpa perantara travel juga wajib menyiapkan dokumen perjalanan seperti visa dan paspor secara mandiri. Biaya pengurusannya berkisar Rp3 hingga Rp3,5 juta. Jika seluruh kebutuhan tersebut dijumlahkan, total biaya umrah mandiri diperkirakan mencapai sekitar Rp28 juta.
Apa saja yang perlu disiapkan untuk umroh mandiri?
Cara Umroh Mandiri: Menyiapkan dokumen perjalanan (paspor, vaksin, visa, dan asuransi). Memesan tiket pesawat menuju Arab Saudi.Memesan hotel di Makkah dan Madinah. Mengatur transportasi antar kota, seperti dari Madinah ke Makkah. Menyusun itinerary dan memahami tata cara ibadah umroh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5411947/original/069430700_1763026620-Kultum_Islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3081755/original/098010500_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379059/original/056919200_1760334225-sholawat_asyghil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563133/original/087268300_1776847793-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3456632/original/062722500_1621093975-rachid-oucharia-2d1-OSHkHXM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566357/original/055625000_1777177541-photo_2026-04-24_11-49-41.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4462892/original/030653200_1686564225-20230612143247__fpdl.in__illuminated-minaret-symbolizes-spirituality-famous-blue-mosque-generated-by-ai_188544-35440_normal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533779/original/098475800_1773775028-unnamed__98_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525602/original/003097400_1773046669-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3427936/original/026120800_1618334856-AP21103160857087.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4054720/original/000780500_1655361908-muhammad-adil-6JaO2SVfMq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5253548/original/037891900_1750053354-000_34QQ7PD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3283638/original/035360600_1604212714-20201101-Hari-Ini_-Jemaah-Umrah-Indonesia-Bertolak-ke-Mekah-4.jpg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417338/original/087225200_1763529762-Buka_Puasa.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468799/original/045139300_1768018023-fantastic-mosque-architecture-islamic-new-year-celebration.jpg)
