Humbang Hasundutan Perkuat Mitigasi Bencana, Siapkan Posko hingga Mobil Tangki Air

5 hours ago 1

INFO TEMPO – Di samping memperkuat pelaksanaan pemulihan dampak bencana hidroklimatologi Sumatera, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mulai menyiapkan sistem mitigasi bencana melalui penguatan kelembagaan, sarana tanggap darurat, dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Niño.

Langkah tersebut disusun setelah pendampingan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) dalam pemanfaatan Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Kantor Bupati Humbang Hasundutan, Rabu, 1 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Koordinator Media Posko Nasional Satgas PRR, Kastorius Sinaga, mengatakan pemerintah daerah perlu mulai mengaktifkan posko siaga bencana sebagai pusat koordinasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan pada musim kemarau.

"Mendagri (Tito Karnavian) meminta agar diaktifkan posko di tiap kabupaten untuk mitigasi bencana yang akan datang. Seperti kita tahu akan ada dampak El Niño, karhutla dan lain-lain," kata Kastorius.

Menurut dia, posko tidak hanya berfungsi saat terjadi bencana, tetapi juga menjadi pusat koordinasi informasi, pemantauan, dan percepatan penanganan apabila kondisi darurat kembali terjadi.

Mendagri Tito pada 29 Juni 2026, menyatakan berdasarkan prakiraan BMKG, Indonesia akan memasuki periode El Nino. “Dampak negatifnya antara lain kekurangan air, potensi kebakaran hutan dan lahan," ucapnya.

Dampak El Nino diperkirakan mulai terasa pada Juli hingga Oktober 2026. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah segera mengaktifkan satgas dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

"Tolong satgas darat di masing-masing kabupaten, kota, provinsi dibentuk, yang sudah ada diaktifkan secara maksimal,” kata Tito. “ Libatkan pula para kepala desa untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran dan jika muncul dapat segera ditangani.”

Sejalan dengan arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan mulai menyiapkan program mitigasi yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Humbang Hasundutan, Pahala H. L. Lumban Gaol, mengatakan penguatan mitigasi akan dilakukan secara lintas sektor agar kesiapsiagaan daerah semakin terintegrasi.

Ia memastikan BPBD segera menyusun regulasi penanggulangan bencana, sementara perangkat daerah yang menangani kebakaran akan memperkuat armada pemadam kebakaran sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.

Pemkab juga merencanakan pengadaan ambulans baru untuk menggantikan sejumlah kendaraan yang mengalami kerusakan berat sehingga pelayanan kedaruratan dapat berjalan lebih optimal saat terjadi bencana.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan tengah mengembangkan aplikasi pendataan dampak bencana untuk mempercepat proses identifikasi dan pelaporan apabila terjadi bencana di masa mendatang.

"Kita juga sedang membangun aplikasi untuk pendataan dampak bencana, sehingga jika terjadi bencana di waktu mendatang dapat kita laksanakan pendataan yang cepat dan akurat," kata Pahala.

Mengantisipasi potensi kekeringan akibat El Niño, pemerintah daerah juga merencanakan pengadaan mobil tangki air.”Sehingga pada saat kekurangan air kita dapat menyalurkan ke daerah yang kekeringan," ujarnya.

Penguatan sistem komunikasi kebencanaan juga menjadi bagian dari rencana tersebut. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Humbang Hasundutan, Adrianus Mahulae, mengatakan pemerintah daerah tengah mempersiapkan pengembangan pusat pengendalian informasi yang terintegrasi untuk mendukung koordinasi penanganan bencana dan pelayanan publik. "Karena Command center kita belum punya, harus disiapkan segera," kata Adrianus.

Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan menara telekomunikasi di Kecamatan Tarabintang untuk memperkuat jaringan komunikasi, terutama saat terjadi kondisi darurat. (*)

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |