Inspirasi Danilla Riyadi Ciptakan Lagu, Salah Satunya Lahir dari Momen Melamun

8 hours ago 7

CANTIKA.COMJakarta - Bagi seorang musisi, inspirasi bisa datang dari mana saja. Percakapan, perjalanan, suasana hati, hingga ruang tempat seseorang menghabiskan waktu dapat menjadi pemantik lahirnya sebuah karya. Hal itu pula yang dirasakan Danilla Riyadi yang menganggap karakter sebuah ruangan turut memengaruhi proses kreatifnya.

Menurut Danilla, desain dan fungsi ruang memang memiliki pengaruh terhadap suasana yang terbentuk ketika dirinya sedang mencari ide. Namun, ia tidak membutuhkan ruang dengan desain yang terlalu rumit. Justru, ruangan yang adem, nyaman, dan tidak terasa menekan menjadi kondisi ideal baginya untuk membuka ruang bagi inspirasi.

“Tempat tuh ngaruh sama karyanya bakal kayak apa. Cuma kalau dari aku pribadi, ruangannya mesti adem,” ujar Danilla dalam acara konferensi pers peluncuran Ruang Candramawa, kolaborasi IKEA Indonesia bersama Danilla Riyadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 di Alam Sutra.

Bagi pelantun Senja di Ambang Pilu itu, kondisi udara bahkan menjadi salah satu faktor penting. Di tengah Jakarta yang semakin panas, ruangan yang sejuk membuatnya lebih mudah merasa rileks. Namun, bukan berarti kehadiran pendingin ruangan menjadi sebuah keharusan. Yang lebih penting adalah bagaimana sebuah ruang mampu menciptakan mood yang adem.

Ruang untuk Melamun

Konferensi pers peluncuran Ruang Candramawa, kolaborasi IKEA Indonesia bersama Danilla Riyadi pada Kamis, 20 Agustus 2026 di IKEA Alam Sutera/Foto: Doc. IKEA

Menariknya, proses kreatif Danilla justru banyak dimulai dari aktivitas yang mungkin terlihat sederhana yakni bengong. Ia menyukai ruangan yang memungkinkan dirinya berhenti sejenak dari berbagai distraksi dan berbicara dengan dirinya sendiri. Karena itu, ruangan dengan pencahayaan remang menjadi salah satu suasana yang ia sukai.

“Kalau memang ruangannya remang, aku dapat intimate-nya. Karena ketika remang, ya sudah, seperti waktu aku ngobrol sama diriku sendiri,” katanya.

Menurut Danilla, semakin nyaman sebuah ruangan, semakin mudah pula dirinya untuk membiarkan pikiran mengembara. Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sebagai momen untuk ngahuluntari, istilah dalam bahasa Sunda yang kurang lebih menggambarkan aktivitas melamun atau termenung.

Alih-alih melihat bengong sebagai aktivitas tanpa tujuan, bagi Danilla justru di situlah ruang bagi ide terbuka. Karena itu, ia memiliki gambaran sederhana mengenai ruang ideal untuk proses kreatif yaitu terasa adem, homey, tidak terlalu ramai warna, dan membuatnya bebas tanpa merasa tertekan.

Bukan Ruang yang Terlalu Sempurna

Danilla juga tidak membutuhkan studio yang terasa terlalu formal atau kaku. Baginya, ruang yang terlalu serius justru bisa membuat proses kreatif terasa seperti pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

Ia lebih menyukai ruang yang terasa familiar dan personal, seperti berada di rumah sendiri. “Kalau aku, yang pasti adem, warnanya juga humble. Dan yang pasti itu, aku ke mana-mana tidak merasa tertekan,” ujarnya.

Itulah mengapa sebuah ruangan yang mampu mengaburkan batas antara ruang tinggal dan ruang berkarya justru terasa menarik baginya. Ia menggambarkan ruang yang ideal seperti ruang tamu atau kamar yang bisa menjadi studio.

ECKA PRAMITA 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |