Israel Tambah Wilayah Pendudukan di Gaza Hingga 64 Persen

1 hour ago 2

MILITER Israel memperluas penguasaan wilayah di Jalur Gaza hingga mencapai sekitar 64 persen dari total wilayah Palestina. Perluasan itu ditandai dengan penerapan garis baru bernama “Orange Line” yang menggantikan “Yellow Line” sebagai batas de facto terbaru wilayah yang dikuasai Israel.

Menurut laporan The New Arab yang mengutip surat kabar Israel Hayom pada Selasa, 12 Mei 2026, langkah tersebut dilakukan setelah militer Israel memperoleh persetujuan dari Board of Peace, dewan bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengawasi pelaksanaan gencatan senjata di Gaza.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Israel Hayom mengutip seorang diplomat anonim yang menyebut perluasan wilayah dilakukan setelah Hamas dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata dan menolak melucuti senjata. Sumber itu juga mengatakan akan ada langkah tambahan apabila Hamas terus melakukan pelanggaran.

Wilayah baru yang direbut Israel berada di luar “Yellow Line”, garis yang sebelumnya menjadi batas kontrol militer Israel di Gaza. Area tambahan itu disebut mencakup sekitar 34 kilometer persegi atau sekitar 11 persen wilayah Gaza. Dengan penambahan tersebut, total wilayah Gaza yang kini berada di bawah kendali Israel mencapai sekitar 64 persen.

Penguasaan Wilayah Meluas

Dilansir Middle East Monitor, “Yellow Line” sebelumnya dibentuk dalam kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025. Garis itu memisahkan wilayah Gaza bagian Timur yang berada di bawah kontrol militer Israel dengan wilayah Barat yang masih dapat diakses warga Palestina. Area yang berada di bawah kendali Israel saat itu mencakup sekitar 53 persen wilayah Gaza.

Pejabat senior Hamas, Bassem Naim, sebelumnya menuduh Israel memanfaatkan gencatan senjata untuk memperluas pendudukan militer di Gaza. Menurut dia, Israel telah mendorong garis pembatas lebih jauh ke arah Barat sehingga menambah sekitar 8 hingga 9 persen wilayah baru di bawah kontrol militernya. sementara. Israel Hayom juga melaporkan Israel meningkatkan penghancuran bangunan di wilayah yang baru direbut.

Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata

Serangan Israel yang hampir terjadi setiap hari sejak gencatan senjata diberlakukan telah menewaskan lebih dari 850 orang di Gaza. Di sisi lain, Hamas disebut telah menghentikan operasi aktif terhadap Israel di Gaza. Namun kelompok itu tetap menolak melucuti senjata sebelum negara Palestina dibentuk.

Adapun utusan Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov, mengunjungi kawasan Timur Tengah di tengah upaya melanjutkan rencana perdamaian Trump untuk Gaza pascaperang. Dalam konferensi pers di Yerusalem pada Rabu, Mladenov mengatakan gencatan senjata masih berlangsung meski terjadi pelanggaran setiap hari.

“Kami memiliki gencatan senjata. Gencatan itu masih bertahan. Ini tidak sempurna. Jauh dari sempurna. Ada pelanggaran setiap hari, dan beberapa di antaranya sangat serius,” kata Mladenov.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |