KAI Batasi Kecepatan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur

1 hour ago 3

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memutuskan melakukan pembatasan kecepatan kereta api jarak jauh yang melintasi Stasiun Bekasi Timur. “Kami masih melakukan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam di stasiun ini,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Stasiun Bekasi Timur, Rabu, 29 April 2026.

Bobby menjelaskan, Stasiun Bekasi Timur sudah kembali melayani perjalanan kereta api jarak jauh dan kereta rel listrik (KRL) usai insiden kecelakaan antarkereta yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026. Adapun operasional jalur hilir kembali dibuka pada Selasa, 28 April 2026, pukul 1.30 WIB. Sementara untuk KRL ditargetkan beroperasi dengan frekuensi yang sama mulai hari ini. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bobby mengatakan pembukaan kembali operasional jalur Cikarang atas izin dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Adapun Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, keputusan pembatasan kecepatan kereta jarak jauh merupakan hasil rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi. 

Dudy memastikan, sebelum mengoperasikan kembali Stasiun Bekasi Timur, Kementerian Perhubungan, KAI, dan KNKT melakukan uji coba rel dan persinyalan untuk kereta jarak jauh dan KRL. 

Uji coba itu, kata Dudy, dilakukan untuk memastikan Stasiun Bekasi Timur sudah bisa kembali melayani penumpang. “Keselamatan itu yang paling penting yang ingin kami tekankan kepada PT KAI dalam mempersiapkan pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur,” katanya.

Sebelumnya, kecelakaan maut melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek rute Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL line tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin malam, 27 April 2026. Kecelakaan itu menewaskan sebanyak 16 perempuan penumpang KRL, yang tercatat hingga Rabu, 29 April 2026. 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, proses evakuasi penumpang KRL berlangsung selama sekitar 10 jam. Setelahnya, KAI menarik lokomotif dari gerbong KRL dan memindahkan badan KRL yang tertabrak dari rel Stasiun Bekasi Timur, kemarin. 

Adapun proses evakuasi gerbong KRL yang tertabrak tersebut berlangsung selama satu jam dari pukul 12.00–13.00 WIB. “Pada saat ini sudah dapat clearance dari KNKT bahwa jalur itu sudah bisa dilewati dengan catatan pembatasan kecepatan,” ujarnya.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |