Liputan6.com, Jakarta - Doa berangkat haji merupakan amalan fundamental bagi jemaah. Doa mengandung harapan agar perjalanan haji lancar, senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran, dan yang terpenting menjadi haji mabrur.
Tiap muslim berharap mampu berhaji dan mabrur. Bagi orang yang dianugerahi memenuhi panggilan Allah ke Haramain dianjurkan berdoa bahkan jauh hari sebelum berangkat haji, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, bahwa doa adalah senjata kaum muslim.
Terkait konteks doa, Imam Nawawi dalam Al-Azkar menjelaskan, bacaan doa utama adalah doa ma'tsur (yang diajarkan Nabi). Namun jemaah yang kesulitan menghafal atau memahami teks Arab diperbolehkan membaca terjemahannya, doa lebih pendek, atau bahkan berdoa dengan bahasa sendiri sesuai keinginan hatinya.
Hal ini menunjukkan esensi dari doa itu sendiri, yakni komunikasi tulus antara hamba dan Penciptanya. Dengan demikian, rangkaian doa resmi yang disediakan berfungsi sebagai panduan substansial, bukan beban teknis.
Doa Sebelum Keluar Rumah Berangkat Haji
Merujuk Buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah, Ditjen Bimas Islam Kemenag RI doa berfungsi sebagai panduan substansial, bukan beban teknis. Ini sejalan dengan semangat fiqih taysir (kemudahan) dan moderasi (tawasuth) yang diusung panduan edisi 2025, di mana aspek spiritualitas dan pemahaman makna didahulukan daripada sekadar kesempurnaan bacaan
Merangkum panduan doa dalam buku tersebut dan sumber relevan lainnya, berikut ini adalah doa berangkat haji hingga tiba di Miqat untuk memulai ibadah haji.
Doa Sebelum Keluar Rumah
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانِي بِالْإِسْلَامِ وَأَرْشَدَنِي إِلَى أَدَاءِ مَنَاسِكِ حَاجِ بِبَيْتِهِ وَمُعْتَمِرًا بِمَشَاعِرِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ بِكَ انْتَشَرْتُ وَبِكَ تَوَجَّهْتُ وَلَكَ اعْتَصَمْتُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ ثِقَتِي وَرَجَائِي، اللَّهُمَّ فَاكْفِنِي مَا أَهَمَّنِي وَمَا لَا أَهْتَمُّ لَهُ. اللَّهُمَّ زَوِّدْنِي التَّقْوَى وَاغْفِرْ لِي ذَنْبِي وَوَجِّهْنِي لِلْخَيْرِ أَيْنَمَا تَوَجَّهْتُ.
Latin: Alhamdulillāhil-ladzī hadānī bil-islāmi wa arsyaanī ilā adāi manāsiki ḥājji bibaitihī wa mutamiran bimasyairih. Allāhumma shalli ‘alan-nabiyyil ummiyyi wa ‘alā ālihī wa ash-hābihī ajma‘īn. Allāhumma bika intasyartu wa bika tawajjahtu wa laka‘tashamtu. Allāhumma anta ṡiqatī wa rajāī, allāhumma fakfinī mā ahammannī wa mā lā ahtammu lahū. Allāhumma zawwidnīt-taqwā waghfirlī dzambī wa wajjihnī lil-khoiri aynamā tawajjahtu.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepadaku dengan Islam dan memberi bimbingan kepadaku untuk menunaikan manasik hajiku di rumah-Nya dan mengerjakan umrah di tempat lambang-lambang (masya’ir) keagungan-Nya.Ya Allah, berilah salawat atas Nabi yang ummi beserta keluarga dan para sahabatnya.Ya Allah, bersama-Mu aku bertebaran, kepada-Mu aku menghadap dan dengan-Mu aku berpegang teguh.Ya Allah, Engkau kepercayaanku dan harapanku, maka Ya Allah lindungilah aku dari sesuatu yang menyusahkan dan sesuatu yang tidak aku perlukan.Ya Allah, bekalilah aku dengan takwa dan ampunilah dosaku serta hadapkanlah wajahku pada hal-hal yang baik kemana pun aku menghadap.
Doa Keluar Rumah
بِسْمِ اللَّهِ، آمَنْتُ بِاللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ تَوَجَّهْتُ بِهِ، بِسْمِ اللَّهِ اعْتَصَمْتُ بِاللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Latin: Bismillāh, āmantu billāh, bismillāhi tawajjahtu bih, bismillāhi‘tashamtu billāh, bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘aliyyil-‘aẓīm.
Artinya: Dengan nama Allah, aku beriman kepada Allah. Dengan nama Allah aku hadapkan diriku kepada Allah. Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung.
Doa Setelah Duduk di Kendaraan/Pesawat
بِسْمِ اللَّهِ الْمَلِكِ الرَّحْمَنِ. وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِيْنِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ. بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُوْرٌ رَحِيْمٌ.
Latin: Bismillāhil-malikir-raḥmān. Wa mā qadarullāha ḥaqqa qadrihī wal-arḍu jamī‘an qabḍatuhū yaumal-qiyāmati was-samāwātu maṭwiyyātun biyamīnihī subḥānahū wa ta‘ālā ‘ammā yusyrikūn. Bismillāhi majrāhā wa mursāhā inna rabbī lagafūrur raḥīm.
Artinya: Dengan Nama Allah Yang Maha Penguasa lagi Maha Pengasih. Tiada mengagungkan Allah sebagaimana semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan kekuasaan-Nya. Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Dengan Nama Allah di waktu berangkat dan berlabuh. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Doa Sewaktu Kendaraan atau Pesawat Mulai Terbang
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ. سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِيْ سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ. اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ وَالْوَلَدِ.
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Subḥānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīn, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūn. Allāhumma innā nasaluka fī safarinā hādzal-birra wat-taqwā wa minal-‘amali mā tarḍā. Allāhumma hawwin ‘alainā safaranā hādzā waṭwi ‘annā bu‘dah. Allāhumma antas-sāḥibu fis-safar, wal-khalīfatu fil-ahl. Allāhumma innī a‘ūżu bika min wa‘ṡāis-safar, wa kaābatil-manẓar, wa sūil-munqalabi fil-māli wal-ahli wal-walad.
Arti: Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Allah Yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini padahal kami tiada kuasa mengendalikannya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan, kami pasti akan kembali.Ya Allah, kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan ini kebaikan dan takwa serta amal perbuatan yang Engkau ridai.Ya Allah, mudahkanlah perjalanan ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami.Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan pelindung terhadap keluarga yang ditinggalkan.Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan, dan kepulangan yang menyusahkan dalam harta benda, keluarga, dan anak.
Doa Ketika Berangkat ke Arafah
Doa khusus saat menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah/Hari Tarwiyah)
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَجَّهْتُ، وَبِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ أَرَدْتُكَ فَاجْعَلْ ذَنْبِيْ مَغْفُوْرًا وَحَجِّي مَبْرُوْرًا وَارْحَمْنِي وَلَا تُخْزِنِيْ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
Latin: Allāhumma ilaika tawajjahtu, wa biwajhikal-karīmi aradtuka faj‘al dzanbī maghfūran wa ḥajjī mabrūran warḥamnī wa lā tukhzinī innaka ‘alā kulli syai`in qadīr.
Artinya: Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap dan terhadap Zat-Mu Tuhan Yang Pemurah aku mengharap, maka jadikan dosaku terampuni, hajiku diterima, sayangilah aku dan jangan permalukan. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Doa ketika Tiba di Tempat Tujuan
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَـــا فِيْهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَـــا فِيْهَا
Latin: Allâhumma innî as-aluka khairahâ wa khaira ahlihâ wa khaira mâ fîhâ wa a‘ûzubika min syarrihâ wa syarri ahlihâ wa syarri mâ fîhâ
Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan tempat ini dan kebaikan penduduknya serta kebaikan apa pun yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan tempat ini dan kejahatan penduduknya serta kejahatan apa pun yang ada di dalamnya.
Niat Ihram Haji
Dibaca saat memulai ihram dari miqat, bisa juga dengan niat berihram dengan syarat/isytirat bagi yang lemah atau sakit
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ حَجًّا.
Latin: Labbaika Allāhumma ḥajjan.
Artinya: Aku sambut panggilan-Mu ya Allah untuk berhaji.
Atau dengan lafal:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى.
Latin: Nawaitu al-ḥajja wa aḥramtu bihī lillāhi ta‘ālā.
Artinya: Aku niat haji dengan berihram karena Allah Ta‘ala.
Catatan: Sebagaimana pendapat Imam Nawawi, doa-doa yang disebut di atas yang tercantum dalam Buku Dzikir dan Doa Manasik Haji dan Umrah ini adalah panduan. Dalam konteks ini, seorang muslim boleh membaca doa-doa lain yang ma'tsur dengan bacaan lebih pendek, membaca terjemahan, membaca doa yang mudah dihafal namun kandungannya serupa, atau doa-doa lain dengan bahasa ibu yang lebih mudah merasuk dalam hati.
Adab Berdoa
Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, menjelaskan adab berdoa dalam konteks doa secara keseluruhan. Beberapa di antaranya relevan diterapkan dalam doa berangkat haji ini:
1. Memuji Allah dan Bershalawat kepada Nabi
Sebelum BerdoaImam al-Ghazali menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan perlu didahului dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini berdasarkan sabda Nabi dan diajarkan sebagai pembuka yang mulia untuk memohon kepada Allah.
2. Bertaubat dan Mengakui Dosa
Sebelum menyampaikan permintaan, seorang hamba disarankan untuk bertaubat dan mengakui kesalahan serta dosa-dosanya. Taubat membersihkan hati dan menjadi syarat diterimanya doa, karena Allah dekat dengan orang-orang yang bertaubat.
3. Memilih Waktu dan Tempat yang Mustajab (opsional)
Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa doa sebaiknya dipanjatkan pada waktu dan tempat yang dijanjikan keutamaan, seperti:
4. Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan
Disunnahkan menghadap kiblat serta mengangkat tangan dengan sikap rendah hati dan penuh harap. Ini adalah bentuk adab fisik yang menunjukkan ketundukan dan pengharapan seorang hamba.
5. Merendahkan Suara dan Menghindari Riya’
Berdoa dengan suara yang tidak terlalu keras maupun terlalu pelan, cukup didengar sendiri. Imam al-Ghazali mengingatkan agar doa dijauhkan dari sifat riya’ (ingin dilihat orang) dan sum’ah (ingin didengar orang).
6. Yakin akan Dikabulkan dan Tidak Terburu-buru
Seorang muslim harus yakin bahwa Allah akan mengabulkan doanya, selama ia memenuhi syarat dan adabnya. Imam al-Ghazali mengingatkan agar tidak merasa doanya lambat dikabulkan, karena Allah Maha Mengetahui waktu terbaik untuk hamba-Nya.
7. Menggunakan Doa Ma’tsur (Doa yang Diajarkan Nabi)
Dalam panduan ini, dianjurkan untuk menggunakan doa-doa ma’tsur (yang berasal dari Nabi ﷺ) seperti yang tercantum dalam buku panduan. Namun, Imam al-Ghazali juga membuka ruang untuk berdoa dengan bahasa sendiri selama sesuai dengan syariat.
8. Menutup Doa dengan Pujian dan Shalawat
Sebagaimana diawal, doa juga sebaiknya ditutup dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi ﷺ, sebagaimana disebutkan dalam rujukan Imam an-Nawawi yang sejalan dengan ajaran al-Ghazali.
Hikmah Doa Berangkat Haji
1. Menegaskan Ketergantungan Mutlak kepada Allah (Tawakal)
Doa-doa seperti "Dengan nama Allah aku beriman, menghadap, berlindung, dan berserah diri..." menanamkan kesadaran bahwa perjalanan suci ini sepenuhnya berada dalam kekuasaan dan perlindungan Allah. Jemaah diajak melepas rasa percaya pada diri sendiri atau sarana duniawi, dan menggantikannya dengan keyakinan akan pertolongan Ilahi.
2. Memohon Perlindungan dari Risiko Perjalanan
Doa keluar rumah dan naik kendaraan mengandung permohonan perlindungan dari "kelelahan, pemandangan menyedihkan, dan kepulangan yang menyusahkan". Ini mengajarkan jemaah untuk bersikap realistis bahwa perjalanan haji mengandung tantangan fisik dan psikis, sehingga membutuhkan spiritual safeguard melalui doa.
3. Menyucikan Niat dan Memohon Diterimanya Ibadah
Doa seperti "jadikanlah hajiku mabrur dan dosaku terampuni" yang dibaca sejak awal bertujuan menyaring niat dari campuran riya' atau kesombongan. Hikmahnya adalah mengingatkan bahwa nilai haji terletak pada kualitas (mabrur), bukan sekadar penyelesaian ritual, dan itu dimulai dari niat yang ikhlas.
4. Membangun Kesadaran Spiritual Sejak Awal
Panduan menekankan bahwa zikir dan doa memberi "daya dukung dan motivasi kuat" untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berdoa sejak berangkat, jemaah memasuki "ruang spiritual" yang menyiapkan hati untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan makna.
5. Menghubungkan Perjalanan Fisik dengan Makna Simbolik
Dalam Sambutan Menteri Agama di panduan ini disebutkan bahwa haji sarat dengan simbol. Doa keberangkatan—seperti memohon petunjuk dan bimbingan—adalah simbol pelepasan diri dari "topeng kehidupan" (jabatan, harta, status) dan pengakuan sebagai hamba yang lemah di hadapan Allah. Doa menjadi pintu masuk untuk memahami filosofi hijrah menuju Tuhan.
6. Mempersiapkan Mental untuk Transformasi Diri
Doa-doa ini dirancang untuk mengantarkan jemaah pada "perubahan mendasar (shifting)". Dengan memohon ketakwaan, ampunan, dan kebaikan sejak awal, hati jemaah dipersiapkan untuk mengalami transformasi spiritual yang diharapkan berlanjut hingga kembali ke tanah air.
7. Mengikuti Teladan Nabi (Sunnah) dengan Pemahaman
Mayoritas doa dalam panduan ini adalah doa ma'tsur (dari Nabi). Mengamalkannya bukan hanya sekadar meniru, tetapi juga memahami hikmah di baliknya: bahwa Nabi Muhammad SAW pun memulai perjalanan penting dengan doa, sebagai bentuk keteladanan dalam menghadap Allah dalam setiap langkah.
People also Ask:
Apa doa untuk orang berangkat haji?
Doa untuk orang yang akan berangkat haji
Dilansir dari NU Online, berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk orang yang akan berangkat haji agar mabrur. Zawwadakallahut taqwa, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsuma kunta.
Apa ucapan buat orang berangkat haji?
Contoh Ucapan Agar Ibadahnya Mabrur
Semoga ibadah haji/umrahmu menjadi mabrur, diterima oleh Allah SWT, dan memberikan manfaat bagi dirimu dan umat Islam. Selamat berangkat haji/umrah. Semoga Allah SWT menerima ibadahmu dan menjadikannya haji/umrah yang mabrur. Doa terbaik untukmu.
Apa yang harus diucapkan sebelum berangkat haji?
Anda dapat membaca doa saat berhaji. Artinya: Ya Allah, aku berniat haji, maka mudahkanlah dan terimalah niatku .
Mabruroh artinya apa?
Ringkasan AIMabruroh artinya adalah bentuk feminin dari "mabrur", yang berarti suatu ibadah haji atau umrah yang diterima oleh Allah SWT. Istilah ini merujuk pada amal baik seorang wanita yang telah diterima, sehingga ia kembali dengan kondisi yang lebih baik, lebih saleh, dan memiliki akhlak yang lebih mulia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4398538/original/021682500_1681724902-pray-g2e7ab62ad_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1599347/original/097753800_1495184116-berpuasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4495278/original/003087700_1688792809-000_1K61MQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526891/original/017501300_1773136600-MIND_ID.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535554/original/096553000_1774060155-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535542/original/015737900_1774058025-kub1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516539/original/036602500_1772325443-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529482/original/065016600_1773358880-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4274346/original/046599800_1672151931-WhatsApp_Image_2022-12-27_at_21.34.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535488/original/078691700_1774025709-shanty.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525847/original/022562100_1773070417-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293239/original/069146100_1753324357-Gemini_Generated_Image_9khp9z9khp9z9khp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535229/original/053145500_1773965749-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535256/original/053709800_1773972777-sem7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5535008/original/020255900_1773908363-Ilustrasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3131336/original/096796200_1589779341-17073.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3455667/original/056417100_1620880303-20210413-Sholat_Idul_Fitri_di_Masjid_Raya_Al_Arif-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)


