ACARA nonton bareng film dokumenter Pesta Babi di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Khairun Ternate pada Selasa 12 Mei 2026 dibubarkan seorang aparat berseragam TNI.
Ketua Umum KAFRAPALA Asriati La Abu yang menggelar acara nobar itu, mengatan, pembubaran dilakukan pada pukul 22.56 WIT. Asriati menjelaskan kronologi pembubaran acara nobar itu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut dia, awalnya saat kegiatan nonton film yang disutradari Dandhy Dwi Laksono dan Cipry Paju Dale itu, seorang keamanan kampus datang untuk mengambil dokumentasi kegiatan.
“Tetapi setelah itu, security kembali datang untuk kedua kalinya bersama satu anggota TNI dan langsung menghentikan kegiatan,”kata Asriati yang dihubungi Tempo pada Rabu 13 Mei 2026.
Menurut Asriati, pihaknya sempat berdebat saat anggota TNI menghentikan kegiatan ini. Ia menanyakan apa alasan anggota TNI menghentikan kegiatan yang berlangsung di wilayah kampus. Namun anggota TNI itu tak menjawab tegas pertanyaan Asriati. Perdebatan itu terjadi hingga bersangkutan meninggalkan lokasi.
“Setelah perdebatan itu, kegiatan nobar akhirnya dihentikan pada pukul 22.56 WIT,” ujar Asriati.
Meski demikian, Asriati menilai kehadiran anggota TNI dalam kegiatan di area kampus merupakan bentuk intimidasi dan ancaman terhadap kebebasan mahasiswa dalam berekspresi serta berdiskusi.
“Kami sangat menyayangkan, kampus yang seharusnya menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, berdiskusi, dan memperoleh ilmu pengetahuan tanpa intimidasi dalam bentuk apa pun, justru dibatasi oleh aparat,” ujar dia.
Tempo telah berusaha meminta konfirmasi Komandan Kodim (Dandim) 1501 Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi. Namun telepon seluler Jani sedang tidak aktif.
Pembubaran nobar film Pesta Babi di Ternate oleh TNI sebelumnya juga pernah terjadi. Saat itu Jani sendiri yang memimpin pembubaran acara nobar film di Benteng Oranye Ternate pada Jumat, 8 Mei 2026 itu.
Jani kala itu mengatakan bahwa setiap kegiatan harus memiliki perizinan. Aparat juga mencermati materi dan tema kegiatan yang dinilai sensitif bagi masyarakat.
Ia mengatakan judul film Pesta Babi dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memancing reaksi negatif di tengah masyarakat yang majemuk. "Saya minta kita semua bisa bekerja sama saling menghargai dalam rangka menjaga keamanan," kata Jani.
Pembubaran acara nonton bareng film Pesta Babi oleh aparat TNI menuai kritik dari berbagai pihak. Ketua Bidang Advokasi YLBHI Zainal Arifin mengatakan, aparat tidak berwenang menentukan apa yang boleh dan tidak ditonton masyarakat.
Zainal mengatakan tindakan aparat itu justru bertentangan dengan Undang-Undang TNI yang menempatkan militer sebagai alat negara di bidang pertahanan. "Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan tugas utama TNI," kata dia.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473943/original/060119400_1768461944-klaim_purbaya_temukan_data_uang_jokowi.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735410/original/014374300_1707130221-10217582.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1575221/original/040400200_1492996168-islamicitydotorg.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456521/original/033087800_1766898100-Gemini_Generated_Image_xyevcgxyevcgxyev_2.png)



