Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang sarat akan hikmah dan pelajaran berharga bagi umat Islam. Perjalanan agung ini membawa beliau dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan dengan Mi'raj ke langit hingga Sidratul Muntaha, di mana perintah salat lima waktu diterima langsung dari Allah SWT. Secara umum, momen bersejarah ini diyakini terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun kesepuluh kenabian.
Meskipun Isra Miraj adalah peristiwa yang sangat dimuliakan, pertanyaan seputar hukum puasa saat Isra Miraj seringkali menjadi perbincangan di kalangan umat Muslim. Apakah ada anjuran khusus untuk berpuasa pada hari tersebut, ataukah puasa yang dilakukan harus diniatkan sebagai ibadah sunnah lainnya? Memahami hukum ini menjadi krusial agar setiap amalan ibadah yang kita lakukan memiliki dasar syariat yang kuat. Melansir dari berbagai sumber, Rabu (14/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Hukum Puasa Isra Miraj
Para ulama menegaskan bahwa tidak ada dalil syariat yang secara khusus menganjurkan puasa sunnah yang dinamakan "Puasa Isra Miraj" dengan keutamaan spesifik. Jika seseorang mengkhususkan puasa pada tanggal 27 Rajab dengan niat sebagai "Puasa Isra Miraj", hal ini dapat tergolong bid'ah, yaitu inovasi dalam ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, seorang ulama terkemuka, menyatakan bahwa para sahabat dan tabi'in tidak pernah mengkhususkan malam Isra Miraj dengan amalan tertentu, termasuk puasa. Pendapat ini diperkuat oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Tabyinul 'Ajab bima Warada fi Fadhli Rajab, yang menegaskan bahwa tidak ada riwayat shahih yang menjadi dasar keutamaan puasa khusus di bulan Rajab atau hari-hari tertentu di dalamnya, seperti tanggal 27 Rajab. Oleh karena itu, keyakinan akan pahala spesifik seperti "60 bulan" untuk puasa 27 Rajab tidak dibenarkan dalam syariat.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa tidak adanya puasa khusus Isra Miraj bukan berarti haram berpuasa pada hari tersebut. Umat Islam tetap diperbolehkan untuk berpuasa jika puasa yang dilakukan adalah puasa sunnah yang memang dianjurkan dalam Islam. Contohnya adalah puasa Senin Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 bulan Hijriah), puasa Daud, atau puasa qadha (mengganti puasa Ramadan yang tertinggal).
Dengan demikian, puasa yang dilakukan pada hari Isra Miraj harus diniatkan sebagai puasa sunnah mutlak di bulan mulia atau puasa sunnah lainnya, bukan sebagai puasa khusus perayaan Isra Miraj. Misalnya, jika Isra Miraj jatuh pada hari Senin, maka puasa yang dilakukan adalah puasa sunnah Senin yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, bukan puasa khusus Isra Miraj.
Panduan Niat Puasa Saat Isra Miraj
Mengingat tidak adanya puasa khusus Isra Miraj, niat yang dilafalkan saat berpuasa pada hari tersebut harus disesuaikan dengan jenis puasa yang memang dianjurkan dalam syariat. Niat merupakan rukun esensial dalam setiap ibadah, termasuk puasa, sehingga pemahaman yang tepat tentang niat sangat krusial agar amalan sah. Berikut adalah beberapa contoh niat puasa yang relevan jika Anda memilih untuk berpuasa saat Isra Miraj:
a. Niat Puasa Rajab (jika diniatkan sebagai puasa sunnah di bulan Rajab secara umum):
"نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى"
Arab Latin: Nawaitu shauma syahri rajaba sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah bulan Rajab karena Allah Ta'ala." Niat ini dapat dibaca pada malam hari sebelum fajar. Jika terlupa, bisa dilafalkan pada pagi hari sebelum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, asalkan belum makan atau minum sejak Subuh dan diucapkan sebelum waktu Zuhur.
b. Niat Puasa Senin (jika Isra Miraj jatuh pada hari Senin):
"نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى"
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumal istnaini sunnatan lillahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku berniat puasa hari Senin sunnah karena Allah Ta'ala."
c. Niat Puasa Qadha Ramadan:
"نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى"
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i fardhi Ramadhana lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku niat puasa esok hari sebagai ganti fardhu Ramadan karena Allah ta'ala." Puasa qadha Ramadan dapat dilaksanakan di bulan Rajab, termasuk jika bertepatan dengan hari Isra Miraj.
Penting untuk diketahui bahwa penggabungan niat diperbolehkan. Jika hari Isra Miraj bertepatan dengan puasa sunnah lainnya, seperti puasa Senin/Kamis atau Ayyamul Bidh, atau bahkan puasa qadha Ramadan, Anda diperbolehkan untuk menggabungkan niat. Hal ini memungkinkan seorang Muslim untuk mendapatkan pahala dari beberapa jenis puasa sekaligus.
Waktu Pelaksanaan Isra Miraj dan Kaitan Puasa
Peristiwa Isra Miraj diperingati setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Pada tahun 2026, tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026. Penetapan tanggal ini mengacu pada kalender Hijriah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Jika seseorang memilih untuk berpuasa pada tanggal 27 Rajab, hal itu berarti puasa tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Januari 2026. Namun, penting untuk diingat bahwa puasa pada hari tersebut tidak memiliki kaitan khusus dengan peristiwa Isra Miraj itu sendiri. Sebaliknya, puasa tersebut sah jika diniatkan karena bertepatan dengan puasa sunnah lain yang dianjurkan, seperti puasa sunnah di bulan Rajab secara umum, puasa qadha, atau puasa sunnah lainnya yang bertepatan pada hari itu.
Tidak ada ibadah wajib yang secara spesifik diperintahkan pada hari Isra Miraj. Oleh karena itu, umat Muslim memiliki kesempatan untuk memperbanyak berbagai amalan sunnah yang telah diajarkan dalam Islam, terutama di bulan Rajab yang mulia ini. Amalan-amalan ini dapat membantu meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Puasa di Bulan Rajab dan Pandangan Ulama
Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan dalam Islam, bersama dengan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Pada bulan-bulan haram ini, amal saleh dilipatgandakan pahalanya, dan dosa juga dilipatgandakan, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.
Rasulullah SAW menganjurkan untuk memperbanyak puasa di bulan-bulan haram secara umum. Imam An-Nawawi dari Mazhab Syafi'i menjelaskan bahwa puasa di bulan-bulan haram termasuk sunnah. Meskipun demikian, tidak ada hadits shahih yang secara khusus menyatakan keutamaan puasa di bulan Rajab saja, atau puasa penuh selama sebulan Rajab.
Beberapa ulama salaf bahkan memakruhkan puasa Rajab secara penuh karena khawatir dianggap sebagai puasa wajib atau memiliki keutamaan khusus yang tidak ada dalilnya. Umar bin Khattab RA pernah memukul tangan orang-orang yang berpuasa Rajab hingga mereka membatalkan puasanya, seraya berkata, "Apakah Rajab itu? Bulan ini dulu dimuliakan orang-orang jahiliyah, setelah Islam datang hal ini ditinggalkan." Ibnu Rajab dalam bukunya “Lathaif al-Maarif” juga mencatat bahwa para ulama salaf melarang puasa Rajab seluruhnya.
Oleh karena itu, puasa di bulan Rajab sebaiknya dilakukan dengan niat puasa sunnah yang memang memiliki dasar syariat, seperti puasa Senin Kamis, puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Rajab), atau puasa Daud. Pendekatan ini memastikan bahwa ibadah puasa yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat dan tidak terjebak dalam praktik yang tidak memiliki dasar kuat.
Amalan Lain yang Dianjurkan Saat Isra Miraj
Momen Isra Miraj adalah waktu yang tepat untuk merenungkan hikmah di balik perintah shalat dan memperkuat keimanan. Selain puasa sunnah yang diniatkan dengan benar, ada berbagai amalan lain yang sangat dianjurkan untuk mengisi hari yang penuh berkah ini. Amalan-amalan ini berfokus pada peningkatan kualitas ibadah dan akhlak, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Beberapa contoh amalan yang sangat dianjurkan antara lain melaksanakan shalat malam atau tahajud, yang merupakan ibadah sunnah yang sangat mulia. Memperbanyak zikir kepada Allah, termasuk istighfar, juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Selain itu, bersedekah untuk berbagi kebaikan kepada sesama dapat menjadi cara untuk meningkatkan pahala di bulan yang dimuliakan ini.
Memanjatkan doa, terutama doa khusus bulan Rajab seperti 'Allahumma baariklanaa fii rajabawa sya'baana, wa ballighnaa ramadhaana,' juga merupakan amalan yang baik. Melaksanakan shalat sunnah lainnya seperti Dhuha atau Rawatib, serta meningkatkan porsi membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya, juga sangat dianjurkan untuk mengisi hari yang penuh berkah ini.
Peristiwa Isra Miraj mengingatkan kita pada pentingnya shalat lima waktu sebagai oleh-oleh utama dari perjalanan Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, momen ini sebaiknya dijadikan resolusi untuk meningkatkan kualitas shalat, seperti shalat tepat waktu dan berjamaah bagi pria, serta meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Sebagai Muslim yang cerdas, kita dituntut untuk beramal di atas ilmu (ittiba'), bukan sekadar ikut-ikutan (taqlid).
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apakah wajib berpuasa pada hari Isra Miraj?
Jawaban: Tidak. Berpuasa pada hari Isra Miraj (27 Rajab) adalah amalan sunnah dan sangat dianjurkan, tetapi bukan kewajiban. Setiap Muslim memiliki pilihan untuk berpuasa atau tidak pada hari tersebut.
2. Kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan niat puasa Isra Miraj?
Jawaban: Waktu terbaik adalah sebelum fajar terbit pada malam hari sebelumnya. Namun, jika terlupa, masih boleh mengucapkan niat di siang hari sebelum waktu zuhur, dengan syarat belum makan atau minum sejak fajar.
3. Apa hukum mengkhususkan puasa 27 Rajab sebagai "Puasa Isra Miraj"?
Jawaban: Mengkhususkan puasa pada 27 Rajab sebagai "Puasa Isra Miraj" dapat tergolong bid'ah karena tidak ada dalil syariat yang mendukungnya.
4. Puasa sunnah apa saja yang boleh dilakukan saat Isra Miraj?
Jawaban: Puasa sunnah yang boleh dilakukan adalah puasa Rajab, Senin Kamis, Ayyamul Bidh, Daud, atau puasa qadha Ramadan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5024176/original/090387600_1732614331-quote-sabar-dan-ikhlas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4975686/original/001020200_1729565914-nama-sahabat-nabi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3413087/original/89624600_1616897919-horizontal-shot-satisfied-college-student-uses-new-cool-app-cell-phone-carries-notepad-writing-notes-wears-spectacles-silk-scarf-knitted-sweater-isolated-blue-wall_273609-26316.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121926/original/039550200_1738729829-1738723823107_muamalah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423024/original/045605200_1764051067-Membaca_ayat_suci_al_quran__pexels_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417694/original/055901700_1763543336-Kultum_Singkat_tentang_Sabar.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438947/original/026009100_1765343687-SnapInsta.to_590425390_18544905169033381_7948525635136531867_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4628436/original/095598200_1698637528-8712637.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2978888/original/058603600_1574829310-20191127-Lowongan-Pekerjaan-Dibuka-di-Job-Fair-Jakarta-TALLO-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3998634/original/078503800_1650277026-20220418-Tadarus_Al-Quran_di_Bulan_Ramadhan-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3097896/original/057966000_1586407258-concrete-dome-buildings-during-golden-hour-2236674.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309824/original/049461300_1754640312-56c16cba-d65e-4d65-9a2f-45a2fa7bdd9a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490521/original/051406700_1770014009-Ilustrasi_Puasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381448/original/032968300_1613719892-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5365523/original/042845000_1759199598-Dua_wanita_muslimah_membaca_buku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490999/original/014133400_1770040826-Masjid_Agung_Demak.jpeg)





























