Libur Lebaran 2026 di Yogyakarta, Berikut 3 Pasar Tradisional Incaran Wisatawan

7 hours ago 5

CANTIKA.COM, Jakarta - Tiga pasar tradisional di Kota Yogyakarta, yakni Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, dan Pasar Ngasem, menjadi pusat kepadatan wisatawan selama libur Lebaran 2026.

Wisatawan memanfaatkan momen liburan untuk berbelanja sekaligus wisata kuliner di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengatakan aktivitas ekonomi di pasar-pasar itu menunjukkan tren positif. “Bahkan kunjungan di pasar-pasar itu masih sangat tinggi hingga H+4 Lebaran,” ujarnya pada Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, omzet pedagang meningkat signifikan, yakni sekitar 30 hingga 80 persen dibandingkan hari biasa.

Kunjungan Tembus Belasan Ribu Orang per Hari

Data Dinas Perdagangan menunjukkan Pasar Beringharjo mencatat puncak kunjungan sebanyak 17.248 orang pada 23 Maret 2026. Sebelumnya, pada 21 Maret, jumlah pengunjung masih berada di kisaran 6.000 hingga 7.000 orang.

Saat ini, angka kunjungan harian tetap stabil di kisaran 15.000 hingga 17.000 orang per hari. Meski belum melampaui puncak libur Tahun Baru yang mencapai lebih dari 21.000 pengunjung, tingkat keramaian tahun ini tetap tergolong sangat tinggi.

Ambar menyebut hal ini dipengaruhi oleh masa libur yang lebih panjang serta jadwal masuk sekolah yang lebih mundur.

Tren Bergeser: dari Belanja Kebutuhan ke Wisata Kuliner

Ambar juga mengungkap adanya perubahan pola kunjungan wisatawan tahun ini. Sebelum Lebaran, pengunjung lebih fokus berburu kebutuhan pokok dan busana muslim, terutama di lantai dua pasar.

Namun setelah Lebaran, aktivitas bergeser ke wisata belanja dan kuliner. Wisatawan dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Surabaya, hingga luar Pulau Jawa, memadati pasar untuk menikmati suasana khas Jogja.

Selain itu, Pasar Kranggan mencatat 9.478 pengunjung, sementara Pasar Ngasem mencapai 8.222 pengunjung. Angka ini melampaui statistik kunjungan saat libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

Lokasi Strategis Jadi Daya Tarik

Lonjakan pengunjung juga dipengaruhi lokasi strategis ketiga pasar yang berada di jalur sumbu filosofi Yogyakarta, mulai dari kawasan Tugu, Malioboro, hingga Ngasem.

Kini, pasar tradisional tak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga destinasi wisata favorit. Wisatawan datang untuk merasakan atmosfer lokal sekaligus mencicipi kuliner khas.

“Yogyakarta ini dikenal dengan ‘everyday is holiday’, jadi setiap hari selalu ada aktivitas wisata,” kata Ambar.

Pengunjung Tetap Antusias Meski Padat

Kondisi padatnya pasar juga dirasakan langsung oleh pengunjung. Tiwi (56), yang tengah memilih batik pada Kamis, 26 Maret, mengaku tidak keberatan harus berdesakan demi mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau.

“Wajar kalau banyak pengunjung berbelanja batik di sini. Selain murah, kualitasnya juga bagus. Walaupun berdesak-desakan, yang penting sabar,” ujarnya.

Pilihan Editor: 7 Rekomendasi Wisata di Yogyakarta selain Candi Prambanan dan Malioboro

PRIBADI WICAKSONO (KONTRIBUTOR)

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |