SIVITAS akademika serta alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Academy of Art and Design Tsinghua University Cina menggelar pameran karya bersama di Galeri Soemardja ITB. Pameran berjudul Contour/Encounter itu berlangsung 3–25 Juli 2026.
“Temanya tentang penjelajahan bentuk dari eksplorasi, perubahan, dan dialog yang muncul dari pertemuan dua lanskap budaya dan perguruan tinggi,” kata panitia acara Zusfa Roihan, Kamis 9 Juli 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pameran itu mengungkapkan bagaimana seniman dan desainer menanggapi kondisi kontemporer yang sama melalui pengalaman lokal dan tradisi intelektual yang berbeda. Penekanannya tentang bagaimana seni dan desain berfungsi sebagai bahasa bersama yang bergerak melintasi batas geografis, budaya, dan disiplin ilmu. Kekaryaan di ruang galeri menyajikan perspektif yang sama dan berbeda mengenai isu-isu kontemporer termasuk identitas budaya, perubahan teknologi, transformasi sosial, dan masalah lingkungan.
Peserta yang terlibat dalam pameran itu adalah Asmudjo Jono Irianto, Fadila Ilma, Azzida Gabriel, Aries Setiadi, Gita Winata, Jin Yiyi, John Martono, Kahfiati Kahdar, Kayla Thalusya Sandhiasti. Kemudian Li Wei, Liu Ya, Liu Quanhua, Michael Binuko, Natas Setiabudhi, Puteri Listya Saraswati, Toufiq Panji Wisesa, Willy Himawan, Yue Song, Zang Jie, Zhangbaohua, Zhu Shengsheng, dan Zusfa Roihan.
Toufiq Panji Wisesa misalnya menampilkan karya terbarunya berupa keramik dari bahan tanah liat dengan judul Vertical Altitude yang bentuknya seperti angin puyuh setinggi 30 sentimeter. Keramik dari tanah liat juga dibuat Natas Setiabudhi yang diglasir dengan bentuk seperti genteng retak atau pecah berjudul Patahan 1. Sementara John Martono menyajikan karya lukisannya pada kanvas sutra yang disertai rajutan tangan dengan judul The Journey of Happiness berukuran 140x140 sentimeter.
Seniman yang juga dosen Willy Himawan lewat lukisan Re-Value mengangkat citra Bali yang terdistorsi yang saat ini semakin terjepit antara pelestarian identitasnya, keagungan budaya, dan tirani kapitalisme pariwisata. Pada gambarnya dia menyandingkan penari Bali dengan patung Yunani klasik sebagai representasi konkret dari pertemuan yang tidak setara.
“Di mana kekuatan modernitas Barat berupaya menekan narasi lokal yang otentik demi kenyamanan konsumsi pasar internasional,” katanya dalam keterangan karya.
Ada pun karya Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB Kahfiati Kahdar mengeksplorasi konsep memori, perjalanan waktu, dan keindahan dalam ketidaksempurnaan. Melalui media kertas dalam nuansa emas dan cokelat tanah yang tampak usang, sobek di tepinya, dan menampilkan tekstur transparan menyerupai jaring atau rajutan, karyanya menjadi metafora visual untuk fragmen memori manusia yang terkikis oleh waktu namun masih mempertahankan kilau yang berharga. Pola geometris dan organik samar yang menyatu di permukaannya menyimbolkan kisah lalu dalam bentuk luka atau kemenangan dan membentuk keindahan baru yang rapuh sekaligus tangguh.
Seniman dari Cina cenderung menampilkan kekaryaan seni atau kriya tekstil. Zhu Shengsheng misalnya lewat kreasi berjudul Re-Creation Plan yang berukuran 120 x 80 sentimeter menggunakan bahan antara lain tisu katun sekali pakai dan bantalan rias. Ide karyanya mengkritisi masalah sampah yang relevan dengan negara ini seiring pertumbuhan limbah kemasan paket antaran kurir yang merajalela. Menurut Zhu limbah itu melambangkan beban ekologis berat yang ditimbulkan oleh era konsumerisme cepat.
Sementara karya Liu Ya terinspirasi oleh bagian dari kitab Tao Te Ching yaitu tentang kebaikan tertinggi yang diibaratkan seperti air. Dia menggambarkan sifatnya yaitu kebajikan, kerendahan hati, dan ketenangan lewat tiga helai kain sutra dengan pewarna alami. Sedangkan Zang Jie lewat karya berjudul Benediction mengolah teknik pewarnaan Yuzen pada kain sutra untuk menampilkan makhluk mitos pembawa keberuntungan dari mitologi Cina dengan corak dekoratif.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5160529/original/036403800_1741831526-hasan-almasi-_X2UAmIcpko-unsplash.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4895076/original/042008200_1721293227-20240718-Pendukung_Trump-AFP_6.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220916/original/022981400_1747295711-cek_fakta_dana_infak_ikn.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522964/original/090175700_1772782877-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-06T135844.901.jpg)


