Spanyol vs Belgia: Ketajaman Lamine Yamal Bakal Jadi Sorotan

6 hours ago 4

KETAJAMAN Lamine Yamal akan kembali menjadi sorotan ketika Spanyol menghadapi Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan akan berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, California, Amerika Serikat, Sabtu dini hari WIB, 11 Juli 2026.

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente meyakini penampilan terbaik Yamal belum sepenuhnya terlihat di Piala Dunia 2026. Menurut dia, pemain berusia 18 tahun itu masih memiliki ruang untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Yamal datang ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada setelah membantu Spanyol menjuarai Piala Eropa dua tahun lalu. Namun, penampilannya di Piala Dunia kali ini belum setajam yang diharapkan.

Di saat Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland terus mencetak gol, kontribusi pemain Barcelona itu belum terlalu menonjol. "Kami tahu bahwa versi terbaik dirinya, Lamine yang benar-benar menyerang, belum sepenuhnya terlihat di Piala Dunia ini. Belum berada pada level yang biasa kami lihat darinya," kata De la Fuente, seperti dikutip France24.

Sejauh ini, Yamal baru mencetak satu gol dan belum menyumbang assist. Ia juga datang ke turnamen dalam kondisi belum sepenuhnya pulih setelah mengalami cedera pada penghujung musim kompetisi bersama Barcelona.

Meski demikian, De la Fuente menilai Yamal tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan melalui aksinya di sisi kanan serangan La Roja. Seusai kemenangan 1-0 atas Portugal pada babak 16 besar, pelatih berusia 65 tahun itu bahkan menyebut penampilan Yamal sebagai salah satu yang terbaik sepanjang turnamen.

Dalam konferensi pers menjelang laga melawan Belgia, De la Fuente mencontohkan duel Yamal dengan bek kiri Portugal, Nuno Mendes. Menurut dia, tekanan yang diberikan Yamal membuat Mendes harus bekerja sangat keras hingga akhirnya mengalami cedera dan ditarik keluar pada menit ke-55. "Kami menghadapi lawan yang sangat kuat, dan bek yang bertugas menjaganya pada akhirnya harus bekerja sedemikian keras hingga mengalami cedera," ujarnya.

De la Fuente juga menilai pengalaman tampil di Piala Dunia menjadi proses penting bagi perkembangan Yamal. "Dia tidak membutuhkan motivasi tambahan. Justru terkadang kami harus meredam intensitasnya. Dia sangat termotivasi dan selalu ingin melakukan begitu banyak hal," kata dia.

Pelatih yang membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 itu optimistis Yamal akan memberikan pengaruh besar saat menghadapi Belgia. "Dia akan memberikan kontribusi dalam aspek menyerang, itu sangat jelas. Dia memiliki potensi yang luar biasa. Dan tentu saja, dalam beberapa hal, kemampuan terbaiknya masih akan datang," ucap De la Fuente.

Spanyol datang ke laga perempat final dengan catatan impresif. La Roja belum kebobolan satu gol pun sepanjang Piala Dunia 2026. Namun, mereka akan menghadapi Belgia yang sedang percaya diri setelah membantai Amerika Serikat 4-1 pada babak 16 besar.

Meski demikian, Opta Analyst tetap menempatkan Spanyol sebagai favorit. Dari 25.000 simulasi yang dijalankan sebelum pertandingan, Spanyol memenangi laga dalam waktu normal pada 58,3 persen simulasi. Belgia hanya memiliki peluang menang 19,1 persen, sedangkan kemungkinan pertandingan berakhir imbang mencapai 22,6 persen.

Jika memperhitungkan kemungkinan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu atau adu penalti, peluang Spanyol lolos ke semifinal meningkat menjadi 69,8 persen. Pemenang laga ini akan menghadapi Prancis yang lebih dulu menyingkirkan Maroko dengan skor 2-0 pada babak perempat final.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |