Strategi Menguatkan Akidah di Zaman Digital, Menangkal Krisis Spiritual di Kalangan Muda

1 month ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Era digital hadir bak dua mata pisau. Di satu sisi, digitalisasi membuka gerbang informasi tanpa batas, namun di lain sisi menghadirkan gelombang disrupsi yang mengancam fondasi moral dan spiritual generasi muda. Maka itu, penting bagi umat Islam untuk menguatkan akidah di zaman digital.

Dalam jurnal Pendidikan Aqidah-Akhlak di Era Digital, Silviana Putri Kusumawati mengutip penjelasan Ibrahim Anis dalam kitab Mu’jam al-Wasith yang mendefinisikan akhlak sebagai sifat yang tertanam dalam jiwa (batin) yang darinya lahir perbuatan-perbuatan, baik atau buruk, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Secara etimologis, akidah berasal dari kata 'aqd yang berarti pengikatan. Artinya, akidah di zaman digital harus berfungsi sebagai "tali pengikat" batin yang kuat

Sejalan dengan itu, fenomena digital native, generasi yang lahir dan tumbuh bersama gawai, kini menghadapi persoalan serius serius, yakni bagaimana menjaga kemurnian akidah di tengah derasnya arus globalisasi yang serba instan.

Lantas, bagaimana strategi menguatkan akidah di era digital terutama untuk generasi muda?

Menurut Kusumawati, SP dalam jurnal Pendidikan Aqidah-Akhlak di Era Digital menawarkan beberapa strategi untuk menguatkan akidah di era digital. Strategi ini melibatkan semua pihak yang berkepentingan, mulai dari guru, orang tua, industri, masyarakat, hingga media.

1. Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran

Gaffar & Natsir (2023) menyarankan penggunaan media digital sebagai alat pembelajaran yang kreatif. Contoh:

  • E-learning berbasis akidah: Platform seperti Moodle atau Google Classroom dapat dimodifikasi dengan konten Islami.
  • Konten Edukatif di Media Sosial: Video pendek, infografis, dan podcast tentang akidah dan akhlak.
  • Game Edukasi Islami: Aplikasi permainan yang mengajarkan nilai-nilai Islam.

2. Kolaborasi Triple Helix: Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat

Munawir dkk (2024) dalam Urgensi Pendidikan Akidah Akhlak di Era Globalisasi menekankan pentingnya sinergi antara tiga pihak ini:

  • Keluarga: Orang tua harus menjadi teladan dan mengawasi penggunaan gawai anak.
  • Sekolah: Kurikulum harus adaptif, menyisipkan literasi digital dan nilai akidah.
  • Masyarakat: Lingkungan sosial harus mendukung kegiatan keagamaan dan pemantauan konten digital.

3. Penguatan Literasi Digital Berbasis Akidah

Zulaina (2024) dalam studi inovasi pembelajaran akidah-akhlak menekankan sejumlah hal dalam teknis penggunaan perangkat digital.

  • Critical Thinking: yakni dengan mengajarkan peserta didik untuk menyaring informasi dengan prinsip tabayyun (klarifikasi).
  • Etika Digital: Menggunakan teknologi dengan prinsip kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.
  • Penguatan Spiritual: Rutinitas ibadah dan pengajian digital untuk menjaga ketahanan iman.

4. Peran Guru sebagai Fasilitator

Guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing moral. Guru harus terampil menggunakan teknologi dan mampu mengintegrasikan nilai akidah dalam setiap pembelajaran.

5. Pemanfaatan Teknologi sebagai Media Pembelajaran

Alih-alih memusuhi teknologi, strategi utama di era digital adalah merangkul teknologi sebagai alat (wasilah) pendidikan yang efektif.

Era digital membuka akses informasi tanpa batas. Pendidikan akidah harus memanfaatkan momen ini untuk menghadirkan metode pengajaran yang tidak kaku.

Teknologi digital harus digunakan untuk memunculkan ide-ide kreatif dalam pengajaran akidah akhlak yang menyenangkan bagi siswa, sehingga materi tidak terasa membosankan dan lebih mudah dipahami oleh generasi digital native.

Hal ini bertujuan agar siswa memahami hakikat pendidikan akidah dan mampu mengimplementasikannya secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

6. Adaptasi dan Pembaruan Sistem Pendidikan

Metode konvensional mungkin tidak lagi cukup efektif menghadapi kecepatan arus informasi saat ini. Maka itu, pendidikan agama dan moral dituntut untuk terus meningkatkan komponen pendidikannya, meliputi sistem, cara pengajaran, dan strategi pembelajaran.

Pendidikan akidah harus menunjukkan kemajuannya dan tidak boleh tertinggal dari masa pra-digital agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan zaman. Hal ini bertujuan untuk memastikan nilai-nilai agama tetap "hidup" dan relevan bagi generasi yang terbiasa dengan budaya instan.ungkin bertentangan dengan syariat Islam.

7. Akidah sebagai Filter Dunia Digital

Di tingkat siswa, edukasi untuk menjadikan akidah sebagai landasan kebijaksanaan dalam berselancar di dunia maya menjadi hal penting.

Pendidikan akidah akhlak berfungsi membentuk manusia yang "bijak" dalam merespons kemajuan teknologi. Dengan akidah yang kuat, individu memiliki kemampuan menyaring (filter) dampak negatif seperti sikap individualis atau pengabaian terhadap dunia nyata akibat terlalu asyik dengan dunia maya.

Dalam hal ini, akidah bukan sekadar hafalan, melainkan panduan praktis untuk membedakan yang haq dan batil di internet, serta mencegah perilaku maksiat digital.

Menguatkan akidah di zaman digital dilakukan dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam format teknologi yang modern (adaptasi metode), serta memperkuat ekosistem pengawasan melalui kolaborasi orang tua dan guru agar teknologi menjadi sarana penguat iman, bukan penggerus moral.

Mengapa Penguatan Akidah Menjadi Penting di Era Digital?

Di era digital, terjadi perubahan perilaku yang drastis pada generasi muda. Mengutip Alfinnas (2018), teknologi digital kini telah menjadi way of life (jalan hidup) yang setara dengan kebutuhan pokok.

Beberapa hal yang muncul sebagai kekhasan era digital adalah:

  • Individualisme Akut: Kecenderungan manusia menjadi makhluk yang sibuk dengan dunianya sendiri (gawai), mengabaikan interaksi sosial nyata, dan lunturnya kepekaan sosial.
  • Instanitas Ilmu: Kemudahan akses informasi sering kali melahirkan pemahaman agama yang dangkal (instan), tanpa sanad keilmuan yang jelas.
  • Invasi Budaya Asing: Globalisasi membuka pintu masuk budaya yang mungkin bertentangan dengan syariat Islam.

Manfaat Akidah yang Kuat di Era Digital

1. Sebagai "Filter" Moral (Penyaring Informasi)

Akidah yang kuat berfungsi sebagai perisai batin. Di tengah banjir informasi tanpa batas, akidah memampukan seseorang membedakan mana yang haq (benar) dan mana yang batil (salah), sehingga tidak mudah terpengaruh oleh konten negatif, budaya asing yang bertentangan dengan syariat, maupun berita bohong (hoaks).

2. Fondasi Pembentukan Karakter (Akhlak)

Akidah adalah akar, sedangkan akhlak adalah buahnya. Penguatan akidah memastikan bahwa perilaku pengguna di dunia maya (netizen) tetap mencerminkan nilai-nilai luhur. Ini mencegah perilaku buruk seperti ujaran kebencian, cyberbullying, atau kemaksiatan digital, karena kesadaran bahwa Allah SWT mengawasi setiap aktivitas, termasuk di ruang digital.

3. Mencegah Sikap Individualistis

Era digital cenderung melahirkan generasi digital native yang asyik dengan dunianya sendiri (individualis) dan abai terhadap lingkungan sosial. Akidah menanamkan kesadaran sosial dan tanggung jawab sesama manusia, sehingga teknologi digunakan sebagai alat silaturahmi, bukan alat untuk mengisolasi diri.

4. Menumbuhkan Kebijaksanaan dalam Berteknologi

Pendidikan akidah membentuk mental yang tidak hanya cerdas secara intelektual (tahu cara menggunakan teknologi), tetapi juga cerdas secara spiritual (bijak dalam memanfaatkannya). Penguatan ini menjadikan seseorang tuan atas teknologinya, bukan budak yang dikendalikan oleh tren atau algoritma.

5. Menjaga Kesehatan Mental dan Spiritual

Dengan berpegang pada akidah (ikatan keyakinan), seseorang memiliki pegangan hidup yang kokoh. Hal ini memberikan ketenangan batin dan menghindarkan dari kecemasan berlebih atau rasa rendah diri (insecure) yang sering muncul akibat pamer kemewahan di media sosial.

People also Ask:

Bagaimana cara mempertahankan akidah di zaman sekarang?

Diantaranya menghadiri majelis ilmu, perbanyak dzikir, mendirikan sholat, berteman dengan orang-orang sholeh, perbanyak membaca buku tentang agama.

Bagaimana cara menghadapi era digitalisasi dalam sudut pandang agama Islam?

Dalam menghadapi era digital yang semakin berkembang pesat, kita harus mampu mempertahankan takwa dalam berinteraksi dengan teknologi. Kita harus menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, serta memanfaatkannya untuk memperkuat dakwah Islam.

Bagaimana peran akidah dalam kehidupan modern saat ini?

5. Peran Aqidah dalam Membangun Karakter Bangsa Aqidah Islam juga berperan dalam membangun karakter bangsa, yang sangat penting di tengah tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang dihadapi oleh masyarakat modern.

Apa tantangan dakwah di era digital?

Tantangan Dakwah di Era Digital

Salah satunya adalah potensi penyebaran informasi yang keliru atau menyesatkan. Oleh karena itu, prinsip tabayyun (klarifikasi) harus diterapkan sebelum menyebarkan konten dakwah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |