10 Surat Pendek Pilihan untuk Dibaca saat Salat Wajib Sehari-hari, Ringkas Mudah Dihafal

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Membaca surat pendek pilihan untuk dibaca saat salat wajib sehari-hari merupakan praktik sunah yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim. Mengamalkan bacaan setelah Surah Al-Fatihah ini tidak hanya menyempurnakan rukun salat, tetapi juga meningkatkan kekhusyukan dalam bermunajat kepada Allah SWT.

Merujuk Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai, para makmum atau imam disunahkan membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang mudah dihafal agar ibadah lebih lancar. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi umat dalam menjalankan kewajiban harian tanpa memberatkan.

Al-'Allamah Abdullah Jibrin dalam ebook Tuntunan Sholat Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah mengungkapkan, terdapat anjuran menyesuaikan panjang bacaan dengan jenis salat. Misalnya, salat Subuh dianjurkan membaca surat panjang, sementara Maghrib disunahkan membaca surat-surat pendek.

Implementasi sunah ini didasarkan pada teladan Rasulullah SAW yang senantiasa menjaga kualitas salatnya. Dengan mengikuti panduan para ulama, kita dapat mengoptimalkan kualitas spiritual ibadah salat fardu sehari-hari secara sistematis dan khusyuk. Berikut ini adalah 10 surat pendek pilihan untuk bacaan sholat wajib sehari-hari.

1. Surah Al-Ikhlas (4 Ayat)

Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.

Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

2. Surah Al-Falaq (5 Ayat)

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.

Latin: Qul a‘ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

3. Surah An-Nas (6 Ayat)

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.

Latin: Qul a‘ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Artinya: Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

4. Surah Al-Kautsar (3 Ayat)

Arab: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ.

Latin: Innā a‘ṭainākal-kauṡar. Faṣalli lirabbika wanḥar. Inna syāni'aka huwal-abtar.

Artinya: Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! Sungguh, orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

5. Surah Al-Qadr (5 Ayat)

Arab: إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ.

Latin: Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr. Wa mā adrāka mā lailatul-qadr. Lailatul-qadri khairum min alfisy-syahr. Tanazzalul-malā'ikatu war-rūḥu fīhā bi'iżni rabbihim min kulli amr. Salāmun hiya ḥattā maṭla‘il-fajr.

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

6. Surah Al-Asr (3 Ayat)

Arab: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

Latin: Wal-‘aṣr. Innal-insāna lafī khusr. Illallażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr.

Artinya: Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

7. Surah Al-Humazah (9 Ayat)

Arab: وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ. الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ. يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ. كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ. نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ. الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ. إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ. فِي عَمَدٍ مُدَمَّدَةٍ.

Latin: Wailul likulli humazatil-lumazah. Allażī jama‘a mālaw wa ‘addadah. Yaḥsabu anna mālahū akhladah. Kallā layumbażanna fil-ḥuṭamah. Wa mā adrāka mal-ḥuṭamah. Nārullāhil-mūqadah. Allatī taṭṭali‘u ‘alal-af'idah. Innahā ‘alaihim mu'ṣadah. Fī ‘amadim mumaddadah.

Artinya: Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, dia (manusia) mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya. Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah. Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu? (Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sungguh, (api) itu tertutup rapat di atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.

8. Surah Quraisy (4 Ayat)

Arab: لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ. إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ. فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَذَا الْبَيْتِ. الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ.

Latin: Li'īlāfi quraish. Īlāfihim riḥlatasy-syitā'i waṣ-ṣaif. Falya‘budū rabba hāżal-bait. Allażī aṭ‘amahum min jū‘iw wa āmanahum min khauf.

Artinya: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini (Ka'bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.

9. Surah Al-Ma'un (7 Ayat)

Arab: أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ. فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ. وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ. فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ. الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ. الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ. وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ.

Latin: Ara'itallażī yukażżibu bid-dīn. Fażālikallażī yadu‘‘ul-yatīm. Wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa‘āmil-miskīn. Fawailul lil-muṣallīn. Allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhūn. Allażīna hum yurā'ūn. Wa yamna‘ūnal-mā‘ūn.

Artinya: Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberikan) bantuan yang berguna.

10. Surah Al-Fil (5 Ayat)

Arab: أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ. وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ. تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ. فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ.

Latin: Alam tara kaifa fa‘ala rabbuka bi'aṣḥābil-fīl. Alam yaj‘al kaidahum fī taḍlīl. Wa arsala ‘alaihim ṭairan abābīl. Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl. Faja‘alahum ka‘aṣfim ma'kūl.

Artinya: Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berkelompok-kelompok, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).

Tata Cara Bacaan Surat dalam Sholat

Dalam pelaksanaannya, merujuk kedua sumber di atas, terdapat panduan pembacaan surat dalam sholat:

  • Surat Al-Fatihah bersifat wajib di setiap rakaat. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak sah salat seseorang yang tidak membaca Surat Al-Fatihah” (HR. Bukhari).
  • Membaca surat setelah Al-Fatihah termasuk sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada dua rakaat pertama salat fardu (Subuh, Maghrib, Isya, serta Dzuhur dan Ashar). Hal ini berdasarkan praktik Rasulullah ﷺ yang membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah) dan satu atau dua surat pendek pada rakaat pertama dan kedua (Muttafaq ‘alaih).
  • Untuk salat yang bacaannya dikeraskan (Maghrib, Isya, Subuh), imam disunnahkan mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surat pendek. Untuk salat yang bacaannya dipelankan (Dzuhur dan Ashar), bacaan dilakukan dengan lirih.
  • Disunnahkan memanjangkan bacaan pada salat Subuh, bacaan sedang pada Dzuhur dan Isya, serta memendekkan bacaan pada Maghrib.

Pertanyaan Seputar Surat Pendek

Apa saja bacaan shalat wajib?

Bacaan shalat wajib terdiri dari bacaan rukun (wajib dibaca agar shalat sah) dan bacaan sunah.

Surat apa yang wajib dibaca setiap rakaat shalat?

Membaca surat Al-Fatihah ketika shalat merupakan keharusan bagi seseorang muslim. Sebab Al-Fatihah termasuk dari pada rukun shalat. Jika seseorang tidak membacanya ketika shalat, maka ia harus mengulangi shalatnya. Berbeda halnya membaca surat lain setelah Al-Fatihah.

Apakah boleh baca surat pendek di rakaat 3 dan 4 saat sholat sendiri?

Membaca surat pendek (atau ayat Al-Qur'an) setelah Al-Fatihah pada rakaat 3 dan 4 saat sholat sendiri diperbolehkan. Namun, hukumnya tidak disunnahkan (makruh tanzih menurut sebagian ulama jika dilakukan terus-menerus), karena sunah utamanya adalah hanya membaca surah Al-Fatihah saja.

Surat apa yang wajib dibaca dalam shalat?

Satu-satunya surat yang wajib dibaca dalam setiap rakaat sholat (baik sholat fardhu maupun sunnah) adalah Surat Al-Fatihah. Membaca surat ini termasuk dalam rukun sholat, sehingga jika ditinggalkan, sholat Anda tidak sah.

Apa doa sujud dan rukuk?

Bacaan utama saat rukuk adalah tasbih Subhāna rabbiyal 'azīmi (dibaca 3 kali), sedangkan saat sujud adalah Subhāna rabbiyal a'lā (dibaca 3 kali). Terdapat juga doa khusus yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW saat rukuk dan sujud.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |