10 Urutan Surat Pendek Paling Mudah Dihafal dan Bacaannya, Rekomendasi untuk Pemula dan Anak

15 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Menentukan urutan surat pendek paling mudah dihafal adalah langkah penting bagi siapa pun yang ingin memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an, terutama bagi pemula dan anak-anak. Memulai dengan surat-surat yang pendek dan sederhana akan membangun rasa percaya diri dan dasar yang kuat sebelum beralih ke surat yang lebih panjang.

Juz 30, atau Juz ‘Amma, adalah bagian terakhir dari Al-Qur’an yang terdiri dari 37 surat pendek. Surat-surat ini sering dibaca dalam salat, menjadikannya pilihan ideal untuk dihafal karena akan terus diulang secara alami dalam ibadah sehari-hari.

Dr. Zainal Arifin, M.Pd.I, dalam bukunya Panduan Menghafal Al-Qur’an bagi Anak-Anak, menekankan bahwa mendidik anak dengan Al-Qur’an adalah bentuk ibadah dan syukur kepada Allah, serta merupakan investasi spiritual terbaik untuk masa depan mereka.

Berikut adalah urutan surat-surat pendek yang paling mudah dihafal, dimulai dari yang paling pendek dan sederhana, yang sangat cocok untuk pemula dan anak-anak.

10 Surat Pendek Paling Mudah Dihafal: Urutan dari yang Terpendek

1. Surat Al-Kautsar (Nikmat yang Banyak) - 3 Ayat

Surat terpendek dalam Al-Qur'an ini sangat ideal sebagai surat pertama yang dihafalkan. Ini adalah surat Makkiyah yang diturunkan sebagai bentuk penghiburan bagi Nabi Muhammad SAW.

Arab: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Latin: Innā a‘ṭainākal-kauṡar. Fa ṣalli lirabbika wanḥar. Inna syāni'aka huwal-abtar.

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah! Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).”

2. Surat Al-‘Asr (Masa/Waktu) - 3 Ayat

Surat ini mengandung pelajaran mendalam tentang waktu, keimanan, dan amal saleh dalam tiga ayat yang singkat.

Arab: وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Latin: Wal-'aṣr. Innal-insāna lafī khusr. Illal-lażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr.

Artinya: “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

3. Surat Al-Ikhlas (Memurnikan Keesaan Allah) - 4 Ayat

Surat ini sangat populer dan mudah diingat. Rasulullah SAW bersabda bahwa surat ini setara dengan sepertiga Al-Qur'an.

Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”

4. Surat Quraisy (Suku Quraisy) - 4 Ayat

Surat ini mengajarkan rasa syukur atas nikmat keamanan dan rezeki.

Arab: لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ . إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ . فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ . الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

Latin: Li'īlāfi quraīsy. Īlāfihim riḥlatasy-syitā'i waṣ-ṣaīf. Falya'budū rabba hāżal-bait. Allażī aṭ'amahum min jū'iw wa āmanahum min khauf.

Artinya: “Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (Yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka'bah). Yang telah memberi mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.”

5. Surat Al-Falaq (Waktu Subuh) - 5 Ayat

Surat ini mengajarkan anak untuk berlindung kepada Allah dari segala kejahatan, sangat baik dibaca sebelum tidur.

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Latin: Qul a'ūżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh). Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya). Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

6. Surat Al-Fil (Gajah) - 5 Ayat

Kisah pasukan bergajah ini sangat disukai anak-anak karena bernuansa cerita.

Arab: أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ . أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ . وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ . تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ . فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ

Latin: Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi'aṣḥābil-fīl. Alam yaj'al kaidahum fī taḍlīl. Wa arsala 'alaihim ṭairan abābīl. Tarmīhim biḥijāratim min sijjīl. Fa ja'alahum ka'aṣfim ma'kūl.

Artinya: “Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong. Yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar. Sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

7. Surat Al-Lahab (Gejolak Api) - 5 Ayat

Bahasanya tegas dan ritmenya kuat, sering disukai anak-anak karena kisahnya yang menarik.

Arab: تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ . مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ . سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ . وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ . فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

Latin: Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb. Mā agnā 'anhu māluhū wa mā kasab. Sayaṣlā nāran żāta lahab. Wamra'atuhū ḥammālatal-ḥaṭab. Fī jīdihā ḥablum mim masad.

Artinya: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka). Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.”

8. Surat An-Nas (Manusia) - 6 Ayat

Surat penutup Al-Qur'an ini pendek dan mengajarkan perlindungan dari bisikan jahat.

Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَٰهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin: Qul a'ūżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.”

9. Surat Al-Ma’un (Barang yang Berguna) - 7 Ayat

Berisi tentang pentingnya salat dan kepedulian terhadap sesama.

Arab: أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ . فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ . وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ . فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ . الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ . وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

Latin: Ara'aital-lażī yukażżibu bid-dīn. Fa żālikal-lażī yadu''ul-yatīm. Wa lā yaḥuḍḍu 'alā ṭa'āmil-miskīn. Fa wailul lil-muṣallīn. Al-lażīna hum 'an ṣalātihim sāhūn. Al-lażīna hum yurā'un. Wa yamna'ūnal-mā'ūn.

Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang salat. (Yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya. Orang-orang yang berbuat ria. Dan enggan (memberikan) bantuan.”

10. Surat Al-Kafirun (Orang-Orang Kafir) - 6 Ayat

Penegasan perbedaan keyakinan dan toleransi beragama.

Arab: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ . لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ . وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ . لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Latin: Qul yā ayyuhal-kāfirūn. Lā a'budu mā ta'budūn. Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud. Wa lā ana 'ābidum mā 'abattum. Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud. Lakum dīnukum wa liya dīn.

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Kamu juga bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

Daftar Surat di Juz’Amma

1. An-Naba' (QS. 78) – 40 Ayat

Menjelaskan kabar besar tentang hari kebangkitan, tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, serta balasan bagi orang yang beriman dan orang yang mengingkari-Nya.

2. An-Nazi'at (QS. 79) – 46 Ayat Berisi kisah malaikat yang mencabut nyawa, dakwah Nabi Musa AS kepada Fir'aun, serta gambaran hari kiamat sebagai pengingat bagi manusia.

3. 'Abasa (QS. 80) – 42 Ayat Mengisahkan teguran Allah SWT kepada Rasulullah SAW agar memberikan perhatian yang sama kepada siapa pun yang ingin belajar tentang agama.

4. At-Takwir (QS. 81) – 29 Ayat Menggambarkan berbagai peristiwa dahsyat menjelang hari kiamat sekaligus menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah SWT.

5. Al-Infitar (QS. 82) – 19 Ayat Menjelaskan hancurnya alam semesta pada hari kiamat, pencatatan amal oleh para malaikat, serta balasan yang akan diterima setiap manusia.

6. Al-Mutaffifin (QS. 83) – 36 Ayat Berisi peringatan keras kepada orang yang curang dalam timbangan dan takaran, sekaligus menjelaskan balasan bagi orang yang jujur dan yang berbuat curang.

7. Al-Insyiqaq (QS. 84) – 25 Ayat Menggambarkan langit yang terbelah pada hari kiamat dan keadaan manusia ketika menerima catatan amalnya, baik dari sebelah kanan maupun kiri.

8. Al-Buruj (QS. 85) – 22 Ayat Menceritakan kisah Ashabul Ukhdud, yaitu orang-orang beriman yang tetap teguh mempertahankan akidah meski mendapat siksaan berat.

9. At-Tariq (QS. 86) – 17 Ayat Mengajak manusia merenungkan penciptaannya sebagai bukti kekuasaan Allah SWT yang mampu membangkitkan manusia setelah kematian.

10. Al-A'la (QS. 87) – 19 Ayat Mengajarkan untuk selalu bertasbih kepada Allah SWT, mengingat wahyu-Nya, serta lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada dunia.

11. Al-Ghasyiyah (QS. 88) – 26 Ayat Menjelaskan keadaan penghuni surga dan neraka, serta mengajak manusia memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.

12. Al-Fajr (QS. 89) – 30 Ayat Mengisahkan kehancuran kaum-kaum yang durhaka, seperti 'Ad, Tsamud, dan Fir'aun, serta kabar gembira bagi jiwa yang tenang dan taat kepada Allah.

13. Al-Balad (QS. 90) – 20 Ayat Mengingatkan bahwa kehidupan penuh ujian dan mengajarkan pentingnya menolong sesama, memerdekakan budak, serta berbuat baik kepada orang yang membutuhkan.

14. Asy-Syams (QS. 91) – 15 Ayat Menjelaskan bahwa orang yang mampu menyucikan jiwanya akan memperoleh keberuntungan, sedangkan yang mengotorinya akan merugi.

15. Al-Lail (QS. 92) – 21 Ayat Membandingkan balasan bagi orang yang gemar bersedekah dan bertakwa dengan orang yang kikir serta mendustakan kebenaran.

16. Ad-Duha (QS. 93) – 11 Ayat Menghibur Rasulullah SAW dengan mengingatkan berbagai nikmat Allah, sekaligus mengajarkan kepedulian kepada anak yatim dan orang miskin.

17. Asy-Syarh (QS. 94) – 8 Ayat Memberikan penghiburan bahwa setiap kesulitan selalu disertai kemudahan serta mendorong umat Islam untuk tetap semangat beribadah.

18. At-Tin (QS. 95) – 8 Ayat Menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang paling baik dan akan memperoleh balasan sesuai amal perbuatannya.

19. Al-'Alaq (QS. 96) – 19 Ayat Merupakan wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah SAW. Surat ini menekankan pentingnya membaca, menuntut ilmu, dan mengenal Allah SWT.

20. Al-Qadr (QS. 97) – 5 Ayat Menjelaskan keutamaan malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan serta dipenuhi keberkahan dan rahmat Allah.

21. Al-Bayyinah (QS. 98) – 8 Ayat Menerangkan bukti nyata kerasulan Nabi Muhammad SAW dan menjelaskan balasan bagi orang yang beriman maupun yang menolak kebenaran.

22. Az-Zalzalah (QS. 99) – 8 Ayat Menggambarkan dahsyatnya guncangan bumi pada hari kiamat dan menegaskan bahwa setiap amal, sekecil apa pun, akan diperlihatkan kepada pelakunya.

23. Al-'Adiyat (QS. 100) – 11 Ayat Mengingatkan manusia agar tidak terlalu mencintai harta benda dan selalu bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan.

24. Al-Qari'ah (QS. 101) – 11 Ayat Menggambarkan suasana hari kiamat ketika amal manusia ditimbang dan menjadi penentu nasibnya di akhirat.

25. At-Takasur (QS. 102) – 8 Ayat Memperingatkan manusia agar tidak terlena oleh persaingan mengumpulkan harta dan kemewahan hingga melupakan kehidupan akhirat.

26. Al-'Asr (QS. 103) – 3 Ayat Menegaskan bahwa semua manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menguatkan dalam kesabaran.

27. Al-Humazah (QS. 104) – 9 Ayat Berisi peringatan bagi orang yang suka mencela, menggunjing, dan merasa sombong karena kekayaan yang dimilikinya.

28. Al-Fil (QS. 105) – 5 Ayat Menceritakan bagaimana Allah SWT melindungi Ka'bah dari serangan pasukan bergajah yang dipimpin Abrahah sebagai bukti kekuasaan-Nya.

29. Quraisy (QS. 106) – 4 Ayat Mengajak kaum Quraisy untuk bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat keamanan, persatuan, dan rezeki yang mereka peroleh.

30. Al-Ma'un (QS. 107) – 7 Ayat Mengajarkan pentingnya kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin serta melarang beribadah hanya untuk pamer.

31. Al-Kautsar (QS. 108) – 3 Ayat Menjelaskan nikmat besar yang Allah SWT berikan kepada Rasulullah SAW dan memerintahkan beliau untuk mendirikan salat serta berkurban sebagai bentuk syukur.

32. Al-Kafirun (QS. 109) – 6 Ayat Menegaskan bahwa umat Islam harus teguh dalam tauhid dan tidak mencampurkan ibadah kepada Allah dengan keyakinan lain.

33. An-Nasr (QS. 110) – 3 Ayat Mengabarkan datangnya pertolongan Allah dan kemenangan Islam, sekaligus mengajarkan untuk memperbanyak tasbih dan istigfar ketika memperoleh keberhasilan.

34. Al-Lahab (QS. 111) – 5 Ayat Mengisahkan kebinasaan Abu Lahab dan istrinya karena menentang dakwah Rasulullah SAW dan memusuhi agama Allah.

35. Al-Ikhlas (QS. 112) – 4 Ayat Menjelaskan inti ajaran tauhid bahwa Allah Maha Esa, tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

36. Al-Falaq (QS. 113) – 5 Ayat Mengajarkan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai kejahatan makhluk, kegelapan malam, sihir, dan orang yang dengki.

37. An-Nas (QS. 114) – 6 Ayat Berisi doa memohon perlindungan kepada Allah, Rabb seluruh manusia, dari godaan setan yang membisikkan keburukan ke dalam hati manusia.

Hikmah Hafal Surat Pendek

• Memperlancar dan Mengkhusyukkan Salat: Surat-surat pendek menjadi bacaan utama setelah Al-Fatihah. Dengan menghafalnya, salat dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk, tidak terburu-buru, dan bacaan menjadi lebih tartil.

• Fondasi Keimanan dan Pendidikan Karakter: Surat-surat pendek sarat dengan ajaran tauhid, akhlak, dan kisah-kisah inspiratif yang menjadi fondasi kuat bagi pembentukan karakter dan keimanan anak sejak dini.

• Melatih Konsentrasi dan Daya Ingat: Proses menghafal melatih otak untuk fokus dan bekerja secara optimal. Ini adalah latihan yang sangat baik untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, tidak hanya untuk urusan agama tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari.

• Menumbuhkan Kepercayaan Diri: Setiap kali berhasil menghafal satu surat, anak akan merasakan pencapaian. Ini membangun rasa percaya diri dan motivasi untuk terus belajar dan menghafal lebih banyak lagi.

• Mendapatkan Keberkahan dan Kemuliaan: Menghafal Al-Qur'an adalah amalan mulia yang mendatangkan pahala dan keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.

Pertanyaan Seputar Surat Pendek Al Quran

1. Urutan surat pendek apa yang paling mudah dihafal untuk pemula?

Urutan yang paling mudah dimulai dari surat yang paling pendek, yaitu: Al-Kautsar (3 ayat), Al-‘Asr (3 ayat), Al-Ikhlas (4 ayat), Quraisy (4 ayat), Al-Falaq (5 ayat), dan Al-Fil (5 ayat). Surat-surat ini memiliki ayat yang pendek dan pengulangan kata yang membantu proses menghafal.

2. Surat apa yang paling pendek di Juz 30?

Surat terpendek di Juz 30 adalah Surat Al-Kautsar yang hanya terdiri dari 3 ayat. Ini menjadikannya pilihan pertama yang sangat baik untuk dihafal oleh anak-anak.

3. Mengapa surat-surat di Juz 30 mudah dihafal?

Surat-surat di Juz 30 memiliki jumlah ayat yang sedikit dan kalimat yang pendek. Selain itu, surat-surat ini sering dibaca dalam salat, sehingga secara alami sering diulang dan lebih mudah melekat dalam ingatan.

4. Berapa banyak surat yang harus dihafal anak untuk salat?

Untuk memulai salat, seorang anak setidaknya perlu menghafal Surat Al-Fatihah yang wajib dibaca di setiap rakaat, dan satu atau dua surat pendek lainnya sebagai bacaan tambahan. Seiring waktu, jumlah ini bisa terus ditambah.

5. Bagaimana cara mengajarkan hafalan surat pendek pada anak?

Mulailah dengan surat yang paling pendek, bacakan dengan lafal yang jelas dan irama yang menarik, ulangi secara rutin, dan gunakan metode yang menyenangkan seperti bernyanyi atau bercerita tentang isi surat. Berikan pujian dan hadiah sederhana untuk setiap pencapaian.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |