Liputan6.com, Jakarta - Bacaan doa ketika berada di depan Ka'bah sesuai sunnah menjadi merupakan amalan penting yang membuat momen spesial tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan permohonan kepada Allah SWT lantaran statusnya yang istimewa.
Ka'bah merupakan kiblat seluruh kaum muslimin sekaligus rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang (berada) di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. (QS. Ali 'Imran: 96)
Karena kemuliaan Ka'bah, setiap muslim dianjurkan memperbanyak ibadah ketika berada di Masjidil Haram. Namun, para ulama mengingatkan agar seluruh amalan tetap mengikuti tuntunan Rasulullah SAW sehingga memperoleh keutamaan secara sempurna.
Dalam Ebook Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah dan Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa tidak terdapat doa khusus yang sahih dan diwajibkan ketika pertama kali melihat Ka'bah. Jamaah dipersilakan memanjatkan doa apa saja yang baik, memperbanyak zikir, serta memohon segala kebaikan dunia dan akhirat dengan penuh kekhusyukan.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah doa-doa yang bisa dipanjatkan ketika berada di depan Ka'bah.
Bacaan Doa di Depan Ka'bah Sesuai Sunnah
Sebagai panduan batin jemaah saat berhadapan langsung dengan Baitullah, berikut adalah rangkaian doa yang direkomendasikan berdasarkan kompilasi Kemenag dan literatur sunnah:
1. Doa Saat Pertama Kali Melihat Ka'bah
Momen pandangan pertama ke arah Ka'bah adalah waktu di mana doa sangat mustajab.
Lafaz Arab: اَللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً، وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا
Latin: Allahumma zid haadzal baita tasyrifan wa ta'dziman wa takriman wa mahabatan, wa zid man syarrafahu wa karramahu mimman hajjahu awi'tamarahu tasyrifan wa takriman wa ta'dziman wa birran.
Artinya: "Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan wibawa pada Baitullah ini. Dan tambahkan pula pada orang-orang yang memuliakan dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji atau yang berumrah, akan kemuliaan, kehormatan, kebesaran, dan kebaikan."
2. Doa Memohon Keselamatan (Menyambung Doa Pertama)
Setelah memuji keagungan Ka'bah, jemaah disunnahkan memohon keselamatan dunia dan akhirat.
Lafaz Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ
Latin: Allahumma antas-salaam wa minkas-salaam, fahayyinaa rabbanaa bis-salaam.
Artinya: "Ya Allah, Engkau sumber keselamatan, dan dari-Mu lah datangnya keselamatan, maka hidupkanlah kami wahai Tuhan kami dengan keselamatan."
3. Doa Menghadap Hajar Aswad (Memulai Tawaf)
Ketika sejajar dengan rukun Hajar Aswad, jemaah memulai prosesi putaran ibadahnya.
Lafaz Arab: بِسْمِ اللهِ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَللَّهُمَّ إِيمَانًا بِكَ وَتَصْدِيقًا بِكِتَابِكَ وَوَفَاءً بِعَهْدِكَ وَاتِّبَاعًا لِسُنَّةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Latin: Bismillahi, Allahu Akbar. Allahumma iimaanan bika wa tashdiiqan bikitaabika wa wafaa-an bi'ahdika wattibaa'an lisunnati nabiyyika muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallam.
Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, (aku melakukan ini) karena iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu, Muhammad SAW."
4. Doa Saat Berada di Multazam
Multazam (area antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah) adalah titik permohonan yang tidak akan tertolak.
Lafaz Arab: اَللَّهُمَّ يَا رَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ، أَعْتِقْ رِقَابَنَا وَرِقَابَ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ
Latin: Allahumma yaa rabbal baitil 'atiiq, a'tiq riqaabanaa wa riqaaba aabaa-inaa wa ummahaatinaa wa ikhwaaninaa wa aulaadinaa minan-naar.
Artinya: "Ya Allah, wahai Pemelihara rumah yang kuno (Baitullah), bebaskanlah tengkuk kami, tengkuk bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, saudara-saudara kami, dan anak-anak kami dari siksa neraka."
5. Doa di Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran yang terletak di sisi utara Ka'bah, yang termasuk bagian dari Ka'bah. Tempat ini termasuk salah satu area yang diyakini mustajab untuk berdoa. Doa yang dianjurkan di Hijir Ismail adalah:
Bacaan Arab: يَا رَبِّ أَتَيْتُكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيدَةٍ مُؤَمِّلاً مَعْرُوفَكَ فَأَنِلْنِي مَعْرُوفًا مِنْ مَعْرُوفِكَ يُغْنِينِي عَنْ مَعْرُوفِ مَنْ سِوَاكَ يَا وَاهِبَ الْخَيْرَاتِ
Bacaan Latin: Yā rabbi ataytuka min syuqqatin ba‘īdatin mu’ammilan ma‘rūfaka fa anilnī ma‘rūfan min ma‘rūfika yughnīnī ‘an ma‘rūfi man siwāka yā wāhibal-khairāt.
Artinya: "Ya Tuhanku, aku datang kepada-Mu dari tempat yang jauh dengan mengharapkan kebaikan-Mu, maka berikanlah kepadaku kebaikan dari kebaikan-Mu yang mencukupiku dari kebaikan selain-Mu, wahai Zat Pemberi kebaikan."
6. Doa Setelah Tawaf (Salat di Maqam Ibrahim)
Setelah menyelesaikan tawaf, disunnahkan melaksanakan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Setelah salat, dianjurkan membaca doa berikut:
Bacaan Arab: اللَّهُمَّ يَسِّرْ لِي الْيُسْرَى وَجَنِّبْنِي الْعُسْرَى وَاغْفِرْ لِي فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى وَاعْصِمْنِي بِاللَّطَائِفِ حَتَّى لَا أَعْصِيَكَ وَأَعِنِّي عَلَى طَاعَتِكَ بِتَوْفِيقِكَ
Bacaan Latin: Allāhumma yassir lī al-yusrā wa jannibnī al-‘usrā waghfir lī fil-ākhirati wal-ūlā wa‘ṣimnī bil-laṭā’ifi ḥattā lā a‘ṣīka wa a‘innī ‘alā ṭā‘atika bitawfīqika.
Artinya: "Ya Allah, mudahkanlah bagiku kemudahan dan jauhkanlah aku dari kesulitan, ampunilah aku di akhirat dan di dunia, peliharalah aku dengan kelembutan-Mu sehingga aku tidak bermaksiat kepada-Mu, dan tolonglah aku dalam mentaati-Mu dengan taufik-Mu."
Hikmah Bacaan Doa di Depan Ka'bah Sesuai Sunnah
1. Meneguhkan Keimanan dan Ketauhidan
Berdoa di hadapan Ka'bah dengan bacaan-bacaan yang diajarkan Rasulullah SAW mengingatkan seorang hamba bahwa hanya Allah semata yang layak disembah dan dimintai pertolongan. Setiap lantunan doa adalah pengakuan akan keesaan Allah dan ketergantungan mutlak seorang hamba kepada-Nya.
2. Menghadirkan Kekhusyukan dan Kedekatan dengan Allah
Momen di depan Ka'bah adalah waktu terbaik untuk merasakan kedekatan dengan Allah. Imam An-Nawawi menganjurkan untuk berdoa apa saja yang berkaitan dengan kepentingan dunia dan akhirat karena saat melihat Ka'bah, pintu langit dibuka. Kekhusyukan yang hadir di tempat ini akan membawa ketenangan batin yang mendalam.
3. Mendapatkan Pengampunan Dosa
Ka'bah adalah rumah Allah yang penuh ampunan. Doa-doa yang dipanjatkan di hadapan-Nya dengan penuh ketulusan menjadi sarana untuk memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, doa yang dipanjatkan saat melihat Ka'bah adalah doa yang mustajab dan berpeluang besar dikabulkan.
4. Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Doa "Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanatan wa fil-ākhirati ḥasanatan" yang dianjurkan dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad mengajarkan seorang hamba untuk tidak hanya meminta kebaikan dunia, tetapi juga kebaikan akhirat. Ini adalah doa yang mencakup seluruh kebutuhan hidup seorang Muslim.
5. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Membaca doa-doa sesuai sunnah di depan Ka'bah adalah bentuk ittiba' (mengikuti jejak) kepada Rasulullah SAW. Imam Asy-Syafi'i dalam Musnad-nya meriwayatkan bahwa Nabi SAW apabila melihat Ka'bah sambil mengangkat kedua tangannya, beliau mengucapkan doa-doa yang telah diajarkan. Mengamalkan sunnah ini akan mendatangkan pahala dan keberkahan.
6. Memperoleh Ketenangan dan Kedamaian Hati
Doa "Allāhumma antas-salām" yang dianjurkan dibaca saat melihat Ka'bah mengandung makna bahwa Allah adalah sumber keselamatan. Dengan mengucapkannya, seorang hamba akan merasakan ketenangan dan kedamaian hati, melepaskan diri dari segala kekhawatiran dan ketakutan.
7. Menjaga Kesucian dan Kehormatan Diri
Doa ketika memasuki Kota Makkah memohon perlindungan agar daging, darah, rambut, dan kulit dijauhkan dari api neraka. Ini mengajarkan bahwa setiap jemaah yang datang ke tanah suci harus menjaga kesucian diri dan menghormati kesucian tempat yang dikunjungi.
8. Meningkatkan Kualitas Ibadah
Membaca doa-doa yang ma'tsur (diajarkan Rasulullah) di setiap momen ibadah—mulai dari masuk kota, melihat Ka'bah, memulai tawaf, hingga setelah selesai—akan meningkatkan kualitas dan kekhusyukan ibadah. Doa-doa ini menjadi pengingat bahwa setiap gerakan ibadah memiliki makna spiritual yang mendalam.
9. Menjadi Bekal Perjalanan Spiritual
Doa-doa di depan Ka'bah bukan hanya untuk kepentingan dunia, tetapi juga menjadi bekal perjalanan spiritual menuju kehidupan akhirat. Imam An-Nawawi menganjurkan untuk berdoa segala kebutuhan dunia dan akhirat, karena saat di depan Ka'bah adalah waktu yang paling utama untuk memohon ampunan Allah.
Pertanyaan Seputar Doa di Depan Ka'bah
1. Apakah wajib membaca doa khusus dalam bahasa Arab saat melihat Ka'bah?
Tidak wajib. Hukum membaca doa tersebut adalah sunnah. Jemaah diperbolehkan berdoa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa ibu sesuai hajat masing-masing jika kesulitan menghafal lafaz Arabnya.
2. Di mana saja letak tempat yang paling mustajab di sekitar area Ka'bah?
Titik paling mustajab meliputi Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah), Hijr Ismail, area dekat Maqam Ibrahim, dan Rukun Yamani.
3. Bolehkah berdoa sambil menangis keras di depan Ka'bah?
Menangis karena meresapi dosa dan memohon ampunan sangat dianjurkan karena menunjukkan kelembutan hati. Namun, disarankan untuk tidak meratap (meraung-raung) agar tidak mengganggu jemaah lain.
4. Apa yang diucapkan ketika hanya bisa memberi isyarat (mengangkat tangan) ke arah Hajar Aswad?
Cukup menghadapkan telapak tangan kanan ke arah Hajar Aswad, mengucapkan "Bismillahi, Allahu Akbar", lalu mengecup telapak tangan tersebut tanpa memaksakan diri mendekat jika kondisi sangat padat.
5. Bolehkah membaca doa menggunakan panduan dari buku kecil atau gawai?
Diperbolehkan. Jika tidak hafal, jemaah boleh membaca panduan dari buku saku manasik haji atau aplikasi gawai selama hal tersebut membantu menjaga konsentrasi dan kekhusyukan ibadah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4834999/original/045552600_1715939587-medium-shot-islamic-man-grieving.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5386164/original/039099900_1760956903-ilustrasi_membaca_quran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8928545/original/069471700_1782959067-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__09_23_09_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4491252/original/053957400_1688529312-pexels-meruyert-gonullu-6908028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304370/original/093130600_1784713835-01KY4HSN6MCFPS1Q55NE6MHHD3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309375/original/062082400_1785226008-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3292250/original/093623800_1604992396-suzy-turbenson-zpIsUwrIRtY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402935/original/045204600_1762311893-priest-holding-holy-book-bracelet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5018343/original/061776200_1732336344-apa-itu-alam-kubur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9307719/original/062767400_1785063931-amg1200.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210968/original/055759100_1746521381-WhatsApp_Image_2025-05-06_at_15.43.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9304915/original/053158000_1784776858-4Qer4OZSWmkN7bJuhkLWD1DpfNSN3IN7oX1k6J7q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5544736/original/021119200_1775115709-gibran_promo_motor_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378584/original/033747300_1760257934-unnamed__52_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539894/original/063339600_1774665018-Jemaah_umrah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531527/original/052463700_1773619111-unnamed__8_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558454/original/058152900_1776419419-cek_fakta_-_petani_milenial_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534796/original/005967200_1773893358-unnamed__8_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220347/original/094913800_1747281277-41961081_8976420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552530/original/095418000_1775812020-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-10T153121.431.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537973/original/087366600_1774496444-059021300_1731541467-puasa_7.jpg)