5 Bacaan Doa Doa Mustajab di Bulan Dzulhijjah, Simak Waktu Terbaik Mengamalkan

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Dzuhijah identik dengan ibadah haji, Idul Adha dan kurban. Tak hanya itu, terdapat kesempatan memanjatkan doa doa mustajab di bulan Dzulhijjah. Setiap muslim sangat dianjurkan untuk memperbanyak munajat karena statusnya sebagai bulan mulia

Keutamaan berdoa pada hari-hari ini sangatlah istimewa, baik bagi jamaah haji maupun umat Islam yang berada di tanah air. Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang berhaji serta berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri" (HR. Ibnu Majah).

Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab menganjurkan umat Islam agar mengisi waktu-waktu utama Dzulhijjah ini dengan memperbanyak zikir, takbir, serta doa-doa kebaikan, serta memanfaatkan kesempatan berharga ini dengan sebaik-baiknya.

Berikut ini adalah doa-doa mustajab di bulan Dzulhijjah, merujuk ebook Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Amalan-amalannya terbitan Masjid Al-Ittihad, Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah karya Hanif Luthfi, serta sumber kredibel lain.

1. Doa Hari Arafah (9 Dzulhijjah): Doa Paling Utama Sepanjang Tahun

Hari Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah 1447 H / Selasa, 26 Mei 2026 M, adalah hari paling istimewa untuk berdoa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.”

Hadits ini dinilai hasan oleh Syaikh Al-Albani. Para ulama menafsirkan bahwa maksudnya, doa pada hari Arafah adalah doa yang paling cepat diijabahi (dikabulkan) oleh Allah SWT. Keutamaan ini berlaku umum, baik bagi jamaah haji yang sedang wukuf maupun bagi Muslim di seluruh dunia yang tidak sedang berhaji, karena kemuliaan hari itu sendiri.

a. Doa Utama Hari Arafah (Laa ilaaha illallah…)

Doa ini adalah dzikir tauhid yang paling utama dan paling banyak dipanjatkan oleh Rasulullah ﷺ serta para nabi sebelumnya di Padang Arafah. Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

Arab: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

b. Doa Wukuf untuk Jamaah Haji (Allahummaj’al fii qalbii nuura…)

Bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Padang Arafah, dianjurkan membaca doa perlindungan lengkap yang diajarkan Rasulullah ﷺ berikut ini, sebagaimana tercatat dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah:

Arab: اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا، اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسْوَاسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ، وَمِنْ شَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ

Latin: Allahummaj‘al fii qalbii nuuraa, wa fii sam‘ii nuuraa, wa fii basharii nuuraa. Allahummasyrah lii shadrii wa yassir lii amrii, wa a‘uudzu bika min waswaasish shadri wa shataatil amri wa fitnatil qabri. Allahumma innii a‘uudzu bika min syarri maa yaliju fillaili wa min syarri maa yaliju fin nahaari, wa min syarri maa tahubbu bihir riyaahu, wa min syarri bawaa-iqid dahri.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya di pendengaranku, dan cahaya di penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati, kekacauan urusan, dan fitnah kubur. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang masuk pada malam hari, dari kejahatan yang masuk pada siang hari, dari kejahatan yang ditiupkan angin, dan dari malapetaka masa.”

2. Doa Sapu Jagat (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa ini disebut “Sapu Jagat” karena mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat sekaligus. Keistimewaannya: doa ini bersumber langsung dari Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah ayat 201, dan merupakan doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah ﷺ.

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa ini sangat dianjurkan untuk diperbanyak pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, karena mengandung permohonan yang menyeluruh dan telah menjadi kebiasaan Rasulullah ﷺ dalam setiap kesempatan.

3. Doa Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dibaca 10 kali setiap hari dari tanggal 1 hingga 10 Dzulhijjah. Doa ini tercantum dalam kitab Al-Mu’jamul Kabir karya Imam Ath-Thabrani. Keutamaannya, bagi yang mengamalkannya secara istiqamah akan mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT.

Arab: لَا إِلَهَ إِلّا اللهُ عَدَدَ الدُّهُوْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ البُحُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ النَّبَاتِ وَالشَّجَرِ، لاَ إِلَه َإِلَّا اللهُ عَدَدَ اْلقَطْرِ وَاْلمَطَرِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ لَمْحِ اْلعُيُوْنِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ خيرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذاَ إلِىَ يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ

Latin: Laa ilaaha illallaahu ‘adadad duhuur, laa ilaaha illallaahu ‘adada amwaajil buhuur, laa ilaaha illallaahu ‘adadan nabaati wasy syajar, laa ilaaha illallaahu ‘adadal qathri wal mathar, laa ilaaha illallaahu ‘adada lamhil ‘uyuun, laa ilaaha illallaahu khairum mimmaa yajma’uun, laa ilaaha illallaahu min yauminaa haadzaa ilaa yaumi yunfakhu fish shuur.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan masa, tiada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan ombak lautan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak hitungan tumbuhan dan pepohonan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak tetesan air hujan, tiada Tuhan selain Allah sebanyak kedipan mata, tiada Tuhan selain Allah, lebih baik dari apa pun yang mereka kumpulkan, tiada Tuhan selain Allah mulai dari hari ini hingga hari ditiupnya terompet (hari kiamat).”

4. Doa Sayyidul Istighfar: Penghulu Istighfar Sepanjang Zaman

Bulan Dzulhijjah adalah bulan pengampunan. Memperbanyak istighfar menjadi amalan utama, terutama di hari Arafah. Doa Sayyidul Istighfar adalah istighfar paling utama yang diajarkan Rasulullah SAW.

Dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari, beliau bersabda bahwa siapa yang membacanya dengan keyakinan di siang hari lalu meninggal sebelum petang, maka ia termasuk penghuni surga.

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لآ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin: Allaahumma Anta Rabbii, laa ilaaha illa Anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu. A‘uudzu bika min syarri maa shana‘tu, abuu-u laka bini‘matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbii, faghfir lii, fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa Anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian dan janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang telah kuperbuat. Aku mengakui segala nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap hari selama bulan Dzulhijjah, terutama setelah shalat fardhu dan di waktu sahur sepertiga malam terakhir.

5. Doa Buka Puasa Sunnah Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah

Bagi yang menjalankan puasa sunnah pada 1-9 Dzulhijjah, termasuk puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah), dianjurkan membaca doa buka puasa berikut. Implikasi keutamaannya: doa orang yang berpuasa tidak tertolak, dan pahala puasa di bulan Dzulhijjah dilipatgandakan.

Doa Buka Puasa Dzulhijjah / Tarwiyah / Arafah

Arab: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Latin: Allaahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika aftharthu

Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki yang Engkau berikan aku berbuka.”

Doa Tambahan saat Berbuka dengan Air Putih (Dzahabazh zhamaa-u…):

Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latin: Dzahabazh zhamaa-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa-Allaah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah.”

Panduan Praktis: Waktu-Waktu Terbaik Berdoa di Bulan Dzulhijjah

Berikut adalah momen-momen paling mustajab yang dapat dimaksimalkan:

  • Pada Hari Arafah (9 Dzulhijjah / 26 Mei 2026) – Paling Utama sepanjang hari terutama setelah ashar hingga maghrib.
  • Di Sepertiga Malam Terakhir pada setiap malam bulan Dzulhijjah.
  • Setelah Shalat Fardhu Lima Waktu.
  • Saat Sujud dalam Shalat.
  • Saat Berbuka Puasa (doa orang yang berpuasa tidak tertolak).

Dianjurkan pula untuk memperbanyak dzikir takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih sepanjang sepuluh hari pertama, serta mengangkat suara saat bertakbir di jalan-jalan, pasar, dan masjid sebagai bentuk syiar Islam.

Keutamaan Berdoa di Bulan Dzulhijjah

1. Bertepatan dengan “Sepuluh Hari Terbaik” Sepanjang Tahun

Nabi SAW bersabda bahwa amal saleh di sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih dicintai Allah daripada amal di hari-hari lainnya, bahkan melebihi jihad fi sabilillah (kecuali yang syahid).

2. Diabadikan dalam Al-Qur’an

Allah SWT bersumpah demi “malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr: 2) yang para ulama tafsir sepakat sebagai sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukkan kedudukan waktu tersebut sangat mulia.

3. Hari Arafah adalah Hari Paling Mustajab untuk Berdoa

Rasulullah SAW secara tegas menyatakan bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah (9 Dzulhijjah), dan doa pada hari ini adalah doa yang paling cepat dikabulkan.

4. Allah Membebaskan Lebih Banyak Hamba dari Neraka

Pada hari Arafah, Allah SWT mendekat kepada hamba-Nya dan membebaskan lebih banyak orang dari api neraka dibandingkan hari-hari lainnya, lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat.

5. Berkumpulnya Beragam Ibadah dalam Waktu yang Sama

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah menghimpun shalat, puasa, sedekah, haji, dan qurban sekaligus—sesuatu yang tidak ditemukan di bulan mana pun. Ibadah yang paling mudah sekalipun, seperti dzikir dan doa, memiliki dampak pahala yang sangat besar.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |