6 Adab Menjaga Kebersihan Kuku dalam Ajaran Islam, Doa dan Hikmahnya

18 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Islam adalah agama yang sangat mencintai kebersihan dan kesucian. Oleh karena itu, adab menjaga kebersihan kuku dalam ajaran islam menjadi salah satu perkara fitrah yangpenting diperhatikan oleh setiap muslim.

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa memotong kuku termasuk dalam lima perkara fitrah, bersanding dengan khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, dan menipiskan kumis.

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menerangkan bahwa batas maksimal membiarkan kuku memanjang adalah empat puluh hari. Lebih dari batas waktu tersebut, maka hukumnya menjadi makruh.

Merawat kuku tentu bukan sekadar persoalan estetika fisik semata. Kebersihan area ini amat krusial sebab kotoran di balik kuku panjang dapat menghalangi masuknya air wudu, yang pada akhirnya berpotensi membuat ibadah salat menjadi tidak sah.

Merujuk ebook Sunnah-Sunnah Sehari-hari karya Abdullah Hamud al Furaij, Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, serta sumber lainnya, berikut ini adalah adab-adab menjaga kebersihan kuku.

1. Memotong Kuku sebagai Sunnah Fitrah

Anjuran memotong kuku merupakan salah satu dari lima perkara fitrah yang melekat pada diri manusia. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah ﷺ bersabda: “Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memotong kumis.”

Istilah "fitrah" di sini menunjukkan bahwa praktik ini adalah tuntunan alami para nabi, sebuah karakter bawaan yang dianjurkan untuk dipelihara oleh setiap muslim. Hadits ini menjadi fondasi utama yang menunjukkan betapa pentingnya memotong kuku dalam Islam.

Penjelasan lebih rinci mengenai amalan fitrah ini juga ditemukan dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, yang menempatkan kebersihan kuku dalam kerangka ibadah harian seorang muslim.

Dalam kitab tersebut, menjaga kebersihan fisik adalah bagian dari persiapan diri untuk senantiasa berada dalam keadaan suci, baik untuk shalat maupun aktivitas lainnya.

Para ulama sepakat bahwa hukum memotong kuku adalah sunnah (dianjurkan), baik bagi laki-laki maupun perempuan. Bahkan, Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab menyatakan bahwa hal ini telah menjadi konsensus (ijma’) di kalangan ulama.

Hukum ini berlaku untuk seluruh jari, baik di tangan maupun di kaki, dan seorang muslim dianjurkan untuk melakukannya secara rutin.

Keutamaan memotong kuku tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga medis. Dalam Hadiah Indah, Abdullah Hamud al Furaij menjelaskan hikmah di balik anjuran ini, di antaranya:

  • Menjaga Kesucian Ibadah: Kotoran yang menumpuk di bawah kuku yang panjang dapat menghalangi air wudhu mencapai kulit, sehingga berpotensi meragukan kesucian. Dengan memotong kuku, seseorang dapat memastikan wudhu dan shalatnya sah.
  • Mencegah Penyakit: Kuku yang panjang dan terawat adalah sarang kuman dan bakteri. Dengan memangkasnya, seseorang terhindar dari berbagai penyakit yang bersumber dari kotoran. Penjelasan ini juga didukung oleh literatur medis yang menyebut bahwa kotoran di sela-sela kuku dapat mencegah air menyentuh pori-pori saat wudhu.

2. Waktu Memotong Kuku

Meskipun memotong kuku pada dasarnya bisa dilakukan kapan saja, Islam memberikan panduan tentang hari-hari yang paling utama.

Hari Utama: Jumat, Kamis, dan Senin

Waktu yang paling dianjurkan untuk memotong kuku adalah hari Jumat, sebelum melaksanakan shalat Jumat. Hal ini didasarkan pada riwayat dari Abu Ja’far bahwa Nabi Muhammad ﷺ biasa mencukur kumis dan kukunya pada hari Jumat.

Dalam kitab Hasyiyatul Jamal, Sulaiman Al-Jamal menyebutkan bahwa selain Jumat, hari Kamis dan Senin juga termasuk waktu utama. Beliau menuliskan dDisunahkan mencuci ujung-ujung jari setelah dipotong kukunya... Yang utama memotong kuku dilakukan pada hari Jumat, Kamis atau Senin.

Waktu Tak Dianjurkan Memotong Kuku

Terdapat pendapat yang memakruhkan memotong kuku pada hari Selasa karena dianggap dapat mendatangkan penyakit. Namun, pendapat ini umumnya dinilai lemah oleh para ulama kontemporer karena tidak memiliki dasar hadits yang shahih. Karenanya, memotong kuku pada hari apa pun pada dasarnya diperbolehkan.

3. Tata Cara dan Urutan Memotong Kuku yang Baik

Meskipun tidak ada hadits yang secara eksplisit dan shahih menjelaskan urutan memotong kuku, para ulama sepakat bahwa aktivitas apa pun yang baik harus dimulai dari sisi kanan. Hal ini berdasarkan hadits umum bahwa Rasulullah SAW sangat menyukai untuk memulai sesuatu dari sisi kanan dalam segala urusannya, termasuk saat berwudhu dan berpakaian.

Urutan Menurut Para Ulama

Atas dasar prinsip ini, para ulama memberikan panduan urutan memotong kuku. Terdapat dua pendapat utama yang sama-sama baik untuk diamalkan secara bergantian.

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyatakan bahwa sunnah memotong kuku dimulai dari:
  • Tangan Kanan: dimulai dari jari telunjuk, jari tengah, jari manis, jari kelingking, dan diakhiri dengan ibu jari.
  • Tangan Kiri: dimulai dari jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, dan diakhiri dengan ibu jari.
  • Kaki: Untuk kaki kanan dimulai dari jari kelingking dan berakhir di jempol, lalu kaki kiri juga dimulai dari jari kelingking.

Sementara itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumiddin memiliki urutan yang sedikit berbeda. Beliau berpendapat bahwa sebaiknya dipotong:

  • Tangan Kanan: dimulai dari jari telunjuk, lalu jari tengah, jari manis, jari kelingking, dan diakhiri dengan ibu jari.
  • Tangan Kiri: dimulai dari jari kelingking, lalu jari manis, jari tengah, jari telunjuk, dan diakhiri dengan ibu jari.

Perbedaan ini menunjukkan keluasan dan kemudahan dalam Islam. Seorang muslim dapat memilih salah satu dari tata cara tersebut dengan keyakinan bahwa ia sedang berusaha meneladani ajaran para imam mujtahid. 

4. Doa Sebelum Memotong Kuku

Untuk menyempurnakan amalan, dianjurkan membaca doa singkat sebelum memotong kuku. Dalam kitab Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan karya Ali Akbar bin Aqil, disebutkan doa berikut:

Arab: بِسْمِ اللهِ وَ بِاللهِ، وَ عَلَى سُنَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Bismillaahi wa billaahi, wa 'alaa sunnati sayyidinaa Muhammad wa aali sayyidinaa Muhammad.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah dan dengan pertolongan Allah, serta mengikuti jejak junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya."

Doa ini menjadi pengingat bahwa setiap amalan, sekecil apa pun, diniatkan untuk mengikuti jejak Rasulullah ﷺ.

5. Batasan Waktu Memotong Kuku

Jangan Biarkan Lebih dari 40 HariIslam menetapkan batas waktu maksimal untuk membiarkan kuku tidak dipotong. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah ﷺ memberikan peringatan tegas:

Hadits Riwayat Muslim, yang artinya: "Kami diberi tenggat waktu untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, yaitu hendaknya tidak dibiarkan lebih dari 40 hari." (HR. Muslim, dalam Kitabu Thaharah, bab Khishalul Fithrah, no. 258)

Hadits ini menjadi parameter. Membiarkan kuku tumbuh lebih dari 40 hari tanpa dipotong, jika dilakukan dengan sengaja, hukumnya menjadi makruh (tidak disukai) bahkan bisa mendekati haram. Ini karena bertentangan dengan tuntunan fitrah yang jelas.

Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW dan Hadiah Indah, kedua kitab ini juga mengingatkan pentingnya memerhatikan batasan waktu ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan diri.

6. Amalan Setelah Memotong Kuku

Setelah selesai memotong kuku, terdapat satu amalan lain yang sangat dianjurkan, yaitu mencuci ujung-ujung jari.

Dalam kitab Hasyiyatul Jamal, Sulaiman Al-Jamal menganjurkan hal ini dengan alasan kesehatan. Beliau menulis: “Disunahkan mencuci ujung-ujung jari setelah dipotong kukunya, karena ada yang mengatakan bahwa menggaruk-garuk (dengan ujung jari) sebelum dicuci akan menyebabkan penyakit kusta”.

Amalan ini sangat logis. Setelah dipotong, kadang masih ada sisa-sisa kotoran atau serpihan kulit. Mencuci ujung jari adalah langkah akhir untuk memastikan kebersihan optimal.

Keadaan Khusus: Saat Ihram

Beberapa kondisi tertentu perlu menjadi perhatian karena terkait dengan status hukum beribadah. Misalnya, hukum memotong kuku saat ihram.

Saat seseorang berniat untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah dan sudah mengenakan kain ihram, ada beberapa larangan yang harus dipatuhi. Salah satunya adalah dilarang memotong kuku. Ini termasuk dalam rangkaian pantangan ihram yang harus dijaga.

Jika kuku terasa sangat mengganggu, seperti sobek atau patah, maka diperbolehkan untuk memotong bagian yang mengganggu tersebut saja, dan orang tersebut tidak dikenai denda (dam). Larangan memotong kuku bagi muhrim tidak bersifat mutlak jika ada uzur.

Hikmah Menjaga Adab Membersihkan Kuku

  • Menyempurnakan Kesucian untuk Ibadah: Membersihkan kuku, terutama menghilangkan kotoran di bawahnya, memastikan tidak ada penghalang yang menutupi kulit, sehingga air wudhu dapat merata dan ibadah shalat menjadi sah.
  • Menjaga Kesehatan dan Higienitas: Kuku yang panjang dan kotor merupakan tempat bersarangnya bakteri, kuman, dan parasit yang dapat menyebabkan berbagai penyakit jika terbawa saat makan atau menyentuh anggota tubuh.
  • Melaksanakan Sunnah Fitrah: Memotong kuku secara rutin merupakan bagian dari sepuluh sunnah fitrah yang ditetapkan syariat sebagai sifat bawaan manusia yang condong pada kesucian, keindahan, dan kebersihan.
  • Memupuk Kedisiplinan Syariat: Kewajiban memotong kuku maksimal setiap 40 hari melatih kedisiplinan seorang Muslim untuk selalu memperhatikan detail kebersihan diri dan tidak melampaui batasan waktu yang ditentukan syariat.
  • Menunjukkan Akhlak dan Adab yang Mulia: Menjaga kebersihan kuku mencerminkan kepribadian seorang Muslim yang mencintai kebersihan, rapi dalam penampilan, serta menghargai kenyamanan diri sendiri dan orang lain dalam interaksi sosial.

Pertanyaan Seputar Adab Menjaga Kebersihan Kuku

Adab Menggunting kuku Menurut Islam?

Memotong kuku dalam Islam merupakan bagian dari ajaran fitrah yang sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kerapian. Dianjurkan untuk memotong kuku setiap pekan (maksimal 40 hari sekali), membaca basmalah, serta mengikuti urutan sunnah dimulai dari jari tangan bagian kanan.

Apa yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan kuku?

Menjaga kebersihan kuku dapat dilakukan dengan cara menggunting kuku secara rutin. Hal ini bertujuan untuk mencegah menumpuknya kotoran atau bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Gunakan gunting kuku yang bersih, tajam, dan hanya digunakan untuk diri sendiri.

Potongan kuku sebaiknya dibuang dimana menurut Islam?

Dalam Islam, tidak ada kewajiban mutlak untuk membuang potongan kuku di tempat tertentu. Anda diperbolehkan membuangnya di tempat sampah biasa. Namun, menguburnya di dalam tanah dinilai lebih utama (dianjurkan) untuk menjaga kebersihan dan kesucian, meski jika tidak dilakukan pun tidak berdosa.

Apa yang kamu lakukan untuk menjaga kebersihan kukumu?

Menjaga kebersihan kuku dapat dilakukan dengan mencuci tangan secara teratur menggunakan sabun, menggosok bagian bawah kuku, menjaga kuku tetap kering, dan memotongnya secara rutin. Praktik ini krusial untuk mencegah penumpukan kuman dan infeksi bakteri.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |