Liputan6.com, Jakarta - Terdapat berbagai amalan pembuka tahun Hijriah agar hidup lebih berkah. Momentum pergantian tahun baru Islam pada bulan Muharram disikapi oleh setiap umat Muslim dengan taubat, muhasabah dan mengoptimalkan berbagai amal ibadah dan menjauhi larangannya.
Salah satu amalan yang paling utama di awal tahun adalah ibadah berpuasa. Dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Al-Muharram."
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam Buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram menjelaskan bahwa penyandaran bulan ini kepada Allah (Syahrullah) merupakan bentuk pengagungan khusus. Status mulia tersebut menjadikannya kesempatan untuk mendulang pahala sekaligus madrasah untuk memperbaiki diri.
Merangkum berbagai literatur kontemporer dan klasik, berikut ini adalah tujuh amalan pembuka tahun Hijriah agar hidup lebih berkah yang bisa dilaksanakan muslim di awal tahun Islam.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah (Puasa Mutlak)
Langkah pertama untuk mengundang keberkahan di awal tahun adalah dengan memperbanyak ibadah puasa di sepanjang bulan Muharram. Syariat menempatkan puasa di bulan ini pada kedudukan yang sangat istimewa.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Al-Muharram. Dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim no. 1163).
Ustadz Said Yai dalam karyanya, Buku Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya, menjelaskan secara mendalam bahwa penisbatan bulan Muharram kepada nama Allah (Syahrullah) adalah bentuk pengagungan (ta'zhim).
Said Yai menukil kesepakatan ulama yang menyatakan bahwa bulan ini adalah waktu terbaik untuk melakukan puasa sunnah secara mutlak. Meski demikian, Rasulullah tidak berpuasa sebulan penuh, sehingga amalan ini dipraktikkan dengan memperbanyak frekuensi puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud, sebagai langkah awal membersihkan jiwa di tahun yang baru.
2. Melaksanakan Puasa Tasu'a dan Asyura
Di dalam bulan Muharram, terdapat dua hari istimewa yang menjadi inti dari amalan puasa awal tahun, yaitu tanggal 9 (Tasu'a) dan tanggal 10 (Asyura).
Rasulullah bersabda: "...Dan puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar ia menghapuskan dosa tahun yang berlalu." (HR. Muslim no. 1162). Sementara untuk puasa Tasu'a, beliau bersabda: "Seandainya aku masih hidup tahun depan, niscaya sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan." (HR. Muslim no. 1134).
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram (diterjemahkan oleh Abu Salma Muhammad Rachdie) membedah keutamaan ganda dari amalan ini. Beliau merujuk pada penjelasan Imam An-Nawawi bahwa puasa Asyura berfungsi menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun ke belakang, menjadikan seorang Muslim mengawali tahun dengan catatan amal yang bersih.
Selanjutnya, Syaikh Al-Munajjid menggarisbawahi bahwa puasa Tasu'a disyariatkan secara khusus untuk mukhalafah (menyelisihi) tradisi ibadah Yahudi dan Nasrani yang hanya mengagungkan tanggal 10. Mengamalkan keduanya merupakan wujud kepatuhan komprehensif yang mengundang keberkahan.
3. Taubat Nasuha dan Menahan Diri dari Kezaliman
Keberkahan tidak hanya diraih dengan mengerjakan perintah, tetapi juga dengan ketatnya menahan diri dari larangan, terutama di bulan-bulan haram (suci).
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan... di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu..." (QS. At-Taubah: 36).
Dalam ebook Bimbingan Islam Seputar Bulan Muharram yang dirilis oleh Tim Bimbingan Islam, dijelaskan tafsir dari ayat tersebut berdasarkan pemahaman para salaf. Ibnu Abbas menegaskan bahwa dosa yang dilakukan pada bulan Muharram dilipatgandakan bobot ancamannya, sebagaimana amal shalih dilipatgandakan pahalanya.
Oleh karena itu, amalan pembuka tahun yang sangat fundamental adalah melakukan muhasabah (evaluasi diri) dan taubat nasuha. Meninggalkan kezaliman, baik menzalimi diri sendiri dengan maksiat maupun menzalimi orang lain, merupakan kunci agar hidup sepanjang tahun dijauhkan dari murka Allah.
4. Memurnikan Akidah dan Meninggalkan Khurafat
Banyak masyarakat yang menyambut awal tahun Hijriah (bulan Suro) dengan serangkaian ritual mistis atau ketakutan akan bulan sial. Padahal, keberkahan sejati hanya turun kepada jiwa yang murni tauhidnya.
Rasulullah bersabda: "Tidak ada 'Adwa (keyakinan adanya penularan penyakit dengan sendirinya tanpa takdir Allah), tidak ada Thiyarah (menganggap sial pada sesuatu)..." (HR. Bukhari no. 5707).
Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman dalam bukunya, Muharram Bulan Keramat, Mitos atau Realita?, menyoroti keras berbagai penyimpangan akidah yang kerap terjadi di awal tahun, seperti ritual sedekah laut, memandikan pusaka, atau larangan melangsungkan pernikahan karena takut kualat.
Beliau menjelaskan bahwa meyakini Muharram sebagai bulan "sial" dan "keramat" merupakan bentuk Tathayyur (berprasangka buruk pada ketetapan waktu) yang merupakan dosa syirik. Amalan terbaik untuk mengawali tahun adalah membersihkan hati dari segala bentuk khurafat tersebut, dan menyerahkan tawakal sepenuhnya hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Membuka tahun baru Hijriah dengan memperbanyak puasa, memohon ampunan, menahan diri dari kemaksiatan, serta menjaga kemurnian tauhid adalah metode syar'i untuk meraih jaminan keberkahan. Dengan menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai landasan, seorang Muslim akan melangkah di tahun yang baru dengan ringan, penuh optimisme, dan limpahan rahmat dari Ilahi.
5. Menghidupkan Shalat Malam (Qiyamul Lail)
Selain puasa sunnah, amalan yang secara eksplisit disandingkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dengan kemuliaan bulan Muharram adalah shalat malam.
Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Al-Muharram. Dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim no. 1163).
Ustadz Said Yai dalam e-book Bulan Muharram dan Keutamaan Berpuasa di Dalamnya menyoroti penyebutan shalat malam secara bersamaan dengan puasa Muharram dalam satu hadits yang sama.
Penjelasan para ulama mengisyaratkan bahwa memadukan kedua amalan ini, berpuasa di siang hari dan mendirikan shalat tahajjud atau qiyamul lail di malam hari, merupakan kombinasi ibadah paling utama (afdhal) untuk menundukkan hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah.
Mengawali tahun baru dengan merutinkan shalat malam akan membawa keberkahan dan ketenangan batin yang luar biasa dalam menghadapi hari-hari ke depan.
6. Melipatgandakan Amal Shalih Umum (Sedekah, Tilawah, dan Dzikir)
Berada di dalam bulan haram berarti berada dalam zona waktu di mana sistem ganjaran pahala sedang berlipat ganda. Oleh karena itu, seluruh ibadah ghairu mahdhah (umum) sangat direkomendasikan untuk ditingkatkan.
Firman Allah SWT: "...maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu..." (QS. At-Taubah: 36).
Dalam ebook Bimbingan Islam Seputar Bulan Muharram, Tim Bimbingan Islam memaparkan kaidah fiqih berdasarkan tafsir para sahabat (seperti Ibnu Abbas) mengenai ayat ini. Jika dosa dilipatgandakan di bulan haram, maka otomatis segala bentuk amal shalih seperti memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir juga akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah.
Namun, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam karyanya turut memberikan catatan tahdzir (peringatan). Umat Islam dianjurkan untuk bersedekah dan menyantuni anak yatim secara mutlak sepanjang bulan ini tanpa harus mengkhususkannya hanya pada tanggal 10 Muharram (Asyura).
Keyakinan bahwa mengusap kepala anak yatim secara spesifik pada hari Asyura akan mendatangkan pahala tertentu didasarkan pada hadits-hadits yang dinilai dhaif (lemah) bahkan maudhu' (palsu) oleh para ahli hadits. Amal shalih harus dilakukan murni karena mengharap ridha Allah di bulan suci, bukan karena rujukan hadits palsu.
7. Mengambil Ibrah Sejarah dan Mempertebal Rasa Syukur
Amalan batin yang tidak kalah penting untuk membuka tahun baru Hijriah adalah mentafakkuri sejarah dan memperbarui rasa syukur atas nikmat iman dan keselamatan.
Riwayat Ibnu Abbas RA, saat Nabi tiba di Madinah dan melihat orang Yahudi berpuasa Asyura, mereka berkata: "Ini adalah hari yang baik, hari di mana Allah telah menyelamatkan Bani Israil dari kejaran musuhnya, maka Musa berpuasa sebagai rasa syukurnya kepada Allah." Nabi merespons: "Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian." (HR. Bukhari no. 2004).
Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman dalam buku Muharram Bulan Keramat, Mitos atau Realita? menjelaskan bahwa ibadah puasa Muharram pada hakikatnya adalah manifestasi dari rasa syukur (syukran lillah). Amalan yang ditekankan di sini adalah menghadirkan hati yang pandai bersyukur atas segala karunia Allah.
Mengetahui bahwa Allah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir'aun menumbuhkan keyakinan (tauhid) bahwa pertolongan Allah selalu ada bagi hamba-Nya yang bersabar. Umat Islam dianjurkan mengawali tahun dengan optimisme dan rasa syukur yang ditebalkan, sebagai fondasi mental untuk menjalani kehidupan yang lebih penuh berkah.
Pertanyaan Seputar Amalan Pembuka Tahun Hijriah
1 Muharram disunnahkan apa saja?
Pada awal tahun baru Islam (1 Muharram), umat Muslim disunnahkan untuk melakukan amalan ibadah guna meraih keberkahan. Amalan utama yang sangat dianjurkan meliputi memperbanyak puasa sunnah, membaca doa akhir dan awal tahun, tadarus Al-Qur'an, hingga bersedekah.
1 Muharram dianjurkan baca surat apa?
Pada 1 Muharram (Tahun Baru Islam), umat Muslim dianjurkan membaca Surat Yasin, Surat Al-Ikhlas (sebanyak 1.000 kali), Ayat Kursi, dan Surat Al-Mulk.
Amalan apa saja yang biasa dilakukan di awal tahun Hijriyah?
Ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan menyambut tahun baru Hijriyah, seperti membaca doa akhir dan awal tahun, serta melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharram. Berikut penjelasannya.
Awal tahun Hijriyah baca apa saja?
Bacaan Doa Awal Tahun 1447 H
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3214079/original/039504800_1597893428-mosque-4196145_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370308/original/064241200_1679646015-Shalot-Jumat-Pertama-Ramadhan-Di-Masjid-Istiqlal-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258761/original/003644900_1781408900-Pengajian_Haji.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4104097/original/098258700_1658996611-islami1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534795/original/014528000_1773892938-khutbah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6470201/original/068921400_1779331750-20151014000420-pawai-obor-dan-kembang-api-meriahkan-malam-tahun-baru-1434-hijriah-002-dru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5121929/original/073265500_1738729838-1738723828659_muhasabah-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8258046/original/074224600_1781303930-Kereta_gantung_Al-Hada_Cable_Car_di_Taif__Arab_Saudi__difoto_pada_10_Juni_2026.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji__.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256870/original/040164900_1781172896-Pasar_Kakiyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256844/original/002466200_1781172077-Mataf_Ka___bah_di_Masjidil_Haram..jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4896192/original/028890500_1721390967-WhatsApp_Image_2024-07-19_at_14.25.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3428658/original/001946500_1618390460-WhatsApp_Image_2021-04-14_at_10.58.41_AM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3444300/original/037742600_1619765801-20210430-Suasana_Sholat_Jumat_Minggu_Ketiga_Ramadhan_di_Masjid_Istiqlal-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508639/original/064303600_1771581286-woman-taking-care-her-nails.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5343652/original/032220000_1757467250-close-up-hand-clipping-toenails.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6487584/original/069959700_1779346241-20151107185803-tari-dewi-songgo-langit-dan-kuda-lumping-ramaikan-grebeg-suro-kediri-002-nfi.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502852/original/043074800_1771048777-4.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5263253/original/068977400_1750812433-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__10_.jpg)














