8 Kesalahan yang Sering Dilakukan setelah Lebaran, Umat Islam Harus Tahu

10 hours ago 7
  • Apa kesalahan umum yang sering dilakukan umat Islam setelah Lebaran?
  • Mengapa penting untuk tetap konsisten dalam ibadah setelah Ramadan?
  • Apa hikmah atau manfaat menghindari kesalahan setelah Lebaran?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Setelah meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah di bulan suci, umat Islam menyambut Idul Fitri sebagai hari kemenangan. Namun, di momen ini, kerap muncul kesalahan yang sering dilakukan setelah lebaran. Tak hanya dari sisi ibadah, seringkali seseorang kembali ke pola lama dalam hal muamalah.

Fenomena ini ditandai dengan menurunnya drastis semangat beragama, di mana kebiasaan baik yang terbangun selama Ramadan—seperti shalat malam, tadarus Al-Qur'an, dan menjaga lisan—perlahan ditinggalkan. Kondisi ini ironis, karena esensi Idul Fitri seharusnya menjadi titik awal untuk istiqamah, bukan akhir dari segala kebaikan.

Merujuk buku Amalan setelah Ramadhan, karya HM Sukamto, kesalahan yang kerap terjadi adalah meninggalkan berbagai amalan sunnah setelah Ramadhan berlalu. 

Sementara, Ramadhan sebenarnya dapat dimaknai sebagai madrasah untuk menempa diri. Disebut dalam dalam Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal, konsistensi dalam ibadah sekecil apa pun lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang hanya musiman.

Berikut ini adalah delapan kesalahan yang sering terjadi setelah Ramadhan, dilihat dari perspektif ibadah dan muamalah. Simak selengkapnya.

Ada dua perspektif melihat berbagai kesalahan yang sering dilakukan setelah lebaran, yakni ibadah dan muamalah.

Kesalahan dalam Ibadah (Hablum Minallah)

1. Meninggalkan Kebiasaan Ibadah Sunnah

Kesalahan paling fatal adalah meninggalkan kebiasaan ibadah yang telah terbangun selama Ramadan. Jika di bulan puasa kita rajin shalat malam, tadarus Al-Qur'an, dan bersedekah, maka setelah Lebaran semua itu dihentikan begitu saja.

Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Muslim No. 783)

Ummul Mukminin 'Aisyah RA berkata: "Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam jika mengerjakan suatu amal (kebaikan) maka beliau Shallallahu'alaihi Wasallam akan menetapinya." (HR. Muslim no. 746)

Meninggalkan berbagai ibadah sunnah setelah Ramadan menunjukkan bahwa ibadah kita selama ini hanya bersifat musiman dan tidak mengakar dalam jiwa. Ini adalah tanda bahaya yang perlu segera diperbaiki.

2. Lalai dari Puasa Syawal

Puasa enam hari di bulan Syawal adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Namun banyak orang yang melalaikannya dengan alasan sibuk, kelelahan setelah Lebaran, atau sekadar malas.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim No. 1164)

Sayyid Abdullah al-Hadrami dalam kitabnya al-Wajiz fi Ahkamis Shiyam menjelaskan bahwa puasa Syawal tidak disyaratkan harus berturut-turut, cukup dilakukan enam hari dalam bulan Syawal meskipun terpisah-pisah. Ini menunjukkan kemudahan yang diberikan Allah, namun tetap saja banyak yang meninggalkannya karena kurangnya motivasi.

3. Malas ke Masjid dan Berjamaah

Selama Ramadan, masjid-masjid dipenuhi jamaah, terutama untuk shalat Tarawih dan shalat Subuh. Setelah Lebaran, banyak masjid yang kembali sepi.

Rasulullah SAW bersabda: "Shalat berjemaah itu lebih baik daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh darjat." (HR. Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650)

Para ulama menegaskan bahwa shalat berjamaah di masjid hukumnya sunnah muakkadah bagi laki-laki. Meninggalkannya tanpa uzur adalah bentuk kemalasan yang patut diwaspadai, karena bisa menjadi indikasi lemahnya iman.

4. Berhenti Membaca Al-Qur'an

Ramadan adalah bulan Al-Qur'an. Setelahnya, banyak yang kembali meninggalkan Al-Qur'an, bahkan tidak menyentuhnya sama sekali.

Sementara, Allah SWT berfirman: "Bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-Qur'an." (QS. Al-Muzzammil: 20)

Rasulullah SAW juga bersabda: "Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat kepada orang yang membacanya." (HR. Muslim no. 804)

Para ulama sepakat bahwa membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang pahalanya terus mengalir. Meninggalkannya setelah Ramadan berarti menyia-nyiakan momentum kedekatan dengan Kalamullah yang telah terbangun selama sebulan.

5. Kembali ke Kebiasaan Ghibah dan Gosip

Setelah Lebaran, seringkali orang kembali ke lingkaran pertemanan lama yang penuh dengan ghibah, namimah, dan gosip. Ini adalah dosa sosial yang sangat berbahaya.

Allah SWT berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik." (QS. Al-Hujurat: 12)

Menurut Ibnul Qayyim al-Jauziyah, banyak berbicara yang tidak berfaedah adalah salah satu racun ruhani yang dapat merusak prestasi spiritual hasil pendidikan Ramadan. Berbicara merupakan barometer kualitas keislaman dan keimanan seseorang, sekaligus cermin martabat dan kemuliaan seseorang.

Dalam pepatah Jawa disebutkan: "Ajining diri dumunung ono ing lati", harga diri, kemuliaan, dan martabat seseorang tergantung pada lisannya.

6. Memutus Silaturahim

Setelah momen halalbihalal usai, banyak orang kembali memutus hubungan dengan keluarga dan kerabat. Padahal silaturahim adalah ibadah yang perintahnya terus-menerus.

Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaknya ia menyambung silaturrahminya (dengan kerabat)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadis lain: "Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim." (HR. Bukhari no. 5638 dan Muslim no. 2556)

Silaturahim dengan hati yang bersih, pikiran jernih, dan wajah penuh keakraban akan mampu menghilangkan sifat dengki, iri, hasud, dan saling memfitnah. Memutuskannya berarti membiarkan penyakit-penyakit hati itu tumbuh subur.

7. Konsumtif dan Berlebihan dalam Berbelanja

Fenomena setelah Lebaran seringkali ditandai dengan gaya hidup konsumtif: membeli baju baru, perabot rumah, atau hal-hal yang tidak perlu hanya karena tergiur diskon atau gengsi.

Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang membazir itu adalah saudara syaitan." (QS. Al-Isra': 27)

Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal mengingatkan bahwa berbelanja secara berlebihan adalah sesuatu yang dilarang. Islam tidak melarang perhiasan atau belanja, tetapi ia mesti dalam batas keperluan dan kemampuan. Amalan mengurus keuangan dengan bijak juga adalah sebahagian dari ibadah dan tanda syukur atas rezeki yang diberi.

8. Lalai dalam Menjaga Aurat dan Akhlak

Selama Ramadan, kita terbiasa menjaga pandangan, aurat, dan akhlak. Setelah Lebaran, godaan untuk kembali longgar dalam hal ini sangat besar.

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari no. 6136)

Ebook 30 Inspirasi Ibadah Syawal mengutip hadis tentang aurat, "Wahai Asma', sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh, tidak boleh dilihat daripadanya kecuali ini dan ini (sambil menunjukkan wajah dan tapak tangan)." (HR. Abu Daud, no. 4104)

Para ulama menegaskan bahwa menjaga aurat dan akhlak adalah cerminan iman yang sempurna. Longgarnya dalam hal ini menunjukkan lemahnya kontrol diri setelah Ramadan.

5 Hikmah Menghindari Kesalahan Setelah Lebaran

1. Menjaga Keutuhan Pahala Ramadan

Para ulama salaf berkata: "Sesungguhnya di antara ganjaran kebajikan adalah kebajikan setelahnya." Jika setelah Ramadan kita kembali ke kesalahan dan dosa, maka pahala Ramadan bisa terkikis habis.

2. Menjadi Muslim yang Konsisten (Istiqamah)

Istiqamah adalah kualitas iman yang paling tinggi. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kita melatih diri untuk menjadi muslim yang konsisten sepanjang tahun, bukan hanya musiman.

3. Menjaga Hubungan Baik dengan Allah dan Sesama

Kesalahan dalam ibadah merusak hubungan vertikal, sementara kesalahan dalam muamalah merusak hubungan horizontal. Menghindari keduanya berarti menjaga dua poros utama dalam Islam.

4. Menghindari Penyesalan di Akhirat

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Jika kita tidak menjaga diri setelah Ramadan, bisa jadi kita termasuk dalam golongan itu.

5. Membangun Peradaban Islam yang Unggul

Masyarakat yang terbebas dari kesalahan-kesalahan ini akan menjadi masyarakat yang unggul secara spiritual dan sosial. Mereka akan menjadi teladan bagi lingkungannya.

People also Ask:

Apa yang dilakukan setelah Idul Fitri?

Lebaran Topat atau Ketupat merupakan acara tahunan yang dilaksanakan umat Muslim seusai berpuasa enam hari di awal bulan Syawal atau setelah Idul Fitri.

3 Kegiatan apa saja yang paling berkesan di Lebaran tahun ini?

Minal Aidzin Wal-Faidzin! Selamat Hari Raya Idul Fitri!Mendekorasi dan Membersihkan Rumah. ...2. Silaturahmi & Open House. ...Membuat Kue Lebaran Bareng Keluarga. ...4. Bersepeda Keliling. ...Piknik di Taman Bareng Keluarga. ...6. Liburan ke Pantai. ...7. Olahraga Ringan untuk Tetap Fit.

Amalan baik apa saja yang sudah kamu lakukan selama Lebaran?

Memperbanyak Membaca Takbir. ...2. Berhias dan Mengenakan Pakaian Terbaik. ...Makan Sebelum Shalat Id. ...Melaksanakan Shalat Idul Fitri. ...Menghadiri Tempat Keramaian. ...6. Silaturahim ke Rumah Sahabat. ...7. Tahniah: Memberikan Ucapan Selamat.

Kenapa setelah Lebaran diare?

Penyebab: Diare sering terjadi akibat konsumsi makanan yang kurang higienis atau basi. Saat Lebaran, makanan biasanya disimpan cukup lama dan bisa terkontaminasi jika tidak disimpan dengan benar.

Apa yang terjadi sehari setelah Idul Fitri?

Hari pertama bulan Syawal adalah Idul Fitri ; puasa dilarang pada hari itu. Sebagian umat Islam menjalankan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal, dimulai sehari setelah Idul Fitri, karena puasa dilarang pada hari tersebut. Enam hari puasa ini, bersama dengan puasa Ramadhan, setara dengan puasa sepanjang tahun.

Apa saja yang tidak boleh dilakukan saat Lebaran?

Agar kamu terhindar dari berbagai penyakit yang mengintai saat hari raya, yuk hindari kebiasaan buruk saat hari raya berikut ini dalam hal cara makan.Makan makanan berlemak secara berlebihan.Konsumsi terlalu banyak minuman manis.Ngemil berbagai jenis kue lebaran.Konsumsi junk food.Tidak mengonsumsi sayur dan buah.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |