Kumpulan Ibadah Sunnah saat Musim Haji agar Lebih Siap Lahir Batin, Meraih Mabrur

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Musim haji adalah momentum spiritual yang sarat makna. Bagi jemaah haji, bulan-bulan ini menawarkan peluang besar untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai amalan sunnah, selain rukun haji itu sendiri. Oleh sebab itu, jemaah haji perlu mengetahui berbagai ibadah sunnah saat musim haji agar lebih siap lahir batin.

Anjuran memperbanyak amal dan ibadah sunnah di bulan ini juga berlaku untuk umat Islam secara umum. Sebab, tiga bulan haji mengandung keutamaan yang besar. Bahkan, dua di antaranya, yaitu Dzulqa'dah dan Dzulhijjah, adalah Asyhurul Hurum.

Berikut ini adalah ibadah sunnah selama musim haji, mulai dari persiapan awal hingga setelah kepulangan jamaah, merujuk buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, ebook dzikir Dzikir dan Doa Manasik Haji dan Umrah, dan sejumlah kitab klasik.

Berikut ini adalah ibadah sunnah saat musim haji agar lebih siap lahir batin dan mencapai derajat mabrur:

Ibadah Sunnah Musim Haji, Fase Keberangkatan

Fase ini adalah waktu yang tepat bagi setiap Muslim, baik yang akan berhaji maupun yang tidak, untuk melakukan introspeksi diri dan mempersiapkan bekal spiritual. Amalan sunnah pada fase ini menjadi fondasi agar ibadah haji yang berlangsung bermakna secara lahir dan batin.

1. Tobat: Fondasi Spiritual Perjalanan Haji

Amalan pertama yang sangat ditekankan oleh para ulama adalah tobat. Bukan hanya sekadar ucapan istighfar di lisan, tetapi juga melibatkan penyelesaian urusan dengan sesama manusia. Hal ini agar seseorang tidak membawa beban moral dalam perjalanan ibadahnya.

Dalam kitab Fiqih Islam wa Adillatuhu, Wahbah az-Zuhaili menegaskan bahwa seseorang yang hendak melakukan perjalanan jauh, terutama haji, wajib mengembalikan hak orang lain, melunasi utang, dan meminta maaf kepada sesama. Senada dengan itu, Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menyebut tobat sebagai “pintu pertama menuju penyucian jiwa”.

2. Memperbanyak Istighfar dan Menguatkan Niat

Sebelum memasuki bulan-bulan haji, calon jamaah dianjurkan untuk memperkuat fondasi batin dengan memperbanyak istighfar dan doa, serta meluruskan niat hanya karena Allah SWT. Niat yang tulus dan ikhlas menjadi pembeda antara ibadah dan kebiasaan biasa. Kesiapan mental ini juga mencakup tekad untuk menjauhi sifat riya’ (pamer) dan sum’ah (ingin didengar orang) dalam beribadah.

3. Shalat Sunnah Safar: Bekal Sebelum Melangkah

Sebelum berangkat, amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah shalat safar dua rakaat. Dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi (w. 676 H) menjelaskan bahwa shalat sunnah dua rakaat sebelum bepergian adalah mustahab (sangat dianjurkan).

Pada rakaat pertama, setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas. Anjuran ini didasarkan pada praktik Nabi Muhammad SAW, sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Tidak ada perbuatan yang lebih afdhal bagi seorang hamba yang hendak bepergian meninggalkan keluarganya dari shalat sunnah dua rakaat”.

4. Mandi Sunnah dan Persiapan Fisik

Sebelum memasuki Tanah Suci, jamaah dianjurkan untuk melakukan mandi sunnah dan menggunakan wewangian (bagi laki-laki) sebagai simbol kebersihan lahir. Amalan ini biasanya dilakukan menjelang keberangkatan dari hotel menuju miqat.

5. Doa Keluar Rumah dan Doa Naik Kendaraan

Setelah menyelesaikan amalan di rumah, disunahkan membaca doa khusus ketika melangkahkan kaki keluar untuk memulai perjalanan suci ini. Doa keluar rumah untuk haji yang diriwayatkan oleh para ulama seperti Imam al-Ghazali merupakan bentuk ikhtiar memohon perlindungan dan kelancaran. Saat menaiki kendaraan, bacalah doa yang menegaskan rasa syukur dan penyerahan diri kepada Allah SWT.

Fase saat Berada di Tanah Suci, Puncak Spiritual

Setibanya di Madinah dan Makkah, ada berbagai amalan sunnah yang dapat dilakukan untuk menyempurnakan ibadah. Waktu di Tanah Suci adalah kesempatan langka yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

6. Di Madinah Al-Munawwarah

  • Shalat di Masjid Nabawi: Keutamaan shalat di Masjid Nabawi sangat besar. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, satu kali shalat di dalamnya lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Hal ini mencakup shalat fardhu maupun sunnah.
  • Beribadah di Raudhah: Area antara rumah Rasulullah dan mimbarnya, yang dikenal sebagai Raudhah (taman surga), adalah tempat yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan shalat sunnah.
  • Memperbanyak Zikir, Salat Tahajud dan Duha: Membaca Al-Qur’an, berzikir, serta melaksanakan salat tahajud di malam hari dan salat duha di pagi hari adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah.
  • Ziarah ke Makam Rasulullah dan Tempat Bersejarah: Ziarah ke makam Nabi SAW selain merupakan bentuk penghormatan, juga menjadi media untuk merenungkan perjuangan beliau. Dzikir dan doa di tempat ini memiliki nilai spiritual yang mendalam.

7. Di Makkah Al-Mukarramah

  • Shalat di Masjidil Haram: Shalat di Masjidil Haram memiliki keutamaan berlipat ganda. Setiap muslim dianjurkan untuk mengisi waktunya dengan shalat fardu berjamaah serta memperbanyak shalat sunnah seperti tahiyatul masjid dan shalat sunnah mutlak.
  • Sunah-Sunah saat Tawaf: Saat melaksanakan tawaf, terdapat beberapa sunnah yang bisa diamalkan untuk menyempurnakan ibadah. Di antaranya adalah mengawali tawaf dengan mencium atau memberi isyarat ke Hajar Aswad (jika memungkinkan), melakukan idhthiba’ (membuka pundak kanan) dan ramal (berlari-lari kecil) pada tiga putaran pertama bagi laki-laki, serta membaca doa-doa ma’tsur.
  • Perbanyak Doa di Multazam: Multazam, area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, adalah salah satu tempat yang paling mustajab untuk berdoa. Sangat dianjurkan untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk memanjatkan hajat dan permohonan ampunan. Setelah tawaf, disunnahkan juga untuk melaksanakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, sebagai sunnah tawaf.

8. Ibadah Haji Itu Sendiri

Seluruh rangkaian haji, dari wukuf di Arafah hingga melontar jumrah, adalah puncak ibadah. Selain mengerjakan rukun dan wajib, jamaah dianjurkan untuk menghidupkan setiap prosesi dengan dzikir, doa, dan tadabbur.

Menjaga niat ikhlas, menjauhkan diri dari rafats (ucapan kotor), fusuq (kemaksiatan), dan jidāl (perdebatan) adalah bagian dari kesempurnaan spiritual yang harus dijaga.

Fase Menjelang Kepulangan dan Pulang

Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah, perjalanan spiritual belum berakhir. Ada amalan sunnah yang perlu dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan penutup yang baik.

9. Tawaf Wada’: Pamit kepada Baitullah

Sebelum meninggalkan Makkah, jamaah wajib atau sangat dianjurkan untuk melaksanakan tawaf wada’ (tawaf perpisahan). Dasar hukumnya adalah perintah Rasulullah SAW: “Janganlah salah seorang di antara kalian keluar (meninggalkan Makkah) kecuali akhir keberadaannya ada di Baitullah (melakukan tawaf)” (HR Muslim & Abu Dawud).

Hukum tawaf wada’ diperselisihkan ulama: mazhab Hambali, Hanafi, dan sebagian Syafi’i mewajibkannya (dan jika ditinggalkan wajib membayar dam), sementara mazhab Maliki dan sebagian lainnya menganggapnya sunnah muakkadah. Namun, intinya, ini adalah amalan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Setelah tawaf, dianjurkan mendatangi Multazam dan membaca doa perpisahan. Sebagaimana tercantum dalam kitab Al-Adzkar an-Nawawi, doa ini berisi permohonan ampunan, perlindungan, dan harapan agar dapat kembali lagi ke Baitullah di kemudian hari.

10. Amalan Setelah Tiba di Rumah

Setibanya di kampung halaman, jamaah disunnahkan untuk:

  • Membaca Doa Kembali dari Perjalanan: Membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW yang berisi pengakuan atas kebesaran Allah SWT.
  • Mengabari Keluarga: Memberi kabar sebelum tiba adalah bentuk sopan santun dan kasih sayang.
  • Memperbanyak Zikir dan Sedekah: Hal ini untuk merawat kemabruran dan menunjukkan rasa syukur. Kepedulian sosial yang meningkat adalah salah satu indikasi haji yang mabrur, dengan menjadi lebih rajin bersedekah dan membantu sesama.

Hikmah Menjaga Amalan Sunnah di Musim Haji

Menghidupkan amalan sunnah di musim haji memberi dampak mendalam bagi kehidupan, tidak hanya bagi yang pergi haji tetapi juga bagi mereka yang ditinggal.

  1. Mempererat Ukhuwah dan Solidaritas: Dengan berdoa dan berpuasa bersama untuk mendoakan keselamatan jamaah haji, solidaritas dan rasa persaudaraan di antara umat Islam semakin kuat. Tradisi mendoakan jamaah haji dan keluarga mereka memperkokoh hubungan spiritual.
  2. Memperoleh Pahala Berlipat Ganda: Melaksanakan amalan seperti puasa sunnah di bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa berpuasa satu hari pada sepuluh pertama bulan Dzulhijjah setara dengan berpuasa setahun.
  3. Menjadi Bekal Meraih Haji Mabrur: Bagi calon jamaah, persiapan spiritual seperti puasa sunnah, memperbanyak dzikir, dan istighfar adalah bekal untuk meraih haji yang mabrur. Allah memberikan kemuliaan bagi hamba-Nya yang memuliakan bulan-bulan haram.
  4. Menumbuhkan Empati terhadap Kesulitan Jamaah: Dengan melakukan ibadah sunnah dan turut serta dalam kepedulian, umat Islam di tanah air dapat merasakan beban spiritual sekaligus mendoakan kemudahan bagi saudara mereka yang sedang berjuang memenuhi panggilan Allah di Tanah Suci.
  5. Meningkatkan Kualitas Spiritual Pribadi: Ibadah sunnah adalah latihan rutin yang membentuk kepribadian seorang Muslim menjadi lebih sabar, tawakal, dan disiplin. Mengisi sepuluh hari pertama Dzulhijjah dengan amal saleh adalah bentuk syukur dan peningkatan kualitas diri menuju insan yang lebih baik.

People Also Ask:

Amalan sunnah yang dapat dikerjakan saat ibadah haji?

Sunah Haji yang Dianjurkan Ifrad: Mendahulukan Haji daripada Umrah. Ifrad adalah niat ibadah haji terlebih dahulu sebelum melaksanakan umrah, dengan memisahkan keduanya secara jelas. ...Talbiyah. ...Thawaf Qudum. ...Mabit di Muzdalifah. ...Salat Sunah Thawaf. ...Mabit di Mina. ...Thawaf Wada'

Amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji apabila ditinggalkan tetap sah tetapi wajib membayar dam disebut?

Amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji, di mana jika ditinggalkan hajinya tetap sah tetapi wajib membayar dam (denda) disebut Wajib Haji. Wajib haji berbeda dengan rukun haji yang jika ditinggalkan menyebabkan haji tidak sah.

Kanwil Kemenag Sulawesi Tengah +4Contoh wajib haji yang harus dipenuhi antara lain:Ihram dari miqat (batas waktu dan tempat).Mabit (menginap) di Muzdalifah.Mabit di Mina.

Hikmah yang dapat kita ambil dari pelaksanaan ibadah haji, nilai-nilai apa saja yang dapat kamu ambil dari ibadah tersebut?

Ibadah haji dapat menghapus dosa-dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Melaksanakan haji menjadi bentuk tobat dan perbaikan diri. Berbekal niat tulus dan amalan yang ikhlas, hikmah haji ini bisa didapatkan oleh jemaah setelah berhasil menjalani serangkaian kegiatan dengan khusyuk.

Amalan apa biar cepat naik haji?

Amalan Agar Bisa Cepat Naik HajiBerbuat Baik Kepada Sesama. Amalan baik seperti bersedekah bisa membuka pitu rezeki. ...Menjaga Shalat Lima Waktu. Shalat lima waktu adalah kewajiban yang tak boleh ditinggalkan. ...Perbanyak Istigfar. ...Memperdalam Ilmu Agama.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |