BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI menggelar aksi simbolik bertajuk Salemba Berseru: Seni Lawan Tirani di halaman gedung Fakultas Kedokteran UI, Jakarta pada Ahad, 12 Juli 2026. Aksi simbolik ini menampilkan orasi dari aktivis mahasiswa, pertunjukan musik, sekaligus pameran seni.
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menjelaskan, Kampus Salemba punya nilai sejarah bagi gerakan mahasiswa. Kampus Salemba menjadi titik temu ribuan mahasiswa yang hendak berdemonstrasi ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, pada 1998 silam.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ketika itu, kata dia, para mahasiswa menuntut hak-hak rakyat yang tidak terjadi di era kekuasaan rezim Soeharto. “Mereka menanyakan pada penguasa, pada intinya selalu sama: untuk siapa kalian berkuasa,” kata dia dalam orasinya, di Salemba, Jakarta pada Ahad, 12 Juli 2026.
Dua dekade lebih setelah demonstrasi itu, dia berujar pertanyaan rakyat terhadap kekuasaan tetap sama. Rakyat, ujar dia, hari ini masih mempertanyakan keberpihakan pemerintah yang kini dipimpin Prabowo Subianto.
"Pertanyaan itu ternyata belum terjawab. Berganti orang, berganti nama, tapi motifnya selalu kita pertanyakan. Untuk siapa kalian berkuasa,” ucap Fathimah.
Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI Albani Ilmi mengatakan Kampus Salemba dipilih sebagai simbolisasi kondisi negara sedang tidak baik-baik saja. Dalam keadaan yang sengkarut akibat kebijakan pemerintah itu, kata dia, gerakan mahasiswa menyerukan kepada seluruh rakyat untuk bersolidaritas.
Salemba Berseru sendiri bagian dari rangkaian agenda BEM UI pasca menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta pada pertengahan Juni lalu. Selain aksi simbolik ini, sebelumnya BEM UI telah menggelar sosialisasi dan kampanye isu-isu nasional di area car free day, Jakarta akhir Juni kemarin.
Aksi simbolik ini tak hanya dihadiri oleh sivitas akademika UI. Sejumlah organisasi pergerakan mahasiswa dari berbagai kampus seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Diponegoro turut hadir menyampaikan orasi.
Albani berharap Salemba Berseru ini dapat memantik gerakan mahasiswa di seluruh daerah untuk membangkitkan kembali semangat serta spirit agen perubahan bangsa. Terlebih, dia mengkhawatirkan kondisi sosial, politik, dan ekonomi Indonesia yang berpotensi mengalami puncak krisis pada Agustus mendatang.
“Agustus adalah bulan di mana jatuh tempo utang (negara) dan kemudian pembahasan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027,” ujar Albani ditemui di kampus FK UI, Salemba, Jakarta.
Dalam pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, BEM UI berfokus pada isu tata kelola kebijakan fiskal. Menurut dia, kebijakan pemerintah dalam tata kelola fiskal amat buruk.
Hal itu tercermin dalam implementasi proyek makan bergizi gratis yang terjadi korupsi di pucuk pimpinan, serta koperasi desa merah putih yang militeristik. “Tagline BEM UI selalu ‘Menuju Indonesia Bangkrut. Kami rasa bahwa menuju Indonesia bangkrut ini akan terjadi betul di Agustus,” katanya.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4670207/original/029073300_1701403206-rasyid-maulana-yVwiHXoTrnU-unsplash.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4895076/original/042008200_1721293227-20240718-Pendukung_Trump-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220916/original/022981400_1747295711-cek_fakta_dana_infak_ikn.jpg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533944/original/014241300_1773800350-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-18T091819.082.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3430346/original/057356100_1618535827-coffee-cup-with-different-dried-fruits-nuts.jpg)