Liputan6.com, Jakarta - Bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa qadha sering menjadi pertanyaan di kalangan umat Muslim setelah bulan Ramadhan berakhir. Hal ini biasanya muncul ketika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan, tetapi juga ingin mendapatkan keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal.
Pertanyaan mengenai bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa qadha juga berkaitan dengan keinginan untuk menjalankan ibadah secara lebih efektif tanpa meninggalkan kewajiban. Banyak umat Muslim mencari penjelasan agar tetap bisa meraih pahala puasa sunnah sekaligus menunaikan qadha.
Memahami hukum bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa qadha menjadi penting. Penjelasan dari para ulama dapat membantu umat Muslim menentukan cara berpuasa yang sesuai dengan syariat.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa qadha, Selasa (17/3/2026).
Pandangan Ulama yang Memprioritaskan Qadha atau Tidak Memperbolehkan
Sebagian ulama berpendapat bahwa puasa qadha Ramadhan sebaiknya didahulukan dan tidak digabung dengan puasa Syawal. Pendapat ini didasarkan pada perbedaan antara ibadah wajib dan sunnah.
Berikut beberapa pandangan yang menjelaskan hal tersebut:
1. Pendapat ulama Hanabilah
Ulama dari mazhab Hanabilah berpendapat bahwa menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa Syawal tidak diperbolehkan. Mereka menilai puasa Syawal merupakan ibadah yang berdiri sendiri dan memiliki keutamaan khusus jika dilakukan secara terpisah setelah menyelesaikan puasa Ramadhan.
2. Mendahulukan ibadah yang wajib
Mayoritas ulama menegaskan bahwa puasa qadha Ramadhan sebaiknya didahulukan karena hukumnya wajib. Sementara itu, puasa Syawal bersifat sunnah, sehingga kewajiban lebih utama untuk ditunaikan terlebih dahulu.
3. Pemahaman terhadap hadis keutamaan puasa Syawal
Sebagian ulama memahami hadis tentang keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal sebagai anjuran setelah seseorang menyempurnakan puasa Ramadhan. Jika masih memiliki utang puasa, maka puasanya dianggap belum lengkap sehingga dianjurkan untuk menyelesaikan qadha terlebih dahulu.
Pandangan Ulama yang Memperbolehkan Penggabungan Niat
Mengutip buku berjudul Kitab Fikih Sehari-hari: 365 Pertanyaan Seputar Fikih untuk Semua Permasalahan dalam Keseharian (2022) oleh A.R. Shohibul Ulum, adapun puasa 6 hari bulan Syawal jika digabung dengan qadha Ramadhan, maka menurut Imam Romli mendapatkan pahala keduanya. Sedangkan menurut Abu Makhromah tidak mendapatkan pahala keduanya bahkan puasa yang dijalaninya menjadi tidak sah. Demikian lebih kurang keterangan yang tertulis dalam I’anatut Thalibin (2/252).
Mengutip laman resmi MUI, al-Ramli (w 1004 H) dalam kitabnya Nihayatul Muhtaj berpendapat bahwa seseorang melaksanakan puasa qadha pada Syawal, dia tetap mendapatkan pahala sunnah Syawal tetapi tidak mendapatkan pahala yang sempurna.
Secara umum, terdapat dua pandangan di kalangan ulama mengenai hal ini, yaitu yang memperbolehkan penggabungan niat dan yang tidak menganjurkannya. Perbedaan tersebut menunjukkan keluasan pemahaman dalam ilmu fikih yang memberikan ruang bagi umat Muslim untuk memilih pendapat yang dianggap paling kuat.
Beberapa ulama berpendapat bahwa puasa qadha Ramadhan dapat digabungkan dengan puasa Syawal dalam satu niat. Dengan demikian, seseorang dapat menunaikan kewajiban qadha sekaligus memperoleh pahala puasa sunnah Syawal.
Berikut beberapa pendapat yang mendukung pandangan tersebut:
1. Pendapat mazhab Malikiyah dan sebagian ulama Syafi’iyah
Ulama dari mazhab Malikiyah serta mayoritas ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa menggabungkan puasa qadha Ramadhan dengan puasa enam hari di bulan Syawal tetap sah. Menurut mereka, niat yang mencakup puasa wajib dan sunnah tidak menghilangkan pahala dari ibadah yang dilakukan.
2. Pendapat Imam al-Syarqawi
Dalam kitab Hasyiyah al-Syarqawi, Imam al-Syarqawi menjelaskan bahwa seseorang yang berpuasa di bulan Syawal dengan niat qadha tetap dapat memperoleh pahala puasa Syawal. Namun, pahala tersebut tidak didapatkan secara sempurna karena niat utamanya adalah mengganti puasa Ramadhan.
3. Pendapat Imam Syamsuddin Ar-Ramli
Imam Syamsuddin Ar-Ramli dalam Nihayah al-Muhtaj juga menyatakan bahwa seseorang bisa mendapatkan dua pahala sekaligus, yaitu pahala qadha dan pahala puasa Syawal. Meski demikian, ia tidak memperoleh keutamaan puasa setahun penuh karena puasa Ramadhannya belum disempurnakan sebelumnya.
Anjuran Puasa Syawal
Mengutip buku berjudul Kunci-kunci Surga: Rahasia Dahsyat Amalan & Doa Calon Penghuni Surga (2020) oleh Ahya Alfi Shobari, ketentuan puasa Syawal adalah dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal. Puasa ini biasa dilakukan setelah memeriahkan hari raya Idul Fitri dan juga melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan selama sebulan penuh.
Sebenarnya puasa ini dapat dilakukan pada tanggal kapanpun selama masih memasuki bulan Syawal. Adapun keutamaan dari puasa syawal yang telah disebutkan dalam hadis Rasulullah Saw bahwa:
"Siapa saja yang berpuasa Ramadhan. Kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal, maka itulah puasa satu tahun." (HR. Ahmad dan Muslim)
Puasa sunnah pada bulan Syawal merupakan anjuran Rasulullah Saw. kepada umumnya. Sebagai umat muslim tentunya mengharap juga keutamaan-keutamaan puasa agar mendapatkan pahala untuk bekal akhirat.
Terlebih dalam puasa sunnah begitu banyak keberkahan didalamnya, seperti puasa Syawal yang dilakukan selama enam hari, pahalanya sebanding dengan puasa selama setahun.
Rasulullah SAW menjelaskan keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal dalam sebuah hadis:
"Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Hadis ini menjadi dasar utama anjuran menjalankan puasa enam hari setelah Ramadhan karena pahala yang sangat besar.
Q & A Seputar Topik
Bolehkah puasa Syawal digabung dengan puasa qadha Ramadhan?
Ya, sebagian ulama, termasuk Mazhab Malikiyah dan mayoritas Syafi'iyah, memperbolehkan penggabungan niat puasa Syawal dengan puasa qadha Ramadhan. Namun, ada perbedaan pandangan mengenai kesempurnaan pahala yang didapat.
Apa pendapat ulama yang tidak memperbolehkan penggabungan niat puasa Syawal dan qadha?
Ulama Hanabilah berpendapat bahwa penggabungan niat tidak diperbolehkan karena puasa Syawal adalah ibadah yang berdiri sendiri. Mayoritas ulama juga menegaskan bahwa mendahulukan puasa qadha (wajib) lebih utama daripada puasa sunnah Syawal.
Bagaimana implikasi pahala jika puasa Syawal digabung dengan puasa qadha?
Ada beberapa pandangan: pahala puasa Syawal tidak sempurna, hanya mendapatkan pahala qadha, atau mendapatkan pahala keduanya namun tidak mencapai kemuliaan puasa setahun penuh karena belum menyempurnakan Ramadhan.
Mana yang sebaiknya didahulukan, puasa qadha atau puasa Syawal?
Untuk meraih pahala puasa Syawal secara sempurna dan keluar dari perbedaan pendapat, disarankan untuk mendahulukan penyelesaian puasa qadha Ramadhan, baru kemudian melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517007/original/005810100_1772375913-Gemini_Generated_Image_d9ed13d9ed13d9ed.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3124329/original/061392200_1589171569-383585-PBYIZ7-451.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529017/original/068243500_1773303581-009713000_1736851480-15113950775a160f05254e2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532692/original/081390000_1773667794-IMG-20260315-WA0020-scaled-800x533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533330/original/048691000_1773732465-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5503768/original/028075100_1771211648-jam_weker__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530039/original/091045200_1773390124-unnamed__82_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531528/original/007916600_1773619112-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5530669/original/021800200_1773469397-ginjal.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4791022/original/069901600_1711975621-24438246_6949552.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5080366/original/098387100_1736160174-1736156793388_caption-quotes-islami-singkat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531526/original/098176600_1773619110-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4793461/original/008972800_1712150830-Ilustrasi_Idulfitri__Idul_Fitri__Lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532810/original/009796500_1773700730-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532801/original/050637200_1773700007-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3977835/original/066021800_1648524608-pexels-ahmed-aqtai-2233416_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532774/original/080349200_1773682287-ITSEC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532795/original/069260500_1773695283-nina_zatulini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3983388/original/074926000_1648974831-000_327H9HJ.jpg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3381466/original/043629600_1613720800-photo-1512632578888-169bbbc64f33.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010689/original/086569000_1651202668-pexels-rayn-l-3163677.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1626268/original/067647800_1497616352-Mantan-MenKes-Siti-Fadilah-Divonis-4-Tahun-Penjara-01.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990655/original/018003600_1730716747-tata-cara-sholat-tahajud-agar-keinginan-terkabul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2855596/original/055794600_1563344847-iStock-1134972492.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424037/original/048660500_1764130779-sholawat_ujang_bustomi.png)



