Amalan Sunnah sebelum Memasuki Bulan Pelaksanaan Haji, Simak Panduannya

19 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bulan-bulan pelaksanaan ibadah haji sudah ditetapkan dan memiliki kedudukan istimewa. Jauh sebelum seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat, terdapat amalan sunnah sebelum memasuki bulan pelaksanaan haji. Amalan sunnah ini penting dilakukan untuk mempersiapkan diri sebelum keberangkatan haji.

Adapun bulan pelaksanaan haji mengacu pada firmah Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 197, “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi”.

Para ulama tafsir bersepakat bahwa yang dimaksud dengan bulan-bulan haji (asyhur al-hajj) adalah Syawal, Dzulqa’dah, dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Demikian dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Imam Ibnu Katsir.

Namun perlu dipahami bahwa ini bukan berarti puncak ritual haji (wuquf di Arafah) bisa dilakukan kapan saja selama tiga bulan tersebut. Sebagaimana dijelaskan dalam Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Kemenhaj 2026, merujuk literatur fikih wuquf di Arafah tetap harus dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sebagaimana telah ditetapkan sejak zaman Nabi Ibrahim AS hingga sekarang.

berikut ini adalah amalan-amalan sunnah sebelum memasuki bulan pelaksanaan haji, merangkum berbagai sumber.

Terdapat berbagai amalan sunnah yang dilakukan sebelum memasuki bulan pelaksaan haji. Bulan haji sendiri yaitu Syawal, Dzulqa'dah dan Dzulhijjah.

Amalan Sunnah bagi Jemaah Haji

1. Tobat dan Menyucikan Diri dari Hak Orang Lain

Tobat bukan sekadar memohon ampun secara lisan, tetapi juga mengembalikan hak-hak yang pernah diambil, baik berupa utang, barang titipan, maupun permintaan maaf kepada sesama.

Anjuran ini merujuk pada pendapat Syeikh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam kitabnya Fiqih Islam Wa Adillatuhu, yang menyatakan:

“Apabila seseorang bermaksud melakukan perjalanan jauh, hendaknya dia bertobat dari semua maksiat, mengembalikan barang yang diambilnya tanpa hak kepada pemiliknya yang sah, melunasi utang-utangnya, memulangkan barang-barang yang dititipkan kepadanya serta meminta maaf kepada orang-orang yang bergaul dengannya.”

Tobat yang tulus membersihkan jiwa dari dosa dan beban utang, sehingga jemaah dapat berangkat dengan hati yang ringan dan fokus beribadah.

Menurut Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin, langkah tobat ini adalah amalan pertama yang wajib diutamakan sebelum berangkat.

Bagi perempuan yang bersuami, dianjurkan pula untuk memohon izin dan kerelaan suami, sebagaimana juga disarankan oleh az-Zuhaili dalam kitab yang sama. Ketenangan keluarga yang ditinggalkan akan membantu kekhusyukan ibadah.

  • Memohon ampunan Allah atas segala dosa.
  • Melunasi utang dan mengembalikan barang pinjaman.
  • Meminta maaf kepada keluarga, tetangga, dan rekan.
  • Menyiapkan nafkah yang cukup bagi keluarga yang ditinggal.

2. Shalat Sunnah 2 Rakaat Sebelum Berangkat (Shalat Safar)

Shalat safar adalah shalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan sebelum memulai perjalanan jauh sebagai bentuk ikhtiar dan doa memohon perlindungan kepada Allah SWT. Untuk jemaah haji, amalan ini sudah menjadi tradisi yang melekat erat, bahkan sebelum keluar rumah.

Imam An-Nawawi dalam kitab Majmu’ Syarhil Muhadzdzab menyatakan bahwa shalat safar disunnahkan bagi siapa pun yang hendak bepergian dan boleh dilakukan kapan saja, siang atau malam. Beliau juga menegaskan bahwa para jemaah haji sangat dianjurkan melaksanakan shalat dua rakaat sebelum keluar rumah.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj bahkan menyebut secara spesifik bahwa jemaah haji dianjurkan melakukan shalat dua rakaat sebelum keluar rumah. Pada rakaat pertama dianjurkan membaca surat Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas.

Sabda Rasulullah SAW juga diriwayatkan: “Tidak ada amalan yang lebih utama ketika keluar rumah kecuali shalat dua rakaat.” (HR. Imam Ahmad)

Niat dan Tata Cara Ringkas

Niat shalat sunnah safar bisa dilafalkan dengan bacaan:

“Ushallii sunnatas safari rak’ataini lillaahi ta’ala.” (Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah Ta’ala)

Tata cara:

  • Berwudhu, menutup aurat, dan berdiri menghadap kiblat.
  • Takbiratul ihram.
  • Rakaat pertama: Al-Fatihah lalu surat Al-Kafirun.
  • Rakaat kedua: Al-Fatihah lalu surat Al-Ikhlas.
  • Rukuk, sujud, dan tasyahud seperti shalat biasa, diakhiri salam.
  • Dianjurkan membaca Ayat Kursi setelah salam.

Doa Setelah Shalat Safar

Setelah salam, jemaah dianjurkan membaca doa yang masyhur:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَأَنْتَ الْخَلِيْفَةُ فِي الْأَهْلِ وَالْمَالِ وَالْوَلَدِ وَالْأَصْحَابِ. اِحْفَظْنَا وَإِيَّاهُمْ مِنْ كُلِّ آفَةٍ وَعَاهَةٍ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي مَسِيْرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَطْوِيَ لَنَا الْأَرْضَ وَتُهَوِّنَ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَأَنْ تَرْزُقَنَا فِي سَفَرِنَا سَلَامَةَ الْبَدَنِ وَالدِّيْنِ وَالْمَالِ، وَتُبَلِّغَنَا حَجَّ بَيْتِكَ وَزِيَارَةَ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

“Ya Allah, Engkau adalah kawan dalam perjalanan dan Engkau adalah penjaga keluarga, harta, anak, dan teman. Selamatkan kami dan mereka dari setiap petaka dan penyakit. Ya Allah, dalam perjalanan ini kami memohon kepada-Mu kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridai. Ya Allah, kami mohon kepada-Mu agar Engkau mudahkan perjalanan kami, dan agar Engkau karuniakan kepada kami keselamatan badan, agama, dan harta, serta sampaikan kami untuk haji ke Bait-Mu dan ziarah ke makam Nabi-Mu Muhammad SAW.”

3. Mandi dan Persiapan Fisik Sebelum Ihram

Sebelum berniat ihram, jemaah dianjurkan untuk mandi, merapikan penampilan, dan memakai wewangian. Mandi ihram adalah mandi sunnah yang dilakukan sebagai persiapan lahiriah sebelum memasuki ibadah haji atau umrah.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit, dari ayahnya: “Sesungguhnya ia melihat Nabi SAW menanggalkan pakaian untuk memulai ihramnya, lalu mandi.” (HR Tirmidzi)

Syekh Husain bin Muhammad al-Maghribi dalam kitab Al-Badr at-Tamam Syarh Bulugh al-Maram menegaskan bahwa mandi ihram hukumnnya sunnah menurut mayoritas ulama, dan disyariatkan sebagai bentuk kebersihan (taẓhīf), bukan semata untuk menghilangkan hadas. Karenanya, mandi ini juga dianjurkan bagi perempuan yang sedang haid atau nifas.

Imam An-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhadzab, jilid VII, halaman 212, juga menyatakan bahwa para ulama sepakat dianjurkan mandi ketika hendak berihram, baik untuk haji maupun umrah, baik dari miqat maupun dari selainnya.

  • Istinja’, Memotong Kuku, dan Merapikan BuluSelain mandi, jemaah juga disunahkan untuk:
  • Istinja’ (membersihkan diri dari kotoran).
  • Memotong kuku.
  • Mencabut bulu ketiak dan merapikan rambut kemaluan.
  • Memendekkan kumis.

Hal ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW dan para sahabat, sebagaimana dijelaskan dalam Panduan Mandi Ihram MUI yang mengutip adab-adab sunnah ini sebagai kelengkapan persiapan ihram.

Shalat Sunnah Ihram

Usai mandi dan berwudhu, dianjurkan melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat. Shalat ini merupakan bagian dari kesempurnaan sunnah sebelum niat ihram.

4. Puasa Sunnah pada Sepuluh Hari Pertama Dzulhijjah

Bagi jemaah yang belum berangkat, sangat dianjurkan memperbanyak puasa sunnah pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Hadis riwayat At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas RA: Rasulullah SAW bersabda: “Tiada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini.” (HR At-Tirmidzi)

Hukum puasa ini adalah sunnah bagi siapa pun, termasuk calon jemaah yang belum berangkat. Demikian penjelasan Imam An-Nawawi dalam Raudhah yang dikutip oleh Syekh Zakariya al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib (juz 3, halaman 63).

Khusus tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah), puasa Arafah hukumnya sunnah bagi yang tidak melaksanakan wukuf (yakni jemaah yang masih di tanah air atau belum berangkat). Bagi yang sudah berada di Arafah sebagai jemaah haji, disunnahkan tidak berpuasa agar lebih kuat berdoa dan mengikuti sunnah Nabi.

Puasa yang dimaksud adalah tanggal 1–9 Dzulhijjah, karena tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari Raya Idul Adha yang diharamkan berpuasa.

Keutamaan Puasa Sepuluh Hari Pertama DzulhijjahSebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah: “Tidak ada hari-hari yang lebih dicintai Allah untuk beribadah kepada-Nya selain sepuluh hari Dzulhijjah. Puasa satu hari di dalamnya sebanding dengan puasa setahun, dan shalat malam di dalamnya sebanding dengan shalat Lailatul Qadar.” 

5. Memperbanyak Dzikir

Memperbanyak zikir pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Imam An-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar menegaskan: “Ketahuilah bahwa disunnahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu, memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunnahkan.”

Beliau mendasarkan anjuran ini pada Al-Qur’an surah Al-An’am ayat 28: “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…” – menurut Ibnu Abbas, As-Syafi’i, dan jumhur ulama, yang dimaksud ayyamam ma’lumat adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Hadis riwayat Ahmad: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR Ahmad).

6. Bersedekah dan Wasiat Sebelum Berangkat

Sebagai bentuk persiapan akhir, jemaah dianjurkan untuk:

  • Bersedekah sebagai wujud penyucian harta dan ikhtiar memperbanyak bekal akhirat.
  • Menulis wasiat serta menunjuk seseorang yang akan melunasi utang jika meninggal dunia sebelum sempat melunasinya.
  • Meninggalkan nafkah yang cukup untuk keluarga, sebagaimana anjuran Syeikh Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam Wa Adillatuhu.

People also Ask:

Apa yang dilakukan sebelum berangkat haji?

Persiapan sebelum berangkat haji meliputi aspek rohani, fisik, administrasi, dan logistik untuk menjamin kelancaran ibadah. Langkah utamanya adalah memantapkan niat, bertobat, melunasi biaya haji, mengurus dokumen (paspor/visa), vaksinasi Vaksinasi Jadi Kunci Ibadah Aman di Tanah Suci, mengikuti manasik haji Catat, Ini 4 Persiapan Berangkat Haji - Allianz Indonesia, menjaga kesehatan, serta mengadakan walimatus safar (pamitan) Walimatus Safar Sebelum Berangkat Haji, Bagaimana Hukumnya Menurut Syariat?.

Syukuran sebelum berangkat haji namanya apa?

Syukuran sebelum berangkat haji di Indonesia umumnya dinamakan Walimatussafar Haji. Tradisi ini merupakan momen tasyakuran, pamitan, dan silaturahmi untuk memohon doa restu agar perjalanan ibadah ke Tanah Suci berjalan lancar, aman, dan mabrur.

Apa saja yang terjadi dalam 10 hari sebelum ibadah Haji?

“Alasan paling nyata mengapa sepuluh hari di bulan Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena terkumpulnya amalan-amalan ibadah terbesar pada periode ini - salat, siyam (puasa), sedekah (amal), dan haji (ziarah) .”

Sebelum berangkat haji shalat apa?

Sebelum berangkat haji, jamaah disunnahkan melaksanakan sholat sunnah safar dua rakaat di rumah sebelum keluar menuju tempat keberangkatan. Sholat ini bertujuan memohon perlindungan, keselamatan, dan kelancaran selama perjalanan ibadah haji, sebagaimana dianjurkan dalam hadits.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |