Amien Rais Soroti Menurunnya Jumlah Kelas Menengah

7 hours ago 5

KETUA Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais menyoroti kondisi ekonomi yang merosot dalam lima tahun terakhir.  "Jumlah kelompok kelas menengah menurun signifikan, dari 57,33 juta orang pada tahun 2019 menjadi hanya 47,85 juta orang pada tahun 2024," kata Amien hadapan kader dalam Tausiyah Politik pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Ummat yang berlangsung di Yogyakarta, Sabtu malam, 2 Mei 2026.

Menurut Amien, menurunnya jumlah kelas menengah merupakan agenda yang sangat krusial dan mendesak untuk segera diatasi oleh pemerintahan Prabowo guna menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

Ia menekankan pentingnya mengembalikan kedaulatan kekayaan alam yang selama ini dinilai dikuasai kelompok tertentu. Eks Ketua MPR itu pun menyoroti dominasi kekuatan ekonomi gelap yang telah menjerat bangsa sejak lama. 

Dia juga mengkritik kelompok oligarki yang menguasai Indonesia. Menurutnya, kelompok oligarki tersebut telah mempermudah penguasaan sektor pertambangan yang mencakup emas, nikel, hingga perak, serta penguasaan lahan yang polanya terus bertahan sejak era kepemimpinan Soeharto hingga masa sekarang.

Secara khusus, Amien juga meminta Presiden Prabowo agar benar-benar menjalankan Pasal 33 UUD 1945 secara konsekuen. Sebab selama ini ia mengibaratkan Indonesia seperti ayam bertelur emas yang bisa dijual beserta seluruh isinya ke pihak asing tanpa sisa untuk kemakmuran rakyat.

Eks Ketua MPR itu menyatakan akan memberikan dukungan moril yang besar apabila Presiden Prabowo memegang teguh prinsip kedaulatan ekonomi tersebut. Ia menaruh harapan besar agar Prabowo mampu mewujudkan Indonesia yang merdeka secara hakiki dengan memastikan kekayaan alam diperuntukkan bagi bangsa sendiri. 

Amien meyakini jika prinsip kedaulatan ekonomi tersebut dipegang teguh, 90 persen lebih rakyat Indonesia akan berdiri teguh di belakang Presiden.

Meski demikian, Amien optimis Indonesia tidak akan terpecah belah selama kedaulatan dijaga oleh para pemimpin negeri. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimistis dalam mengejar visi Indonesia Emas 2045. 

Target-target besar seperti pendapatan per kapita sebesar US$ 30.300, penciptaan generasi yang bebas dari stunting, hingga keunggulan dalam kecerdasan digital harus tetap dikejar meskipun saat ini masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. 

"Kami harapkan Presiden Prabowo dapat membawa Indonesia yang benar-benar merdeka dan berdaulat, dengan prinsip utama bahwa kekayaan alam Indonesia adalah milik bangsa Indonesia sendiri," kata dia.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta masyarakat kelas menengah maupun rentan miskin agar bersabar terkait penanganan kemiskinan yang masih berlangsung secara bertahap.

"Kita sedang mengatasi yang kemiskinan ekstrem dan miskin dulu. Sehingga ketika pekerjaan ini selesai, kita akan masuk pada menghadapi yang rentan miskin," kata Menko Muhaimin Iskandar pada Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Jakarta, Senin, 27 April 2026, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, selama satu setengah tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto masih difokuskan untuk menurunkan angka masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

"Tentu pemerintah hari ini baru satu setengah tahun ya, akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin. Sabar, kita akan terus bekerja keras, tetapi yang paling pokok kita tuntaskan dulu yang miskin ekstrem," kata Muhaimin.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |