Doa Awal Tahun Hijriah yang Sering Dibaca saat 1 Muharram, Adab dan Fadhilahnya

14 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Doa awal tahun Hijriah yang sering dibaca saat 1 Muharram menjadi amalan yang penting dalam menyambut tahun baru Islam. Momen ini menjadi waktu bermuhasabah, memperbaiki diri, dan memohon keberkahan dan perlindungan mengarungi waktu ke depan.

Secara historis, Rasulullah tidak mencontohkan doa dengan redaksi baku khusus untuk tahun baru Hijriah. Namun, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dalam buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram, menjelaskan bahwa terdapat dalil asar sahabat dari Abdullah bin Hisyam (riwayat At-Thabrani) yang mengajarkan doa permohonan keamanan, keimanan, dan keselamatan setiap kali menyambut awal bulan atau tahun yang baru.

Di Nusantara, redaksi doa yang paling populer merujuk pada hasil ijtihad para ulama. Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akhyar (menyebutkan doa permohonan agar dilindungi dari godaan iblis dan hawa nafsu di tahun yang baru.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah doa-doa awal tahun baru Hijriah yang dapat diamalkan oleh umat Islam.

1. Doa Menyambut Bulan dan Tahun Baru (Berdasarkan Asar Sahabat)

Doa ini adalah doa yang diajarkan dan diamalkan oleh para Sahabat Nabi setiap kali memasuki bulan baru atau tahun yang baru. Doa ini sangat komprehensif karena memuat permohonan keamanan, keimanan, dan perlindungan.

Teks Arab: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَرِضْوَانٍ مِنَ الرَّحْمَنِ، وَجَوَازٍ مِنَ الشَّيْطَانِ

Latin: Allahumma adkhilhu 'alaina bil amni wal iman, was salamati wal islam, wa ridhwanim minar rahman, wa jawazim minasy syaithan.

Artinya: "Ya Allah, masukkanlah (bulan/tahun) ini kepada kami dengan rasa aman dan keimanan, dengan keselamatan dan Islam, serta mendapat rida dari ar-Rahman (Allah) dan perlindungan dari gangguan setan."

Doa ini diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Hisyam RA, dicatat oleh Imam At-Thabrani dalam kitabnya Al-Mu'jam Al-Ausath (No. 6241).

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Al-Isabah fi Tamyiz As-Sahabah menyebutkan bahwa sanad riwayat doa ini adalah sahih. Para sahabat Nabi ﷺ sangat antusias mempelajari doa ini untuk dibaca setiap kali menyongsong awal bulan atau awal tahun baru. Doa ini berstatus tauqifi (bersumber dari tuntunan generasi awal) sehingga sangat sunah untuk diamalkan setiap 1 Muharram. 

2. Doa Awal Tahun Hijriah (Hasil Ijtihad Para Ulama)

Ini adalah doa awal tahun yang paling populer dibaca oleh umat Islam di Nusantara, biasanya dilafalkan setelah selesainya salat Magrib pada malam 1 Muharram (pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai saat terbenamnya matahari).

Teks Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Latin: Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa 'ala fadhlikal 'azhimi wa karimi judikal mu'awwal. Wa hadza 'amun jadidun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fihi minasy syaithani wa auliya'ih, wal 'auna 'ala hadzihin nafsil ammarati bis su'i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.

Artinya: "Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Terdahulu, dan Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang agung dan kedermawanan-Mu yang mulialah hamba bergantung. Dan ini tahun baru telah datang. Hamba memohon perlindungan di dalamnya dari godaan setan dan bala tentaranya, dan hamba memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu yang sering mendorong berbuat keburukan, serta memohon kesibukan dengan amal-amal yang mendekatkan diriku kepada-Mu sedekat-dekatnya, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan."

Redaksi doa ini secara utuh didokumentasikan oleh Mufti Betawi pada abad ke-19, Sayyid Utsman bin Yahya, dalam mahakaryanya yang berjudul Maslakul Akhyar.

Meskipun doa ini bukan berasal dari hadits Nabi ﷺ secara harfiah (melainkan disusun oleh para ulama dan salafus shalih), para ulama sepakat bahwa mengamalkannya adalah mubah (diperbolehkan) dan sangat dianjurkan (mustahab).

Secara ilmu fikih, umat Islam diperbolehkan memanjatkan permohonan dengan bahasa dan susunan kalimat yang baik selama tidak bertentangan dengan akidah tauhid. Kandungan doa ini dinilai sangat sejalan dengan napas Al-Qur'an dan Sunah, karena isinya memurnikan ketauhidan (mengakui sifat qadim Allah) dan memohon perlindungan dari dua musuh terbesar manusia: setan dan hawa nafsu.

Memanjatkan doa-doa di atas pada malam 1 Muharram merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual yang elegan. Melalui doa ini, diharapkan tahun yang baru dapat diisi dengan integritas ketaatan dan keselamatan dari berbagai fitnah.

Hukum Doa Awal Tahun Hijriah

Tradisi membaca doa pada pergantian bulan memiliki akar dari praktik para sahabat Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan dari Abdullah bin Hisyam, ia berkata:

“Para sahabat Rasulullah ﷺ mempelajari doa berikut jika memasuki tahun atau bulan: ‘Ya Allah, masukkan kami ke dalamnya (bulan atau tahun) dengan aman, iman, selamat, Islam, mendapatkan rida Yang Maha Pengasih, dan dijauhkan dari gangguan setan.’” (HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath, dinilai sanadnya hasan oleh al-Haitsami)

Hadis ini menunjukkan bahwa para sahabat telah mengajarkan doa khusus untuk menyambut bulan atau tahun baru. Doa yang diriwayatkan oleh ath-Thabarani dan dinilai hasan oleh al-Haitsami ini menjadi salah satu pijakan penting bagi tradisi doa awal tahun.

Kendatipun amalan doa awal dan akhir tahun tidak diamalkan oleh Rasulullah ﷺ, para sahabat, maupun tabi’in, namun amalan ini memiliki tujuan kebaikan dan mendatangkan kemaslahatan bagi umat Islam. Mereka berpegang pada kaidah fikih bahwa “sesuatu yang ditinggalkan tidak berarti haram” (al-tarku la yatajārabu al-tahrīma).

Lebih lanjut, menurut catatan Dar al-Ifta’ al-Misriyyah, doa-doa ini telah diamalkan oleh segolongan ulama dari mazhab Hanbali sejak sekitar 1.000 tahun yang lalu. Mereka mengajarkan dan mewasiatkan doa tersebut kepada para ulama setelahnya.

Doa awal tahun pada prinsipnya adalah bentuk permohonan kebaikan dan perlindungan kepada Allah. Meskipun tidak ada redaksi khusus yang berasal dari Nabi, berdoa dengan doa apa pun yang baik, terlebih di momen yang baik seperti pergantian tahun, adalah diperbolehkan dan termasuk amalan yang baik.

Meskipun diperbolehkan, penting untuk dicatat bahwa doa awal tahun yang beredar saat ini tidak dapat disandarkan sebagai sunnah Rasulullah SAW. Penetapan tahun Hijriah sendiri baru terjadi di masa Khalifah Umar bin Khattab, sehingga mustahil Nabi mengajarkan doa yang secara spesifik merujuk pada “tahun Hijriah”. Oleh karena itu, doa ini termasuk dalam kategori ijtihad ulama.

Makna Doa Awal Tahun Menurut Ulama

Doa awal tahun di atas sarat dengan pesan-pesan tauhid dan spiritual yang mendalam. Para ulama menjelaskan beberapa kandungan maknanya sebagai berikut:

1. Mengakui Keagungan Allah sebagai Pemilik Waktu

Dengan menyebut Allah sebagai al-Abadiyyu al-Qadīmu al-Awwal (Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal), seorang hamba menyadari bahwa Dialah satu-satunya Dzat yang kekal dan tidak berawal, sementara manusia dan waktu adalah makhluk yang diciptakan-Nya. Hal ini menumbuhkan rasa rendah hati dan ketergantungan penuh kepada Allah.

2. Permohonan Perlindungan dari Godaan Setan

Frasa “as’alukal ‘ishmata fīhi minas syaithāni wa auliyā’ih” (aku memohon perlindungan di dalamnya dari setan dan para sekutunya) menunjukkan kesadaran bahwa setan akan senantiasa menggoda manusia sepanjang tahun. Doa ini adalah benteng spiritual untuk menjaga hati dan lisan dari bisikan-bisikan jahat.

3. Memohon Pertolongan Mengalahkan Hawa Nafsu

Doa ini juga memuat permohonan “al-‘auna ‘alā hādzihin nafsil ammārati bis-sū’” (pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu yang mengajak pada kejahatan). Para ulama tafsir menjelaskan bahwa nafsu amarah adalah nafsu tingkat terendah yang selalu mendorong manusia pada kemaksiatan, sehingga pertolongan Allah mutlak diperlukan.

4. Kesibukan dengan Amal yang Mendekatkan Diri

Doa ini mengajarkan agar seorang muslim tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Inti dari doa ini adalah permohonan agar seluruh aktivitas di tahun yang baru dapat menjadi wasilah (perantara) untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Waktu Terbaik dan Adab Doa Awal Tahun Hijriah

Memanjatkan doa pada momen pergantian Tahun Baru Islam tidak hanya sekadar melafalkan teks, tetapi juga memerlukan adab dan ketepatan waktu agar esensi spiritual dan pengabulannya (ijabah) dapat dicapai secara maksimal.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai waktu terbaik dan adab pelaksanaannya:

Waktu Terbaik Memanjatkan Doa

Sistem penanggalan Hijriah (kamariah) menetapkan bahwa pergantian hari dimulai tepat saat matahari terbenam. Oleh karena itu, waktu pembacaan doa dibagi menjadi dua fase berurutan:

  • Doa Akhir Tahun: Waktu paling afdal untuk melafalkannya adalah setelah melaksanakan ibadah salat Asar hingga sesaat sebelum azan Magrib berkumandang pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.
  • Doa Awal Tahun: Waktu terbaik untuk melafalkannya adalah sesaat setelah masuk waktu Magrib pada malam 1 Muharram, biasanya dibaca setelah selesai menunaikan salat Magrib dan zikir rutin.

Adab Memanjatkan Doa

Agar munajat di awal tahun dipenuhi keberkahan, perhatikan adab-adab kesopanan seorang hamba di hadapan Tuhannya berikut ini:

  • Dalam Keadaan Suci: Dianjurkan untuk berwudu terlebih dahulu. Menghadap Allah dalam kondisi fisik yang suci akan membawa kejernihan pada hati.
  • Menghadap Kiblat: Memosisikan arah tubuh menghadap kiblat (Ka'bah) sebagai bentuk kesempurnaan arah dalam beribadah.
  • Mengangkat Kedua Tangan: Mengangkat tangan sejajar dengan dada sebagai simbol kerendahan diri dan wujud seorang hamba yang sangat membutuhkan belas kasih pencipta-Nya.
  • Mengawali dengan Tahmid dan Selawat: Sebelum membaca teks doa awal tahun, buka permohonan dengan memuji kebesaran Allah (Alhamdulillah) dan mengirimkan selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Doa yang diapit oleh selawat lebih besar peluangnya untuk menembus langit.
  • Khusyuk dan Meresapi Makna (Tadharru'): Ucapkan doa dengan suara yang lembut, tenang, dan tidak tergesa-gesa. Hadirkan hati dan akal untuk benar-benar memahami setiap terjemahan dari doa yang dilafalkan, disertai rasa penyesalan atas dosa masa lalu dan harapan besar untuk tahun yang baru.

Keutamaan (Fadhilah) Doa Awal Tahun

Meskipun tidak terdapat teks khusus dari Nabi yang menerangkan keutamaan doa awal tahun, para ulama yang menganjurkannya menyebutkan beberapa faedah spiritual yang dapat diraih:

1. Mengawali Tahun dengan Hal yang Baik

Membaca doa pada awal tahun adalah bentuk tafa’ul (optimisme) bahwa tahun yang akan datang akan diisi dengan kebaikan dan keberkahan, sesuai dengan ajaran Islam untuk selalu berprasangka baik kepada Allah.

2. Bentuk Taubat dan Muhasabah

Doa awal tahun biasanya dirangkaikan dengan doa akhir tahun yang berisi permohonan ampunan atas dosa-dosa setahun lalu. Hal ini menjadi momentum untuk membersihkan diri dan memulai lembaran baru yang lebih bersih.

3. Mendapatkan Perlindungan Sepanjang Tahun

Dalam sebuah riwayat yang populer di kalangan ulama Hanbali, disebutkan bahwa siapa yang membaca doa awal tahun tiga kali setelah Magrib, maka setan akan berkata: “Kami tidak memiliki jalan lagi kepada orang ini sepanjang tahunnya.”

(Diriwayatkan oleh Ibn Asakir dari Anas bin Malik, namun perlu dicatat bahwa para ulama hadis menyatakan sanadnya lemah, namun maknanya tidak tertolak karena sesuai dengan prinsip umum doa dan perlindungan kepada Allah).

4. Meningkatkan Semangat Ibadah

Dengan membaca doa yang berisi komitmen untuk “sibuk dengan amal yang mendekatkan diri kepada Allah”, seorang muslim akan termotivasi untuk lebih giat beribadah, memperbaiki kualitas salat, memperbanyak puasa sunnah, dan meningkatkan kedermawanan.

Pertanyaan Seputar Doa Awal Tahun Hijriah

Apa doa awal tahun 1 Muharram?

Doa awal tahun 1 Muharram dibaca setelah Magrib untuk memohon perlindungan, rahmat, dan keberkahan di tahun yang baru. Berikut adalah bacaan doa yang populer diamalkan masyarakat, lengkap dengan latin dan artinya.

Bacaan Arab Doa Awal Tahun: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ اَنْتَ اْلاَ بَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلاَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرَمِ جُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ، نَسْأَلُكَ فِيْهِ الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَاءِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلاَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلالِ وَاْلاِكْرَامِ

Apa yang harus dibaca pada tanggal 1 Muharram?

Doa Awal Muharram : “ Allahumma adkhilhu 'alayna bil-amni wal-iman, was-salamati wal-Islam, wa ridwanin min ar-Rahman, wa jiwazim min asy-Setan .” (Ya Allah, hadirkan bulan ini kepada kami dengan keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta keridhaan dan perlindungan-Mu dari setan.)

1 Muharram dianjurkan baca surat apa?

Pada 1 Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk membaca Al-Qur'an secara umum. Tidak ada kewajiban surah khusus dari hadis sahih, namun ulama menganjurkan surah-surah utama seperti Surat Yasin, Surat Al-Ikhlas, dan membaca Ayat Kursi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apa yang harus dibaca saat malam 1 Muharram?

Membaca doa akhir tahun dan awal tahun merupakan amalan pertama yang dianjurkan. Doa akhir tahun dibaca sebelum Maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijjah, sedangkan doa awal tahun dibaca setelah Maghrib pada tanggal 1 Muharram.

Read Entire Article
Fakta Dunia | Islamic |